Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.93 merasa bersalah.


__ADS_3

" mau lari ke mana lagi kamu....susan." ucap sean sinis.


" kamu...." ucap susan marah.


" ternyata kamu sama licik nya dengan anak mu." ucap sean.


" semua ini gara gara kamu sean." ucap susan.


" kamu sudah membunuh andreas." ucap susan.


" jadi aku akan membuat hidup mu hancur." ucap susan lagi.


"bedebah seperti dia memang pantas untuk mati." ucap sean.


" brengsek kamu sean...kamu harus mati." ucap susan mengeluarkan pistolnya dan langsung menembak sean.


" dorrr......." tembakan pistol susan.


" tuan...awas.!!!!!! teriak leo.


dengan sigap leo mendorong sean sehingga tembakan susan mengenai lengan leo.


melihat leo terluka sean langsung menembak susan tepat di dada nya sehingga membuat susan ambruk.


" apa kamu tidak apa apa..." ucap sean.


" lengan mu terluka." ucap sean.


" saya tidak apa apa tuan.." ucap leo masih bersikap santai.


" tidak apa apa apa nya bodoh lihat lengan mu terua mengeluarkan darah." ucap sean.


sean melepas dasi nya dan mengikat kan ke lengan leo untuk menghentikan pendarahan nya.


" bagaimana dengan susan tuan...??? tanya leo.


sean perlahan mendekati tubuh susan yang sudah tergeletak di tanah.dan mengecek apa kah dia sudah mati atau tidak.


sean menggelengkan kepala nya pertanda sudah tidak ada lagi kehidupan pada tubuh susan.


" ayo...kamu harus ke rumah sakit." ucap sean.


" biar aku yang membawa mobil nya." ucap sean.


" tapi bagaimana dengan mayat susan." icap leo.


" biarkan saja membusuk di sana." ucap sean santai.


" kejam nya." ucap leo lirih tapi masih bisa di dengar oleh sean.


"aku memang sangat kejam." ucap sean.


leo langsung menatap sean ia mengira sean tidak mendengar apa yang di ucapkan nya.


" terima kasih.." ucap sean.


" terima kasih untuk apa tuan." tanya leo.


" ya...untuk kamu tadi sudah menyelamat kan nyawa ku." ucap sean.


" itu memang sudah tugas saya tuan."ucap leo.


di sepanjang perjalanan leo heran melihat sean yang dari tadi diam seperti sedang memikir kan sesuatu.


" apa ada yang sedang tuan pikirkan..??? tanya leo membuyarkan lamunan sean.


"' kenapa aku begitu bodoh bisa termakan oleh jebakan susan." ucap sean menatap ke depan sambil menyetir mobil.


" lalu apa yang akan tuan lakukan sekarang.??? tanya leo


"' tentu saja mencari naya.." ucap sean.


" tuan akan mencari nona kemana..??? tanya leo.


"entah lah...." ucap sean.


" mungkin kesalahan ku tidak pantas di maafkan." ucap sean.

__ADS_1


" nona bukan lah orang yang seperti itu...tuan.nona sangat mencintai tuan." ucap leo.


sean menatap ke arah leo...


sesampai nya di rumah sakit...


" ayo...." ucap sean.


dokter langsung megobati luka leo...


beruntung peluru hanya menggores lengan leo.


" sebaik nya kamu istirahat saja di sini." ucap sean.


" tidak tuan saya ingin pulang saja saya rindu dengan istri saya." ucap leo.


" tidak apa apa kan dok kalau saya pulang sekarang." ??? tanya leo kepada dokter yang sedang mengobati lukanya.


" tidak apa apa nanti saya akan memberikan resep obatnya." ucap sang dokter.


" dan ingat perban harus di ganti setiap hari satu kali." ucap dokter lagi.


" baik dok...." ucap leo.


setelah dokter selesai mengobati luka nya leo dokter juga menuliskan resep obat terbaik untuk leo.


" terima kasih dok..." ucap leo.


sean dan leo meninggalkan rumah sakit.


" aku akan mengantar kan mu pulang." ucap sean mulai menjalankan mobilnya.


" saya akan menemani tuan mencari nona." ucap leo.


" besok saja..." ucap sean.


" baiklah..." ucap leo.


seampai nya di apartemen leo...


" terima kasih tuan..." ucap leo.


" ting...tong.." leo menekan bel apartemen nya.


" cekleek..." tika membuka kan pintu.


" kak leo..." ucap tika.


" kenapa lengan mu kak...???? tanya tika panik melihat lengan leo yang di perban.


" aku tidak apa apa." ucap leo.


" tapi kak...." ucap tika terpotong karena tiba tiba leo mencium bibir tika.


" kak aku serius kenapa malah mencium ku." ucap tika.


"' lengan kakak kenapa..???? ucap tika masih penasaran.


" nanti aku ceritakan tapi sekarang aku ingin makan..." ucap leo.


" makan...???? ucap tika.


" emang kakak belum makan...???? tanya tika.


leo menggelengkan kepalanya...


