
" selamat pagi tuan....." ucap leo.
sean terkejut saat membuka mata karena pertama yang ia dengar adalah suara seorang pria yang sudah tidak asing lagi di telinga nya.
sean pun langsung bangun dan mencari arah sumber suara itu
" kamu....!!!!! ucap sean terkejut karena leo sedang duduk di hadapan nya.
" selamat pagi tuan...." ucap leo dengan senyum kuda nya.
" apa yang kamu lakukan di kamar ku.????? tanya sean sedikit berteriak.
" tentu saja menjaga tuan..." ucap leo.
" menjaga ku...kamu pikir aku bayi yang harus di jaga.. " ucap sean kesal sambil melempar bantal ke muka leo.
" semalam tuan mabuk dan bertingkah sangat konyol." ucap leo.
" lihat lah tuan....mata ku sampai bengkak seperti ini karena tidak tidur semalaman hanya untuk menjaga tuan di sini." ucap leo dengan lesu.
sean bingung sebenar nya apa maksud leo...
" tuan tidak ingat apa yang tuan lakukan semalam. ???? ucap leo.
sean masih tidak mengerti dengan maksud leo.sean pun mencoba mengingat ingat kejadian semalam.
*** kejadian semalam*****
sesampai nya di mansion leo mengantar sean ke kamar nya.
" tuan leo...apa yang terjadi dengan tuan sean..???? tanya pak mus.
" cepat pak mus bantu saya membawa tuan ke kamar nya..." ucap leo.
" baik tuan..." ucap pak mus.
sepanjang berjalan menuju kamar sean terus memenggil manggil naya.
" naya....." racau sean dalam keadaan mabuk
" kamu di mana sayang..." oceh sean.
sesampai nya di kamar leo dan pak mus membaringkan sean di atas tempat tidur.
" sayang kemarilah...."tiba tiba sean menarik leo ke dalam pelukan nya dan terus memanggil nya naya.
" tuan...lepaskan ini aku leo." ucap leo berusaha melepaskan diri dari dekapan sean.
pak mus yang melihat kejadian itu pun tertawa.
" pak mus.....cepat bantu saya kenapa malah tertawa." ucap leo kesal.
" baik tuan...." ucap pak mus.
" tuan lepas...ini saya leo." leo terus berteriak sambil berusaha melepaskan diri dari sean.
" sayang...aku sangat merindukan mu..."ucap sean terus memeluk leo.
bahkan sean ingin mencium leo sontak hal itu membuat leo panik.
pak mus yang melihat nya pun di buat bingung.
leo berusaha menjauhkan wajah sean dengan tangan nya tapi sean semakin kuat.
" tu...tu...an lepas kan." ucap leo.
karena sean semakin brutal dengan terpaksa leo menonjok wajah sean dan akhir nya leo bisa terlepas dari dekapan sean.
" hah....apa apaan sih tuan ini main peluk peluk aja." ucap leo kesal dengan penampilan yang sudah acak acakan karena ulah sean.
" apa tuan sean tidak apa apa...??? tanya pak mus yang khawatir melihat sean tidak bergerak.
" jangan khawatir pak....satu pukulan seperti itu tidak akan membuat tuan sean mati." ucap leo.
__ADS_1
" tapi seperti nya pukulan tuan leo tadi sangat keras." ucap pak mus.
" tidak apa apa....dan sepertinya tuan sean sudah tidur." ucap leo.
" bagaimana kalau nanti tuan sean mengigau lagi seperti tadi " ucap pak mus.
" apa...." ucap leo.
" sebaik nya tuan leo menginap saja di sini,saya khawatir tengah malam tuan sean akan berbuat aneh lagi." ucap pak mus.
leo diam sejenak....
" baiklah...." ucap leo.
**********
" tuan sudah ingat.... "???? tanya leo.
" seperti nya tuan sangat merindukan nona naya sampai sampai tuan berbuat hal aneh seperti semalam." ucap leo.
" bahkan tuan hampir saja mencium ku " ucap leo merasa geli.
" tidak...aku tidak ingat apa apa." ucap sean mencoba mengelak.
" tuan tidak bisa bohong..." ucap leo.
" diam kamu....!!!! ucap sean kesal.
karena tidak mau terus di tuduh merindukan naya sean turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.
" tuan mau ke mana...???? tanya leo.
" mandi....mau ikut.." ucap sean.
" tidak...." ucap leo dengan keras.
di kamar mandi sean menatap ke arah cermin....
" aku memang sangat merindukan mu tapi aku juga tidak bisa memaafkan pengkhianatan yang telah kamu lakukan." batin sean.
walau mencoba mengelak tapi hati tidak bisa di bohongi.itulah sebenar nya yang sedang sean alami saat ini.
kerinduan pada naya terus ia sangkal karena bagi sean pengkhianatan nya sudah sangat fatal dan tidak pantas untuk di maafkan lagi.
setelah 20 menit sean keluar dari kamar mandi dan betapa terkejut nya ia saat melihat leo sedang tidur nyenyak di tempat tidur nya.
sean segera mendekati leo...
