
sudah hampir 1 bulan naya menjadi istri sean.selama itu pula tidak ada perubahan apapun dengan hubungan mereka.hubungan layaknya sepasang suami istri seperti pasangan lainnya.naya mulai bosan dengan kegiatannya yang hanya di habiskan di dalam mansion.ia ingin melakukan kegiatan di luar mansion.
ya.....bekerja itu yang ada dalam pikiran naya saat ini.selama menjadi istri sean naya tidak pernah di beri uang sama sekali oleh sean.bukan karena pelit ataupun tidak punya uang,harta yang di miliki sean tidak akan pernah habis sampai tujuh turunan.tapi memang sean tidak pernah peduli apapun yang berhubungan dengan kanaya.
untuk memenuhi kebutuhan kewanitaannya pun naya selalu merepotkan mia.beruntung mia sangat tahu keadaan naya sehingga mia selalu membantu kebutuhan naya.
tapi mau sampai kapan naya terus merepotkan mia.karena itu naya ingin bekerja.paling tidak di saat tidak ada harapan untuk mendapatkan cinta sean dan ia harus pergi jauh dari keluarga wiguna naya punya tabungan untuk melanjutkan hidup nya sendiri.
hari ini naya sudah punya rencana untuk meminta izin kepada sean.
seperti biasa pagi hari naya sudah memulai perannya menjadi seorang istri.membangunkan sean dan menyiapkan semua keperluan untuk ke kantor dan menyiapkan sarapan.
sean sudah berada di meja makan.naya bingung harus bagaimana caranya minta izin agar dirinya di izinkan untuk bekerja.
" tuan...." panggil naya memulai pembicaraan.
" bolehkah saya bekerja...." ucap naya
" syukurlah kamu sadar diri,lagi pula aku tidak sudi harus mengeluarkan uangku untuk mu" ucap sean sinis
" degh,,,,....benar benar sakit hati naya mendengar ucapan sean,tapi naya sadar diri siapa lah dirinya bagi sean.seorang istri yang tak pernah di inginkan.
" tapi ingat sebelum aku pulang kamu harus sudah ada di rumah,jika kamu melanggar kamu akan mendapat konsekuensinya.." ucap sean.
" baik tuan....terima kasih.." ucap naya senang karena sean mengizinkan ia bekerja.
berbekal ijazah smp naya bersiap siap untuk mencari pekerjaan.
" naya apa kamu yakin ingin bekerja. " tanya mia.di jawab naya dengan anggukan.
" aku ingin mengumpulkan uang untuk masa depan ku,karena aku tidak yakin apa kah aku akan lama tinggal di sini atau tidak.." ucap naya sedih
" kamu yang kuat ya..." mia memberi semangat.
naya keluar dari gerbang mansion.karena mansion keluarga wiguna jauh dari jalan raya terpaksa naya harus berjalan kaki terlebih dahulu untuk menemukan kendaraan umum.
sebenarnya banyak mobil mewah berjajar rapih di dalam bagasi sopir pun ada tapi mana mungkin sean akan mengizinkan naya menaiki mobil mobil mewahnya itu,lagi pula tidak mungkin naya punya pikiran untuk menaiki mobil sean.
naya sudah sampai di pinggir jalan raya dan saatnya untuk mencari angkot.hanya dengan bermodalkan ijazah smp paling tidak bekerja di toko mungkib ada yang mau menerimanya.
naya menaiki angkot dan kemudian turun di tempat di mana banyak toko toko berjajar di pinggir jalan raya atau toko toko di dekat mall.satu persatu toko mulai naya coba untuk melamar pekerjaan.
sudah ada 10 toko yang coba naya tanyakan tapi tidak ada satu pun dari mereka yang mau mempekerjakannya.karena yang mereka inginkan adalah pegawai minimal lulusan sma.
tapi naya tidak putus asa ia terus berjalan menelusuri pinggiran kota.bagi naya pekerjaan apapun itu tidak masalah baginya yang penting halal.
pahit getir kehidupan yang naya jalani dulu sangatlah sulit dan itu naya anggap sebuah pengalaman.jadi sekarang sesulit apapun hidup yang sedang di jalaninya sudah menjadi sesuatu hal yang biasa untuknya.
__ADS_1
karena lelah akhirnya naya memutuskan untuk beristirahat dulu,duduk di bangku taman sambil meminum air putih yang naya bawa dari rumah.
