
naya kembali ke kamarnya dengan perasaan yang benar benar tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata.
" naya...." panggil mia.
" mia...." ucap naya.
mia penasaran apa yang sebenarnya terjadi antara naya dan sean.mia mengajak naya duduk di kasur tipis tempat naya tidur.menatap tajam wajah naya seolah ia harus mendapat jawaban yang pasti.
" mia...kamu kenapa.???" tanya naya heran.
" katakan padaku kenapa kamu bisa tidur dengan tuan sean,atau jangan....jangan....kalian sudah...???? mia menutup mulutnya tidak percaya kalau naya sudah melakukan malam pertama dengan sean.
" apaan sih kamu....ya nggak lah.." ucap naya.
" lalu....." tanya mia kepo.
" ceritanya panjang....tapi intinya tuan sean ingin aku tetap bersamanya " ucap naya.
" apa tuan sean sudah mencintai kamu..." tanya mia.
raut wajah naya berubah saat di tanya apakah tuan sean mencintainya atau tidak.
" aku tidak tahu...." ucap naya sedih.
" kok bisa sih...." ucap mia heran.
" tapi bagiku itu tidak penting.sekarang yang terpenting tuan sean mau menganggap ku sebagai istrinya.." ucap naya.
" tapi nay....setiap wanita itu butuh sebuah pengakuan sehingga kita punya alasan kenapa kita harus bertahan dengan orang yang kita cintai..." ucap mia.
naya mencoba memahami apa yang di katakan mia..
" memang benar...tapi biarlah waktu yang akan menjawab semuanya.." ucap naya sambil mengambil handuk karena naya mau mandi.
" aku sudah kesiangan,aku harus berangkat kerja.." ucap naya segera masuk ke kamar mandi.
" kamu masih mau bekerja nay..." tanya mia heran.
" iya memang kenapa..." ucap naya begitu polos.
" ya ampun nay...sekarang kan tuan sean sudah berubah otomatis kamu pasti akan di beri uang bulanan yang mungkin jumlahnya ....wah membayangkannya saja aku tidak bisa karena uang tuan sean itu amat sangat sekali banyaknya.." ucap mia.
" hei...." ucap naya sambil menjitak kening mia yang masih membayangkan berapa banyak uang sean.
" aku bukan wanita yang suka menghamburkan uang suami.aku lebih suka uang hasil keringat sendiri..." ucap naya.
di kamar sean....
dari tadi sean bingung mau pakai baju yang mana karena setiap hari naya yang selalu menyiapkan semuanya.
" kemana gadis itu....." gerutu sean karena naya belum datang juga ke kamarnya untuk menyiapkan keperluan sean sebelum ke kantor.
sean mengambil hp nya untuk menelpon naya....
" eh....berapa no telponnya ya.. " sean lupa kalau ia belum punya no telpon naya.
akhirnya sean menelpon pak mus.....
setelah mendapat perintah dari sang tuannya pak mus segera memanaggil naya di kamarnya.
" tok..tok......" pak mus mengetuk pintu kamar naya.
naya membuka kan pintu...
" pak mus ada apa..." tanya naya.
" nona....tuan memanggil anda dikamarnya." ucap pak mus.
sejenak naya berfikir kenapa sean memanggilnya.
" ya ampun..." teriak naya memegang keningnya.
" aku lupa menyiapkan baju tuan...." ucap naya langsung berlari ke kamar sean.
sampai di depan pintu kamar sean naya mencoba mengatur nafas nya yang tersengal sengal karena berlari tadi.
" bodohnya aku....mudah mudahan tuan tidak marah.." batin naya.
naya langsung membuka pintu mengintip terlebih dahulu apa yang sedang sean lakukan.naya melihat sean sedang mengobrak abrik semua isi lemari.
naya mendekati sean dengan perlahan.
" tuan...." panggil naya lirih.
__ADS_1
sean menoleh....
" maaf tuan saya lupa menyiapkan baju tuan...."ucap naya merasa bersalah.
dengan sigap naya memilihkan baju untuk sean.setelah mendapatkan baju yang cocok naya memberikannya kepada sean.
" pakaikan....." ucap sean.
" a..apa.." ucap naya terkejut.
" aku bilang pakaikan baju ku..." ucap sean.
" ta ....tapi tuan.." ucap naya gugup.
tanpa bisa melawan lagi akhirnya naya menuruti apa yang di suruh sean dengan perasaan gugup naya memakaikan baju terlebih dahulu,naya dapat melihat dada sean yang kekar begitu dekat matanya pun tidak bisa di kondisikan.
" apa yang kamu lihat...cepatlah." ucap sean membuyarkan lamunan naya..
" i..iya maaf tuan.." ucap naya merasa malu.
pipi naya sudah begitu merah seperti kepiting rebus,tapi sean justru senang mengerjainya.
" ****** ***** ku belum..." ucap sean.
" apaaaa...." ucap naya melototkan matanya.
" tidak tuan...saya tidak bisa.." ucap naya hendak pergi tapi tiba tiba tangannya di tarik oleh sean.
sean mendorong tubuh naya pelan ke tembok.sean pun merapatkan tubuhnya ke tubuh naya jarak mereka sangat dekat .jantung naya berdetak begitu kencang.
" kenapa....apa kamu malu..???? tanya sean membelai pipi naya.
