
" bu...kalau naya tidak bekerja lalu bagaimana nasib kita...." keluh dina pada
sang ibu yang juga kebingungan.
" ibu juga bingung apa yang harus kita lakukan." jelas mira
sejenak mereka sibuk dengan pemikiran masing masing.
" bu....apa ibu ingat bukankah waktu itu tuan roni si rentenir kejam itu pernah meminta ibu untuk mengizinkan dirinya menikahi naya...tapi karena waktu itu naya masih berusia 17 tahun jadi tuan roni tidak bisa menikahi gadis di bawah umur,tapi sekarang kan naya sudah berusia 20 tahun dan itu sudah cukup umur untuk menikah"..usul dina
sejenak mira memikirkan usul yang di katakan dina.
" betul juga ya......selain hutang ibu di anggap lunas tuan roni juga akan memberikan mahar yang sangat besar.pintar kamu sayang...ayo kita temui naya...." ajak mira
naya yang sedang sibuk di dapur di kaget kan dengan kedatangan tante mira dan dina yang tiba tiba saja menarik kedua tangannya...menuntun paksa naya dan di dudukan di kursi yang berada di ruang tamu.
naya menatap heran kepada tantenya dan dina sebenarnya apa yang terjadi.
" naya.....dengar tante baik baik ya,mau tidak mau kamu harus menikah dengan tuan roni...
" duarrr....bagai tersambar petir di siang bolong naya benar benar di buat kaget dengan permintaan tantenya.
" tante....itu tidak mungkin,tuan roni sudah punya 3 istri naya tidak mau menjadi istrinya yang ke 4.." tolak naya dengan tegas.
tante mira mencengkram kuat rahang naya
" apa kamu bilang....tidak mau....
harus kamu tidak bisa menolaknya." paksa mira.
" ayo bu kita telpon saja tuan roni sekarang..." ajak dina.
naya segera mengejar tantenya yang hendak menelpon tuan roni.
" tante...nay mohon jangan lakukan ini sama nay..jangan paksa nay..nay gak mau tante.." mohon nay
" plaakkk......mira emosi dan langsung menampar nay
" diam kamu......" bentak mira
" kembali ke kamar mu..." perintah mira kepada naya.
naya langsung berlari ke kamarnya melempar tubuhnya di atas tempat tidur menangisi nasibnya yang benar benar membuat dirinya seakan ingin menyerah kepada sang pencipta.
" ibu....tolong bawa naya bersama ibu,naya gak sanggup...." rintih naya di sela tangisnya.
sedangkan di perusahaan wiguna group sang ceo yang baru memasuki gedung membuat heboh para karyawan yang tidak pernah bosan melihat kesempurnaan yang di miliki sang ceo nya.
" ya tuhan.....tuan sean semakin hari semakin mempesona..." bisik salah satu karyawan wanita..
sean di ikuti oleh leo sang sekertarisnya berjalan ke arah lift yang di pakai khusus untuk dirinya segera melesat ke lantai paling atas untuk segera ke ruangan kerjanya.
" selamat pagi...pak .." sapa novi sang sekretaris.
jangan kan membalas salam dari novi menoleh pun sean enggan melakukannya.ya begitulah sean ceo yang sangat sombong dan arogan.
sean segera memasuki ruang kerjanya duduk di kursi kebesarannya yang di ikuti oleh leo.
__ADS_1
" tuan...dari kemarin nyonya terus menghubungi hp tuan tapi kenapa tuan tidak menjawabnya..." ucap leo
sejenak sean berfikir..
" bagaiamana aku menjawab telpon mama,kalau setiap telpon mama selalu menanyakan kapan aku akan menikah..."
leo yang mendengar keluhan sang tuannya hanya bisa tersenyum kecil...
" mama selalu saja beralasan..mama sudah tua sean,mama juga ingin menimang cucu...itu yang selalu di ucapkannya."
" apa tuan sean masih berharap pada nona angela..." batin leo
" apa tuan masih berharap pada nona angela...??? leo berhati hati bertanya takut tuannya akan marah dengan pertanyaannya.
sambil menatap tajam kepada leo...
sean hanya menganggukan kepalanya sebagai sebuah jawaban.....
ya...sean memang masih mengharapkan angela masih hidup dan segera kembali padanya.
" tapi tuan nona angela sudah di nyatakan meninggal dalam kecelakaan pesawat itu...bukankah tuan sendiri juga ikut menyaksikan bagaimana hancurnya pesawat itu jadi mustahil untuk seseorang bisa selamat dalam insiden itu..."
