Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.41 baku tembak.


__ADS_3

"kak adam.....jangan pergi,jangan tinggalin cantika."


" kak adam......."


" kak adam......"


" kak adaaaaam...." teriak tika bangun dari tidurnya.


ternyata tika baru saja mimpi buruk.


nafasnya tersengal sengal dan keringat pun membasahi wajahnya.


tika membuka dompetnya di ambilnya selembar foto usang yang berukuran kecil.di tatapnya foto itu penuh kerinduan.


" aku merindukan mu kak...apa kak adam juga merindukan aku.." batin tika.


tika melihat jam ternyata sudah jam 12 malam.tika pergi ke dapur untuk mengambil air minum.saat melewati kamar leo tika mencoba membuka pintu kamar leo ia ingin mengecek apakah leo sudah tidur atau belum.


tika terkejut ternyata leo tidak ada dikamarnya.tika panik kemana leo pergi malam malam begini.


" cekleek..." suara pintu terbuka munculah leo.tika yang mendengar suara pintu terbuka langsung keluar dari kamar leo untuk melihat siapa yang datang.


" sekertaris leo dari mana kamu ini kan sudah malam.." tanya tika.


" bukan urusan mu.." ucap leo dengan wajah dinginnya.


leo berjalan menuju kamarnya dan melewati tika tanpa melihat kearahnya.


" hisss.....dasar si balok es." gerutu tika pelan tapi tetap saja leo bisa mendengarnya.


"' kamu bilang apa tadi????? tanya leo.


" hah ...tidak aku tidak bilang apa apa." ucap tika memasang senyumnya.


" bruukkkk." leo masuk ke kamar dan menutup pintunya dengan keras.


tika pun masuk kembali ke kamarnya dan melanjutkan tidurnya yang tadi sempat terganggu karena mimpi itu.


***di pagi hari***


cuaca yang indah dan sinar mentari yang selalu menghangatkan para penghuni bumi.alunan indah suara kicau burung membuat bumi semakin meriah.


di sebuah kamar mewah tampak 2 insan yang masih terlelap dalam tidurnya dengan posisi saling berpelukan siapa lagi kalau bukan sean dan naya.


naya lebih dulu membuka matanya tapi saat akan bangun perutnya terasa berat dan ternyata itu adalah tangan sean yang sedang memeluknya.


dengan pelan naya mencoba mengangkat tangan sean tapi sean malah mempererat pelukannya.


" tuan ..bangun ini sudah siang" ucap naya.


" hmmm...." ucap sean.


" tuan.. bangunlah nanti kita terlambat ke kantor." ucap naya lagi.


sean membuka matanya dan menatap naya.


"memangnya kalau kita terlambat apa ada yang akan marah..." ucap sean.


naya baru ingat kalau ternyata suaminya adalah bos nya jadi bebas mau terlambat atau tidak mana ada yang berani memarahinya.


" iya...iya saya tahu tuan adalah bosnya." ucap naya.


" jadi...?????? ucap sean menggantung.


" jadi apa tuan..." tanya naya.


sean langsung menarik tangan naya agar naya kembali lagi tidur.sean memeluk tubuh naya seperti memeluk sebuah guling.


" tuan kenapa tidur lagi...ayolah tuan kita harus bangun nanti keburu sekertaris leo datang.bukankah pagi ini tuan ada pertemuan penting." ucap naya berusaha merayu sean agar segera bangun.


" iya...iya.tapi beri aku satu ciuman selamat pagi dulu" ucap sean sambil menunjuk bibirnya.


" apaaa... " ucap naya terkejut.


" masa aku sih yang cium duluan" batin naya.


" cepatlah..." ucap sean tidak sabar.


naya pelan pelan memajukan wajahnya.sean merasa tidak sabaran dan akhirnya ia juga yang sudah nyosor duluan.


sean mencium bibir naya sangat lama.membuat naya sampai kehabisan nafas .


naya memukul mukul dada sean agar sean melepaskan ciumannya.merasa cukup sean baru melepaskan ciumannya.


" tuan apa apaan sih..." ucap naya cemberut.