" kenapa pipi mu merah sekali..." ucap sean.
sontak naya langsung memegang kedua pipinya.
sean terus mendekatkan wajahnya,menatap bibir merah naya yang sangat menggoda.
tanpa aba aba sean pun langsung mencium bibir naya bahkan sean ********** dengan lembut
mata naya melotot lebar tak tahu harus bagaimana.karena ini adalah ciuman pertama baginya selama hidupnya.
sean terus ******* bibir naya dengan lembut tapi tidak ada balasan dari naya.karena naya hanya diam saja.selang beberapa detik naya kehabisan nafas.naya memukul mukul dada sean agar sean melepaskan ciumannya.
sean melepaskan ciumannya membiarkan naya bernafas..
" apaaa....." ucap naya terkejut dengan pertanyaan sean.
" saya kan tidak tahu....ini ciuman pertama ku." ucap naya malu malu.
" bukankah waktu itu aku pernah menciummu.." ucap sean mengingatkan naya pada kejadian yang lalu.
" waktu itu kan tuan mencium ku sebentar saja.sedangkan tadi sangat lama sampai sampai saya tidak bisa bernafas." ucap naya polos.
" baiklah aku akan mengajari mu bagaimana caranya berciuman.." ucap sean dengan senyum mengerikan.
sean mendekatkan wajahnya hendak mencium naya lagi tapi naya berhasil lari dan keluar dari kamar sean.
sontak sean di buat kaget...
" hei...mau kemana kamu." teriak sean.
" gadis itu..." ucap sean kesal.
sean tersenyum dan mwnyentuh bibirnya kala mengingat ciuman tadi...
" kenapa aku jadi suka sekali mencium gadis itu.." batin sean.
naya berlari ke kamarnya....
naya senyum senyum sendiri mengingat ciuman tadi...
" ah....apaan sih...." ucap naya.
naya segera menyiapkan sarapan untuk sean.tampak sean sudah rapi dan berjalan menuruni tangga.
" tuan sarapan sudah siap.saya mau berangkat kerja ini sudah siang.." ucap naya hendak pergi..
" tunggu...." ucap sean menghentikan langkah naya.
" kamu tidak perlu bekerja lagi..." ucap sean.
" apa....." ucap naya panik.
__ADS_1
" tuan...memecat saya.tapi kenapa tuan.kalau saya tidak bekerja bagaimana saya bisa menghidupi diri saya sendiri..." ucap naya menangis.
" degh...."
sean sangat merasa bersalah memang selama naya menjadi istrinya sean tidak pernah memberinya uang sama sekali sehingga naya harus bekerja sendiri.
" hei....siapa yang memecatmu..." ucap sean.
" tadi tuan bilang......" ucap naya
" maksud ku kamu tidak perlu bekerja lagi biar aku yang memenuhi semua kebutuhanmu..." ucap sean.
naya melongo mendengar apa yang di katakan sean.
" tidak tuan.....saya mau tetap bekerja,saya bukan wanita yang suka memanfaatkan harta suami.. " ucap naya.
sean terkejut dengan perkataan naya.karena baru kali ini ada wanita yang menolak uangnya.
" baiklah terserah kamu..." ucap sean.
" sekarang berikan nomor hp mu...." ucap sean lagi.
" hp...." ucap naya.
" kenapa....jangan bilang kamu tidak punya hp..."ucap sean.
" saya memang tidak punya tuan.." ucap naya sedih.
" apaaa..." sean terkejut.
"jadi selama ini hp pun dia tidak punya..." batin sean menatap naya.
" selamat pagi tuan...selamat pagi nona.." sapa leo yanh baru saja datang.
" pagi sekertaris leo...." ucap naya sedangkan sean fokus pada sarapannya.
" tuan bisakah kita bicara sebentar...." ucap leo.
" ada apa...."????? tanya sean.
" ini mengenai nona angela tuan..." lirih leo agar naya tidak mendengarnya.
sean pun bangun dari tempat duduknya....
" ke ruang kerjaku...." ucap sean kepada leo.
sean melihat ke arah naya..
" tunggu lah di mobil kita berangkat ke kantor bersama..." ucap sean.
naya mengangguk.
di ruang kerja sean....
" ada apa ..." tanya sean.
" sebelumnya saya minta maaf tuan....karena sudah lancang..." ucap leo sedikit gugup.
" ada apa.....katakanlah..." ucap sean.
" saya terpaksa mengatakan pada nona angela kalau nona naya adalah istri tuan..." ucap leo.
tapi reaksi sean datar saja...sean memang sudah ada niatan untuk mengatakan kebenarannya kepada angela.
" maafkan saya tuan...." ucap leo menunduk.
" tidak apa apa...." ucap sean santai,hal itu membuat leo heran ,kenapa tuannya tidak marah.
" sudahlah.....ayo kita berangkat.." ucap sean.
" baik tuan..." ucap leo.
mereka pun segera berangkat ke kantor...
" leo.....carikan hp keluaran terbaru hari ini juga..."ucap sean.
"tuan mau ganti hp lagi kan baru minggu kemarin tuan menggantinya..." ucap leo.
" bukan untukku tapi untuk naya..." ucap sean.
" apa...untuk nona naya...sejak kapan tuan mau mengeluarkan uangnya untuk nona naya." batin leo.
" kamu dengar tidak...." ucap sean.karena leo malah bengong.
__ADS_1
" ba...baik tuan..." ucap leo.
bersambung.....