
di apartemen leo tampak tika sedang sibuk memasukan semua bahan makanan yang tadi di belinya bersama naya ke dalam kulkas.
satu persatu bahan makanan itu ia susun dengan rapih.
" apa yang sedang kamu lakukan???? tanya leo.
" kamu tidak lihat aku sedang apa..." jawab tika ketus.
" anggap saja rumah sendiri ya..." sindir leo.
" he....terima kasih" ucap tika nyengir.
" dari pada dapur ini tidak pernah dipakai mending aku yang pakai kan." ucap tika.
" sekertaris leo selama ini kamu tinggal sendiri emang kamu tidak kesepian." tanya tika.
leo diam....
" emang kamu tidak punya kekasih...??? tanya tika.
"atau rencana menikah mungkin.?????tanya tika lagi.
" berapa umur kamu... " tanya tika terus nyerocos.
" kamu pasti sudah tua ya...." tanya tika lagi.
" bukan urusan mu..." ucap leo jutek.
" aku mau kok menikah dengan kamu." ucap tika bercanda.
" walaupun wanita di dunia ini telah habis.aku tidak sudi harus menikah dengan bocah ingusan seperti kamu." ucap leo.
" enak aja.....umurku sudah 22 tahun dan aku bukan bocah ingusan ya." ucap tika ketus.
" terserah...." ucap leo.
leo hendak pergi ke kamarnya tapi langkahnya terhenti saat matanya melihat seikat bunga mawar kuning yang ada di dekat tika.
" mawar kuning..."???? batin leo.
"mungkin hanya kebetulan saja.." batin leo lagi.
" akhirnya beres juga.." ucap tika saat menyelesaikan pekerjaannya.
tika duduk sejenak memandangi seluruh sudut dapur.
" seminggu lagi aku akan meninggalkan tempat ini.." batin tika.
" kenapa rasanya berat ya pergi dari sini." ucap tika.
" kenapa.....betah di sini" ucap leo yang tiba tiba muncul di belakang tika sambil membawa gelas kosong dari kamarnya.
"sekertaris leo...ngagetin aja.." ucap tika kaget.
" iya....aku betah di sini.boleh tambah waktu lagi" ucap tika dengan senyum kudanya.
" tidak boleh..." ucap leo sambil mengambil air minum.
" ishh....dasar balok es.." ucap tika menggerutu.
" kamu ngomong apa barusan." tanya leo.
" balok es....emang kenapa"??? ucap tika.
" kamu tu ya..." ucap leo kesal.
" apa....mau ngajak ribut" ucap tika menantang leo.
" hei...bocah kamu tu ya jadi perempuan yang kalem napa." ucap leo.
" biarin suka suka aku dong." ucap tika.
__ADS_1
karena kesal leo lebih memilih masuk ke kamarnya dari pada harus ribut dengan tika.
semenjak ada tika di apartemennya mereka selalu ribut seperti kucing dan tikus.
" aku pasti akan merindukamu balok es" batin tika menatap punggung leo yang akan masuk ke kamarnya.
karena lelah tika pun memilih untuk beristirahat di kamarnya.merebahkan tubuhnya di tempat tidur memandangi langit langit kamarnya.
di pandangi foto usang yang ada gambar dirinya dan adam saat mereka kecil.
" seandainya sekertaris leo adalah kak adam ,aku pasti akan sangat bahagia.tapi mereka sangat berbeda." ucap tika.
" tapi kenapa aku merasa sudah lama ya kenal dengan si balok es itu." ucap tika lagi.
" ah....pusing mending tidur aja" ucap tika menutupi dirinya dengan selimut.
walau punya suami kaya raya tapi naya tetaplah naya yang selalu hidup sederhana.ia memilih makan di warung pinggir jalan dari pada di restoran mewah.
sean tidak bisa berbuat apa apa jika itu sudah kemauan istrinya.sean memilih mengalah daripada harus berdebat dengan naya dan ujung ujung nya jatah nya lah yang akan terancam.
" sayang emang kamu nggak bosen makan beginian" tanya sean.
" nggak...emang kenapa" tanya naya.
" kita kan bisa makan di restoran kenapa harus di pinggir jalan sih.." ucap sean.
" tuan malu...." tanya naya menghentikan makannya.
" bukan begitu..." ucap sean takut salah bicara.
" aku hanya ingin kamu makan makanan yang bersih dan terjamin" ucap sean.
" lihatlah tempat ini kotor..." ucap sean.
" tuan tenang saja perut saya sudah terbiasa makan makanan seperti ini kok" ucap naya tersenyum.
