Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.35 menggoda


__ADS_3

tiba di mansion sean dan naya langsung masuk ke dalam sedangkan leo seperti biasa langsung tancap gas pulang ke apartemennya.


" pergilah ke kamar....aku mau ke ruang kerjaku dulu." ucap sean.


naya mengangguk dan segera pergi ke kamarnya.


" ah...badanku lengket semua mending aku mandi dulu.." ucap naya.


di kamar mandi naya melihat ke arah cermin,di tatapnya tubuh yang di penuhi bekas luka dimasa lalu.luka bekas siksaan mira yang sampai sekarang masih membekas.hal itulah yang membuat naya takut.takut sean akan kecewa saat melihat tubuhnya yang tidak mulus.


naya selalu menghindar saat sean meminta haknya sebagai suami.


" maafkan saya tuan tidak bisa menjadi istri yang sempurna.." batin naya.


setelah 15 menit naya keluar dari kamar mandi.dan di saat yang sama sean pun masuk ke kamar.sean menelan ludahnya ketika melihat naya keluar dari dengan jubah mandinya.meskipun tubuh bagian atas tertutup jubah tapi bagian paha sangat pendek sehingga memperlihatkan paha naya yang putih benar benar membuat sean tidak berkutik.sadar sean menatapnya naya menjadi panik.apalagi sean berjalan ke arahnya dengan tatapan yang membuat bulu kuduk naya berdiri.


" apa kau sedang menggoda ku..." " ucap sean sambil menciumi rambut naya dan ciuman itu mulai turun ke leher naya.


naya panik takut sean akan meminta haknya malam ini.ia memegang erat bajunya dan berusaha mencari cara agar bisa selamat dari sean yang sedang terbakar gairah.


" sebaiknya tuan mandi dulu.." ucap naya.


sean tidak mendengarkan apa yang naya katakan karena dirinya sedang sibuk dengan kegiatannya yang terus menciumi leher naya.


sean menatap naya di usapnya bibir yang dari tadi menggodanya.tanpa menunggu lama lagi sean langsung mencium bibir naya.


ciuman semakin dalam,sean ******* lembut bibir yang belakangan ini sudah menjadi candunya.di gigitnya sedikit bibir naya agar terbuka sehingga sean bisa menyatukan lidah mereka.terus dan terus sean ******* bibir naya.nafas yang menderu terasa pertanda gairah sean sedang ada dipuncaknya.sean memegang tengkuk leher naya bagian belakang tidak ada celah untuk melepas ciumannya.sean menempelkan tubuhnya ke tubuh naya dengan posisi masih berdiri.


naya dapat merasakan di bagian bawah ada sesuatu yang menusuknya,dan ia yakin itu adalah senjata milik sean yang sedang menegang.


naya mendorong tubuh sean agar melepaskan ciumannya.


"' tuan mandilah...saya ingin ganti baju." ucap naya langsung berlari ke ruang ganti.


" maafkan saya tuan..." batin naya.


naya keluar dari ruang ganti sambil celingukan apakah sean sudah keluar dari kamar mandi atau belum.


" tuan...belum selesai mandinya" ucap naya lirih.


dengan segera naya berlari ke arah tempat tidur.membaringkan tubuhnya dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


setelah selesai mandi sean langsung ke ruang ganti untuk mengambil baju tidurnya.sean heran melihat naya yang sudah ada di tempat tidur dengan selimut yang menutupi semua tubuhnya.


sean naik ke tempat tidur dan membuka selimut yang dipakai naya.


" sayang...apa kamu sudah tidur.." bisik sean di telinga naya.


sebisa mungkin naya berusaha berpura pura tidur.ia belum siap seandainya sean meminta haknya malam ini.sean memeluk naya dari belakang di ciuminya leher naya.


naya berusaha untuk tidak bersuara karena iya tahu kalau saat ini sean sedang sangat menginginkannya.


karena tidak ada pergerakan dari naya,akhirnya sean memilih untuk tidur dengan posisi masih memeluk naya.


leo sedang mengendarai mobilnya untuk pulang ke apartemen.saat melewati jalan yang sepi memang dikarenakan malam sudah sangat larut leo mendengar suara seorang wanita minta tolong.


leo berusaha mencari sumber suara tersebut.tidak jauh dari tempatnya menghentikan mobilnya leomelihat seorang wanita yang akan di perkosa oleh 4 preman sekaligus.terkejut lagi leo mengenal wanita itu.


