Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.66 orang asing


__ADS_3

" cepat bawa mereka semua ke sini..!!!! ucap tuan ramon.


" baik tuan...." ucap sang anak buah.


anak buah tuan ramon pergi ke ruang bawah tanah untuk menemui tika dan yang lainnya.


mereka semua sudah siap dengan pakaian dan riasan yang di inginkan tuan ramon.


" ikut aku..." suruh anak buah tuan ramon.


" mau di bawa ke mana kami..??? tanya tika.


" tenang...kalian pasti suka nanti." ucap anak buah tuan ramon.


" nay.....apa kamu sudah membaca pesan ku." batin tika.


" aku tidak ingin berakhir seperti ini." batin tika lagi.


" cepat...lelet sekali kalian." ucap anak buah tuan ramon dengan keras.


tika dan lainnya sampai di sebuah ruangan di mana di sana sudah ada tuan ramon dan beberapa orang asing.


ya...orang asing itu adalah para germo dari luar negri yang akan membeli para gadis untuk di jadikan budak ***.


tika sangat khawatir dengan nasib nya kini seandainya tuan sean tidak datang untuk menolongnya.


" tika....siapa mereka.??? ucap nila berbisik.


" aku juga tidak tahu..sepertinya mereka yang akan membeli kita." ucap tika.


" bagaimana ini tik...aku tidak mau." ucap nila ingin menangis.


tika dan nila saling perpegangan tangan untuk saling menguatkan.


tika dan lainnya di suruh berdiri dan berbaris di depan tuan ramon dan tamunya.


( orang luar negerinya ceritanya bisa bahasa indonesia ya..)


" wow...." ucap salah satu germo itu.


" mereka cantik sekali dan seksi.." ucap germo itu lagi.


ada 2 germo asal luar negri yang kini bersama tuan ramon.mereka sangat kagum dengan kecantikan gadis gadis yang kini ada di hadapannya.


salah satu dari mereka berjalan mendekati tika dan lainnya.


ia melihat dan mengamati tika dan lainnya dengan tatapan yang menjijikan.tangannya pun tidak maua diam.ia memegang wajah tika dan spontan saja tika langsung menghindar.


" jangan sentuh saya.. " ucap tika marah.


" saya suka yang ini..." ucap germo itu kepada tuan ramon.


" deghh...." jantung tika berdetak dengan kencang,ia merasa dirinya sebuah barang yang sedang di perjual belikan.


dan kini germo itu mendekati nila.nila bergetar ketakutan ia tidak ingin masa depannya hancur dan berakhir di tangan mereka.


" saya juga mau yang ini." tunjuk germo itu kepada nila.


nila menggenggam tangan tika dengan erat.ia tidak sanggup menahan air matanya yang lolos begitu saja dari matanya.


" kalian benar benar bisa memilih yang terbaik." ucap tuan ramon.


" mari...kita bicarakan harga yang cocok." ucap tuan ramon mengajak ke dua germo itu ke ruang kerjanya untuk melakukan negosiasi.


gadis gadis yang tidak terpilih di bawa kembali ke ruang bawah tanah.


" untuk kalian berdua tunggu di sini." ucap anak buah tuan ramon.


kini hanya ada tika dan nila di ruangan itu.


"tika gimana ini...aku gak mau di bawa oleh mereka." ucap nila dengan tangisnya karena takut.

__ADS_1


" aku juga tidak tahu." ucap tika bingung.


" kalau kita kabur dari sini itu pun tidak mungkin di seluruh sudut tempat ini di jaga ketat oleh anak buah tuan ramon." ucap tika.


nila terus menangis karena merasa tidak ada harapan untuk bisa selamat dari tangan tuan ramon dan tika mencoba untuk menenangkannya.


" nila tenang...kita berdoa saja semoga naya membaca pesan yang aku kirim." ucap tika.


nila pun mengangguk...


saat ini sean dan naya masih dalam perjalanan menuju panti.sean melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


naya yang ada di belakang nya pun harus berpegangan ekstra kuat pada pinggang sean.


" apa kamu takut sayang..." tanya sean kepada naya karena ia bisa merasakan naya memeluknya sangat erat.


" tidak tuan...." ucap naya.


" baiklah aku akan lebih cepat lagi kamu pegangan yang kencang ya..." ucap sean.


