
" siapa yang sebenarnya ingin bertemu dengan ku?????.batin yolanda.
kini yolanda sudah berada di kediaman wanita paruh baya itu.
ia penasaran siapa sebenarnya orang yang ingin menemuinya dan apa tujuannya.
" ceklek....." suara pintu terbuka.
masuklah seorang wanita dengan wajah yang di tutupi masker dan kaca mata hitam.
wanita itu memandangi yolanda dengan sangat serius dari ujung kepala sampai ujung kaki.
" benar benar mirip..." batin wanita itu.
" ini sebuah takdir atau sebuah kebetulan.2 wajah yang benar benar sama tanpa ada celah perbedaan." batin wanita itu lagi.
" seperti nya kehancuran mu akan di mulai sean..!!!!! batin wanita itu dengan senyum liciknya.
" selamat datang yolanda..." ucap wanita itu.
" maaf maksud saya mis yolanda." ucap wanita itu lagi.
" siapa kamu sebenarnya...???? tanya yolanda.
" dan apa yang kamu mau dari ku.???? tanya yolanda.
wanita itu berjalan mendekati yolanda..
" kamu tidak perlu tahu siapa saya.bukankah yang terpenting bagi mu adalah uang." ucap wanita itu.
" aku akan memberikan berapa pun uang yang kamu mau.asal kamu mau melakukan sesuatu untuk ku." ucap wanita itu.
" berapa pun?????...." ucap yolanda.
" ya....berapapun." ucap wanita itu.
" tapi....kamu tidak menyuruh ku untuk membunuh seseorang kan??." tanya yolanda.
wanita itu tertawa mendengar ucapan yolanda.
yolanda semakin bingung saat melihat wanita itu tertawa.
" kamu tenang saja....bukan itu yang ku mau." ucap wanita itu.
" lalu apa yang kamu mau sebenarnya..??? tanya yolanda.
" aku tidak mau bertele tele bagi ku waktu adalah uang." ucap yolanda.
"oke......" ucap wanita itu.
wanita itu mendekati yolanda dan membisikan sesuatu ke telinga nya.
tampak wajah yang biasa saja bagi yolanda saat wanita itu membisikan apa yang harus yolanda lakukan.
" hanya itu saja...." ucap yolanda.
" itu memang sudah jadi pekerjaan ku.tapi untuk apa anda ingin aku melakukan hal itu." tanya yolanda.
" kamu tidak perlu tahu apa tujuan ku menyuruh mu melakukan hal itu yang terpenting kamu akan mendapat bayaran yang sangat besar... " ucap wanita itu.
" baiklah....kapan aku harus melakukannya...????tanya yolanda.
" secepat nya...." ucap wanita itu.
*** pagi sekali naya sudah bangun dari tidurnya.tapi ia tidak langsung turun dari tempat tidur melainkan terus memandang wajah sean yang masih nyenyak dalam mimpi indah nya.
" kenapa beberapa hari ini perasaan ku tidak enak ya.??? batin naya terus memandangi wajah sean.
" aku merasa sesuatu akan terjadi pada rumah tanggaku." batin naya lagi.
"aku berharap apa pun yang terjadi nanti aku ingin selalu bersama mu tuan." batin naya.
naya pun turun dari tempat tidur ia ingin segera mandi dan sebelum turun dari tempat tidur seperti biasa naya akan memberikan ciuman selamat pagi untuk sean walau sean masih tidur.
*** di apartemen tampak leo sedang bersiap dengan baju kerjanya.ia memakai dasi dan jam tangan nya.sedangkan tika baru selesai mandi.
tika keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk saja dengan rambut yang basah.
leo tersenyum saat melihat tika..
" ada apa kak....????" tanya tika yang aneh karena leo tampak senyum senyum saat melihat dirinya.
" tidak...." ucap leo.
tika penasaran apa ada yang salah dengan dirinya.
tika pun melihat dirinya di depan cermin alangkah terkejutnya ia saat melihat bagian atas dadanya banyak sekali tanda merah.
" apa ini...????? batin tika.
tika langsung menatap ke arah leo dan leo pun langsung memalingkan wajah nya.
" kak...apa ini.??? tanya tika menunjuk dadanya yang banyak tanda merahnya.
__ADS_1
"ini pasti kerjaan kakak kan." ucap tika.
" aku tidak tahu..." ucap leo.
" kalau bukan kakak siapa lagi.??? ucap tika.
" mungkin itu kerjaan serangga....!!! ucap leo sambil menahan tawanya.
" coba kamu ingat ingat lagi....." ucap leo.
tika mencoba mengingat apa yang terjadi semalam.tapi yang dia ingat semalam ia langsung tidur dan entah apa yang terjadi selanjutnya.
" kak...leooooo.....!!!!..." ucap tika berteriak.
leo kaget dengan teriakan tika..
" iya...iya...itu aku yang melakukannya." ucap leo.
" maka nya kalau tidur itu jangan kaya orang mati.aku memciumi mu saja kamu tidak tahu." ucap leo menahan tawa.
" kenapa aku tidak merasakan apa apa ya...." batin tika.
" sudah...jangan di pikirin lagi cepat pakai baju mu." ucap leo.
" iya...." ucap tika sambil berjalan menuju lemari.
tika membuka lemari nya....
tapi ia malah bengong di depan lemari itu.
tika menatap baju baju nya yang tersusun rapih di dalam lemari.
