
" sayang kamu yakin mau masuk ke sana..???? tanya sean saat melihat keadaan pasar yang kotor dan kumuh.
" memang nya kenapa tuan..."??? tanya naya heran.
" pasar itu sangat kotor." ucap sean.
" kenapa tidak ke mall saja sih." ucap sean.
"ke mall kan sangat jauh dari sini." ucap naya.
" kalau tuan tidak mau masuk ke sana sebaik nya tuan tunggu saja di mobil." ucap naya.
" tidak....aku tidak akan membiarkan mu ke sana sendirian." ucap sean.
" tapi kan tadi tuan bilang pasar nya kotor." ucap naya.
" ayo...." ucap sean keluar dari mobil lalu membukakan pintu untuk naya.
naya tersenyum demi diri nya sean rela pergi ke pasar yang kotor.
saat sudah keluar dari mobil tidak lupa sean selalu menggandeng tangan naya.apalagi melihat naya berjalan dengan perut nya yang besar sean pasti akan lebih berhati hati untuk menjaga naya.
naya dan sean berjalan di depan sedangkan yang lain nya berjalan di belakang bak pengawal yang sedang mengawal raja dan ratu.
saat memasuki pasar semua mata tertuju pada rombongan sean.mereka benar benar sangat kagum akan ketampanan sean begitu juga dengan leo yang tidak kalah tampan nya.
dari anak muda sampai emak emak mereka sampai tidak berkedip menatap ciptaan tuhan yang sangat sempurna.
" sayang....apa ada yang salah dengan ku,kenapa semua orang menatap ku seperti itu.??" tanya sean merasa risih dengan tatapan mereka.
" mereka menatap tuan karena tuan sangat tampan." ucap naya.
" benar kah..." ucap sean menatap naya.
" kenapa tuan menatap saya begitu...???? tanya naya aneh saat sean menatap nya.
" baru kali ini kamu mengatakan kalau suami mu ini tampan." ucap sean merasa senang.
" bukan saya tuan tapi mereka." tunjuk naya kepada orang orang yang dari tadi terus menatap sean.
" kak....itu toko sepatu nya." ucap sifa menunjuk ke salah satu toko sepatu yang toko nya tidak terlalu besar.
" nay....kita ke sana dulu ya." ucap tika.
" iya..." ucap naya mengikuti tika.
" hati hati sayang jalan nya.." ucap sean.
naya hanya tersenyum melihat perhatian sean kepadanya.
" sifa mau pilih yang mana...????" tanya tika.
" sebentar ya kak..." ucap sifa melihat satu persatu sepatu yang terpajang rapih di setiap sudut toko.
" yang ini kak..." ucap sifa.
tika mengambil sepatu itu lalu menanyakan harga kepada penjaga toko nya.
" pak yang ini berapa harga nya..????" tanya tika.
"50 ribu nona..." ucap penjaga toko itu.
" apaaa ......" ucap tika terkejut.
" murah sekali".batin tika karena kalau di mall biasa nya satu pasang sepatu harganya bisa mencapai 500 ribu.
karena harga yang murah tika menyuruh sifa untuk mengambil 2 pasang sepatu.
di sisi lain naya sedang melihat lihat sepatu untuk bayi.
" lucu sekali..." ucap naya saat melihat sepatu bayi berwarna pink.
"apa kamu suka..." ???? tanya sean.
" iya tuan ini lucu sekali." ucap naya.
" kalau kamu suka kamu bisa membeli nya." ucap sean.
" tapi tuan...kita kan belum tahu anak kita laki laki atau perempuan." ucap sean.
" kamu kan bisa beli ke dua nya yang pink dan juga yang biru." ucap sean.
" tapi tuan...kan sayang kalau nanti yang satu nya tidak kepakai." ucap naya.
sean tidak bisa lagi berkata apa apa.
" tuan nanti kalau kandungan saya sudah 7 bulan saya mau melakukan USG agar kita tahu jenis kelamin anak kita boleh." ucap naya.
sean mengangguk dan tersenyum....
" terima kasih..." ucap naya memegang tangan sean.
" sifa sudah pilih sepatu nya???" tanya naya
" sudah kak....sifa beli 2 sepatu." ucap sifa senang.
__ADS_1
" benar kah...." ucap naya.
" tas sifa kan juga sudah rusak kita beli juga ya." kata naya.
" iya kak..." ucap sifa.
" ya sudah ayo kita cari toko tas nya." ucap tika menggandeng tangan leo dan juga sifa.
setelah menemukan toko tas nya tika dan sifa langsung memilih milih tas yang bagus.sedang kan naya malah berbelok ke toko di sebelah nya yaitu toko pakaian.
di luar toko naya berdiri dan menatap pakaian yang terpajang di depan toko.
selama tinggal di rumah bu aminah tidak pernah sekali pun naya membeli baju.saat hamil pun naya memakai baju milik bu aminah.
sean bingung melihat istri nya yang diam dan begitu serius menatap baju yang ada di toko itu.
" sayang kamu kenapa...????" tanya sean.
" tuan....itu." ucap naya menunjuk ke arah sebuah baju untuk ibu hamil.
" selama saya hamil saya memakai baju bu aminah." ucap naya.
pantas saja saat pertama bertemu sean melihat naya dengan baju yang sangat usang dan lusuh.
