
*** 1 minggu kemudian***
" selamat pagi...." ucap tika kepada leo yang baru bangun tidur.
kini tika sedang ada di dapur...
" kamu lagi ngapain..??? tanya leo duduk di meja makan.
" aku lagi buat sarapan..." ucap tika.
" ya sudah kamu selesaikan masaknya aku akan mandi dulu kita harus ke kantor lebih pagi." ucap leo.
" baiklah..." ucap tika.
*** di tempat lain di sebuah kamar mewah terdengar tawa seorang wanita paruh baya.
" bawa wanita itu ke sini secepatnya bagaimana pun caranya" ucap wanita itu kepada para pengawalnya.
" baik bos...."ucap pengawal itu.
setelah mendapat perintah dari bos nya 2 pengawal itu segera pergi menuju tempat yang sudah di beri tahukan oleh bos nya.mungkin butuh waktu sekitar 8 jam untuk sampai di sana.
" benar benar mirip...." ucap wanita itu sedang melihat selembar foto seorang wanita.
" kekerasan mungkin tidak bisa menghancurkan mu.tapi cinta lah yang akan membuat mu hancur.....sean arya wiguna."!!!!! ucap wanita itu dengan penuh kebencian.
" hidup ku tidak akan tenang sebelum melihat mu hancur kamu harus merasakan apa yang anakku rasakan." ucap wanita itu lagi.
sedangkan di mansion naya sedang berusaha untuk bangun dari tidurnya.ia kesulitan menyingkirkan tangan sean yang memeluknya dengan erat.
" tuan...bangunlah ini sudah siang.bukankah anda akan ada rapat penting pagi ini.!!!" ucap naya.
" hmmm....." gumam sean.
" tuan...saya serius nanti kalau tuan terlambat gimana.." ucap naya.
" biarkan saja..." ucap sean santai.
" mereka tidak akan memulai rapatnya jika aku belum datang." ucap sean malah mempererat pelukannya.
" memang enak ya kalau jadi bos itu.." ucap sean.
" tapi lepaskan dulu tangan tuan saya mau mandi." ucap naya yang masih berusaha melepaskan tangan sean.
" nanti...aku masih ingin memeluk mu." ucap sean meletakan kepalanya di dada naya.
" kamu tahu pelukan mu itu selalu membuat ku nyaman." ucap sean.
" tapi tuan harus mulai belajar untuk tidak manja seperti ini,nanti kalau saya tidak ada gimana...????" ucap naya.
sean langsung mengangkat kepalanya dan menatap naya.
" apa maksud kamu..." ucap sean.
" emang kamu mau ke mana..??? tanya sean.
" kenapa aku bicara seperti itu ya.." batin naya yang heran kenapa dirinya mengatakan hal itu seolah dia akan pergi.
" apa maksud kamu bicara seperti itu.....sayang" tanya sean.
" saya juga tidak tahu tuan...kenapa saya tiba tiba bicara seperti itu." ucap naya.
" jangan pernah bicara yang aneh aneh...aku tidak suka." ucap sean.
" aku tidak akan membiarkan mu jauh dari ku walau hanya beberapa menit." ucap sean.
" ada apa ini kenapa perasaan ku jadi tidak enak begini." batin naya.
" mungkin hanya perasaan ku saja." batin naya lagi.
" hei...kenapa kamu malah diam." ucap sean yang melihat naya bengong.
" tidak apa apa tuan...maaf ya." ucap naya.
" berikan aku satu ciuman selamat pagi dulu baru kamu bisa mandi." ucap sean yang sudah memanyunkan bibir nya.
__ADS_1
" kenapa harus seperti ini sih.. " ucap naya.
" kenapa....tidak mau" ucap sean cemberut.
" cup....." naya langsung mencium sean tapi ketika akan melepas ciumannya sean malah menahan tengkuk nya dan sekarang malah dirinya yang mengambil alih ciumannya.
naya memukul mukul dada sean agar melepaskan ciumannya tapi sean malah memperdalam ciumannya itu.
" hmm....hmnn...."' teriak naya ke habisan nafas.
sean langsung melepas ciumannya...
nafas naya tersengal sengal...
" tuan apa an sih....saya kan gak bisa nafas." ucap naya cemberut.
" maaf sayang...." ucap sean.
"habis nya bibir kamu manis jadi aku nggak tahan kalau bibir kamu di anggurin." ucap sean bercanda.
" emang nya gula...manis." ucap naya masih cemberut.
" dah ah....saya mau mandi dulu." ucap naya turun dari dari tempat.
" aku ikut sayang..." ucap sean hendak turun dari tempat tidur.
mendengar ucapan sean naya pun langsung berlari masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu.
sean tertawa terbahak bahak melihat naya yang lari dengan kencang masuk ke kamar mandi.
" kamu benar benar membuat ku gila KANAYA." batin sean berbaring lagi di tempat tidur.
setelah leo menikah sean mengganti sopir pribadinya dengan orang lain.sehingga leo tidak perlu lagi menjemput sean di mansion hanya untuk pergi ke kantor.
kini sean dan naya tiba di kantor.
" saya ke sana dulu ya sayang...." ucap naya.
sean langsung diam mendengar naya memanggilnya dengan sebutan sayang.
" kamu panggil aku apa tadi..??? tanya sean memegang tangan naya.
