
pagi hari di rumah mira dina sudah di buat panik karena mira tiba tiba tidak sadarkan diri.dina tidak tahu harus berbuat apa.
" bu....bangun." ucap dina terisak.
dina berlari keluar untuk meminta bantuan tetangga.
beberapa tetangga pun datang untuk melihat mira.
" dina...apa yang terjadi??? tanya salah satu tetangganya.
" tidak tahu,tiba tiba ibu sudah begini." ucap dina.
"' bu mira harus segera di bawa ke rumah sakit." ucap tetangga yang satunya lagi.
" tapi...." ucap dina diam.
" aku tidak punya uang" batin dina.
" dina.... ayo cepat ibu kamu harus segera dapat penanganan dokter " ucap kedua tetangga itu yang sudah membantu memapah mira.
" iya...aku akan panggilkan taksi dulu." ucap dina berlari keluar rumah.
sesampainya di rumah sakit mira langsung di bawa oleh perawat menuju ruang pemeriksaan.dokter yang akan memeriksa mira pun datang dan langsung masuk ke dalam ruangan.
dina menunggu di luar sendiri tanpa ada siapapun yang menemaninya.
15 menit kemudian dokter keluar.
" keluarga pasien...." ucap sang dokter.
" saya dok..." ucap dina menghampiri sang dokter.
" pasien harus segera menjalani operasi.jika tidak segera di lakukan operasi mungkin pasien akan......???dokter tidak meneruskan kata katanya.
dina terkejut dan tak kuasa menahan tangisnya.
" berapa biaya nya dok...?? tanya dina.
" ade silahkan ke bagian administrasi saja untuk menanyakannya." ucap dokter itu.
dengan langkah gontai dina berjalan menuju ke bagian administrasi.
" permisi mba...saya mau menanyakan biaya operasi untuk pasien atas nama mira." tanya dina.
" sebentar ya saya cek dulu." ucap petugasnya.
" semuanya 100 juta.dan harus segera di lunasi agar pasien segera mendapat penanganan oleh dokter." ucap petugas itu.
" apa...100 juta." batin dina.
" dari mana aku harus mendapatkan uang sebanyak itu." ucap dina.
" bagaimana mau di bayar sekarang" tanya petugas itu.
" nanti ya mba..." ucap dina.
dina duduk lemas di bangku rumah sakit.
ia harus segera mendapatkan uang itu.
dina berfikir keras ke pada siapa ia harus meminta bantuan.tiba tiba pikiran dina tertuju pada naya.
" apa naya mau membantu ku." ucap dina.
tapi dina ragu untuk menelpon naya.
" ini baru jam 6 pagi apa aku tidak akan menggangunya kalau menelponnya sekarang." ucap dina.
" lebih baik aku mencoba nya dulu." ucap dina dan langsung mengambil hp nya dan mencoba menghubungi naya.
di mansion naya dan sean masih terlelap dalam tidurnya.mereka kelelahan setelah kegiatan panas semalam.
tiba tiba hp naya berdering.
" sayang...hp kamu bunyi." ucap sean terbangun karena terganggu suara hp naya.
dengan mata yang masih tertutup naya mengangkat telpon nya.
" halo....." ucap naya.
" apa...." naya terkejut dan langsung bangun dari tidurnya.bahkan naya tidak sadar kalau dirinya tidak memakai baju sama sekali sehingga bagian dadanya terlihat begitu jelas.
" sayang ada apa.." ucap sean dan sean pun ikut bangun.tapi matanya bukan menatap pada naya malah menatap ke dada naya yang sangat menggoda.
naya mengikuti ke mana mata sean tertuju dan ia pun kaget ketika melihat dadanya tidak terbungkus sehelai benang apapun.
" tuan..." ucap naya langsung menarik selimut dan menutup dadanya.
" maaf sayang..." ucap sean senyum senyum.
__ADS_1
" kenapa malu sih aku kan juga sudah sering melihatnya bahkan mencicipinya." ucap sean dengan senyum menggodanya.
" tuan...apaan sih" ucap naya tersipu malu dengan pipinya yang sudah memerah.
"' siapa yang menelpon..???? tanya sean.
naya bingung apa kah dia harus bilang kalau dina yang menelpon.
" sayang kenapa diam." ucap sean yang melihat naya melamun.
" dina yang menelpon" ucap naya
"tante mira ada di rumah sakit dan harus segera di operasi.tapi dina tidak punya uang untuk membayarnya." ucap naya dengan suara yang sedih.
sean bisa melihat ada kekhawatiran yang di rasakan naya. ia merasa tidak tega setiap melihat ada kesedihan yang terpancar di wajah istri tercintanya itu.
" aku akan mengantarmu." ucap sean.
naya terkejut dengan ucapan sean.
"' benarkah tuan.."????ucap naya senang.
" tuan mengizinkan saya bertemu dina dan tante mira" tanya naya lagi.
karena senang naya tidak sengaja melepaskan selimut yang di pakai untuk menutupi tubuhnya dan berhambur ke dalam pelukan sean.
" terima kasih tuan." ucap naya.
dan ketika memeluk sean naya merasakan ada yang menusuk di bagian bawah.dan ia baru sadar kalau dirinya sudah membangunkan singa kecil yang sedang tidur.
naya menatap sean dan tampak senyum yang mengerikan dan sudah pasti dirinya sedang terancam.
buru buru naya bangun dan menjauh dari sean tapi sayang tangan sean sudah mencekalnya lebih dulu.
" mau ke mana sayang...kamu harus tanggung jawab." ucap sean dengan senyum mautnya.
sean menarik naya ke tempat tidur dan langsung menguncinya.
dan terjadilah yang memang seharusnya terjadi.
