
seperti biasa naya berangkat ke kantor bersama sean...di sepanjang perjalanan naya sedang memikirkan bagaimana nanti di kantor ia bertemu dengan orang orang.apakah mereka akan hormat padanya seperti hormat kepada suaminya atau malah akan mencibirnya.
karena sibuk dengan pikirannya tanpa naya sadari ternyata sean dari tadi sedang memperhatikannya.
" apa yang sedang kamu pikirkan kan.." ucap sean mengejutkan naya.
" saya tidak sedang memikirkan apa apa kok.." ucap naya gugup.
" kamu pikir aku tidak tahu apa yang sedang kamu pikirkan.." ucap sean
" tidak ada yang akan berani macam macam pada mu.jika pun ada aku akan mengulitinya dan melempar tubuhnya ke lubang buaya." ucap sean lagi.
" tuan...kenapa anda jadi sangat menyeramkan.." ucap naya menggeser duduknya menjauh dari sean.
" kenapa kamu menjauh.kemarilah" ucap sean.
" tidak mau...." ucap naya sambil menggelengkan kepalanya.
leo tersenyum melihat tingkah kedua majikannya itu dari kaca spion yang ada di depannya.
" stooop...." teriak naya membuat leo menghentikan mobilnya,sean yang duduk disebelahnya pun ikut dibuat kaget.
" sayang....ada apa" tanya sean.
" saya turun di sini saja tuan..." ucap naya tersenyum.
" kenapa turun di sini..." tanya sean.
naya hanya senyum senyum saat sean bertanya...
" leo....jalan.." ucap sean kepada leo.
"jangan..." teriak naya.
" tuan....." ucap naya lirih memohon sambil melipat kedua tangannya.
sean menatap dan menggengam kedua tangan naya.
" kenapa tangannya dingin sekali." batin sean menatap naya.
"jangan khawatir...." ucap sean
sampai di parkiran kantor leo membukaan pintu mobil untuk sean dan naya.
sean keluar dari mobil tapi naya malah diam saja di dalam mobil.
" apa kamu akan diam saja di mobil.." ucap sean.
" iya...." jawab naya.
mereka bertiga berjalan memasuki kantor..tidak lupa sean menggenggam tangan naya.
" jangan menunduk..." ucap sean kepada naya.
naya pun berusaha berjalan tegap di samping sean.para karyawan memberi hormat kepada mereka.naya merasa aneh dengan situasi seperti ini.dia yang tadinya hanya di pandang sebelah mata kini ia begitu di hormati seperti seorang putri.
" tuan...saya mau keruangan ob ya..." ucap naya.
sean mengangguk membelai kepala naya...
naya segera berlari ke ruangan ob.sean hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu.
" naya...." teriak tika ketika melihat naya berlari ke arahnya.
" eh...maaf maksud ku nyonya wiguna.. " ucap tika memberi hormat dengan membungkukan badannya.
" apaan sih kamu...." ucap naya merasa malu.
tika menarik tangan naya membawanya untuk duduk dan segera menghujani berbagai pertanyaan.
" bagaimana...????? tanya tika.
" bagaimana apanya..." tanya naya bingung.
" sekarang kan semua orang sudah tahu kalau kamu adalah istri tuan sean dan pasti itu akan membuat hidup kamu berubah." ucap tika.
" berubah apanya,aku malah merasa aneh.." ucap naya.
" eh...tunggu dulu,kamu ngapain ke sini.jangan bilang kalau kamu tetap bekerja jadi ob ya..." ucap tika.
naya mengangguk....
" ya ampun naya..." ucap tika menepuk keningnya sendiri.
" kamu tu aneh ya.untuk apa kamu bekerja kaya gak ada kerjaan aja " ucap tika.
__ADS_1
" ya justru itu,karena gak ada kerjaan makannya aku ke sini ." ucap naya.
" sebagai nyonya wiguna pekerjaan kamu itu banyak..." ucap tika.
naya bingung apa maksud tika...
" maksudnya..????? ucap naya bingung.
" ya...maksud aku tuh kerjaan kamu sebagai nyonya wiguna ya..shoping,kesalon atau bisa juga liburan ke luar negri ya intinya kerjaan kamu itu ya ngehabisin uang tuan sean.." ucap tika tertawa.
" kamu pikir aku tuh cewe matre..." ucap naya memukul kepala tika.
" iya..iya..." ucap tika.
" ayo...kita kan harus bekerja.." ajak naya.
tika dan naya mulai melakukan pekerjaan nya.
di rumah mira...
dina merasa tidak terima dengan keberuntungan yang naya dapatkan.menikah dengan lelaki yang sangat kaya dan tampan.dina merasa kalau naya bahagia di atas penderitaannya.
" aku tidak akan membiarkan kamu bahagia naya." ucap dina penuh kebencian.
" aku membenci mu kanaya..." ucap dina lagi.
di perusahaan wiguna...
jam makan siang akan segera tiba.sean menyuruh leo untuk membelikan makanan karena kali ini sean ingin makan di ruangannya bersama naya.
leo pergi menemui naya di ruang ob..
" maaf nona tuan menunggu anda di ruangannya..." ucap leo.
"'tapi aku mau ke kantin bersama tika..." ucap naya.
" tuan ingin makan siang bersama nona" ucap leo.
" benarkah..." ucap naya merasa senang.
naya menatap ke arah tika tersenyum seolah meminta izin untuk menemui sean.