" hei....bangun." ucap sean berteriak.
" apa sih tuan..." ucap leo malas.
" kenapa kamu tidur di tempat tidur ku.??? ucap sean.
" saya ngantuk tuan saya ingin tidur.." ucap leo dengan mata yang masih terpejam.
" kalau ingin tidur pulang sana.. " ucap sean mengusir.
" iya...iya.." ucap leo segera bangun dan turun dari tempat tidur.
" tuan jangan lupa hari ini tuan harus berangkat ke korea." ucap leo.
" iya aku tahu..." ucap sean.
" sudah sana kamu pulang.." ucap sean.
"hari ini saya akan ke kantor siang ya....aku mau tidur dulu sambil di peluk sama istri tercinta pasti sangat enak." ucap leo menggoda sean.
" maksud kamu apa ngomong begitu.kamu nyindir." ucap sean.
" ya...begitulah." ucap leo langsung berlari pergi ke luar dari kamar sean.
" awas kamu leo...."ucap sean berteriak.
__ADS_1
tiba tiba sean diam....
ia merasa apa yang di katakan leo ada benar nya.
kadang sean merasa kehilangan tapi karena ego dan kebencian nya kepada naya membuat sean harus menutup hati nya.
selain sebagai bos dan sekertaris hubungan sean dan leo sebenar nya sudah seperti seorang sahabat.
** di apartemen leo**
" kak....." ucap tika yang melihat leo baru pulang.
" sayang....aku ingin tidur dulu." ucap leo mengabaikan tika dan langsung berjalan ke kamar nya.
" tidur....???? ucap tika bingung.
" kak leo kenapa sih...." ucap tika.
karena penasaran tika pun mengikuti leo ke kamar dan benar saja leo sedang tidur dengan selimut yang menutupi sebagian tubuh nya.
" kak....kakak nggak ke kantor ini sudah siang lho." ucap tika tapi tidak di dengar oleh leo.
karena tidak mendapat respon dari suami nya tika mendekati leo dan mencoba membangunkan leo dengan menepuk bahu leo.
"kakak nggak kenapa napa kan..???? ucap tika merasa khawatir karena tidak biasa nya leo bersikap malas seperti sekarang ini.
" kak....bangun." ucap tika.
" sayang kamu berisik sekali sih...." ucap leo menutupi wajah nya dengan bantal.
" ya sudah aku mau masak lagi...." ucap tika tapi saat tika hendak pergi leo menarik tangan tika sehingga tubuh tika jatuh ke tempat tidur dan saat itulah leo langsung memeluknya.
" temani aku tidur..." ucap leo.
" nggak....aku belum selesai masak nya." ucap tika berusaha bangun tapi leo malah mempererat pelukan nya.
" sayang....semalam aku tidak tidur dan sekarang aku ingin tidur bersama kamu." ucap leo.
" ini semua karena tuan sean..." ucap leo.
" emang kenapa tuan sean..??? tanya tika.
" dia mabuk dan terus memanggil manggil nona naya." ucap leo.
" benarkah....bukan nya tuan sean tidak peduli dengan naya." ucap tika.
" entahlah..." ucap leo.
" apa kamu tahu...tuan sean mengira aku adalah nona naya dia memeluk ku bahkan hampir menciumku kalau saja aku tidak memukul wajah nya mungkin aku sudah habis di makan oleh nya." ucap leo kesal.
mendengar apa yang di katakan leo tika tertawa terbahak bahak.
" hei...kenapa kamu malah tertawa." teriak leo sambil menatap wajah tika yang kini ada di bawah tubuh nya.
" maaf..." ucap tika menutup mulut nya.
" ngomong ngomong tentang cium aku jadi ingin...?????? ucap leo tidak meneruskan kata kata nya sambil menyentuh lembut bibir tika dan tersenyum mesum.
" kakak mau ngapain..." ucap tika.
leo tidak menjawab apa yang di tanyakan tika ia malah memegang ke dua tangan tika dan meletakan ny di atas kepala tika.
tanpa aba aba lagi leo langsung mencium bibir tika.leo bahkan ******* bibir tika dengan sangat lembut.awalnya tika berusaha menolak tapi lama ke lama an tika pun menikmati nya.
ke dua tangan tika melingkar ke leher leo.kedua nya berciuman penuh dengan gairah.
" sayang aku mengingin kan mu.." ucap leo.
" tapi....????? ucap tika belum juga meneruskan kata kata nya leo langsung menyerang bibir tika.
hingga akhirnya pagi itulah kedua nya melakukan olahraga yang penuh kenikmatan.
bersambung....
__ADS_1