Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.50 di restoran


__ADS_3

" kamu dari mana sih tik....jam segini baru datang" ucap naya.


" maaf aku telat." ucap tika dengan nafas yang terengah engah karena ia harus berlari dari depan gerbang menuju ke ruangannya.


" aku habis lihat kostan baru..." ucap tika.


" kamu mau pindah kapan..?? tanya naya.


" secepatnya.....mungkin besok." ucap tika.


" terus kenapa bisa telat gini...??? ucap naya.


" ini udah jam berapa..???? ucap naya.


" maaf...tadi angkotnya mogok.." ucap tika.


" jangan di bilangin ke bos ya nanti aku kena omel..." ucap tika lagi.


" nggak akan...." ucap naya.


" thanks..." ucap tika merangkul naya.


" ya udah ayo kerja..." ajak naya.


" oke..." ucap tika mengacungkan jempolnya.


*** di rumah sakit***


dina terlihat sangat gelisah, saat ini ia sedang menunggu operasi sang ibu.


" kenapa belum selesai juga..." ucap dina resah.


di lihatnya terus lampu ruang operasi yang masih menyala berwarna merah itu pertanda operasi masih berlangsung.


setelah 2 jam menunggu akhirnya dokter keluar.dengan segera dina menghampiri dokter itu.


" bagaimana dok operasinya..??? tanya dina dengan perasaan khawatir.


" selamat operasinya berjalan lancar.." ucap dokter itu.


dina sangat senang dan bersyukur.


" sebentar lagi bu mira akan di pindahkan ke ruang perawatan." ucap dokter itu lagi.


" terima kasih dok..." ucap dina.


" aku harus mengabari naya.." batin dina.


dina mengambil hp nya dan langsunh menghubungi naya.


" halo nay...." ucap dina.


" ya...." jawab naya.


" operasi ibu berjalan lancar nay....terima kasih." ucap dina.


" syukurlah kalau begitu..." ucap naya.


setelah menelpon naya dina menghampiri ruang operasi tampak mira akan di pindahkan ke ruang perawatan.


*** di perusahaan wiguna***


" tika...aku laper kita makan yu..." ucap naya.


" tapi nay ini kan belum jam makan siang." ucap tika.


" tapi aku sangat lapar.tadi pagi aku cuma makan roti." ucap naya.


" kamu harus izin tuan sean dulu." ucap tika.


" baiklah..." ucap naya.


naya langsung pergi ke ruangan sean dan


ia melihat meja nofi kosong.


" kemana kak nofi..." ucap naya.


" apa dia ada di ruangan tuan sean." ucap naya lagi.


karena penasaran naya langsung membuka pintu tanpa mengetuknya dulu.dan benar saja nofi ada di sana.


naya heran karena belakangan ini baju yang di kenakan nofi lebih ketat.apa ia ingin menggoda tuan sean.


" sayang..." ucap sean saat melihat naya masuk.

__ADS_1


terlihat wajah nofi yang tidak suka ketika melihat naya masuk.


" kamu keluarlah..." ucap sean kepada nofi.


naya terus melihat ke arah nofi.ia dapat melihat baju nofi yang kancing sebelah atasnya terlepas.


lalu naya menatap sean dengan tatapan curiga.


" hei...kenapa kamu melihat ku seperti itu." tanya sean heran.


" apa yang tuan lakukan dengan kak nofi barusan." ucap naya penuh selidik.


sean mengerutkan keningnya heran kenapa naya menanyakan hal seperti itu.


" yang kamu lihat apa tadi.." ucap sean.


" tapi kenapa kancing baju kak nofi yang atas terlepas." tanya naya dengan tatapan yang aneh.


" hei...kamu curiga aku dan nofi selingkuh." ucap sean menyentil kening naya.


" auw... sakit" ucap naya sambil mengusap keningnya.


" emang tuan tidak tergoda pada kak nofi.lihat saja dada nya yang montok itu pria manapun pasti akan tergoda kalau melihatnya."ucap naya dengan gayanya yang memanyunkan bibirnya.


" aku tidak akan tergoda walau dia telanjang sekali pun" ucap sean.


" benarkah..." ucap naya.


" hmmm....." ucap sean singkat.


" kamu ada apa menemuiku.." ucap sean.


" oh ya sampai lupa.....saya mau makan ke restoran tuan saya lapar tadi pagi kan cuma makan roti." ucap naya manja.


" pergilah...." ucap sean sambil mengerjakan pekerjaannya.


" tuan mau saya belikan sesuatu.." tanya naya.


" tidak usah..." ucap sean.


" tapi kan tuan tadi cuma sarapan roti saja." ucap naya.


sejenak sean berfikir.


" belikan saja aku kopi" ucap sean.


" baiklah..." ucap naya.


" kenapa masih disini" ucap sean heran.


" uang nya mana.." ucap naya polos sambil menadahkan kedua tangannya.


"sayang mana goldcard kamu.." tanya sean.


" ketinggalan....lagian saya lebih suka pegang uang langsung daripada harus pake kartu begituan." ucap naya.


sean mengeluarkan dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang.