" hhmmm..." ucap naya.


sean pun menambah lagi kecepatan motornya agar bisa segera sampai ke tempat tujuan.


sedangkan leo setelah mendapat informasi dari ibu panti ia segera pergi ke tempat tuan ramon.ia tidak angin terjadi sesuatu pada tika.


leo memang sedikit mengenal dan tahu di mana rumah tuan ramon,karena dulu ia lumayan dekat dengan pak broto ayah dari tuan ramon.sedangkan dengan tuan ramon ia tidak mengenal karena dulu waktu tuan ramon kecil ia tinggal bersama neneknya di kota C.


mungkin saat ini usia tuan ramon tidak jauh berbeda dengan nya.


tapi sifat yang di miliki tuan ramon berbanding terbalik dengan ayahnya pak broto yang memiliki sifat baik dan sangat dermawan.


leo terus melajukan motornya dengan sangat kencang.


setelah 20 menit perjalanan akhirnya leo sampai di rumah tuan ramon yang lumayan besar.


leo memarkirkan motornya sedikit menjauh dari rumah tuan ramon.ia melihat lihat situasi di sekitar rumah itu ternyata penjagaan sangat ketat.leo tidak boleh gegabah karena ia hanya seorang diri.


leo mempersiapkan pistolnya siapa tahu nanti ia akan memerlukannya.


leo berjalan perlahan mendekati gerbang yang di jaga oleh 2 orang pengawal.


dengan cepat leo langsung menghajar ke dua pengawal itu dan melumpuhkannya.ia pun segera masuk ke area rumah dan di sana sudah ada para pengawal yang siap menghadangnya.


" hei...siapa kamu..??? tanya salah satu pengawal itu.


"' kalian tidak perlu tahu siapa aku.di mana bos kalian ramon." ucap leo.


"' ada keperluan apa kamu mencari bos kami." tanya pengawal itu lagi.


" sudah cepat katakan di mana bos kalian." ucap leo dengan keras.


" aku tidak tahu .." ucap pengawal itu.


" baiklah....mungkin dengan kekerasan kalian baru akan mengatakannya." ucap leo dengan tangan yang sedang di gerak gerakan siap untuk bertarung.


" habisi dia...." perintah pengawal itu kepada pengawal yang lainnya.


akhirnya perkelahian pun tak bisa di hindarkan.leo yang seorang diri harus menghadapi puluhan pengawal yang ada di rumah tuan ramon.


akhirnya sean dan naya sampai di panti.mereka segera mencari leo.


" permisi bu..." ucap naya kepada ibu panti.


" saya temennya tika bu dari kota." ucap naya dengan sopan.


" oh...ya mari silahkan masuk." ajak ibu panti kepada naya dan sean


" sayang aku nggak lihat leo apa dia sudah sampai atau belum." tanya sean yang celingukan mencari keberadaan leo.


" maaf bu...apa teman kami ada yang datang ke sini." tanya naya.

__ADS_1


" siapa nak...." ucap ibu panti.


" namanya leo..." ucap naya.


" leo...????? ucap ibu panti bingung.


" maksud saya adam bu..." ucap naya yang melihat reaksi ibu panti ia tahu kalau ibu panti tidak mengenal leo.


" oh iya tadi nak adam datang ke sini." ucap ibu panti.


" sekarang di mana dia.." ucap sean dengan keras.


" tuan...diamlah dulu." ucap naya yang melihat sean ingin segera bertemu leo.


" nak adam pergi ke rumah tuan ramon.ia ingin menyelamatkan tika yang di bawa tuan ramon." ucap ibu panti.


" di mana alamat nya bu..??? tanya naya.


setelah mendapat alamatnya sean segera menyusul leo.


" sayang kamu tunggu di sana saja ya." ucap sean.


" tapi saya mau ikut." ucap naya tidak mau jauh dari sean.


" kamu di sini saja nak sama ibu.di sana sangat berbahaya karena anak buah tuan ramon itu banyak sekali." ucap ibu panti.


" mereka pasti tidak akan membiarkan siapa pun masuk ke rumah tuan ramon." ucap ibu panti.


mendengar ucapan ibu panti akhirnya naya mau menunggu sean di panti.


" tuan hati hati ya..." ucap naya memeluk sean.


sean pun membalas pelukan istrinya itu lalu mencium kening nya.


sean pergi dengan motornya untuk menyusul leo.


di tempat lain nya leo berhasil melumpuhkan semua anak buah tuan ramon.


" cepat katakan di mana bos kalian.???? ucap leo.


" aku tidak tahu.." ucap pengawal itu.


" bugh..bugh.." leo memukul pengawal itu berulang ulang.


" baiklah...kalau kamu tidak mau mengatakannya." ucap leo.


" ceklek...klek." leo mengambil pistolnya.


ia menggerak gerakan pistol itu ke arah pengawal itu.


tentu saja hal itu membuat pengawal itu ketakutan.


" baik...baiklah." ucap pengawal itu dengan suara yang bergetar.


" sekarang tuan ramon ada di...******* " ucap pengawal itu.


" apa tika ada bersamanya..." ??? tanya leo.


" iya...hari ini gadis itu akan di jual ke luar negeri." ucap pengawal itu.


" apaa..." ucap leo kaget.


" kapan pesawat nya berangkat." tanya leo.


pengawal itu melihat jam di tangannya.


"' sekitar 1 jam lagi.." ucap pengawal itu.


leo segera pergi dan melajukan motornya dengan sangat cepat.waktu yang di milikinya hanya 1 jam untuk menyelamatkan tika.


bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2