Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.29 makan malam sederhana


__ADS_3

" hei....kenapa mobil ini jalannya lambat sekali "ucap sean marah.


" tuan ini sudah kecepatan yang paling tinggi.." ucap leo.


" lalu kenapa belum juga sampai...." ucap sean resah.


" tuan.....sebenarnya ada apa kenapa tuan ingin sekali cepat sampai ke mansion." ucap leo.


sean yang di tanya seperti itu tiba tiba diam....


" dari tadi siang tuan gelisah sekali dan ingin cepat cepat pulang.." ucap leo.


"apa karena tuan merindukan nona naya..." ucap leo.


sean yang mendengarkan apa yang dikatakan leo diam dan berfikir benarkah ia merindukan istrinya itu.


" apa benar aku merindukannya....." batin sean.


" wah.....sepertinya tuan sudah bucin nih sama nona." ucap leo meledek sean.


" bucin..????? ucap sean.


" iya...budak cinta."


" hati hati tuan kalau anda sudah bucin sama nona anda pasti akan takhluk sama nona." ucap leo.


" itu tidak mungkin terjadi..." ucap sean dengan pedenya.


" benarkah...." ucap leo.


" apa kamu tidak percaya padaku." ucap sean mulai marah.


melihat tuannya sudah marah leo hanya bisa meng iyakan saja apa yang dikatakan sean dari pada nyawanya yang terancam.


sampai di mansion sean segera masuk sedangkan leo langsung pamit pulang ke apartemennya.


sean pulang di sambut oleh pak mus....


" selamat malam tuan.." ucap pak mus.


" di mana naya..." tanya sean.


" nona ada dikamarnya tuan,dari tadi nona sangat gelisah menunggu tuan pulang,saya menyuruhnya istirahat karena nona terlihat sangat lelah...nona juga belum makan dari tadi nona ingin makan bersama tuan." ucap pak mus.


" benarkah......" batin sean.


sean memberikan tas dan jas nya kepada pak mus,sedangkan dirinya pergi ke kamar naya.


perlahan sean membuka pintu kamar naya.di lihatlah sebuah kamar yang sangat kecil dengan lampu yang sangat redup.


sean terdiam melihat kondisi kamar tersebut. bagaimana bisa ia tega menyuruh istrinya selama ini tidur di kamar ini.di lihatnya naya yang sedang tidur meringkuk dikasur yang sangat tipis memakai selimut kecil yang bahkan tidak bisa menutupi kakinya.


sean perlahan mendekati naya ,sean berjongkok menatap wajah naya di sana nampak ada sisa air mata si kelopak mata naya yang sepertinya ia habis menangis.seanpun terheran saat melihat selembar foto yang sedang di peluk naya di dalam tidurnya.


perlahan sean mengambil foto itu ia penasaran foto siapa yang sedang di peluk naya.


sean terkejut karena ternyata itu adalah foto dirinya.sean menatap wajah naya...


" sebegitukah kamu mencintaiku kanaya.." batin sean.


sean merasa dirinya bodoh,karena selama ini ia menutup rapat mata dan hatinya karena sebuah ego dan kesalahpahaman sehingga ia tidak bisa melihat begitu besar cinta naya kepadanya.


sean langsung mengangkat tubuh naya dan membawanya ke kamarnya.


perlahan sean meletakan tubuh naya di ranjangnya menyelimuti tubuh naya dengan selimut yang tebal dan lembut.


karena seharian melakukan perjalanan keluar kota tubuh sean terasa lengket dan bau keringat.ia pun segera membersihkan dirinya ke kamar mandi.


saat sean di kamar mandi naya terbangun karena perutnya terasa sangat lapar.


naya membuka kedua matanya melihat di sekeliling kamar dan heran kenapa ia ada di kamar sean.


" ini kan kamar tuan sean,bagaimana aku bisa ada di sini,perasaan aku tadi tidur dikamarku." ucap naya bingung.


menyebut nama sean tiba tiba naya teringat apakah suaminya itu sudah pulang atau belum.selain khawatir naya juga sangat merindukan sean walau baru tadi siang ia di tinggal keluar kota.


biarlah dikatakan lebay memang inilah yang di rasakan naya saat ini sangat merindukan sean.


naya segera turun dari tempat tidur untuk mengecek apakah sean sudah pulang atau belum.tapi belum juga kakinya menginjak lantai naya di kejutkan oleh pintu kamar mandi yang terbuka.

__ADS_1


mata naya berkaca kaca saat melihat siapa yang keluar dari kamar mandi.


ya....dialah sean keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk saja.


tanpa menunggu lama naya langsung berlari dan menghambur ke pelukan sean.


sean yang mendapatkan pelukan mendadak di buat terkejut.


larut dalam kerinduan naya baru tersadar kalau dirinya sedanh memeluk tubuh sean.naya langsung melepas pelukannya dan sean di buat terkejut dengan apa yang di lakukan naya.


naya berusaha mengelap dada sean dengan tangannya.


" apa yang kamu lakukan..." tanya sean bingung mencengkram tangan naya


" saya takut tuan jijik karena saya sudah memeluk tuan,jadi saya...." belum selesai bicara tiba tiba sean menarik tangan naya sehingga naya masuk dalam dekapan hangat sean.


" jangan pernah berkata seperti itu..." ucap sean masih memeluk naya.


sean melepas pelukannya...menatap mata naya lalu mencium kening naya.


" kamu istri ku mana mungkin aku jijik pada istri ku sendiri.." ucap sean.


naya terharu terasa semuanya mimpi sampai ia tidak sanggup menahan air matanya.naya langsung memeluk sean dengan erat.


" terima kasih tuan...." ucap naya di sela isak tangisnya.


sean membalas pelukan naya dan mencium kepala naya.mereka larut dalam kerinduan.