" diam kau leo....!!!!
sambil melempar map ke arah leo..
" sebelum jenazah angela di temukan....aku tidak percaya kalau angela ku sudah meninggal." jelas sean
" tapi...tu......"
mendapat tatapan menyeramkan leo tidak melanjutkan kata katanya.
tampak mira sedang senyum senyum sendiri di dalam kamarnya membayangkan kalau ia akan menjadi orang kaya baru seandainya naya menjadi istri tuan roni,bagaimana tidak uang yang di janjikan tuan roni benar benar fantastik.tidak tanggung tanggung tuan roni menjajikan 10 M jika benar naya mau menjadi istrinya.
" naya....2 hari lagi kamu akan menikah,jadi tante harap kamu jangan macam macam" ucap tante mira.
" tante nay mohon jangan paksa nay....
nay tidak mau menikah dengan tuan roni.." naya tetap memohon agar mira mau membatalkan pernikahan itu...
tanpa mendengar permohonan naya mira pergi meninggalkan naya yang masih menangis di kamarnya tidak lupa pula mira mengunci pintu kamar naya takut naya akan kabur.
naya yang tahu kalau tantenya mengunci pintu kamarnya langsung berlari menggedor gedor pintu...
" tanteee.....tanteeee nay mohon buka pintunya.....tanteee." teriak naya
tubuh nay luruh kelantai duduk menekuk lututnya meratapi takdir yang tidak pernah berpihak kepadanya....
"aku hanya ingin menikah dengan laki laki yang aku cintai dan juga mencintaiku..." batin naya di sela sela tangis pilunya.
2 hari kemudian....
hari pernikahan pun tiba,rombongan pengantin bersama iring iringannya pun sudah ada di depan rumah naya..
tampak tuan roni yang sudah memakai jas pengantin dan tidak ketinggalan pula ke 3 istrinya pun ikut mendampinginya...
" wah...wah....selamat datang tuan roni..anda sangat tampan sekali hari ini..." puji mira hanya untuk mencari muka di depan tuan roni
__ADS_1
" bagaimana apa calon istri ku sudah siap..." tanya tuan roni.
" oh....jangan kuatir tuan pengantin wanita nya sedang di rias agar terlihat cantik..." jelas mira.
" dina.....!!! panggil mira kepada dina
" iya bu....." jawab dina
" cepat bawa naya kemari acara ijab kabulnya akan segera di mulai..."
" baik bu....
dina segera pergi kekamar naya...mencoba membuka pintu.
" kenapa terkunci " batin dina
dina langsung mengetuk ngetuk pintu
" naya....buka pintunya...cepat aku tahu kamu ada di dalam.." teriak dina
tapi berkali kali memanggil tidak ada jawaban apapun dari dalam kamar...
dina mulai panik ia segera belari menghampiri sang ibu dan berbisik
" naya tidak mau keluar ia mengunci pintunya ...."
mira sontak terkejut tapi tetap bersikap santai agar tuan roni tidak curiga.
"saya permisi dulu tuan....!!!
ucap mira tetap memasang senyum terpaksanya.
" apa maksudmu dina....
mira dan dina langsung berlari kekamar naya dan langsung mengetuk ngetuk pintu tapi tetap tidak ada jawaban dari dalam.
tuan roni yang merasa curiga segera mengikuti mira ke kamar naya..
" apa yang terjadi...???? tanya tuan roni mengagetkan mira dan dina.
mira terkejut karena tuan roni tiba tiba ada di belakangnya.mira bingung harus mengatakan apa kepada tuan roni..
" na..naya tidak mau keluar tuan..."jawab mira gemetar.
" apa maksud mu.....????
sontak tuan roni langsung memanggil dua pengawalnya untuk mendobrak pintu kamar naya..
" bugh...bugh..." hanya 2 kali hentakan saja pintu kamar langsung terbuka..
semua mata terbelalak menyusuri semua sudut kamar tapi tidak ada tanda tanda keberadaan naya..
" ke..kemana anak itu..????
tanya mira panik menatap tuan roni yang sudah terlihat marah.
ternyata tanpa di sadari mira ketika dirinya du sibukan dengan kedatangan tuan roni,saat itulah kesempatan naya untuk pergi dari rumah melalui jendela kamarnya.
__ADS_1
bersambung........