" terima kasih..." ucap naya dan langsung pergi.


"hei...." panggil sean.


naya menoleh kerena sean memanggilnya.


" kamu lupa sesuatu...." ucap sean sambil menunjuk pipinya.


naya sudah tahu apa yang di maksud oleh sean.naya pun langsung mendekati sean dan..


" cup..." satu kecupan di pipi sean.


" ini...." ucap sean lagi dan sekarang menunjuk bibirnya.


" cup..." satu kecupan lagi di bibir sean.


" sudah cukup..." ucap naya kesal.


sean mengangguk dan merasa puas sudah mengerjai istrinya.


" kok lama sih nay....." ucap tika yang kesal karena lama menunggu naya.


" maaf...ayo" ucap naya.


sampai di restoran naya langsung memesan makanan yang sangat banyak karena sekarang ia sedang dalam mode kelaparan.


" kamu nggak salah pesen makanan sebanyak ini." ucap tika heran.

__ADS_1


" nggak....emang kenapa aku kan sangat lapar." ucap naya langsung menyantap makanan yang baru saja di antar pelayan.


" di sini kan makanannya mahal mahal" ucap tika sambil berbisik.


" kamu tenang aja aku bawa uang kok" ucap naya sambil mengunyah makanan nya.


" kamu enak ya punya suami yang banyak uangnya mau beli apa saja tinggal minta" ucap tika


" kamu juga kalau nanti sudah menikah sama sekertaris leo.dia kan juga banyak uangnya" ucap naya.


" aku pernah tanya sama tuan sean berapa gaji sekertaris leo satu bulannya" ucap naya lirih.


" benarkah....berapa????? tanya tika kepo.


" 300 juta.." ucap naya berbisik.


" aapaaaa....." teriak tika.


" kamu apaan sih teriak gitu" ucap naya kesal.


" yang bener nay..." tanya tika.


" iya masa aku bohong." ucap naya.


setelah terkejut mendengar jumlah gaji sekertaris leo sekarang tika menjadi murung.


" kamu kenapa tik...." tanya naya yang heran melihat tika tiba tiba diam.


" aku tidak tahu apakah aku bisa mendapatkan hati sekertaris leo atau tidak karena sepertinya sekertaris leo tidak menyukai ku." ucap tika sedih.


" terus bagaimana dengan kak adam." ucap naya.


" entah....aku bingung." ucap tika.


" kamu jangan serakah.kamu harus pilih salah satunya antara kak adam atau sekertaris leo." ucap naya.


" aku sangat menyayangi kak adam tapi aku juga mencintai sekertaris leo." ucap tika.


" terus....apa kamu akan terus mencari kak adam" tanya naya.


tika mengangguk...


saat naya dan tika asik mengobrol sambil makan.naya melihat sekertaris leo dengan wanita yang waktu itu ada di kantor.


tampak wanita itu menggandeng tangan sekertaris leo.dan memasuki restoran yang sama dengan naya.


" gawat....bagaimana kalau tika melihatnya." batin naya.


" kamu kenapa nay...." tanya tika yang heran melihat naya diam sambil menatap ke suatu arah.


" oh....tidak apa apa kok" ucap naya gugup.


saat tika ingin menoleh ke arah yang naya tatap tiba tiba naya mencegahnya dengan mengalihkan pandangan tika ke lain arah.


" kamu kenapa sih nay...." tanya tika lagi tambah kepo dengan apa yang sedang naya sembunyikan.


bukan tika namanya kalau tidak bisa melawan naya.


akhirnya tika pun menoleh dan terkejut karena yang dari tadi naya coba sembunyikan adalah sekertaris leo dengan seorang wanita cantik.


" sekertaris leo....tapi dengan siapa dia.???? batin tika.


hawa panas sudah menyelimuti hati tika.ia tidak suka melihat sekertaris leo dengan wanita lain.


" kamu mau kemana tik...??? tanya naya yang melihat tika bangun dari duduknya.


" aku mau samperin mereka.." ucap tika dengan raut wajah marah.


" jangan..." ucap naya mencegahnya dengan memegang tangan tika.


" lepas....nay!!!! ucap tika


" apa yang akan kamu lakukan di sana??? tanya naya mulai marah.


tika diam.....


" kamu mau marah....mau melabrak mereka.kamu lupa kamu tu bukan siapa siapanya sekertaris leo.jadi kamu tidak punya hak untuk merusak hubungan mereka." ucap naya.


" kalau kamu mau ke sana kamu justru akan mempermalukan diri kamu sendiri." ucap naya lagi.


tika diam dan kembali duduk.matanya terus menatap kearah sekertaris leo.hatinya merasa terbakar oleh api.


" sudahlah kamu diam saja di sini.lagipula kata tuan sean wanita itu hanya kenalan nya saja." ucap naya.


" tapi nay...lihatlah mereka saling bergandeng tangan." ucap tika.

__ADS_1


" sebaiknya kita segera kembali ke kantor..." ucap naya.


bersambung...


__ADS_2