" tika....": batin leo.


ia pun segera turun dari mobil dan berlari menolong tika.


" bugh...bugh..." tanpa menunggu lama lagi leo langsung menghajar semua preman itu.satu persatu preman itu jatuh limbung ke tanah dan tidak berdaya.


setelah membereskan preman itu,leo menghampiri tika..di lihatnya tika yang sedang menangis sesegukan dengan kondisi yang sudah berantakan dengan baju yang sobek sana sini.bahkan baju bagian depanpun hampir terbuka sehingga terlihat bagian dadanya.


leo melepas jas nya dan langsung menutupi tubuh tika.


" sekertaris leo..." batin tika.


leo terkejut tiba tiba tika tidak sadarkan diri,karena syok dengan kejadian tadi.


" tika...bangun.." ucap leo menepuk nepuk pipi tika.


" apa yang harus aku lakukan." ucap leo bingung.karena tidak tahu di mana rumah tika akhirnya leo membawa tika ke apartemennya.


sampai di apartemen leo menggendong tika yang masih tidak sadarkan diri.membawanya ke kamarnya.di baringkan tubuh tika di tempat tidurnya.


leo mengelap tangan dan kaki tika yang kotor.leo pun menggantikan pakaian tika dengan pakaiannya.


**************


di pagi hari.........


tika mulai sadar.....ia membuka kedua matanya dan melihat di sekeliling nya.


" aku di mana..."?????? gumam tika karena merasa asing dengan kamar yang di tempatinya sekarang.


" aaaaaaaaa....." teriak tika ketika melihat bajunya berbeda dengan yang di pakainya kemarin.

__ADS_1


" hei....kenapa berteriak.." ucap leo yang baru masuk ke kamar.


" sekertaris leo...." ucap tika terkejut.


" aku di mana,kamu menculikku dan ini...baju ini..????? ucap tika panik.


" aku yang menggantinya.." ucap leo santai sambil duduk di sofa.


" apa..... dia mengganti baju ku ,jadi....????? batin tika.


" jangan kuatir aku tidak melakukan apa apa padamu,lagi pula aku tidak tertarik dengan tubuh anak kecil seperti mu.." ucap leo mengejek karena ia tahu apa yang ada dalam pikiran tika.


" apa kamu bilang....." ucap tika marah.


" tapi...bagaimana aku bisa di sini..." tanya tika.


" apa kamu tidak ingat kejadian semalam..." ucap leo.


tika mencoba mengingat apa yang terjadi semalam.


1 menit....


2 menit....


akhirnya tika sudah mengingatnya.


" terima kasih.." ucap tika tersenyum.


" sebenarnya apa yang kamu lakukan tengah malam di jalanan..dan itu" tanya leo menunjuk sebuah tas yang ada di meja.


tika diam dan menunduk....


" sebenarnya aku di usir dari kostan..." ucap tika sedih.


" aku sudah 5 bulan tidak bayar kost..." ucap tika.


" kamu jangan menipuku ya...kamu kan bekerja di perusahaan wiguna mana mungkin kamu tidak bisa bayar kost." ucap leo.


" hei...apa kamu lupa aku kan hanya bekerja sebagai ob.lagi pula aku harus mengirim uang untuk nenek di kampung.beliau sedang sakit jadi aku harus mengirim lebih untuk membeli obat." ucap tika.


" kenapa kamu tidak minta tolong pada nona naya bukankah kalian sahabat baik.." ucap leo.


" aku tidak mau merepotkan naya.." ucap tika.


tika memperhatikan kamar leo...


" sekertaris leo..kamu di sini tinggal sama siapa." ucap tika.


" di sini ada kamar berapa..." ucap tika lagi.


"2... memangnya kenapa" ucap leo..


terlihat tika sedang berfikir sambil tersenyum senyum sendiri...


leo pun heran melihat tingkah tika.


" bagaimana kalau aku ngekost di sini..." ucap tika tersenyum.


" tidak....." ucap leo berteriak.


" jangan macam macam kamu ya..." ucap leo


" sekertaris leo aku mohon ijinin aku ngekost di sini..ya." ucap tika memelas.


" aku tetep bayar kok..." ucap tika.


" tapi itu tidak mungkin." ucap leo.


" tidak mungkin gimana sih.." ucap tika.


" kamu itu pura pura bodoh atau memang bodoh.mana mungkin laki laki dan perempuan tinggal bersama tanpa ada ikatan pernikahan." ucap leo tetap tidak setuju.


