Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.99 suami kanaya


__ADS_3

kini sean sedang berdiri di hadapan para warga yang sedang ribut mengenai kanaya.


" maaf tuan...kalau boleh tahu apa tuan ini suami nya naya." tanya pak soleh dengan sopan.


" kami para warga hanya ingin tahu agar tidak ada kesalah pahaman." ucap pak soleh lagi.


"'saya memang suami nya naya." ucap sean tegas.


" sudah dengar kan ibu ibu...kalau tuan ini memang suami nya naya." ucap pak soleh.


" saya tidak percaya...." teriak bu salma.


"kalau memang anda suami nya naya....kemana saja selama ini." ucap bu rita.


" atau jangan jangan anda ini selingkuhan nya naya.naya kan wanita gak bener." ucap bu salma.


"heiiii.....!!!!! teriak sean marah.


" jangan pernah menghina istri ku." ucap sean marah.


semua warga terkejut dengan kemarahan sean.


" aku akan menghancurkan siapa pun yang berani menyakiti istri ku." ucap sean.


tampak warga terdiam dan takut dengan apa yang di katakan sean tapi tidak dengan bu salma.entah apa yang membuat bu salma begitu membenci naya.


" memang nya siapa anda berani berani nya ingin menghancurkan kami." ucap bu salma.


" saya tidak takut dengan anda,suami saya seorang pejabat dan dia mempunyai wewenang di kota ini." ucap bu salma sombong.


tampak senyum kecil di bibir sean mendengar apa yang di katakan bu salma.entah apa yang membuat sean tersenyum.


"bu salma....sudah lah ." ucap pak soleh mencoba menjernihkan suasana.


karena mendengar kegaduhan akhirnya naya keluar dari dalam rumah.naya terkejut karena banyak warga berkumpul di depan rumah bu aminah.


naya juga melihat ada bu salma di antara para warga.


" ada apa ini..." tanya naya bingung.


" sayang...kenapa kamu keluar." ucap sean lirih.


" tuan...ada apa ini." ???? tanya naya.


" hei....naya cepat pergi dari kampung sini.kami tidak ingin kampung ini menjadi kotor karena wanita gak bener seperti mu." teriak bu salma.


" jaga mulut kamu...." ucap sean marah.


" kamu membuat kesabaran ku habis." ucap sean.


" tuan sudah lah." ucap naya memegang tangan sean.


" dia sudah menghina kamu sayang." ucap sean.


" saya tidak apa apa kok." ucap naya sabar.


" tapi...." ucap sean tidak melanjutkan kata katanya karena naya menatap nya.


tiba tiba seorang pria datang mendekati bu salma.


" mah...sedang apa kamu di sini." ucap seorang pria yang baru datang dan ternyata pria itu adalah pak soni suami bu salma.


" papah..." ucap bu salma.


" untung papah datang ke sini,lihat pah...orang ini berani mengancam mamah di depan banyak orang." ucap bu salma mengadu dan menunjuk ke arah sean.


pak soni menoleh ke arah yang di tunjuk oleh bu salma dan betapa terkejut nya pak soni saat melihat sean.


" tuan sean...." ucap pak soni lirih.


pak soni langsung mendekati sean dan menunduk hormat kepada sean.hal itu membuat bu salma terkejut dan tidak mengerti mengapa suami nya begitu hormat pada pria yang sudah mengancam nya.


" pah....apa yang papah lakukan orang ini sudah mengancam mamah." ucap bu salma.


" kenapa papah malah memberi hormat kepada nya." ucap bu salma.


" mah....kamu tidak tahu siapa dia." ucap pak soni.


bu salma bingung apa maksud suami nya.

__ADS_1


" dia itu tuan sean arya wiguna orang terkaya dan berkuasa di kota ini." ucap pak soni.


" tapi...kan papah seorang pejabat." ucap bu salma.


" papah ini cuma pejabat biasa,presiden saja ada di bawah kekuasaan nya." ucap pak soni.


" apaaa....." ucap bu salma terkejut.


kaki bu salma mendadak lemas seakan tidak kuat menopang berat tubuh nya.


bu salma khawatir apa yang akan terjadi dengan diri nya dan keluarga setelah kejadian ini.


" apa dia istri mu.???" tanya sean kepada pak soni.


" iya tuan...." ucap pak soni.


" sebenar nya apa yang sudah istri saya lakukan tuan..." ??? tanya pak soni.


" dia sudah berani menghina istri ku." ucap sean.


" apaa..." ucap pak soni panik.


" mah...apa yang kamu lakukan.cepat minta maaf." ucap pak soni kepada bu salma.


bu salma tidak mau meminta maaf karena itu akan membuat dirinya sangat malu di depan para warga.


" mah...cepat minta maaf apa kamu mau kita hidup miskin dan tinggal di jalanan." ucap pak soni.


bu salma tidak mau hidup miskin dan terpaksa meminta maaf kepada naya dan sean.