" tuan kenapa tidak makan.????tanya naya.
sudah 30 menit sean menemani naya makan mie baso.
" saya sudah selesai tuan." ucap naya.
sean bangun dari duduknya menghampiri si penjual baso dan memberi sejumlah uang untuk membayar mie baso yang di makan naya.
saat akan menaiki motor pandangan naya tiba tiba tertuju pada seseorang yang ia rasa di kenalnya.
" dina...?????ucap naya lirih.
tapi naya merasa ragu benarkah itu dina.karena wanita itu memakai pakaian yang sangat minim dengan dandanan yang begitu mencolok.
" tidak mungkin itu dina " batin naya.
wanita itu sepertinya sedang bersama seorang lelaki yang sedang mabuk.
" sayang....ada apa" tanya sean.
" tidak ada apa apa...." jawab naya.
dengan perasaan yang tidak menentu naya naik ke motor sean.tapi rasa penasarannya sangat kuat.
" tuan...tunggu sebentar." ucap naya tiba tiba turun dari motor dan berjalan menghampiri seorang wanita yang sedang bersama seorang lelaki.
di amati nya terus wajah wanita itu lebih dekat.
" dina...!!!!! ucap naya.
dan tetnyata benar itu adalah dina.
dina menoleh dan terkejut siapa yang memanggilnya.
" naya..." ucap dina panik.
__ADS_1
" kamu lagi ngapain di sini.ini sudah malam.dan apa ini" ucap naya menunjuk pada pakaian yang di kenakan dina.
karena pakaian itu benar benar sangat minim.dina tampak seperti seorang wanita malam.
" ini bukan urusan mu.." ucap dina.
" dina...ayo kita pulang." ucap naya menggandeng tangan dina.tapi dengan cepat dina menepisnya.
" kamu apaan sih...sana pergi" ucap dina.
" hei...nona cantik mau di bawa ke mana wanitaku." ucap lelaki itu.
" apa.....?? ucap naya.
" maaf tuan ini saudara saya...saya akan membawanya pulang" ucap naya memaksa dina untuk pulang.
" tidak bisa aku sudah membayarnya untuk menemani ku malam ini." ucap lelaki itu.
naya terkejut dengan apa yang di katakan lelaki yang sedang mabuk itu.
" kalau tidak....kamu saja yang menemaniku." ucap lelaki itu mencengkram tangan naya.
" bughh......"sean memukul lelaki itu.
" lepaskan tangan kotor mu dari istri ku....brengsek.!!!! ucap sean marah.
karena sedang dalam keadaan mabuk berat lelaki itu langsung pingsan hanya dengan satu pukulan saja.
" sayang...ayo kita pulang" ucap sean menarik tangan naya.
" tapi tuan.....ucap naya.
naya terus memandang dina yang masih terdiam di tempatnya.
dengan terpaksa naya menuruti apa yang di katakan sean.naya menaiki motor sean berpegang erat pada pinggang sean.
naya masih terus kepikiran tentang dina.apa yang telah terjadi dengannya hingga dina bisa menjadi seperti itu.
dina memang tidak pernah baik kepada naya selama ini.tapi naya tidak pernah menaruh dendam padanya.
sesampainya di mansion pikiran naya masih terus tentang dina.
"sayang....turun kita sudah sampai." ucap sean heran karena naya bukan nya segera turun dari motor malah diam saja dengan posisi terus memeluk sean.
" oh... maaf " ucap naya turun dari motor.
mereka pun masuk ke dalam mansion dan langsung menuju ke kamar.
naya langsung naik ke tempat tidur.duduk diam dan masih memikirkan tentang pertemuannya dengan dina.
" sayang kamu kenapa sih....dari tadi melamun terus." ucap sean ikut naik ke tempat tidur.
" saya masih kepikiran tentang dina tuan.." ucap naya.
" tuan....apa boleh jika saya pulang ke rumah untuk menemui tante mira dan dina.??? ucap naya.
" mereka itu bukan orang baik.mereka sudah sangat menyakiti kamu,untuk apa kamu memperdulikan mereka." ucap sean.
" tapi tuan...mereka tetap masih keluarga saya." ucap naya.
" sudahlah ini sudah malam....sebaiknya kita tidur." ucap sean langsung berbaring.
naya memang sudah merasa sangat mengantuk.ia pun ikut berbaring dan menyandarkan kepalanya ke dada sean dan memeluk erat pinggang sean.
naya tidak bisa tidur jika tidak memeluk sean.
sean mencium kepala naya....
" tidurlah...." ucap sean lirih.
bersambung.....
__ADS_1