Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.97 tangis isak naya...


__ADS_3

kini bu aminah berada di dalam mobil bersama sean.


bu aminah sungguh sangat bahagia akhir nya sean mau menemui naya.semoga ini adalah kebahagiaan yang siap menjemput naya.


" bagaimana keadaan istri ku....???? tanya sean tanpa menoleh ke arah bu aminah.


" naya baik baik saja...tuan." ucap bu aminah.


" lalu...bagaimana dengan kehamilan nya..????" tanya sean lagi.


" kehamilan nya sekarang juga lebih baik di banding kan dulu.kini kehamilan nya sudah memasuki bulan ke 6." ucap bu aminah lagi.


sean menatap ke arah bu aminah...


" 6 bulan...." ucap sean.


" iya tuan...." ucap bu aminah.


" bagaimana kondisi anak ku." ucap sean.


" semakin bertambah nya bulan anak yang ada dalam kandungan naya juga semakin kuat berbeda dengan dulu anak dalam kandungan naya sangat lemah yang di akibat kan tekanan batin sang ibu nya." ucap bu aminah.


" saya sangat senang akhir nya tuan mau menemui naya." ucap bu aminah.


" karena saya sangat kasihan kepada naya,hampir setiap malam saya selalu mendengar naya menangis.dan terkadang naya juga ingin menyerah dengan hidup nya." ucap bu aminah sedih.


" naya merasa tidak sanggup untuk melewati semua ini tanpa tuan di sisi nya." ucap bu aminah.


" tapi demi anak nya naya berusaha untuk kuat." ucap bu aminah.


" bagaimana dengan makanan nya dan kebutuhan lain nya.."???? tanya sean.


bu aminah diam dan menunduk...


sean menatap ke arah bu amianah....


" maaf kan saya tuan,saya hanya seorang pemulung bisa makan 1 kali sehari itu pun sudah sangat beruntung untuk kami." ucap bu aminah.


" bagiamana anda bertemu dengan istri ku???" tanya sean.


" waktu itu saya menemukan naya sudah tidak sadarkan diri di pinggir sungai." ucap bu aminah.


" pinggir sungai..!!!!!!! ucap sean terkejut.


" iya tuan...ternyata naya mencoba mengakhiri hidup nya dengan terjun dari jembatan yang pada saat itu air sungai sedang deras deras nya." ucap bu aminah.


" deghhhh...." hati sean sakit mendengar semua penjelasan dari bu aminah.


" maaf kan aku sayang aku telah sangat melukai mu." batin sean.


" naya juga selalu di hina dan bahkan anak dalam kandungan nya pun di katakan sebagai anak haram." ucap bu aminah.


" apaa......." ucap sean menatap bu aminah.


" kita belok ke mana..."??? tanya sang sopir.


" ke kanan pak..." ucap bu aminah.


" apa masih jauh.." tanya sean.


" tidak tuan sebentar lagi juga sampai." ucap bu aminah.


" mobil nya tidak bisa masuk ke dalam gang nanti parkir kan saja di depan warung ya pak." ucap bu aminah ke sang sopir.


" iya bu..." ucap sang sopir.


ketika mobil sean mulai memasuki kawasan kampung bu aminah orang orang tertegun melihat ada mobil mewah masuk ke kampung mereka.bahkan banyak anak anak yang berlarian mengikuti mobil sean.

__ADS_1


" berhenti di warung depan itu ya pak." ucap bu aminah.


" iya bu..." ucap sang sopir.


ternyata di warung itu juga ada bu salma dan ibu ibu lain nya.


" hei...lihat mobil siapa itu." ??? tanya bu rita kagum.


" waah....mobil nya bagus banget." ucap bu yuli.


" iya...mobil suami bu salma saja kalah bagus nya." ucap bu rita.


" hei...kalian kok malah ngebandingin sama mobil suami ku sih." ucap bu salma kesal.


" maaf..." ucap bu rita.


" mobil siapa itu.??? tanya bu rita.


" jangan jangan ada artis masuk ke kampung kita." ucap bu rita.


ibu ibu semua heboh dan penasaran siapa yang ada di dalam mobil itu.


saat pintu mobil di buka mereka sudah tidak sabar ingin melihat siapa pemilik mobil itu.


" bu aminah..." ucap bu salma dan ibu rita bebarengan.


" ta..ta..pi mana mungkin." ucap bu salma terkejut.


" bu aminah turun dari mobil itu." ucap bu rita ikut terkejut.


mereka lebih terkejut lagi saat melihat sean turun dari mobil.


" bu...bu..lihat itu.." ucap bu rita terpesona saat melihat sean


"ya tuhan...pangeran dari mana itu tampan sekali." ucap bu yuli.


" dari mana bu aminah bisa kenal sama pria tampan dan kaya seperti dia." ucap bu salma iri.