" pergilah...aku tidak apa apa.." ucap tika.
" sekertaris leo maukah kamu menemani tika makan siang " ucap naya.
" apa...!!!!! leo terkejut dengan permintaan nonanya itu.
" ah...tidak usah..." ucap tika grogi.
" mau kan sekertaris leo.." ucap naya dengan wajah memohon.
leo tidak bisa menolak permintaan naya.dan dengan terpaksa harus menemani tika makan siang.
" sekertaris leo.. kalau kamu merasa terpaksa aku tidak apa apa kok makan siang sendiri.." ucap tika merasa sungkan karena melihat raut wajah leo yang dari tadi di tekuk.
" tidak apa apa.." ucap leo santai.
tika menjadi salah tingkah karena makan siang bersama leo.
dari tadi tika terus melirik ke arah leo....
" tampan sekali..." batin tika yang terus menatap leo.
" leo yang sadar bahwa tika terus memperhatikannya menjadi risih..
" apa ada yang salah dengan wajahku..." ucap leo tanpa melihat ke arah tika.
" maaf...." ucap tika merasa malu karena ketahuan oleh leo.
sedangkan di ruangan sean naya di buat terkejut dengan banyaknya makanan yang telah sean siapkan untuk dirinya dan naya.
" tuan.... banyak sekali makanannya." ucap naya sambil melihat satu persatu makanan yang ada di meja.
" makanlah...." ucap sean.
" ini terlalu berlebihan tuan.. " ucap naya.
" bagaimana kalau sebagian saya bungkus lagi ya tuan." ucap naya sambil membungkus lagi sebagian makanan lalu menyimpannya pada sebuah kantong plastik.
" mau kamu apakan makanan itu..." ucap sean heran.
" nanti tuan juga tahu..." ucap naya tersenyum.
naya segera mengambilkan makanan untuk sean dan kemudian mengambil lagi untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
tampak naya sangat menikmati makanan itu.sean yang melihatnya pun merasa senang.
" tuan makanan nya enak sekali..boleh tidak kalau saya setiap hari makan makanan seperti ini." ucap naya.
sean mengangguk sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.
" dulu saya sering nya makan hanya dengan garam saja.kadang sehari makan cuma sekali..." ucap naya sedih kala mengingat masa lalunya yang pahit.
sean yang mendengar apa yang di ucapkan istrinya langsung menghentikan makannya.
" makannya tuan....sekarang saya mau makan yang enak enak seperti ini setiap hari,boleh....???? ucap naya dengan senyuman manisnya.
sean mengangguk sambil membelai kapala naya....
" terima kasih tuan..." ucap naya melanjutkan makannya lagi.
setelah selesai makan naya membereskan semuanya.
" tuan sepertinya saya kekenyangan boleh tidak saya di sini dulu..." ucap naya.
" istirahatlah.." ucap sean mencium pucuk kepala naya.
sedangkan sean kembali melakukan pekerjaanya.
naya duduk di sofa sambil memainkan hpnya..sesekali naya melihat ke arah sean..
"terima kasih tuhan telah engkau berikan suami seperti tuan sean.izinkan kami selalu bersama sampai maut memisahkan." batin naya.
karena kekenyangan akhirnya naya ketiduran di sofa.
sean yang melihatnya tersenyum,dan berjalan
mendekati naya.sean mengambil selimut dan menyelimuti tubuh naya
di tatapnya wajah sang istri yang sedang terlelap.
" sekarang saatnya kamu bahagia sayang..." batin sean.
sudah 3 jam naya tertidur....waktunya pulang kantor pun tiba tapi sean masih di sibukan dengan pekerjaannya.
naya bangun dan terkejut ketika melihat jam tangannya.
" ya tuhan aku ketiduran lama sekali..." ucap naya bangun dan langsung mendekati sean.
" tuan...maaf saya ketiduran..." ucap naya panik.
" sudah kenyang tidurnya..." ucap sean.
naya mengangguk tersenyum ....
" ini sudah waktunya pulang tuan...." ucap naya.
" hmm...." ucap sean.
sean dan naya keluar dari ruangan tidak lupa naya membawa makanan yang tadi ia simpan.
sean menggandeng tangan naya...berjalan menuju pintu keluar.
leopun sudah siap di depan dengan mobilnya..
sean dan naya masuk ke dalam mobil untuk pulang kemansion.
di perjalanan tampak naya begitu serius memperhatikan jalan sedangkan sean sibuk dengan hp nya.
" sekertaris leo berhenti sebentar...." ucap naya.
sean heran kenapa naya minta berhenti...
" tuan...saya keluar sebentar ya...." ucap naya langsung turun dari mobil..
naya berjalan mendekati 2 pengemis yang sedang duduk di pinggir jalan.dan memberikan makanan yang tadi ia simpan.
sean yang melihat dari dalam mobil merasa bangga dengan sifat yang di miliki istrinya itu.
naya kembali masuk ke mobil...
" tuan gak marahkan kalau makanan tadi siang saya kasih ke pengemis itu." ucap naya.
" kenapa harus marah...." ucap sean.
" bukankah kamu masih menyimpan goldcard yang aku kasih kemarin,kamu bisa pakai itu untuk beramal" ucap sean.
" benarkah..." ucap naya senang..langsung memeluk sean.
bersambung...
__ADS_1