Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.94 baju bekas.


__ADS_3

" apaaaa.....jadi wanita itu adalah saudara kembar nya naya." teriak tika membuat leo kaget.


" sayang jangan berteriak seperti itu kamu membuat ku kaget." ucap leo.


" bagaimana aku tidak teriak...itu tidak mungkin.yang aku tahu saudara kembar naya sudah meninggal saat mereka baru di lahirkan." ucap tika.


" jadi...kamu tahu tentang hal itu.???? tanya leo terkejut.


" tentu saja aku tahu,dulu naya pernah cerita tentang saudara kembar nya." ucap tika.


" tapi menurut cerita dari ibu nya naya saudara kembar naya meninggal saat baru di lahirkan." ucap tika.


" tidak.....saudara kembar nona masih hidup dan semua ini adalah perbuatan mira ibu tiri nona." ucap leo.


" apaa.....mak lampir itu." ucap tika.


" benar benar keterlaluan wanita jahat itu." ucap tika.


" lalu....sekarang di mana saudara kembar nya naya." ucap tika.


" nama nya yolanda dia sekarang koma di rumah sakit." ucap leo.


" memang nya apa yang terjadi..??? tanya leo.


" sudah lah..sayang....kalau harus di ceritain semua nya aku kapan tidur nya aku sudah sangat ngantuk." ucap leo.


" tapi...aku pengin tahu cerita nya." ucap tika.


" besok saja ya...." ucap leo sambil merebah kan tubuh nya dan memakai selimut.


" tapi kak...." ucap tika tidak meneruskan kata kata nya karena leo menarik nya ke dalam pelukan nya untuk segera tidur.


" selamat malam..." ucap leo mencium kening tika dan memeluknya dengan erat.


" malam kak..." ucap tika pula.


**** pagi hari****


sean sudah bangun lebih awal...


" selamat pagi tuan...." sapa pak mus.


" apa tuan akan ke kantor pagi begini.???? tanya pak mus merasa heran karena tidak seperti biasa nya tuan nya sudah rapi pagi sekali.


" aku akan mencari istri ku..." ucap sean.


" benar kah tuan....tapi kenapa baru sekarang tuan akan mencari nona." ucap pak mus.


sean menatap pak mus....


" maaf tuan....kalau saya lancang." ucap pak mus menunduk.


" tidak....ini memang semua salah ku.aku akan membawa kembali istri ku ke rumah ini" ucap sean.


" semoga tuan bisa segera menemukan nona ya tuan." ucap pak mus.


" hmmm....." ucap sean.


" selamat pagi tuan..." ucap leo yang sudah berdiri di depan mobil nya dengan tangan yang di lipat di dada nya.


" apa yang kamu lakukan di sini.??? tanya sean.


" bukan kah kita akan mencari nona." ucap leo.


" apa lengan mu sudah sembuh." ???? tanya sean.


" sudah....tuan" ucap leo.


" ayo..." ucap leo membuka kan pintu mobil untuk sean.

__ADS_1


" kita akan memulai dari mana tuan..." tanya leo.


" cari setiap pemulung yang ada di kota ini.!!!! ucap sean.


" chiiiiiiiitttt......." leo mengerem mendadak.


" hei....bodoh apa yang kamu lakukan..???? teriak sean.


" maaf kan saya tuan..." ucap leo.


" saya terkejut dengan kata kata tuan tadi." ucap leo.


" PEMULUNG..." ucap leo.


" apa maksud tuan...." ucap leo masih bingung.


"2 hari yang lalu ada seorang wanita datang menemui ku.ia bilang naya ada bersama nya dan saat ini naya menjadi seorang pemulung." ucap sean sedih.


" apaaa.....nona jadi pemulung." ucap leo terkejut.


" tapi bagaimana bisa...???? ucap leo masih tidak percaya.


" tentu saja untuk bertahan hidup." ucap sean.


" memang nya waktu tuan mengusir nona tuan tidak memberi nya uang " tanya leo.


sean diam saja...


" ya tuhan....kenapa tuan begitu tega bagaimana kalau nona kelaparan lalu nona tidur di emperan toko." ucap leo.


sean langsung menatap leo,sean tidak ingin membayangkan hal itu.


" tuan benar benar suami yang kejam." ucap leo kesal.


sean diam mungkin sean merasa sudah menjadi suami yang sangat kejam.


" di mana kamu sayang..." batin sean lagi.


sudah 5 jam sean dan leo berputat putar mengelilingi kota dan sudah puluhan pemulung mereka temui tapi jejak naya tidak terlihat juga.


" kita kemana lagi tuan ini sudah 5 jam mencari tapi nona tidak ketemu juga." ucap leo.


" terus cari...." ucap sean.


" baik tuan...." ucap leo.


" bu....naya hari ini nggak mulung dulu ya...!!! ucap naya kepada bu aminah.


