Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.32 kedatangan sean


__ADS_3

di luar mall terdengar ricuh dikala ada 2 mobil mewah memasuki area mall.ada 4 pria bertubuh kekar dan berpakaian serba hitam dengan kaca mata hitam nya keluar dari mobil yang ada di belakang.mereka berbaris di depan pintu mobil utama yang sepertinya akan mengawal tuannya yang akan keluar dari mobil.


salah satu pria itu membuka kan pintu mobil, tampaklah sean turun dari mobil di dampingi oleh leo sang sekertarisnya.berpenampilan begitu menawan dengan kaca mata hitamnya sean melangkah memasuki area mall.sean berjalan di paling depan dengan leo dan ke 4 pengawalnya mengikuti dari belakang.orang orang di dalam mall yang melihat sean datang benar benar di buat takjub akan ketampanan seorang sean arya wiguna.


apalagi para gadis gadis yang berteriak memanggil sean seolah terhipnotis oleh kesempurnaan yang tiada tandingannya.


" ya tuhan tampan sekali...." ucap salah satu pengunjung mall.


sean mencari keberadaan naya...


leo memberitahukan bahwa naya ada di lantai 2.dengan segera sean berjalan untuk mencari naya.sean menggunakan lift khusus yang hanya bisa dipakai untuknya menuju lantai 2.


setelah tiba dilantai 2 sean melihat ada sekerumunan orang orang yang sedang ramai mengolok olok seseorang, seanpun segera mendekat para pengawal menyuruh sebagian orang orang minggir untuk memberi jalan bagi sean.


sean di buat terkejut ternyata orang yang sedang di olok olok adalah naya dan tika.naya ada di tengah tengah kerumunan para pengunjung mall.tangan sean menegepal emosi,amarahnya pun meradang kala melihat kondisi naya dengan baju yang basah,dan naya pun tertunduk sedang menahan tangisnya.


sean terus menatap naya...


" tuan sean.." batin pelayan itu.


pelayan itu langsung mendekati sean..


" selamat datang tuan...." ucap ramah pelayan itu.


naya yang mendengar pelayan itu memanggil sebutan tuan langsung mendongak menatap ternyata sean sudah ada di hadapannya....


" tuan...???? batin naya.


tika pun langsung senang


" lihat naya suamimu sudah datang...benarkan kataku tuan sean pasti datang." ucap tika bahagia.


" tapi....apa tuan sean datang karena aku.mana mungkin tuan sean mau mengakui aku sebagai istrinya di depan orang banyak.bukankah ia bisa malu karena punya istri seperti aku ini." batin naya.


orang orang yang tadinya fokus kepada naya sekarang berpindah fokus melihat adanya sean di sana.


" tuan lihatlah... gadis miskin itu sudah membuat malu tuan dengan mengaku ngaku kalau dia itu istri seorang sean arya wiguna.apa saya perlu memanggil polisi,karena gadis ini sudah membuat nama baik tuan sean tercemar." ucap pelayan itu.


sean langsung menatap pelayan itu dengan tatapan membunuh.


" plaakkkk....." sean menampar pelayan itu dengan keras hingga tubuhnya tersungkur ke lantai.para pengunjung yang tadinya ricuh di buat terdiam menyaksikan hal itu.


" tuan...kenapa menampar saya.." ucap pelayan itu sambil memegang pipinya yang merah.


" dia memang istriku..." ucap sean menunjuk ke arah naya...


" apa yang sudah kalian lakukan kepadanya..." ucap sean marah.


pelayan itu terkejut setengah mati mendengar apa yang dikatakan sean.kesombongannya yang tadinya kokoh pun di buat luruh.gemetar sudah tentu ia gemetaran dan pasrah dengan apa yang akan terjadi dengan dirinya selanjutnya dan para pengunjungpun panik dan takut akan mendapat hukuman dari sean.


" tuan..." batin naya.

__ADS_1


airmata naya pun menetes tak menyangka sean akan mengakui kalau dirinya adalah istri sean.


" rasain kamu...bukankah aku tadi sudah bilang." ucap tika kepada pelayan itu.


sean dan naya saling pandang...


naya langsung berlari kearah sean dan memeluk sean menyembunyikan wajahnya ke dada sean.


sean membuka kemejanya dan menutupi tubuh naya karena baju yang dipakainya basah.


