Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.14 jangan menyerah..


__ADS_3

"naya...naya.. bangun....sayang...."!!!!


naya membuka mata saat mendengar seseorang yang memanggilnya...


naya bingung dengan keberadaannya saat ini.di sebuah hutan dengan pemandangan air terjun yang sangat indah.


" aku di mana.." ucap naya panik karena ia tidak tahu di mana ia saat ini.


" naya...."panggil seorang wanita...


naya segera menoleh ke belakang dan terkejut siapa yang memanggilnya.


" tante indah....." ucap naya.


naya segera berlari memeluk sosok wanita yang selama ini ia rindukan.wanita yang sudah ia anggap seperti ibu sekaligus teman dalam kesepiannya.


" tante...naya rindu sama tante." ucap naya di sela tangisnya.


" sayang...kok sekarang jadi cengeng sih..." ucap tante indah membelai lembut rambut naya.


" naya pengin ikut tante...." rengek naya manja.


" kalau naya ikut tante siapa yang akan menemani sean..." ucap tante indah.


" naya capek tante...sampai kapan naya harus berpura pura kuat.." ucap naya sedih.


" naya.....dengarkan tante.apa naya mencintai sean.." tanya tante indah.


naya hanya mengangguk...


" lalu...apa naya mau menyerah..." tanya tante penuh selidik.


naya menggelengkan kepalanya...


" naya sangat mencintai sean tante...tapi cinta ini sangat menyiksa naya.setiap malam naya kesepian menangisi kesendirian naya.. kadang naya merasa tidak ada gunanya naya terus berada di sisi sean...." ucap naya.


"kalau naya memang mencintai sean naya jangan menyerah naya harus bersabar,tante yakin suatu saat nanti sean juga akan mencintai naya..." ucap tante indah


tante indah pun pergi dengan senyuman indah nya berlalu dengan meninggalkan secercah harapan ,harapan untuk naya tetap bertahan di sisi sean walau itu menyakitkan.senyuman yang memberi kekuatan untuk naya bersabar menunggu hati sean yang masih tertutup ego dan kebencian.


" hiks....hiks....tangis naya di tengah dinginnya malam,mengharapkan kehangatan yang ia impikan,memeluk foto sean sebagai pengobat rindu untuk mengantar dirinya menyelami tidur malam nya.


pagi ini naya bangun sedikit kesiangan ia segera bangun dan teringat akan pesan tante indah semalam bahwa ia harus tetap bertahan di sisi sean.


" aku tidak boleh menyerah..aku harus kuat..." ucap naya seakan memberi semangat untuk dirinya sendiri.


segera naya pergi ke kamar sean untuk menyiapkan keperluan sean.


karena terburu terburu naya masuk tanpa mengetuk pintu.alangkah terkejutnya naya ternyata sean sudah bangun dan baru selesai mandi.mata naya melotot melihat sean yang hanya memakai handuk se batas perutnya.naya tidak berkedip sama sekali melihat dada sean yang putih perut yang bidang dengan otot otot yang menonjol.


" hei...apa yang kamu lihat " tanya sean merasa risih karena naya menatap dirinya tanpa berkedip sama sekali.


naya tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara keras sean.


" m..maaf tuan saya bangun kesiangan jadi tidak sempat menyiapkan air hangat untuk tuan.kalau begitu saya permisi tuan." ucap naya hendak keluar dari kamar sean.


" mau ke mana kamu...cepat siapkan pakaian ku,aku harus segera ke kantor." perintah sean.


" baik tuan...." ucap naya gugup.


" tuan...apa luka tuan baik baik saja,apa sebaiknya tuan cuti kerja dulu..." ucap naya sambil memilih pakaian kerja yang pas untuk sean.

__ADS_1


" siapa kamu berani mengatur ku...." ucap sean


" kenapa tuan selalu menanyakan status saya,jelas jelas saya adalah istri tuan." ucap naya.


sean mendekati naya memegang kuat lengan naya atau bahkan bisa dibilang mencengkram sehingga naya meringis kesakitan.


" jangan pernah menyebut istri di hadapan ku..." ucap sean penuh penekanan.


" kenapa tuan....kenapa tuan begitu membenci saya.." ucap naya dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk mata nya


" kamu bilang kenapa,...apa kamu lupa kamu yang sudah membunuh mamahku .." ucap sean mendorong naya sampai tubuh naya terhuyung ke tembok.


" tuan bukan saya yang menyebabkan tante indah meninggal,." jelas naya.


sean tidak ingin mendengar alasan naya apapun..mengusir naya dari kamarnya.


tapi....kenapa sean merasa menyesal telah mengatakan hal itu kepada naya.


leo sudah siap menunggu sean di depan mansion....mereka akan berangkat ke kantor.


" tuan..apa kita tidak menunggu nona naya dulu..." ucap leo karena naya belum keluar juga dari mansion.


" biar kan saja...." ucap sean.


tampak naya berlari kecil menghampiri sean karena naya takut di tinggal yang( akhirnya bernasib sial karena harus berjalan kaki seperti waktu itu.