" baiklah aku akan siapkan dulu makanan nya." ucap tika segera pergi kedapur untuk menyiapkan makanan untuk leo.


*** di mansion sean***


malam tiba sean kini baru merasakan rasanya kesepian...rindu..bahkan rasa bersalah yang di rutukinya sejak ia mengetahui kebenaran nya.


di kamar sean terus memandangi foto kanaya.


" sayang...maafkan aku." ucap sean.


" di mana kamu kembalilah...." ucap sean.

__ADS_1


" sekarang naya menjadi seorang pemulung ..." tiba tiba sean teringat kata kata bu aminah.


" tidak..." ucap sean.


sean langsung berlari keluar kamar di sambar nya kunci mobil dan sean akan mencari naya malam ini juga.


di sepanjang perjalanan sean melihat ke kanan ke kiri berharap ia dapat menemukan naya.


" di mana kamu sayang...." ucap sean lirih.


sean tidak akan menyerah ia terus melajukan mobil nya menelusuri jalanan malam.


tiba tiba sean menghentikan mobil nya ia melihat ada seorang pemulung wanita yang sedang mengoreh ngoreh tempat sampah.


sean turun dari mobil perlahan mendekati pemulung itu di tatap nya wanita itu dari ujung kepala sampai ujung kaki.


pakaian yang lusuh kulit yang hitam rambut yang tak tertata rapi bahkan pemulung itu tidak memakai alas kaki.


tiba tiba sean perlahan lahan melangkah mundur hati nya sangat sakit membayangkan naya yang ada di posisi pemulung itu.


sean langsung masuk ke dalam mobil nya.


" sayang di mana kamu...maafkan aku.aku mengusir mu tanpa memberi uang sepeser pun.bagaimana kehidupan kamu sekarang." ucap sean sedih.


sean terus melanjutkan pencarian nya...


***di apartemen leo***


" biar aku suapin kak...." ucap tika.


dengan penuh kasih sayang tika menyuapi leo.tika menyendokan nasi dan lauk pauk nya dan memasukan ke dalam mulut leo.


" mau nambah lagi kak...." ucap tika.


" tidak aku sudah kenyang." ucap leo.


tika memberikan air minum..


" aku ingin bersih bersih badan ku sangat lengket." ucap leo.


" aku akan menyiapkan air hangat nya dulu." ucap tika langsung pergi ke kamar.


leo tersenyum melihat tika yang begitu sigap menjadi seorang istri.leo pun mnyusul tika ke dalam kamar.


" apa perlu aku bantuin mandi kak..." tanya tika.


" tidak perlu aku bisa sendiri.." ucap leo sambil membelai rambut tika.


" terima kasih." ucap leo.


" terima kasih untuk apa kak...??? ucap tika.


" sudah mau menjadi istri yang berbakti untuk ku." ucap leo.


" itu kan memang sudah kewajiban ku kak... sebagai istri kakak." ucap tika sambil tersenyum.


" ya sudah kakak cepat mandi kakak kan harus menceritakan semua nya kepada ku." ucap tika.


" baiklah..." ucap leo langsung pergi ke kamar mandi.


malam semakin larut sean sudah mencari ke sana ke sini tapi tidak juga menemukan naya.


akhirnya sean memutuskan untuk pulang dan melanjutkan pencarian nya besok pagi.


sesampai nya di mansion sean merasa langkah nya begitu berat untuk masuk ke dalam.bayangan naya di mansion membuatnya semakin merasa bersalah jika bukan karena kebodohan nya mungkin saat ini naya masih ada di mansion.kehangatan yang selalu naya berikan kini tinggalah kehampaan yang akan menghantui sean.saat ini sean terus memikirkan bagaimana keadaan naya.bahkan hati nya sangat sakit membayangkan bagaimana naya melewati hari hari nya sebagai seorang pemulung.membayangkan nya saja sean merasa sangat sedih.


" hiks...hiks.....hiks...." terdengar tangisan pilu naya.


" tuan....saya di sini sangat merindukan tuan.bagaimana saya akan melanjutkan hidup tanpa tuan,bagaimana dengan anak kita... kami sangat membutuhkan tuan." batin naya dengan air mata yang terus mengalir.


" saya merasa tidak sanggup untuk bertahan...apa tuan tidak berusaha mencari saya.apa tuan benar benar sudah tidak mencintai saya apa tuan benar benar sudah melupakan saya.jika kita memang tidak di takdirkan untuk bersama lagi...saya mohon ijinkan saya untuk melihat tuan dan memeluk tuan untuk yang terakhir kali nya." batin naya.


tanpa naya ketahui ada bu aminah yang sedang memperhatikan diri nya.


sudah bukan hal aneh lagi bagi bu aminah karena setiap malam bu aminah harus menyaksikan tangisan pilu naya yang sangat memprihatinkan.


kerinduan yang naya rasakan saat ini sangat menyiksa batin nya.

__ADS_1


bersambung.......


__ADS_2