" sudah ah.. saya mau mandi dulu.." ucap naya turun dari tempat tidur dan langsung berlari ke kamar mandi.


sean tersenyum sambil memegangi bibirnya.


*** di apartemen leo***


leo sudah siap akan menjemput tuannya.saat akan keluar tika memanggilnya

__ADS_1


" sekertaris leo sarapan dulu aku sudah membuatkan mu nasi goerng spesial" ucap tika.


tapi leo tidak memperdulikannya dan terus berjalan ke arah pintu.


tika segera mencegah leo keluar sebelum memakan sarapan buatannya.


" ayo makan dulu" ucap tika menarik tangan leo.


" lepaskan...apa apaan kamu" ucap leo.


" makanlah dulu walau sedikit aku sudah cape cape membuatkan mu sarapan"ucap tika.


" aku tidak menyuruhmu kan." ucap leo sambil membuka pintu.


" dasar balok es...tunggu" ucap tika berlari menyusul leo.


leo dan tika berangkat menuju mansion sean untuk menjemput sean dan naya.


di sepanjang perjalanan tidak ada obrolan apapun leo fokus menyetir mobil sedangkan tika sesekali melirik ke arah leo.


" sekertaris leo kamu sudah punya pacar belum.." tanya tika.


" ciiiiitttt...." leo mendadak menghentikan mobilnya karena mendengar apa yang di tanyakan tika.


tika terkejut...


leo menatap ke arah tika dengan tatapan marah.


" diamlah...." ucap leo marah.


tika tidak menyangka kalau leo akan begitu marah hanya karena ia menanyakan tentang pacar.


leo kembali menjalankan mobilnya.sedangkan tika diam tak berkutik karena leo marah.


sesampainya di mansion sean leo langsung turun tanpa menunggu tika.


" dasar balok es..." gerutu tika turun dari mobil dan menyusul leo.


" selamat pagi tuan...nona." ucap leo kepada sean dan naya yang sedanv sarapan.


" pagi sekertaris leo...apa kamu sudah sarapan." tanya naya.


" su......" ucap leo


" belum...." ucap tika yang tiba tiba masuk dan memotong ucapan leo.


" sekertaris leo belum sarapan.." ucap tika melirik ke arah leo.


leo mencoba menolaknya tapi setelah mendapat tatapan dari sean akhirnya leo pun ikut sarapan bersama sean dan naya begitupun dengan tika.


setelah selesai sarapan akhirnya mereka berempat berangkat ke kantor bersama.


sepanjang perjalanan sean terus menggeggam tangan naya.


tika yang melirik dari kaca spion di depannya merasa iri.


" beruntungnya naya..." batin tika.


" apa aku bisa seperti itu dengannya." batin tika melirik ke arah leo.


leo terus fokus menyetir mobil tapi tiba tiba leo terlihat gelisah dan terus melihat ke arah spion yang ada di sebelah kanannya.


"ada apa leo..." tanya sean yang tahu akan gelagat leo.


" ada 3 mobil hitam yang sedang mengikuti kita tuan.." ucap leo.


sean,naya dan tika serempak langsung menengok ke arah belakang.


leo mempercepat laju mobilnya dan ketiga mobil itupun terus mengikutinya.


" tuan...." ucap naya yang sudah ketakutan.


" tenang lah sayang ada aku di sini." ucap sean menenangkan naya.


" sekertaris leo siapa mereka..." tanya tika.


leo tidak menjawab pertanyaan tika ia terus fokus menyetir dan mencoba lepas dari kejaran 3 mobil itu.


" dor....dor.....dor...." suara tembakan.


ketiga mobil yang hitam itu menghujani mobil sean dengan tembakan yang bertubi tubi.


naya dan tika menjerit histeris mendengar suara tembakan itu.


" menunduklah sayang...." ucap sean pada naya.


naya langsung menunduk dan bersembunyi di bawah jok mobil begitupun dengan tika.


sean dan leo langsung mengeluarkan pistol yang sudah mereka siapkan di dalam mobil.


dan membalas menembaki ketiga mobil itu.


sehingga terjadilah baku tembak di antara mereka.

__ADS_1


tika terkejut mengapa ada pistol di dalam mobil dan melihat leo dan sean begitu ahli dalam menembak.