" mari tuan..." ucap bu aminah.


" kamu tunggu saja di sini." ucap sean kepada sang sopir.


" baik tuan...." ucap sang sopir.


sean mengikuti bu aminah dari belakang.di lihat nya ke kanan dan ke kiri ternyata masih banyak rumah rumah sederhana yang terbuat dari bambu tapi ada juga beberapa rumah yang sudah terlihat bagus.suasana kampung yang sangat kumuh membuat sean merasa lebih bersalah karena istri nya harus melewati hari hari nya di tempat seperti itu.


" kita sudah sampai tuan...ini lah rumah saya.maaf rumah saya seperti ini." ucap bu aminah.



sean benar benar sangat terkejut saat melihat kondisi rumah bu aminah.


" mari tuan..." ucap bu aminah.


kaki sean terasa begitu sangat berat untuk melangkah.dan hati nya sangat sakit karena istri dan anak nya harus tinggal di rumah yang sangat tidak layak seperti ini.


" biasa nya jam segini naya sedang memasak.tuan masuk lah lebih dulu saya mau memcuci kaki dulu." ucap bu aminah.


perlahan sean melangkah kan kaki nya dan dengan hati hati membuka pintu yang hanya terbuat dari triplek yang sudah berlubang lubang.


" ibu sudah pulang..." teriak naya dari dapur karena mendengar suara pintu di buka.


" sayang...." batin sean saat mendengar suara naya.


sean melihat seluruh isi rumah bu aminah benar benar sangat memprihatinkan.


" malam ini kita makan singkong saja ya bu..." teriak naya lagi dari dapur.

__ADS_1


sean berjalan menuju dapur di mana suara naya terdengar.


sampai di dapur sean melihat naya yang sedang duduk di depan tungku api dan meniup niup tungku itu.


naya tidak melihat sean karena naya masih fokus pada tungku itu.


tanpa terasa air mata sean menetes saat melihat naya.


" ibu beli sandal buat nay tidak,kaki nay sakit." ucap naya belum sadar kalau sean ada di belakang nya.


perlahan sean mendekati naya....


" sayang..." ucap sean.


" deghhhh......" jantung naya terkejut saat mendengar suara sean memanggilnya.


" tuan...." ucap naya lirih tapi masih bisa di dengar oleh sean.


" ah...tidak mungkin tuan sean ada di sini." ucap naya menganggap bahwa suara sean yang di dengar nya barusan hanyalah halusinasi nya saja.


" sayang..." ucap sean lagi.


naya terdiam karena suara sean terdengar lagi...


perlahan naya membalikan badan nya dan alangkah terkejut nya naya saat melihat sean kini ada di hadapan nya.


" tuan...." ucap naya dengan air mata yang langsung menetes.


tubuh naya bergetar seakan tidak percaya apa yang di lihat nya kini.


hati sean terasa hancur melihat kondisi istri nya saat ini.tubuh yang semakin kurus wajah yang pucat baju yang di pakai naya pun sangat usang bahkan naya tidak memakai sandal.


" tu...tu..tuan." ucap naya dengan suara yang bergetar.


perlahan naya berjalan ke arah sean....


" tidak....tidak mungkin tuan ke sini ingin menjemput ku.tuan pasti ingin mencerai kan aku.apa yang harus aku lakukan apa mungkin aku siap kehilangan mu tuan." batin naya dengan air mata yang terus menetes.


" ke..ke..napa tuan ada di sini..??? tanya naya dengan suara bergetar.


" apa tuan ke sini karena tuan mau menceraikan saya." ucap naya dengan


hati yang sangat sakit karena harus mengucap kan kata cerai dengan mulut nya.


perlahan sean mendekati naya yang sedang menunduk...


" apa kamu ingin bercerai dari ku.." ucap sean sambil melangkah mendekati naya.


naya diam menunduk dengan tangis nya yang semakin pecah.


" katakan lah....apa kamu benar benar ingin bercerai dari ku." tanya sean lagi.


naya tetap diam dan terus menangis....


sean menangkup kedua pipi naya di tatap nya wajah pucat yang di penuhi dengan air mata.


" kenapa diam....apa kamu ingin berpisah dengan ku." tanya sean.


tangis naya semakin pecah di tatap nya wajah sang suami yang selama ini sangat ia rindukan...


" sa...sa...sa..ya." ucap naya terbata bata di tengah isak tangis nya yang sangat memilukan.


sean menghapus air mata naya...


" tu..tuan....saya sangat merindukan tuan." ucap naya.


" sa...ya." ucap naya tidak bisa meneruskan kata katanya karena tangis nya yang semakin pecah.

__ADS_1


sean langsung memeluk tubuh kurus naya...


bersambung.....


__ADS_2