" maaf ....sudah menunggu..." ucap naya


" gadis ini tidak ada menyerah nya walau aku sudah terus menyakitinya.." batin sean .


di dalam mobil tidak ada perbincangan apapun seperti hari hari biasanya..mereka saling diam membisu.leo yang sudah biasa melihat situasi seperti itu tidak di buat heran oleh kelakuan ke dua majikannya itu.


sean terus melirik ke arah naya,memandangi wajah naya yang tertutup oleh rambut karena naya terus menatap ke arah jendela.


kemacetan yang selalu menjadi hal biasa dipagi hari harus membuat leo memperlambat laju mobilnya.


" hei....apa kamu tidak bisa mempercepat mobilnya..."bentak sean dari kursi belakang yang tidak sabar karena laju mobil sangat pelan.


" apa tuan tidak melihat jalanan kan sedang macet...." tiba tiba naya dengan berani membuka mulutnya .


spontan sean menatap tajam ke arah naya sehingga membuat naya takut.


" maaf...." ucap naya menunduk dan memilih memandang ke luar jendela.


setelah melewati jalur kemacetan akhirnya leo masuk jalur tanpa kemacetan.leo segera mempercepat laju mobil...


dari kaca spion leo melihat mobil yang mencurigakan karena sejak tadi mobil itu terus melaju di belakang mobil sean.


" tuan....sepertinya ada mobil yang dari tadi mengikuti kita.." ucap leo.


mendengar ucapan leo sean langsung melihat dari kaca spion...


tiba tiba....


" dor...dor....dor....mobil sean di hujani tembakan berkali kali dari arah belakang.naya sangat terkejut dan ketakutan kala mobil mendapat serangan tiba tiba.


" tuan mobil kita di serang..." ucap leo tetap santai.


" bersiaplah....." ucap sean memberi aba aba kepada leo.tampak sean mengambil sebuah pistol dari belakang bajunya begitu pun dengan leo...


naya yang melihat sean sedang bersiap dengan pistolnya terkejut...

__ADS_1


" tuan...apa yang akan anda lakukan..." naya panik.


" diam dan menunduklah kalau kamu tidak ingin mati muda..." ucap sean.


naya mengangguk dan segera menunduk sembunyi di bawah kursi.


tembakan terus di luncurkan dari arah belakang sean dan leo pun membalas menembaki mereka dari dalam mobil.


naya benar benar katakutan menutup kedua telinganya karena suara tembakan yang sangat keras.naya berjongkok di belakang kursi yang di duduki leo.sean terus menembaki mobil yang ada di belakang mobilnya dan kali ini sasarannya adalah bagian roda dan alhasil tepat sasaran sehingga mobil pun terbalik dab meledak.suara ledakan yang sangat keras membuat naya berteriak karena kaget dan takut.


" tetap menunduk.." teriak sean kepada naya karena naya bangun dan ingin melihat situasi sekarang.


" ciiiiiittt......" leo mendadak mengerem mobilnya membuat sean dan naya yang ada di kursi belakang terpelanting.


" apa kau baik baik saja..." tanya sean kepada naya.


naya hanya menganggukan kepalanya..


" tuan....ada 2 mobil yang menghadang kita.." ucap leo..


sean hendak keluar tapi tangan nya di cekal oleh naya..


" tuan jangan keluar..." ucap naya khawatir


sean bukanlah seorang pengecut yang hanya bisa bersembunyi.


" leo....ayo..." ucap sean


" kau tetap di sini.apapun yang terjadi jangan keluar .." perintah sean kepada naya.


" hemm...." angguk naya.


ada sekitar 10 orang yang sudah menghadang sean dan leo...


" siapa kalian....." tanya sean.


" kamu tidak perlu tahu siapa kami..kami hanya di tugaskan untuk mencabut nyawa kalian..." ucap salah satu musuh.


saat hendak menembak sialnya pistol sean dan leo sama sama kehabisan peluru...


akhirnya mereka akan melawan musuh dengan tangan kosong.


perkelahian sengit pun terjadi 2 lawan lebih dari 10 orang musuh sean satu persatu tumbang.


sean dan leo sangat pandai dalam ilmu bela diri sehingga dengan mudah mereka menjatuhkan lawannya.


naya yang melihat perkelahian itu dari dalam mobil benar benar terkesima dengan aksi sean yang sangat memukau.tanpa naya sadari ternyata musuh masuk ke mobil dan langsung membawa mobil itu.


" siapa kamu....." naya panik.


" tuan....toloooong...." teriak naya dari dalam mobil.


" oh....sitttt...!!!!


mendengar teriakan naya sean langsung berlari berusaha mengejar mobil tersebut.


" tuan....pakai mobil ini saja " tunjuk leo pada mobil musuhnya.


" hubungi semua anak buah kita dan bawa mereka untuk menyusulku.aku yakin ini adalah perbuatan andreas.." ucap sean


" baik tuan....." ucap leo...

__ADS_1


walau cinta di hati sean untuk naya belum ada.tapi sean tidak akan membiarkan siapapun menyakiti wanita yang kini menjadi istrinya..


bersambung....


__ADS_2