" kemana lagi ya....ini sudah hampir sore,aku harus segera pulang sebelum tuan sean pulang" batin naya.
naya gelisah karena sudah 1 jam ia tidak mendapat kan angkot.ia takut seandainya ia telat pulang pasti tuan sean akan marah.
akhirnya setelah lama nenunggu angkotbpyn datang.
sesampainya di jalan masuk mansion,naya berjalan sangat cepat selain takut terlambat pulang jalanan pun sudah sepi karena sekarang sudah jam 8 malam.
" tuan bukan kah itu nona naya...." tunjuk leo saat melihat naya sedang berjalan cepat.
sean langsung menoleh ke arah yang di tunjuk leo.
" gadis itu......" batin sean
" apa sebaiknya nona naya pulang bersama kita tuan" ucap leo
" tidak perlu...." jawab sean ketus
naya melihat mobil sean lewat berharap sean akan menawari tumpangan ,tapi ternyata yang di pikirkan naya hanya lah mimpi belaka.
" tuan.....apa anda tidak melihat saya di sini" batin naya sedih.
naya segera berlari...tapi mobil sean sudah memasuki halaman mansion.
sean turun dari mobil leo pun langsung pamit untuk pulang ke apartemennya.
tampak dari kejauhan sean terus memperhatikan naya yang sedang berlari..
" ma...maaf tuan saya terlambat " ucap naya dengan nafas yang tersengal sengal karena ia harus berlari untuk segera sampai ke mansion.dan benar saja sean sudah berdiri di depan pintu dengan melipat ke dua tangan di dadanya.
naya merasa akan ada badai malam ini....
" sudah berani ya kamu...." ucap sean
" maaf tuan....tadi saya lama menunggu angkot jadi telat pulang.." ucap naya dengan kepala tertunduk.
" kriuk...kriuk....kriuk..." naya memegangi perutnya dan merasa malu kepada sean karena cacing cacing di perutnya sedang meminta jatah makan malam.
" maaf tuan....seharian ini saya belum makan"ucap naya malu
sean menatap naya dari ujung kepala sampai ujung kaki,rambut yang acak acakan baju yang lusuh dan penuh keringat sandal yang di pakainya pun hanya sendal rumahan biasa.
mungkin sean sedikit kasihan melihat kondisi naya saat ini sehingga tanpa komentar apapun sean langsung meninggalkan naya dan segera masuk ke kamarnya.
naya terdiam heran.....
__ADS_1
" apa aku tidak salah lihat, tuan tidak marah ada apa dengannya? apa tuan salah makan hari ini." ucap naya
tanpa lama lama naya pun segera masuk ke dalam dan tidak lupa ia mengunci pintu.
setelah selesai mandi naya menghampiri mia yang sedang sibuk memasak.
" maaf aku telat pulang jadi tidak bisa membantu mu memasak" ucap naya
" udah...jangan di pikirin.kamu pasti lapar kan??? tanya mia tersenyum.
naya hanya tersenyum mengangguk karena ia memang sedang sangat kelaparan.
" aku mau menyiapkan makan malam untuk tuan sean dulu ya.." ucap mia
" heeh...." angguk naya dengan mulut yang di penuhi makanan.
naya hanya memperhatikan mia yang sedang menata makanan di atas meja makan.
" apa mungkin suatu saat nanti aku bisa makan satu meja bersama tuan sean." batin naya sedih
" naya apa yang kamu pikirkan..." memukul kepalanya sendiri agar ia sadar dengan mimpinya itu.
tampak sean berjalan menuju meja makan duduk lalu memulai makan malamnya.dari dapur naya terus memperhatikan sean memegang dadanya seakan ada sedikit rasa yang menyelinap setiap naya memandang sean.
" tuan...bolehkah jika aku mencintai mu..." batin naya sedih.
melamun sendiri di dalam kamarnya entah apa yang sedang di pikirkan oleh naya saat ini.
" apa yang sedang kamu pikirkan nay...." tanya mia tiba tiba masuk ke kamar naya.
" mia...kamu mengagetkan ku saja" naya terkejut
" apa dapat pekerjaannya..." tanya mia.
naya menggelengkan kepalanya.
" kenapa kamu tidak bekerja di perusahaan tuan sean saja,jadi sekertarisnya kek..." ucap mia bercanda
" sekertaris dari mana nya,ijazahku saja smp."ucap naya.
" bercanda.." mia senyum senyum.
" kalau officegirl gimana kayanya itu mah ga perlu sekolah yang lulusan sarjana." jelas mia
sejenak naya berfikir,ada benernya juga yang di katakan mia,tapi apa mungkin tuan sean mau menerima dirinya bekerja di perusahaannya.
bersambung....
__ADS_1