Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps 51 luka hati


__ADS_3

semenjak pulang dari restoran tika tidak bisa berhenti memikirkan tentang sekertaris leo.


ada luka di hati yang tak terlihat tapi begitu perih saat di rasakan.


bekerja pun tika tidak bisa fokus.


naya yang melihatnya pun merasa kasihan.


" tika kamu baik baik saja kan????? tanya naya.


"emang aku kenapa...?? tanya tika.


" kamu tidak bisa menyembunyikannya dariku aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan." ucap naya.


"aku baik baik saja kok" ucap tika dengan senyum palsunya.


" lihat...." ucap tika lagi menunjukan senyum nya.


" aku tahu apa yang kamu rasakan tika..." batin naya menatap sahabatnya itu.


" kalau menurut ku kamu sebaiknya cepat pindah ke kostan yang baru dan fokuslah saja pada kak adam." ucap naya.


" kamu benar nay....." ucap tika.


" cinta bertepuk sebelah tangan itu memang sangat menyakitkan " batin naya.


" makanya nanti sehabis kerja aku akan ke kostan yang baru untuk beres beres"' ucap tika.


" aku akan bantu" ucap naya.


tika mengangguk....


jam pulang kerja tiba.tika lebih dulu pulang sedangkan naya memilih menunggu sean di depan ruang ob karena sean pasti lewat depan ruangan itu.


setelah 15 menit menunggu sean datang menghampiri naya yang sedang duduk sendirian dan tampaknya naya sedang melamun.


"' sayang..." panggil sean.


" tuan...." ucap naya yang sadar dari lamunannya.


" kenapa menunggu di sini." tanya sean.


" ah....tidak apa apa" ucap naya tersenyum.


tiba tiba tatapan mata naya mengarah ke pada sekertaris leo.bahkan tatapan itu seperti tatapan seorang polisi yang akan mengintrogasi seorang tersangka.


" kenapa nona menatap ku seperti itu" batin leo.


" ayo pulang..." ajak sean menggandeng tangan naya.


di dalam mobil tampak sean bersandar pada kursi dengan mata terpejam dan tangannya menekan nekan keningnya seolah ia sedang pusing.


" tuan kenapa..???? tanya naya.


" tidak tahu...tapi hari ini aku merasa sangat lelah" ucap sean tanpa merubah posisinya.


" tidurlah sebentar disini." ucap naya sambil menepuk pahanya agar sean tidur di pahanya.


"terima kasih sayang.." ucap sean langsung merebahkan kepalanya dipangkuan naya.


naya mengusap usap kepala sean dan menepuk nepuk bahu sean seperti seorang ibu yang sedang menidurkan anaknya.


hanya dalam 5 menit saja sean sudah tertidur.


" sepertinya tuan memang sangat lelah" batin naya.


kini pandangan naya tertuju kepada sekertaris leo dan kini saatnya naya menanyakan tentang wanita yang tadi dilihatnya di restoran.


" sekertaris leo...siapa wanita yang bersamamu di restoran tadi." ucap naya ketus.


" wanita yang mana nona..???? tanya leo.

__ADS_1


"' kamu jangan pura pura lupa ya.aku dan dan tika tadi melihatnya." ucap naya.


" dia hanya teman saya nona..." ucap leo.


" masa teman mesra gitu." ucap naya lagi.


leo diam tidak menjawab apa yang di tanyakan oleh nona nya itu.


" kamu tahu kan tika sangat menyukai mu," tanya naya.


" dan jika memang tidak ada harapan untuk tika berada di sampingmu.katakan padanya kalau ia harus mundur sebelum rasa sukanya padamu semakin dalam." ucap naya.


"' apa kamu tidak bisa melihat itu" ucap naya lagi.


" tika sangat terluka saat melihat mu dengan seorang wanita." ucap naya.


leo tetap diam tidak menanggapi apa yang sedang di ucapkan naya.


setelah 30 menit akhirnya naya dan sean sampai di mansion.


naya pun membangunkan sean.


" tuan....bangun kita sudah sampai." ucap naya.


seanpun bangun dengan mata yang masih rapat.


" benarkah..." ucap sean.


naya dan sean keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah.sedangkan leo langsung pulang ke apartemennya.


" sayang aku mau langsung tidur ya masih ngantuk nih." ucap sean.


" sebaiknya tuan ganti baju dulu dan cuci kaki." ucap naya.


" tapi aku sudah sangat mengantuk" ucap sean langsung merebahkan tubuh lelahnya ke tempat tidur.


naya tidak tega membangunkan sean yang sudah sangat lelah.akhirnya dengan hati hati naya mengganti kan baju sean dan mengelap kaki sean dengan air hangat.


karena belum mengantuk naya memilih keluar kamar menuju dapur untuk membantu mia menyiapkan makan malam.


** di apartemen leo**


leo terkejut saat pulang di sana sudah ada bela yang sedang menunggunya di depan pintu.


" bela....????? ucap leo.


" apa yang kamu lakukan di sini????? tanya leo.