" maaf kan saya...." ucap bu salma terlihat terpaksa.


" mah....minta maaf lah yang benar." ucap pak soni.


" sudah tidak apa apa...saya baik baik saja kok." ucap naya dengan sopan.


" tapi...sayang." ucap sean.


" saya peringatkan siapa pun yang berani menghina istri ku aku pastikan hidup kalian tidak akan lama." ucap sean kepada warga.


"kalau begitu saya permisi tuan..." ucap pak soni.


" ya sudah....semua ayi bubar." ucap pak soleh.


" sekali lagi maaf kan kami tuan....kami permisi dulu." ucap pak soleh.


kini semua warga telah pergi.


" sebenar nya tuan tidak perlu marah seperti tadi " ucap naya sambil duduk di depan rumah bu aminah.


" tapi sayang....wanita tadi sudah menghina mu." ucap sean mengikuti naya.


" saya sudah biasa di hina seperti itu tuan..." ucap naya.


" selama ada aku tidak akan aku biarkan siapa pun menyakiti mu." ucap sean menangkup kedua pipi naya.


naya menatap wajah sean,ia merasa bahagia ada seseorang yang siap melindunginya.


" tuan sebaik nya pulang ini hampir malam." ucap naya.


" kamu mengusir ku." ucap sean.


" tidak tuan..." ucap naya.


" kita akan pulang besok." ucap sean.


" kita...?????? ucap naya.


" iya...kita." ucap sean.


" kamu dan aku." ucap sean lagi.


" kamu pikir aku kemari untuk apa." ucap sean.


naya diam...


" ya...untuk menjemput mu dan membawa mu pulang ke rumah." ucap sean.


" apa tuan masih mau menerima saya sebagai istri tuan." ucap naya.

__ADS_1


sean diam menatap naya...


" apa maksud mu..."??? tanya sean bingung.


" lihatlah...saya yang sekarang.apa tuan tidak malu mempunyai istri seperti saya." ucap naya.


sean menatap naya dan menggenggam kedua tangan naya.


" sayang....aku tahu aku salah tapi aku mohon jangan pernah berpikiran seperti itu." ucap sean.


" aku sangat mencintai mu...kita akan selalu bersama ok." ucap sean.


naya menitik kan air mata karena terharu....


"tuan...." ucap naya langsung memeluk sean.


" ayo masuk...hari sudah gelap." ucap sean membantu naya berjalan ke dalam rumah.


" sayang aku mau ke kamar mandi..." ucap sean.


" kamar mandi nya di luar tuan..." ucap naya.


" di luar..." ucap sean.


" mari saya antar..." ucap naya pergi ke samping rumah dan sean mengikuti nya.


sean terkejut dengan kondisi kamar mandi nya.bahkan bisa di bilang itu bukan lah kamar mandi tapi sebuah sumur tua yang hanya di tutupi kain kain lebar di setiap sisi nya.bahkan lantai nya pun masih tanah.


" sayang...." ucap sean heran.


" maaf tuan....seperti inilah kamar mandi nya." ucap naya.


" saya akan menimba air nya untuk tuan.." ucap naya.


" jangan sayang itu berat." ucap sean melarang naya menimba.


" aku hanya ingin cuci muka saja.sebaik nya kamu masuk saja kedalam." ucap sean.


setelah naya masuk ke dalam rumah sean melihat begitu memprihatinkan keadaan rumah bu aminah.bagaimana istrinya bisa menjalani hari hari nya di tempat seperti ini.


" nay...." panggil hu aminah.


" ya bu...." ucap naya.


" apa tuan sean akan menginap di sini." ??? tanya bu aminah.


" iya bu...tapi nay bingung tuan sean mau tidur di mana kasur saja tidak ada." ucap naya.


" ibu juga bingung nay..." ucap bu aminah.


" kalian tidak perlu bingung..aku bisa tidur di mana saja." ucap sean yang baru masuk ke dalam rumah.


" sekali lagi saya minta maaf tuan....." ucap bu aminah.


" tidak apa apa..." ucap sean.


" bu...sifa lapar." ucap sifa.


" ya sudah...ibu mau menghangatkan makanan yang tadi siang ya." ucap bu aminah.


" tunggu...." ucap sean menghentikan bu aminah.


" ada apa tuan...." ucap bu aminah.


" ini belilah makanan yang masih hangat." ucap sean memberikan beberapa lembar uang.


" tapi...tuan makanan yang tadi siang masih ada sayang kalau tidak di makan." ucap bu aminah.


" buang saja...." ucap sean.


" sudah bu tidak apa apa..." ucap naya.


" lagi pula malam ini naya pengin makan nasi goreng " ucap naya.


" sifa juga bu..." teriak sifa.


" ya sudah ibu beli dulu ya..." ucap bu aminah.


" sifa ikut bu..." ucap sifa.

__ADS_1


bersambung.......


__ADS_2