*** di rumah sakit naya segera menemui dina.
" naya..." ucap dina saat melihat naya datang.
" bagaimana keadaan tante mira..??? tanya naya.
" berapa biayanya..??? tanya naya.
"'100 juta..." ucap dina menunduk.
" aku akan membayar nya jadi segera hubungi dokter untuk seger melakukan operasi itu." ucap naya.
" nay...maaf aku merepotkanmu." ucap dina menatap ke arah sean.
" sayang...10 menit aku menunggu mu di mobil." ucap sean.
" baik..." ucap naya.
setelah membayar semua biaya rumah sakit doktet langsung menyiapkan semua yang di butuhkan untuk operasi mira.
" din....maaf aku tidak bisa lama." ucap naya.
"terima kasih nay.....maaf sekali lagi sudah merepotkanmu.maafkan aku dan ibu ya atas semua yang telah kami lakukan sama kamu dulu." ucap dina menyesal.
naya mengangguk dan tersenyum.
naya segera menemui sean yang sedang menunggunya di mobil.
" terima kasih tuan.." ucap naya bergelayut manja pada sean.
sean tersenyum dan mengecup kening naya.
" seperti nya sudah akur " batin leo yang bisa melihat kembali ke romantisan ke dua tuannya itu.
seketika hening di dalam mobil tiba tiba naya baru sadar kalau tika tidak ada di mobil bersamanya.
" sekertaris leo di mana tika.."???? tanya naya.
" dia ada urusan sebentar jadi berangkat ke kantornya sendiri" ucap leo.
" kenapa sih tanya bocah itu ke aku.emang aku penjaga nya apa" ucap leo.
" sayang untuk apa sih kamu tetap bekerja." tanya sean.
" emang kenapa..?????" tanya naya.
" aku tidak suka melihat kamu mengelap jendela,mengepel lantai.emang untuk apa kamu kan tidak ke kurangan uang."
" aku tidak mau sendirian di mansion.lagian kalau aku kerja kan aku bisa liat tuan setiap saat." ucap naya tersenyum.
__ADS_1
" kalau begitu ya kamu diam saja di ruangan ku tidak perlu harus mengerjakan apa apa kan." ucap sean.
" mana bisa begitu.kalau saya hanya diam saja berarti saya makan gaji buta dong" ucap naya.
" terserah kamu...." ucap sean tidak mau berdebat dengan naya.
naya hanya senyum senyum sambil bersandar di bahu sean.
" tolong dong jangan bermesaraan di depan ku yang jomblo ini" batin leo.
" ada apa leo..." tanya sean yang dari tadi sebenarnya sudah memperhatikan leo.
" tidak apa tuan..." ucap leo.
" makannya cepat cari pacar....eh bukan pacar tapi istri kamu kan udah." ucap sean ngeledek.
" tuaan juga tuan.." ucap leo tidak mau kalah.
naya yang mendengar ucapan leo pun tertawa.
sean marah dan menendang kursi leo dari belakang.
" emang berapa umur kamu...???" tanya naya kepada leo.
" saya mah masih muda nona." ucap leo dengan pedenya.
" kalau tuan benar sudah tua." ucap leo melirik sean.
naya pun ikut melirik sean dan tertawa.
" emang berapa umur tuan..???" tanya naya kepada sean.
" tuan mah sudah lebih dari kepala tiga nona" leo yang menjawab.
" diam kamu.." ucap sean menendang kursi leo.
" benarkah..." ucap naya.
" jangan dengarkan dia sayang.." ucap sean.
leo senang bisa membuat tuannya marah.ia pun senyum senyum sendiri.
sesampainya di kantor sean dan naya turun dari mobil dan masuk ke dalam kantor.di depan pintu masuk ada seorang wanita yang sangat seksi dan cantik.naya terus melihatnya tapi berbeda dengan sean,
sean tidak melirik sama sekali ke pada wanita itu.
" tuan siapa wanita itu.."??? tanya naya.
" yang mana..???" tanya sean.
" tuan tidak melihatnya dia sangat cantik dan seksi lho.." ucap naya memancing sean apakah ia akan melihat wanita itu atau tidak.
dan ternyata sean tidak peduli dengan wanita itu.
" bagi ku cuma kamu yang paling cantik dan seksi" ucap sean berbisik di telinga naya.
" tuan menghina saya..cantik dari mananya apalagi seksi" ucap naya cemberut.
" cantik dari sini.." ucap sean menyentuh dada naya( maksudnya dada ya bukan ***********).
naya terharu dengan ucapan sean dan mengeratkan pegangan tangannya.
tiba tiba naya menghentikan langkahnya saat melihat sekertaris leo sedang berbincang dengan wanita cantik itu.
" tuan sepertinya sekertaris leo mengenalnya" ucap naya.
" oh...itu bella kenalannya leo" ucap sean setelah melihat wanita itu.
" gawat kalau tika melihatnya..." ucap naya lirih.
" apa..." ucap sean.
" ah...tidak." ucap naya.
" ya sudah ayo biarkan saja itu bukan urusan kita." ucap sean menarik tangan naya.
sean terus menarik tangan naya sampai sampai ruangan ob di lewatinya.
" tuan....ruangan ob terlewati." ucap naya saat sean terus menarik tangannya.
" ke ruangan ku saja..." ucap sean terus berjalan menarik tangan naya.
tapi dengan cepat naya melepas tangannya dan berlari ke ruang ob.
" tidak mau..." ucap naya berlari sambil melambaikan tangannya ke arah sean.
sean tersenyum melihat tingkah istrinya itu.
bersambung......
__ADS_1