" aku baru sadar kalau baju ku sedikit sekali." ucap tika lirih.
tika langsung membuka lemari yang satunya lagi yaitu lemari yang berisi baju nya leo.
lalu tika membandingkan isi lemari nya dengan lemari baju nya leo.
baju leo begitu banyak dan bagus bagus bahkan hampir semua baju leo adalah baju bermerk dengan harga yang mahal.sedangkan baju miliknya sangat sedikit tidak ada setengah nya di banding baju nya leo bahkan harga nya pun murah meriah.karena tika selalu membeli baju kalau sedang ada diskon besar besaran.
leo yang sudah selesai berpakaian dan bersepatu heran saat melihat tika diam dan sibuk mengamati lemari milik nya dengan milik tika.
" kamu sedang apa...kenapa belum juga berpakaian." tanya leo.
" lihat lah...." ucap tika sambil menunjuk ke dua lemari di hadapan nya.
leo semakin bingung apa maksud tika.
" bukan lemari nya tapi baju nya..." ucap tika.
" ada apa dengan baju nya..??? tanya leo masih belum mengerti.
" lihatlah baju kakak banyak sekali dan bagus bagus sedang kan punya ku..." ucap tika tidak menerus kan kata kata nya.
leo pun mengerti apa maksud tika.
leo menarik tangan tika mengajaknya duduk di tempat tidur.
lalu leo mengambil sesuatu dari dalam laci.
" maaf....aku terlambat memberi mu ini." ucap leo sambil menyodorkan sebuah gold card untuk tika.
" gold card...!!!!! batin tika seperti tak percaya leo memberi nya sebuah gold card.
" kak ini kan gold card...." ucap tika.
" kamu tahu dari mana kalau ini gold card..??? tanya leo.
" naya....." ucap tika.
" ini untuk ku..." ????tanya tika.
" emang buat siapa lagi." ucap leo.
tampak mata tika berbinar binar memang sejak dulu ia ingin punya gold card seperti naya.
saat ini tika sedang membayangkan jika dirinya sedang belanja menggunakan gold card itu pasti sangat menyenang kan bisa membeli apa pun yang di ingin kannya.
" hei....." ucap leo sambil melambai lambaikan tangan nya di depan mata tika.
" kamu lagi ngebayangin apa...???? tanya leo.
" aku lagi ngebayangin belanja semua yang aku mau dengan goldcard ini..." ucap tika dengan polosnya.
"tapi ini.....kartu tanpa batas kan seperti punya naya. ???? tanya tika.
" emang kenapa...???? ucap leo.
" aku ingin belanja sepuasnya.." ucap tika.
leo mengangguk.....
" belanja lah sepuas mu...." ucap leo sambil berdiri akan pergi tapi tangan tika memegangnya.
__ADS_1
" terima kasih...." ucap tika terharu.
" hanya terima kasih..." ucap leo.
tika mengernyitka kening nya.....
" ya sudah....aku mau sarapan dulu." ucap leo berjalan ke arah pintu.tapi tiba tiba tika berlari dan memeluknya dari belakang.
leo membalikan badan nya menghadap tika....
kini mata mereka bertemu....saling pandang begitu lama.
" handuk kamu jatuh...." ucap leo.
" haaaa......" teriak tika mengambil handuk itu dan langsung menutupi tubuhnya yang polos.
leo tertawa terbahak bahak....
lalu keluar dari kamar...
walau mereka sudah menjadi suami istri tapi tetap tika merasa malu...
dengan segera tika memakai baju nya...
dia masih memandangi goldcard yang kini sedang di pegangnya.
"gimana kalau aku hari ini libur kerja dan mengajak naya untuk belanja..." ucap tika lirih.
tika pun langsung menelpon naya....
**************************
naya setuju dengan usulan tika....
kini saat nya dirinya dan tika izin libur kepada sean.
sean sedang memakai baju nya...
"tuan.....hari ini saya libur kerja ya....!!! ucap naya.
" kamu sakit...." ucap sean panik lalu memegang kening naya.
" bukan....." ucap naya menyingkirkan tangan sean dari keningnya.
"tapi hari ini tika ngajak belanja ke mall..."ucap naya ragu ragu.
" jadi tika pun minta izin tidak masuk kerja hari ini...." ucap naya.
sean tidak langsung menjawab permintaan naya ia malah terus menatap naya.
naya pun bingung dengan arti tatapan itu.
" kalau tidak boleh juga tidak apa apa kok..." ucap naya.
" pergilah...." ucap sean tersenyum.
" benarkah.. " ucap naya merasa sangat senang.
sean mengangguk.....
sean merasa sangat bahagia saat melihat senyum indah di wajah istrinya.
" terima kasih tuan...." ucap naya.
" hanya terima kasih....??? tanya sean.
" iya.. iya. " ucap naya ia sudah tahu apa yang di inginkan sean.
naya mendekati sean dan langsung mencium ke dua pipi sean.
" sudah...." ucap naya.
" ini belum...." ucap sean menunjuk bibirnya.
dengan senang hati naya langsung mencium bibir sean dan kali ini ciumannya berbeda tidak seperti biasanya.
kini naya yang ******* bibir sean duluan dan tentu saja sean membalasnya.
" wah.....sekarang sudah pandai ya..." ucap sean menggoda.
naya tidak sadar apa yang baru saja di lakukanya.
" kenapa aku tiba tiba bernafsu ya...." batin naya malu.
" maaf..." ucap naya.
" kenapa minta maaf... aku senang kok." ucap sean.
" ayo lakukan lagi." ucap sean mendekati wahah naya.
" tidak....." naya langsung berlari ke luar kamar.
bersambung....
__ADS_1