" apa kamu mau...???" tanya sean.
naya mengangguk...
sean langsung mengajak naya masuk ke dalam toko.
" pilih lah yang kamu suka.." ucap sean.
dengan senang nya naya langsung memilih baju yang ia sukai.
sean dapat melihat kebahagian di wajah sang istri.hanya sebuah baju saja naya begitu sangat senang.
rasa bersalah sean pun muncul lagi.karena diri nya sang istri hidup dalam keprihatinan untuk membeli satu baju pun naya tidak mampu.
" sudah tuan..." ucap naya.
" kenapa hanya 1..." tanya sean.
" harga nya mahal tuan." ucap naya.
sean mengerut kan kening nya....
" memang nya berapa harga nya." ??? tanya sean.
" 200 ribu...." ucap naya.
naya menggeleng kan kepala nya...
" 200 juta..." ucap sean.
" apaaa....." ucap naya terkejut.
" jadi kalau hanya 200 ribu saja bukan masalah buat ku." ucap sean.
sean memanggil penjaga toko...
" ambil kan 20 baju ibu hamil yang bagus bagus dan langsung bungkus." ucap sean.
" baik tuan..." ucap penjaga toko.
" tuan banyak sekali..." ucap naya.
sean hanya tersenyum....
"' berapa semua nya..????" tanya sean datar.
" semua nya 4 juta tuan." ucap penjaga toko.
" ini..." ucap sean memberikan sebuah gold card.
" maaf tuan pakai uang cash saja di sini tidak bisa pakai yang seperti itu." ucap penjaga toko.
sean lupa di mana diri nya saat ini...di pasar perkampungan terpencil mana ada yang memakai kartu kredit.
sean langsung menelpon leo....
"cepat ke sini..." ucap sean langsung menutup sambungan telpon nya.
"sayang....di mana tuan dan nona."???? tanya leo kepada tika.
" iya ya kemana mereka..???? ucap tika.
karena tidak sabaran sean menelpon leo lagi...
" kenapa belum ke sini juga.???" teriak sean.
" tuan ada di mana....????" tanya leo.
" aku ada di toko sebelah." ucap sean.
" baik tuan saya akan segera ke sana." ucap leo.
__ADS_1
" sayang...tuan dan nona ada di toko sebelah aku mau ke sana dulu kamu tunggu di sini ya." ucap leo.
" iya..." ucap tika.
leo segera pergi ke toko sebelah....
" kenapa lama sekali.???" teriak sean.
" saya kan tidak tahu tuan ada di mana." ucap leo.
" alasan saja kamu.." ucap sean.
" cepat bayar baju baju ini aku tidak bawa uang cash." ucap sean.
" baik tuan...." ucap leo menghampiri penjaga toko.
leo langsung membayar semua nya....
" sekertaris leo apa tika sudah selesai belanja nya????" tanya naya.
" belum nona tika masih di toko tas." ucap leo.
" apa kamu cape sayang..." ???? tanya sean.
" sedikit tuan...." ucap naya.
" ya sudah ayo kita pulang." ucap sean.
" tunggu tuan....saya masih ingin di sini." ucap naya.
" tapi kamu sudah kecapean." ucap sean.
" saya hanya lapar tuan...saya ingin makan baso." ucap naya.
" apa...." ucap sean heran.
" sambil nunggu tika selesai belanja kita makan baso dulu ya." ucap naya.
" tapi...?????? ucap sean.
naya memasang wajah memelas sambil menggengg tangan sean.
sean merasa sikap manja dan polos naya sudah kembali seperti dulu dan itu membuat sean senang.
" baik lah...." ucap sean.
" tapi di mana kita akan makan baso..???" tanya sean.
" di sana tadi saya lihat ..." ucap naya.
" sekertaris leo mau ikut.???" tanya naya.
" tidak nona sebaik nya saya menemui tika nanti saya menyusul." ucap leo.
" baik lah..." ucap naya.
" bawa itu semua.." ucap sean kepada leo.
" baik tuan..." ucap leo.
leo kembali menemui tika sedangkan sean dan naya pergi ke tempat penjual baso.
" pak pesen baso nya 2 ya..." ucap naya.
" aku tidak mau sayang..." ucap sean.
" cobalah tuan enak kok." ucap naya.
sean tidak bisa menolak keinginan istri nya walau sebenar nya sean merasa tidak nyaman dengan tempat nya.
" terima kasih pak..." ucap naya kepada penjual baso.
" akhir nya bisa makan baso juga.." ucap naya lirih.
" kenapa sayang..???" tanya sean.
" sebenar nya dari dulu saya ingin sekali makan baso tapi tidak punya uang." ucap naya.
" kalau pun ada uang nya lebih baik di belikan beras jadi bisa buat makan bersama sifa dan bu aminah." ucap naya.
sean diam....
" ya sudah sekarang makan lah." ucap sean membelai kepala naya.
naya mengangguk dan langsung memakan baso yang ada di hadapan nya.belum juga 5 menit baso dalam mangkok itu sudah habis.
" ini makan lah..." ucap sean menyodor kan baso milik nya.
" tapi...." ucap naya.
" tidak apa aku tidak lapar." ucap sean.
dengan senang hati naya langsung menyantap baso tersebut.
sean tersenyum melihat naya makan baso dengan lahap nya.
__ADS_1
bersambung.....