Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.55 di culik


__ADS_3

" pastikan semuanya jangan sampai gagal...." ucap seorang wanita kepada seseorang lewat sambungan telepon.


di sebuah ruangan yang gelap dan hanya terdapat lampu duduk yang redup seorang wanita paruh baya sedang duduk di kursi kebesarannya menampakan senyum yang mengerikan.senyum yang menyimpan dendam dalam hati dan bersiap untuk menunaikan dendam tersebut.


" kali ini rencana ku tidak boleh gagal. sekarang aku tahu kelemahan mu." ucap wanita itu.


" bersiaplah kamu sean...aku akan menghancurkan mu." ucap wanita itu lagi.


di pagi hari naya siap berangkat bekerja.tidak mudah baginya untuk membujuk sean agar dirinya di izinkan bekerja.hanya dengan satu ancaman saja sean tidak bisa berkutik.


sang sekertaris pun sudah standby untuk mengantar ke dua majikannya itu berangkat ke kantor.


di sepanjang perjalanan leo di buat canggung oleh kelakuan ke dua majikannya yang mengumbar kemesraan.


tiba tiba leo teringat kepada tika.jika ada tika paling tidak ia punya teman untuk sama sama merasakan kecanggungan itu.


hanya butuh waktu 30 menit akhirnya mobil yang di kendarai leo sampai di perusahaan wiguna.


sean dan leo langsung pergi menuju ruangannya masing masing yang berada di lantai paling atas.


sedangkan naya langsung ke ruangan ob.naya tidak sabar ingin bertemu dengan tika karena kemarin ia tidak masuk bekerja dan rasanya sudah sangat rindu.


" naya....." ucap tika ketika melihat naya datang.


mereka pun berpelukan melepas rindu padahal hanya 1 hari mereka tidak bertemu.


" sehari tidak ada kamu aku kesepian tau...." ucap tika.


" sama aku juga jenuh seharian kemarin diam di rumah.makanya tadi aku harus memohon dulu sama tuan sean untuk bisa ikut ke kantor." ucap naya.


" untung di izinin..." ucap naya lagi.


" ya sudah...nanti istirahat kita ke kafe depan ya..." ucap tika.


" ok...." ucap naya mengacungkan jempolnya.


di ruangan sean....


" tuan ini ada berkas yang harus di tanda tangani." ucap leo memberikan sebuah berkas penting.


" tuan ada perusahaan besar dari amerika yang ingin mengajak kerja sama dengan perusahaan kita,apa akan kita ambil." tanya leo.


"' periksa dulu semua tentang perusahaan itu.dan jika memang sangat menguntungkan kita harus ambil." ucap sean.


" baik tuan saya akan mengurus tentang hal itu." ucap leo.


leo pun keluar dari ruangan sean.


saat akan kembali ke ruangannya leo berpapasan dengan tika.dan seperti biasa tika diam dan acuh saat bertemu dengan leo.mereka berdua seperti orang yang tidak merasakan kehadiran satu sama lain bahkan mata mereka seolah olah tidak melihat orang yang ada di depannya.


leo merasakan ada yang sakit dalam hatinya semenjak tika bersikap seperti itu tapi karena gengsi dan egonya yang tinggi leo selalu menepis apa yang sedang di rasakan hatinya.


dan bagi tika jangan di tanya lagi karena sudah pasti itu sangat melukainya.tapi ia harus bisa melakukannya agar ia bisa terlepas dari perasaan nya kepada leo.


"kamu kenapa tik...." tanya naya yang melihat tika datang dengan wajah yang murung.


" tidak....." ucap tika.


" ayo kita bekerja lagi...." ajak tika.


mereka berdua pun asik dengan pekerjaan masing masing.tanpa naya sadari sean sedang memperhatikan dirinya dari kamera cctv.sean sudah berulang kali melarang naya untuk tidak bekerja apalagi bekerja sebagai ob di kantornya.


tapi naya tetap memaksa dengan alasan hanya ingin selalu dekat dengan nya.


" sayang...kamu beda dengan wanita lain.walau punya suami orang terkaya tapi kamu tetap ingin bekerja seperti ini." ucap sean sambil memegang gambar naya pada laptopnya.


"wanita lain pasti akan sibuk belanja menghabiskan uang suaminya.sedangkan kamu....?????? ucap sean menggantung.


sean memulai kembali pekerjaannya.


" kamu kenapa tika...." tanya naya yang melihat tika bekerja sambil melamun.


" aku juga tidak tahu.tiba tiba aku rindu panti." ucap tika. wa

__ADS_1


" kenapa kamu tidak ke sana saja." ucap naya.


" sebenarnya aku juga punya pikiran seperti itu." ucap tika.


" lalu....." tanya naya.


" nanti saja waktu aku sudah gajian." ucap tika.


" ohhh...." ucap naya.


" eh....ini sudah jam istirahat,ayo katanya mau ke kafe." ucap naya.


" ayo..kamu tidak izin dulu sama tuan sean." tanya tika.


" nanti aku telpon saja.." ucap naya.


" baiklah..." ucap tika.


naya menelpon sean untuk izin pergi ke kafe yang ada di seberang gedung wiguna.dan untungnya sean mengizinkannya.


naya dan tika keluar dari gedung wiguna menuju kafe.tanpa di sadari oleh mereka ternyata ada seseorang yang sedang mengawasi mereka dari jauh.


sebuah mobil jeep berwarna hitam terparkir tidak jauh dari gedung wiguna.


"kita duduk di sini saja ya..." ucap naya menunjuk kursi yang ada di pinggir jalan.