" apa mereka mafia..." batin tika menatap leo.


naya tidak terkejut dengan hal ini karena ia sudah pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya.


leo dan sena terus menebaki ke tiga mobil itu.


salah satu mobil mencoba memepet mobil sean dan menembaki kaca mobil sean beruntung kaca mobil sean adalah kaca anti peluru sehingga mereka tidak terkena tembakan.


leo yang mahir dalam menyetir mobil ikut membalas memepet mobil musuh dan tidak memberi celah sedikitpun.dan akhirnya mobil musuh oleng dan terguling.


" duaaarrrrr...." terdengar ledakan.


ternyata salah satu mobil musuh meledak.


tika yang mendengar suara ledakan yang sangat keras menjerit tapi ia juga penasaran ingin melihatnya.


" tetap menunduk...." ucap leo saat melihat tika mengangakat kepalanya ingin melihat ke arah belakang.


" dor....dor...dor...." suara tembakan terus terdengar.


naya terus menunduk dan bersembunyi, sesekali ia melihat ke arah suaminya yang sedang sibuk baku tembak dengan musuh.


" ya tuhan lindungilah kami...." batin naya.


salah satu mobil musuh akhirnya berhasil menghadang mobil sean dari depan.


leo pun menghentikan mobilnya.


" maju...." titah sean kepada leo.


leo mengambil ancang ancang dengan menginjak gas mobil.tanpa tunggu lama lagi leo langsung menjalankan mobil dengan kecapatan penuh.


" bruuukkkk...."suara tabrakan keras membuat mobil sean oleng.tika terus menjerit. leo menabrak mobil musuh sampai terguling dan langsung meledak.


kini tinggal satu mobil lagi yang masih mengikuti sean dan lainnya.


" leo berbalik.....kita harus bisa menangkap salah satu dari mereka agar kita tahu siapa musuh kita sebenarnya " ucap sean.


" baik tuan..." ucap leo dan memutar balik mobilnya.kini posisi mobil musuh dan mobil sean saling berhadapan.


merasa mobil berhenti tika merasa lega sepertinya ini sudah berakhir.tika pun mengangkat kepalanya ingin melihat situasi tapi ia terkejut ternyata mobil musuh sekarang ada di depan mobil sean.


tampak beberapa orang dengan berpakaian serba hitam turun dari mobil itu dan mulai menembaki lagi mobil sean.


tika menjerit....


" menunduk...." teriak leo kepada tika sambil memegang kepala tika agar menunduk.


sean dan leo terus menembaki musuh melalui jendela mobil.


satu persatu musuh tewas terkena tembakan sean dan leo.


dan akhirnya semua musuh tumbang.


sean dan leo pun keluar dari mobil untuk menghampiri mereka dan mencoba mengintrogasi salah satu musuh yang terlihat masih sadar.


" katakan....siapa yang menyuruh kalian.." ucap leo.


tapi orang itu tetap bungkam.


" cepat katakan..." ucap leo mulai emosi.


orang itu menatap leo dan langsung merampas pistol yang ada di tangan leo dan menembak dirinya sendiri.


" brengsek....." leo marah.


" ternyata musuh kita bukan orang biasa." ucap sean.


" benar tuan..mereka lebih memilih mati daripada harus mengatakan siapa bos mereka." ucap leo.


sean dan leo kembali ke dalam mobil.


" sayang bangunlah...semua sudah selesai." ucap sean kepada naya yang masih sembunyi di bawah jok mobil.


naya perlahan mengangkat kepalanya dan melihat di sekelilingnya ternyata benar semua sudah aman.


naya langsung menghambur memeluk sean...


" tuan tidak kenapa kenapa kan..." ucap naya khawatir pada sean.


" kamu lihat sendiri kan aku baik baik saja." ucap sean santai.


naya memeriksa tubuh sean satu persatu takut sean terluka.


" sayang apa yang kamu lakukan.." tanya sean heran dengan apa yang di lakukan naya.


" saya takut tuan terluka,jadi diamlah saya akan memeriksanya dulu.." ucap naya terus membolak balik tubuh sean ke kiri kekanan.


sean tersenyum melihat kekhawatiran naya pada dirinya.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2