" kriukk...kriukk..." tiba tiba terdengar suara aneh dari perut naya.


naya melepas pelukannya dan tersenyum malu kepada sean.


" saya lapar tuan...." ucap naya menunduk malu.


" apa kamu belum makan dari tadi...." tanya sean.


naya mengangguk..


" apa karena menunggu ku.." tanya sean lagi.


naya mengangguk..


" tidak tuan...ini sudah terlalu malam pak mus pasti sudah tidur..." ucap naya.


" saya ingin makan mie instan biar saya masak sendiri saja,apa tuan juga mau biar saya buatkan sekalian..." ucap naya.


" mie instan...??? ucap sean heran.


" iya mie instan,apa tuan tidak pernah memakannya..." tanya naya.


sean menggelengkan kepalanya....


" benarkah...kalau begitu tuan harus mencobanya.pakailah baju tuan saya akan menunggu tuan di bawah " ucap naya lalu pergi menuju dapur.


sean segera memakai bajunya dan turun menyusul naya.


saat ke dapur ternyata naya sudah selesai memasak mie instan 2 porsi.


" cobalah tuan..." ucap naya menyodorkan semangkuk mie instan komplit dengan berbagai toping.


sean melihat mie tersebut....


" sepertinya enak...." gumama sean.


tanpa menunggu lama lagi sean menyantap mie tersebut.naya terus memperhatikan sean yang sepertinya menyukai mie buatannya.


"makan malam sederhana yang enak..." ucap sean tanpa terasa mie nya sudah habis dengan cepat.


" apa benar tuan belum pernah makan mie instan seperti ini " tanya naya penasaran.


" belum pernah....baru kali ini.." ucap sean.


" kalau saya hampir setiap hari memakannya,karena dulu kalau saya tidak dikasih makan nasi sama ibu tiri saya ,saya pasti akan makan mie instan.." ucap naya.


" tidak di beri makan nasi...???? ucap sean.


" iya....dulu saya jarang di kasih makan,jadi saya terpaksa makan mie instan,itu pun saya harus bekerja dulu untuk mendapatkan uang nya." ucap naya.


sean tidak menyangka kalau ternyata kehidupan naya begitu sulit.

__ADS_1


" apa kamu sangat menyukai mie instan" tanya sean.


naya mengangguk sambil memakan mie nya.


" kalau begitu besok aku akan membangun pabrik mie instan untukmu.." ucap sean.


" uhukk...uhukk..."


naya terbatuk batuk mendengar perkataan sean.


" hei...pelan pelan saja makannya.." ucap sean sambil mengambilkan minum untuk naya. mu


" apa yang tuan katakan,itu tidak perlu..tuan lakukan,anda terlalu berlebihan." ucap naya.


setelah selesai makan sean kembali ke kamar sedangkan naya membersihkan mangkuk bekas mereka makan tadi.


setelah selesai mencuci mangkuk naya kembali ke kamar.terlihat sean sedang memainkan hp nya di tempat tidur.


naya pun menyusul sean naik ke tempat tidur.mulai saat ini naya harus mulai membiasakan diri menjadi istri yang di cintai oleh sean.


" tuan....." panggil naya.


" bisakah kamu tidak memanggil ku tuan..." ucap sean tanpa menoleh ke arah naya.


" lalu saya harus memenggil tuan apa..." tanya naya bingung.


sean menatap naya....


" terserah yang penting jangan tuan...." ucap sean.


" tapi saya lebih suka memanggil tuan...dengan sebutan tuan" ucap naya.


" terserah lah...." ucap sean mematikan hp nya berbaring dan menyelimuti tubuhnya untuk segera tidur.


" tidurlah....ini sudah sangat malam." ucap sean


" tuan...bolehkah saya tidur sambil memeluk tuan.." ucap naya ragu takut sean marah.


sean menatap naya....


" kemarilah..." ucap sean.


naya sangat senang karena sean tidak marah.tanpa menunggu lagi naya langsung tidur menyandarkan kepalanya ke dada bidang sean tangannya memeluk erat perut sean.


mereka tidur dalam satu selimut.sean sudah tidur karena sepertinya ia sangat lelah setelah seharian bekerja.


sedangkan naya masih belum memejamkan matanya.ia sibuk memandangi wajah sean memainkan wajah sean dengan jari jarinya.


" terima kasih sudah mau menerimaku tuan..." batin naya.


naya benar benar masih tidak percaya kini ia bisa tidur dalam pelukan sang suami yang selama ini ia sangat cintai,tidak seperti sebelumnya naya hanya bisa tidur memeluk foto sean.


naya memberanikan diri mencium pipi sean karena naya pikir sean pasti tidak akan tahu karena sedang tidur..


" sudah berani ya sekarang.." ucap sean masih menutup matanya.


naya terkejut sekaligus malu..


" tu...tuan belum tidur.." ucap naya gugup.


" bagaimana aku bisa tidur dari tadi kamu memainkan wajahku terus dan sekarang kamu sudah berani menciumku.." ucap sean.


" tuan marah...." tanya naya.


sean membuka matanya menatap wajah istrinya yang malu karena kepergok mencium pipinya.


" kenapa harus marah...kamu mau mencium yang ini...ini...ini...atau semua yang ada di tubuhku juga tidak apa apa" ucap sean menunjuk kening mata dan bibir.


pipi naya sudah merona mendengar apa yang di ucapkan sean.


" sudah ah... saya mau tidur.." ucap naya.


karena malu naya lebih memilih untuk tidur...


dan tidak lupa tetap dengan posisi memeluk sean.


sean tersenyum melihat pipi naya yang merona...


dengan lembut sean mencium pucuk kepala naya dan menyelimuti tubuh naya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2