
** aku tidak pernah membenci perpisahan ini atau pun menghindarinya.karena sekuat apapun aku menghindarinya tetap saja perpisahan ini harus aku jalani.karena aku tahu tidak ada siapa pun yang bisa merubah takdir tuhan termasuk aku.
perpisahan yang tentu saja menyakitkan ini justru membuat ku belajar untuk bersabar dan menjadi lebih dewasa.walau terkadang hati ragu untuk menjalaninya tapi aku selalu yakin bahwa perpisahan ini hanyalah awal untuk ku menjalani sakit nya hidup yang tentu akan menguras air mata.
tapi aku selalu yakin bahwa di balik perpisahan ini nantinya akan membawaku kepada cinta yang selalu aku simpan rapat di dalam hati dan saat itulah senyum yang lama padam akan kembali indah.
kini sekertaris leo dan tika sedang duduk di taman bunga tempat di mana mereka selalu bermain di masa kecil.
" apa kamu masih menyukai mawar berwarna kuning"??? tanya leo.
" hmmm..." ucap tika mengangguk.
" apa kamu masih suka bermain boneka beruang.??? tanya leo lagi.
" hmm..." jawab tika lagi.
suasana canggung saat ini mewarnai pertemuan mereka walau pada kenyataan nya selama ini mereka berada sangat dekat.
" aku tidak menyangka kamu tumbuh jadi gadis yang cantik." ucap leo.
" kenapa kakak tidak pernah menemui ku.??? tanya tika.
" bukan kah kakak sudah janji.????? "ucap tika .
leo terdiam dengan apa yang di tanyakan tika
" maaf kan kakak...saat itu keadaan nya sangat sulit." ucap leo.
" semua nya tidak berjalan seperti yang kakak inginkan.hingga saat di mana orang tua angkat kakak meninggal keadaan menjadi sangat buruk." ucap leo.
" hingga akhirnya kakak bertemu dengan tuan sean.dia lah yang membantu kakak untuk bangkit dari keterpurukan...jadi maaf kakak tidak bisa menemui mu." ucap leo menatap tika.
" apa kakak tahu setiap hari aku menunggu kakak di sini." ucap tika lagi.
" apa kakak tahu aku pasti akan menangis jika di hari itu kakak tidak tidak datang." ucap tika.
" bahkan setelah 10 tahun berlalu aku tetap menunggu kakak di sini,tapi kakak tidak juga datang.hingga suatu hari aku memutuskan untuk mencari kakak ke kota A setelah aku mendapat informasi dari ibu panti di mana kakak tinggal.tapi ternyata alamat yang aku datangi sudah tidak di tempati lagi.tapi aku tidak menyerah begitu saja.akhirnya untuk tetap bertahan aku bekerja di perusahaan wigun****a dan di sanalah aku bertemu dengan kakak dengan nama leo.pertama aku melihat leo aku merasa kalau leo adalah kak adam tapi aku sempat ragu karena sifat leo dan adam sangat berbanding terbalik.tapi semakin berjalan nya waktu hatiku tetap mengatakan kalau leo adalah adam.hingga hari itu aku tinggal di aparteman kakak aku semakin yakin kalau leo adalah kakak.
sehingga pada waktu aku pergi dari apartemen kakak aku sengaja meninggalkan kalung itu di kamar.karena aku yakin suatu hari ketika kakak masuk ke kamar itu dan leo adalah kak adam pasti kakak akan mencari ku.dan lihatlah ternyata hati ku benar kakak adalah kak adam ku,kak adam yang selalu aku rindukan." ucap tika menatap leo dengan air mata yang menetes di pipi.
leo menatap tika dan menghapus air matanya.
" maafkan kakak..." ucap leo langsung memeluk cantika kecilnya.
" kakak jangan pergi lagi ya.!!!! ucap tika.
" kakak janji..." ucap leo.
" oh ya...sekarang aku harus memanggil kakak dengan nama adam atau leo.???" tanya tika dengan tersenyum.
" aku sudah lama mengubur adam bersama masa lalu yang pahit.dan kini aku ingin menata masa depan dengan nama leo." ucap leo.
__ADS_1
tika tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahu leo.mereka berdua menikmati indahnya suasana taman yang di penuhi dengan bunga berwarna warni yang sangat indah.
tampak dari ke jauhan ternyata naya dari tadi memperhatikan mereka berdua.naya merasa sangat bahagia kini tika sudah menemukan orang yang selama ini di carinya.