" besok aku akan pulang ke inggris jadi sebelum pergi aku ingin menemui mu." ucap bela.


leo membuka pintu apartemennya dan masuk diikuti oleh bela.


" duduklah...aku akan ganti baju dulu" ucap leo pergi ke kamarnya.


bela duduk dan melihat lihat seluruh isi apartemennya leo.


saat meliaht pintu kamar leo sedikit terbuka bela masuk ke dalam.


leo keluar dari kamar mandi dan terkejut karena ada bela di kamarnya.


"bela apa yang kamu lakukan di kamarku." tanya leo.


bela melotot saat melihat sean yang hanya memakai handuk saja keluar dari kamar mandi.tubuh yang sangat kekar dengan otot otot yang menonjol membuat bela tergoda.


bukannya keluar bela malah berjalan mendekati leo.dan kini jarak mereka pun sangat dekat.


" leo...kamu tahukan dari dulu aku itu sangat mencintai kamu" ucap bela sambil membelai belai dada leo.


" kenapa sih kamu tidak bisa mencintai ku" tanya bela sambil terus terus membelai dada dan pipi leo.


" hentikan bela...." ucap leo mencekal tangan bela yang terus membelai dadanya.

__ADS_1


"' dari dulu aku sudah bilang hati ku sudah ada yang punya." ucap leo.


" kamu bohong....itu cuma alasan kamu saja kan untuk menolak ku" ucap bela semakin mendekatkan wajahnya ke wajah leo.


dan kini jarak keduanya sangat dekat.


tika kembali ke apartemen leo dan ia heran kenapa pintu terbuka.saat masuk tika tidak mendapati sekertaris leo.


saat akan masuk ke kamarnya tika seperti mendengar suara orang yang sedang berbicara di kamar leo.karena penasaran tika pun perlahan berjalan menuju kamar leo dan alangkah terkejutnya tika harus menyaksikan sekertaris leo yang tidak memakai baju bersama wanita yang tadi siang di lihatnya di restoran.


leo dan bela pun terkejut dengan adanya tika di sana.


" hei....siapa kamu.kok bisa masuk ke sini." tanya bela ketus.


tika masih diam tanpa berkata apa pun dan tatapannya lurus tertuju pada leo.


leo pun gugup mendapat tatapan seperti itu dari tika.


tika mencoba sebisa mungkin mencegah agar air matanya tidak tumpah.


" ma..maaf karena aku sudah mengganggu kesenangan kalian." ucap tika dengan suara yang tercekat.


tika langsung meninggalkan leo dan bela dan berlari ke kamarnya.


" leo...siapa bocah itu" tanya bela.


leo bingung harus menjawab apa.


" dia saudara jauh ku..." ucap leo sedikit gugup.


"kamu pulanglah..." ucap leo.


" baiklah...besok aku kesini lagi ya" ucap bela manja.


leo hanya mengangguk.


di kamar tika segera membereskan semua barang barang nya.ia ingin segera pergi dari apartemen sekertaris leo.


" bodoh....untuk apa aku menangis" batin tika merutuki dirinya sendiri.


setelah selesai membereskan semua barang barangnya tika duduk sejenak menatap seluruh isi kamar yang sudah 2 minggu ia tempati.dan sekarang saatnya lah ia harus pergi.


tika perlahan melangkahkan kakinya keluar dari kamar.ia berjalan menuju kamar sekertaris leo.


tampak sean sedang duduk di tempat tidur.


tika perlahan memasuki kamar sekertaris leo.


" terima kasih telah mengizinkanku tinggal di sini." ucap tika.


leo menatap tika...


" maaf sudah merepotkanmu,dan selalu mengaganggu mu" ucap tika dengan menahan tangisnya agar tidak pecah di hadapan leo.


" ini biaya selama aku tinggal disini" ucap tika meletakan sebuah amplop berisi uang di atas meja.


" aku pergi...selamat tinggal." ucap tika berjalan menuju pintu.tapi tiba tiba tika menghentikan langkahnya.


" anggap saja kita tidak pernah bertemu" ucap tika tanpa membalikan tubuhnya.


leo tetap diam tidak berbuat apa pun ia bahkan tidak mencoba untuk mencegah tika agar tidak pergi.


tika terus berjalan keluar dari apartemen sekertaris leo dan air mata yang dari tadi ia tahan agar tidak tumpah akhirnya tumpah juga.


walau langkah kaki terasa berat untuk melangkah tapi memang inilah yang seharusnya terjadi.pergi membawa luka hati yang terasa sangat perih.


cinta yang bertepuk sebelah tangan memang sangat menyedihkan.


**** ketika aku sudah pergi aku berharap suatu hari nanti ada seseorang yang akan memberi tahumu bahwa aku tulus menyayangimu.dan maaf aku harus melepas penantian ini yang hanya sia sia dan menyisakan luka yang sangat perih di dalam relung hatiku.cinta memang tidak harus memiliki tapi boleh kah sedikit saja aku egois untuk bisa memiliki sedikit cintamu.*****


\*\*\*\* tika\*\*\*\*

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2