" kamu kenapa...kamu sakit." ucap bu aminah.


" nggak bu...tapi kaki naya terasa nyeri." ucap naya sambil memijit mijit kaki nya.


" coba ibu lihat..." ucap bu aminah melihat kaki naya.


" kaki kamu bengkak mungkin ini pengaruh dari kehamilan kamu." ucap bu aminah.


" tunggu ya ibu ambilin obat gosok dulu." ucap bu aminah.


" biasa nya kalau wanita hamil ya begini kaki akan menjadi bengkak." ucap bu aminah sambil mengoleskan dan memijit dengan pelan kaki naya.


" kamu istirahat saja di rumah biar ibu yang mulung." ucap bu aminah.


" iya bu..." ucap naya.


" ya sudah ibu berangkat dulu ya..." ucap bu aminah.


" hati hati bu..." ucap naya.


saat ini naya sedang ada di dapur.naya sedang merebus air untuk minum.

__ADS_1


" 3 bulan lagi aku akan melahirkan tapi aku belum punya satu baju pun untuk anak ku." ucap naya sedih.


" biaya untuk melahirkan pun aku belum punya." ucap naya lagi.


" dede yang sehat... ya." ucap naya sambil mengelus elus perut nya.


" seandai nya aku masih bersama tuan sean mungkin aku tidak akan sesulit ini." batin naya.


"tidak...aku tidak boleh mengeluh.mungkin ini yang terbaik.aku harus ikhlas seandai nya aku dan tuan sean tidak akan bertemu lagi." batin naya.


sakit...saat hati berucap tapi tidak sesuai dengan apa yang kita rasakan.mencoba kuat itu hanya sebuah kedok untuk menghibur hati yang memang pada kenyataan nya telah hancur berkeping keping.


itu lah yang kini naya rasakan mencoba menghibur hati nya yang sedih walau pada kenyataan nya naya tidak ingin ada perpisahaan antara dirinya dan sean.


" sebaik nya aku mengambil air saja..." gumam naya sambil menghapus air mata nya.


di rumah bu aminah tidak ada kamar mandi ataupun keran air.hanya ada sumur tua di samping rumah dan untuk kebutuhan sehari hari seperti memasak naya harus mengambil air menggunakan ember.sedangkan untuk mandi atau mencuci baju masih bisa di dekat sumur karena masih ada penghalang dari terpal untuk menutupi nya.


dengan hati hati dan perlahan lahan naya menimba air dan mengisi kan nya pada sebuah ember kecil.lalu mengangkut nya ke dalam rumah.


" naya...." panggil bidan yuni.


" bu bidan...." ucap naya.


" kamu jangan mengangkat yang berat berat nay..." ucap bidan yuni.


" tidak ada apa apa bu...ini tidak berat kok." ucap naya.


" sini biar ibu aja yang bawa.." ucap bidan yuni mengambil ember yang ada di tangan naya.


" tidak usah bu...." ucap naya menolak.


" tidak apa apa..." ucap bidan yuni.


" terima kasih ya bu..." ucap naya.


naya dan bidan yuni masuk ke dalam rumah.


" bu bidan tumben main ke sini."??? ucap naya.


" begini nay...kemarin ibu pergi ke rumah saudara dan ini...." ucap bidan yuni memberikan sebuah tas


" ini apa bu..." ????? tanya naya.


" ini baju bekas ponakan ibu....tapi masih layak pakai kok ibu sudah pilihin yang bagus bagus." ucap bidan yuni.


" kalau kamu mau kamu boleh ambil." ucap bidan yuni.


" tapi kalau kamu tidak mau ..ya tidak apa apa " ucap bidan yuni hendak mengambil kembali tas itu.


" jangan bu....nay mau pakai kok." ucap naya langsung mengambil tas itu.


" sebenar nya nay juga sedang mikirin masalah baju dan perlengkapan anak nay nanti.sampai saat ini nay belum punya satu pun baju untuk anak nay." ucap naya sedih.


" syukurlah kalau kamu mau.nanti ibu juga bawain perlengkapan yang lain nya ya soalnya keponakan ibu kan sudah besar jadi sayang kalau baju baju nya hanya di simpan saja." ucap bidan yuni.


" terima kasih ya bu...bu bidan selama ini sudah sangat baik sama nay." ucap naya.


" nay...nggak bisa membalas kebaikan ibu." ucap naya.


" kamu nggak usah mikirin hal itu sekarang yang paling penting jaga kesehatan kamu dan juga bayi kamu." ucap bidan yuni sambil memegang perut naya.


"iya bu...." ucap naya.


" nay buka ya bu tas nya..." ucap naya merasa sangat senang dengan baju pemberian bidan yuni.


" ibu memang tidak tahu masalah rumah tangga kamu tapi ibu yakin kamu orang baik." batin bidan yuni menatap naya yang sedang sibuk melihat lihat baju bayi itu.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2