" kalau begitu...ayo kita menikah.." ucap tika.


leo diam mematung mendengar apa yang di katakan tika.mata mereka bertemu saling tatap.


" gadis aneh...." ucap leo mengabaikan perkataan tika.


" sekertaris leo....aku serius" ucap tika berteriak karena leo pergi keluar dari kamar.


tika segera berlari mengikuti leo...


" hei...kenapa kamu mengikutiku,aku mau mandi" ucap leo.


tika diam menatap leo yang masuk ke kamar lainnya.


sambil menunggu leo mandi,tika mencoba untuk melihat lihat seluruh isi apartemen dan mata tika tertuju pada bagian dapur.


" dapur nya bagus banget..." batin tika.

__ADS_1


" apartemen ini juga sangat bersih dan rapih..." ucap tika.


tika membuka satu persatu lemari yang ada di dapur semua benar benar tertata dengan rapih.kemudian tika membuka kulkas dan ia terkejut ternyata kulkasnya pun kosong.


" sepertinya dapur ini tidak pernah dipakai.lalu bagaimana dia makan sehari harinya ya..." ucap tika.


" apa yang sedang kamu lakukan.." ucap leo mengagetkan tika...


" sekertaris leo...kamu mengagetkan ku saja.." ucap tika.


" aku mau berangkat kerja..." ucap leo.


" tunggu...aku ikut." ucap tika segera mengikuti leo.


** di mansion....***


naya bangun dari tidurnya...


saat akan turun dari tempat tidur tiba tiba sean menarik tangannya sehingga tubuh naya jatuh di atas sean.


mata mereka bertemu...


" sayang....dari kemarin aku sangat menginginkanmu,tapi aku merasa kalau kamu sengaja menghindar" ucap sean.


naya merasa sangat bersalah kepada sean.tidak seharusnya ia terus menghindar.


" maafkan saya.....tuan" ucap naya sendu.


" tidak apa apa kalau kamu memang belum siap.aku akan sabar menunggu.." ucap sean.


segera bangun dari tempat tidur.


" aku mau mandi..." ucap sean .


" saya akan menyiapkan air hangatnya..." ucap naya.


setelah menyiapkan air hangat naya menyiapkan baju yang akan di pakai sean.


" kamu mandilah.." ucap sean baru keluar dari kamar mandi.


naya mengangguk dan langsung masuk ke kamar mandi.


sean sudah siap begitupun dengan naya mereka pun turun untuk sarapan.


" sekertaris leo...ini rumah siapa bagus banget kaya istana.." tanya tika takjub dengan rumah yang ada di hadapannya sekarang.


leo menunjuk ke arah tulisan yang terpapang di sebelah kiri..


" mansion wiguna...." batin tika.


" apaaa.......jadi ini rumah tuan sean." ucap tika terkejut.


leo tidak menghiraukan tika,ia terus melajukan mobilnya memasuki gerbang mansion.


leo turun dari mobil dan di ikuti tika dari belakang.


" sekertaris leo...tunggu" teriak tika karena leo berjalan mendahului dirinya.


" selamat pagi tuan...nona.." ucap leo menemui sean dan naya yang sedang sarapan.


" naya...." panggil tika.


" tika....kamu kok bisa ada di sini.." ucap naya heran.


" aku kesini bersama sekertaris leo...." ucap tika.


naya dan sean saling pandang heran....


" aku sudah selesai.....kamu terusin saja sarapannya aku akan menunggu di depan." ucap sean berdiri sambil membelai kepala naya dengan lembut.


naya mengangguk....


" kamu sudah sarapan belum"???? tanya naya.


tika tidak mendengarkan ucapan naya karena ia sibuk menatap makanan lezat yang ada di hadapannya sekarang.


"tikaaa...." teriak naya.


" ya....." jawab tika tanpa menoleh ke arah naya.


"nay...aku makan ya lapar...." ucap tika langsung menyambar makanan yang ada diatas meja.


" nay....kamu sangat beruntung ya...lihatlah rumah ini besar sekali dan makanan ini pasti kamu setiap hari makan makanan lezat seperti ini"ucap tika.


naya hanya tersenyum mendengar ocehan sahabat itu.


" hei....bagaimana kamu bisa bersama sekertaris leo.." tanya naya penuh selidik.


" ceritanya panjang nay....nanti aku ceritain dikantor saja ya.." ucap tika dengan mulut penuh dengan makanan.

__ADS_1


barsambung....


__ADS_2