" sayang kamu lagi ngapain di sini.???? tanya sean yang tiba tiba datang mengejutkan naya.
" tuan...mengagetkan saja." ucap naya.
" kamu lagi lihat apaan sih.???" tanya sean.
naya menunjuk ke arah tika dan leo.
" wah sepertinya leo akan melepas status perjaka tua nya nih." ucap sean.
naya hanya tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh sean.
" tuan....kita jangan pulang dulu ya.kita menginap di sini untuk beberapa hari lagi." ucap naya.
" tapi sayang...!!!!!!? belum juga melanjutkan kata katanya naya sudah menangkupkan ke dua tangannya memohon kepada sean.
sean tidak mungkin bisa menolak permintaan istrinya itu.
" baiklah...." ucap sean seperti tidak semangat.
" kok jawabnya lemes begitu sih.ya udah kalau gak mau." ucap naya segera pergi tapi belum juga melangkahkan kakinya sean segera memegang tangan naya.
" iya sayang..." ucap sean merangkul pinggang naya untuk mendekat padanya.
" ya udah nanti saya pijitin ya." ucap naya.
" benarkah..." ucap sean sambil tersenyum aneh.
naya bisa menebak arti senyum suaminya itu.tapi tak apalah yang penting dirinya bisa menginap beberapa hari lagi di panti.
kini seluruh anggota panti sedang makan malam bersama.makan dengan menu sederhana mereka semua duduk di lantai yang hanya beralaskan tikar. naya sangat bahagia bisa berkumpul bersama.
sean dapat melihat kebahagiaan dari raut wajah istrinya yang dari tadi selalu tersenyum.
" maaf ya...makanan nya hanya seperti ini." ucap ibu panti.
"tidak apa apa bu.. ini sudah lebih dari cukup" ucap naya.
" aku ingin makan ayam goreng bu.. " ceplos salah satu anak panti yang bernama rio.rio anak laki laki yang berusia 5 tahun.
" nanti ya kalau ibu ada rezeki." ucap ibu panti sedih.
" rio ingin makan ayam goreng ya..."???? tanya naya dengan gaya anak kecil.
" iya...." ucap rio.
" ya udah besok kak naya masakin ayam goreng yang banyak ya." ucap naya tersenyum.
__ADS_1
" hore....!!!! sorak anak anak panti bersamaan.
naya langsung menatap ke arah suaminya dan mendapati anggukan dari sean.
setelah makan malam kini naya dan tika sedang bermain main bersama anak anak panti.sedang kan sean dan leo sedang duduk santai di sofa sambil nonton tv.
" sepertinya nona sangat senang dengan anak anak" ucap leo.
" kamu benar..." ucap sean.
" apa tuan tidak ingin cepat cepat punya anak." ucap leo.
sean langsung menatap ke arah leo yang membuat leo heran.
" ada apa tuan..apa saya salah bicara." ucap leo yang mendapat tatapan dari tuannya.
"kamu benar...." ucap sean.
tiba tiba leo merasa aneh melihat sean yang senyum senyum sendiri.ternyata sean sedang membayangkan jika dirinya di panggil dengan panggilan papah.
" tuan..." panggil leo tapi tidak ada respon apaun dari sean.
" tuan..." ucap leo sedikit berteriak.
" hei...apa an sih kamu teriak teriak." ucap sean kaget.
" tuan yang kenapa senyum senyum sendiri." ucap leo.
" ah tidak apa apa.." ucap sean.
tiba tiba mereka berdua diam dan suasana menjadi hening.
" apa yang akan kamu lakukan selanjutnya." tanya sean.
" maksud tuan...???? ucap leo bingung dengan pertanyaan sean.
" tika...." ucap sean.
" saya akan menikahi nya tuan." ucap leo.
" saya tidak ingin dia tinggal sendiri di kost an nya yang sangat kecil.saya akan membawanya tinggal bersama di apartemen." ucap leo.
" saya juga tidak ingin berpisah lagi dengan nya." ucap leo.
" apa kamu sangat menyayanginya...???? tanya sean.
" hmmm...." ucap leo.
" baguslah...." ucap sean.
bersambung.....
__ADS_1