" oke..." ucap tika.


" kalau begitu aku akan pesan minuman dulu.kamu mau minum apa.???? tanya tika.


" lemon tea saja..." ucap naya.


" oke....kamu tunggu di sini dulu ya.!!!! ucap tika pergi memesan minuman.


naya mengangguk.


sambil menunggu tika naya memainkan hp nya.


" tunggu keadaan sepi..." ucap salah seorang pria yang ada di dalam mobil jeep itu.


" maaf nona...tuan sean meminta nona segera menemuinya." kata salah satu orang itu.


naya terkejut dan bingung bukan nya dirinya sudah minta izin tadi.


"tapi saya sedang menunggu teman saya." ucap naya.


" tapi ini sangat penting nona.sebaiknya nona ikut kami." ucap orang itu lagi.


naya semakin bingung tapi ia berpikiran positif saja dan mengikuti ke dua orang itu.


naya di giring ke dalam mobil jeep yang di parkir di dekat gedung wiguna.


" kenapa mereka membawa ku ke mobil.bukankah tuan ada di kantor." batin naya.


naya menatap ke dua orang itu secara bergantian karena ia merasa curiga.


" kenapa saya di bawa ke mobil,tuan sean kan ada di kantor." ucap naya menolak untuk masuk ke dalam mobil.


karena sudah merasa di curigai oleh naya akhirnya mereka memaksa naya untuk masuk ke dalam mobil.


" siapa kalian sebenarnya.." teriak naya.


" sudah cepat masuk..!!!!" ucap orang itu.


" gak mau..." naya mencoba memberontak.


" tika.....tolooong." teriak naya saat melihat tika yang baru keluar dari kafe.


tika sempat mendengar teriakan naya dan ia melihat naya di bawa paksa oleh seseorang.


tahu sahabatnya dalam bahaya tika berlari mencoba mengejar mobil itu.


" nayaaa......" teriak tika sambil berlari mengejar mobil itu.

__ADS_1


tika pun segera mencari kendaraan untuk mengikuti mobil itu.dan hanya ada ojek yang lewat dan akhirnya tika memakai ojek untuk mengejar mobil itu.


karena panik tika tidak ada pikiran untuk memberi tahu sean dan ia sekarang ia hanya fokus mengejar mobil yang membawa naya.


" bang.....cepat ikuti mobil itu" teriak tika kepada tukang ojek.


" iya nona....ini juga sudah kecepatan maximal " ucap tukang ojek itu.


sudah 20 menit tika mengikuti mobil itu.dan semakin jauh mobil itu mulai memasuki area hutan yang sangat sepi.



" nona ini sudah masuk area hutan saya tidak berani jika harus terus mengikuti mereka masuk ke dalam." ucap tukang ojek itu.


" tapi...bang teman saya di culik." ucap tika panik.


" sebaiknya telpon polisi saja.!!! ucap tukang ojek itu.


" iya....betul." ucap tika langsung mengambil hp di tas kecilnya.


" ya tuhan....di mana hp ku." tika bertambah panik karena tidak menemukan hp nya.


"sepertinya ketinggalan di kantor." ucap tika.


" kenapa saat saat begini aku lupa membawa hp." ucap tika merutuki kecerobohannya sendiri.


" gimana nona..." ucap tukang ojek itu.


" hp ku ketinggalan di kantor." ucap tika.


" pakai punya saya saja nona" ucap tukang ojek itu dan mengambil hp di sakunya.


saat mencoba menelpon polisi ternyata di dalam hutan tidak ada sinyal.


" tidak ada sinyal nya nona di sini." ucap tukang ojek itu sembari menggoyang goyangkan hp nya agar mendapat sinyal.


" gimana ini...????"ucap tika panik sambil mondar mandir ke sana ke sini.


"'abang tahu nggak perusahaan wiguna.??? tanya tika.


" iya saya tahu." ucap tukang ojek itu.


" baguslah....sekarang bapak pergi ke sana tolong segera temui tuan sean bilang padanya naya di culik.dan abang kasih tahu lokasi di sini" ucap tika.


" lalu nona gimana..???? ucap tukang ojek itu.


" saya akan mencoba masuk ke dalam untuk mengikuti mereka." ucap tika.


" tapi itu sangat berbahaya nona." ucap tukang ojek itu.


" tidak apa apa.saya tidak mungkin meninggalkan teman saya.jadi sekarang abang segera pergi." ucap tika.


" baik nona..." ucap tukang ojek itu dan segera pergi dari sana.


walau takut tika mencoba tenang.ia terus berjalan memasuki hutan untuk mencari ke mana mobil itu membawa naya.beruntung tika melihat banyak jejak roda mobil sehingga ia hanya cukup mengikuti saja jejak itu.


di perusahaan sean sedang khawatir kenapa naya belum juga kembali.


" maaf tuan...nona tidak ada di kafe itu begitu juga dengan tika." ucap sekertaris leo yang beberapa menit lalu sean menyuruhnya untuk menyusul naya ke kafe karena tidak biasanya ia pergi terlalu lama.


" apa..." ucap sean bertambah panik.


" jadi kemana istriku.???? ucap sean.


" cepat periksa semua cctv yang mengarah ke kafe itu." perintah sean.


" baik tuan.." ucap sekertaris leo.


leo segera memeriksa rekaman cctv di laptop sean.


ia terkejut karena di rekaman cctv itu tampak naya yang sedang duduk di datangi 2 orang pria dengan berpakaian serba hitam.


" brengsek...siapa mereka." sean murka saat melihat rekaman itu.

__ADS_1


bersambung.......


__ADS_2