" kamu tidak apa apa..." tanya sean.


naya mengangguk.


" ayo kita pulang..." ucap sean.


" leo....beri mereka hukuman yang setimpal.buat hidup mereka menderita" ucap sean.


" dan kalian bantu leo...." ucap sean kepada 3 pengawalnya.sedangkan 1 pengawal lagi akan mengantar sean pulang.


" lalu aku bagaimana,pulang sama siapa" ucap tika menunjuk dirinya sendiri.


" leo yang akan mengantarmu" ucap sean.


" baiklah...lagipula aku ingin melihat bagaimana sekertaris leo menghukum mereka semua." ucap tika.


sean merangkul bahu naya.membawanya keluar dari mall untuk pulang menuju mansion.


" tuan....." panggil naya memulai pembicaraan.


sean pun menoleh menatap naya.


" bagaimana kalau sampai semua orang tahu tentang saya....saya yakin sebentar lagi kejadian di mall tadi pasti akan ada dalam berita utama hari ini.." ucap naya dengan kepala menunduk.


" saya tidak ingin membuat tuan malu,karena punya istri seperti saya..." ucap naya lagi.


sean terus mendengarkan ocehan naya dan memandangi wajah istrinya itu.


" saya sadar diri siapalah saya ini..kita di ibaratkan langit dan bumi..." ucap naya meneteskan air mata.


sean dapat mengerti perasaan istrinya saat ini.justru sean merasa beruntung mendapatkan istri seperti naya.


naya tidak seperti wanita lain yang akan sangat merasa bangga dan sombong menjadi istri seorang sean arya wiguna..naya pun tidak pernah meminta harta apapun dari sean,mungkin jika wanita lain pasti mereka akan menghambur hamburkan uang sean dengan belanja barang barang mahal atau juga jalan jalan keluar negri.


tapi naya.....walau sudah menjadi istri sean ia memilih tetap bekerja walau hanya sebagai ob.


sean menggenggam tangan naya....


" apa kamu tidak capek dari tadi ngomong terus..." ucap sean menatap naya.


" jangan dengarkan mereka..." ucap sean.

__ADS_1


naya pun menatap sean bingung,dari tadi dirinya ngoceh tapi sean tetap santai menanggapinya.


" kemarilah...." ucap sean menyuruh naya mendekat padanya.


naya pun menggeser duduknya mendekat pada sean bahkan kali tidak ada jarak diantara mereka.


sean memegang pipi naya dan mencium kening naya.


naya yang mendapat perlakuan hangat dari sean membuat dirinya terharu.


naya menatap lekat mata sean berusaha mencari jawaban bagaimana sebenarnya perasaan sean pada nya.


" duarrrr....." tiba tiba terdengar suara petir di sertai hujan deras yang membuat naya kaget dan spontan langsung memeluk sean.badan naya bergetar hebat ia menyembunyikan wajahnya ke dada sean.


sean yang merasakan tubuh naya bergetar ketakutan memeluk naya dengan hangat mengusap lembut kepala naya agar naya merasa aman.


naya takut akan petir...lalu bagaimana dulu saat naya tidur sendiri.


sean tidak bisa membayangkan bagaimana ketakutan naya saat itu jika ada petir.


menjelang malam tiba dengan derasnya hujan membuat udara menjadi dingin.


jalanan pun tiba tiba menjadi macet.


" tuan....sepertinya ada kecelakaan di depan,mungkin kita akan terjebak macet di sini." ucap sang pengawal.


" tidak apa apa....berhati hatilah membawa mobilnya mungkin jalanan licin karena hujan deras..." ucap sean.


" baik tuan..." ucap pengawal lagi.


naya masih setia memeluk sean...


" apa kamu mengantuk....tidurlah kita akan terlambat sampai ke mansion ada kecelakaan di depan..." ucap sean.


naya mengangguk dan mempererat pelukannya kepada sean seolah mencari kehangatan dari suaminya itu.


sean menatap wajah naya yang sudah tertidur dalam dekapannya..


" cantik...." batin sean.


di tatapnya lekat wajah yang selama ini tidak pernah ia pandang.


wajah yang selama ini menyimpan begitu banyak luka.


wajah yang selama ini menyimpan kerinduan yang mendalam padanya.


wajah yang selama ini menyembunyikan besarnya cinta padanya.


" aku mencintaimu....kanaya." batin sean.


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2