" ah...sudah lah mungkin aku salah dengar." ucap sean.
" ya sudah aku mau ke ruangan ku dulu." ucap sean mengecup kening naya.
" emang nya aku tadi manggil tuan apa...??? batin naya.seperti nya naya tidak sadar kalau tadi dirinya memanggil sean dengan sebutan sayang.
"tika.....!!!! panggil naya kepada tika yang sudah ada di ruangan ob.
" kamu sudah di sini..??? ucap naya.
" iya nay...." ucap tika.
" hari ini kak leo ada rapat penting jadi kami ke kantor nya lebih pagi an." ucap tika.
"aku kira kamu nggak akan bekerja lagi setelah menikah." ucap naya.
" kak leo emang sempat menyuruh ku berhenti bekerja tapi aku menolaknya." ucap tika.
" kenapa..." tanya naya.
" sama seperti mu..aku ingin selalu dekat dengan kak leo." ucap tika dengan tersenyum.
" kamu benar tika...suami kita kan ganteng dan banyak uang jadi kita harus selalu menjaga nya agar tidak ada wanita yang menggoda mereka." ucap naya.
tika dan naya saling menatap dan akhirnya mereka tertawa bersama sama....
" sudah...sudah...ayo kita bekerja." ucap tika.
" iya..." ucap naya.
naya dan tika bukan lah wanita yang gila akan harta.walau suami mereka orang kaya tapi tidak membuat mereka lupa diri.
mereka lebih memilih tetap bekerja dari pada harus berdiam diri di rumah.ya walau alasan mereka sebenarnya ingin selalu dekat dengan suami mereka.
__ADS_1
kini sean dan leo sedang melakukan rapat penting dengan para dewan direksi untuk membahas tentang proyek besar yang akan di lakukan oleh perusahaan wiguna.tidak tanggung tanggung keuntungan yang akan di dapat oleh perusahaan wiguna bukan lagi milliaran tapi trilliyunan.
proyek besar ini bisa sean dapatkan karena memang kepintaran dan kejeniusannya dan semua itu tidak luput dari campur tangan sekertaris nya yaitu leo.
rapat selesai tepat waktu makan siang tiba.
sean berencana mengajak naya makan siang di luar.
" kita mau ke mana tuan...."tanya naya.
" kita makan siang di luar." ucap sean.
" berdua..." ucap naya.
" memang kamu ingin ngajak siapa.."??? tanya sean.
" tika sama sekertaris leo..."ucap naya dengan senyum manisnya.
sean tidak akan bisa menolak kemauan istrinya.
" baiklah...." ucap sean malas karena sebenarnya ia hanya ingin makan berdua saja dengan naya.tapi karena permintaan naya maka ia tidak bisa menolaknya.
kini sean naya tika dan leo sudah berada di sebuah restoran yang sangat mewah.bagi naya dan tika ini adalah pertama kalinya bagi mereka masuk ke sebuah restoran yang sangat mewah dan sudah tentu pasti harga makanan nya pun sangat mahal.
tapi untuk sean dan leo itu sudah menjadi hal yang biasa.
" nay....lihatlah" ucap tika kepada naya dengan menatap takjub pada seluruh isi restoran itu.
" benar....aku baru pertama kali ke tempat mewah seperti ini." ucap naya.
" tapi...kenapa tidak ada pengunjung yang lainnya." ucap tika heran.
" iya ya...." ucap naya juga heran.
kini mereka sudah duduk di meja yang sudah di siap kan oleh pelayan.
tampak sean sedang berbicara dengan pemilik restoran sedangkan yang lainnya menunggu di meja sambil memilih milih menu yang akan di pesan.
" sesuai permintaan tuan saya sudah mengosongkan restoran ini khusus untuk anda dan istri.tapi saya lihat kalian datang tidak cuma berdua." ucap pemilik restoran itu.
" iya...tiba tiba rencana berubah. "ucap sean.
" apa....jadi tuan merencanakan ini hanya ingin makan berdua saja dengan ku." batin naya yang tidak sengaja mendengar percakapan sean dan pemilik restoran itu.
" ya...tuhan kenapa aku tidak peka seperti ini." batin naya merasa bersalah.
melihat sean selesai bicara naya buru buru kembali ke meja makan bergabung bersama tika dan leo.
" apa kalian sudah memilih menu nya." ??? tanya sean yang sudah datang bergabung dengan yang lainnya.
" sayang kamu mau makan apa..????" tanya sean kepada naya.
" ya...." ucap naya yang kaget karena dirinya dari tadi sedang melamun.
" kamu kenapa malah bengong." ucap sean.
" pilihlah apa yang kamu mau." ucap sean.
naya bukannya memilih makanan yang akan di pesan tapi malah melihat terus wajah sean yang sedang melihat lihat buku menu.
" apa kami sudah memilih.." tanya sean.
" saya samakan saja sama tuan..." ucap naya.
"baiklah...." ucap sean.
tika dan leo pun sudah memilih makanan apa yang akan di pesan.
pelayan segera menyiapkan semua makanan yang sudah di pesan.
tiba tiba naya menggenggam tangan sean yang ada di bawah meja.
"terima kasih tuan..." ucap naya dengan tersenyum.
restorannya....
__ADS_1
bersambung....