Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.102 bertemu kembali


__ADS_3

leo dan tika sudah sampai di sebuah gang dan untuk menuju alamat yang di berikan sean mobil tidak bisa masuk dan terpaksa leo dan tika harus berjalan kaki.


" kak...bener ini tempat nya.???" tanya tika.


" iya....ini alamat yang tuan sean berikan." ucap leo.


" tapi ini sebuah perkampungan kecil kak...." ucap tika.


" di mana rumah nya kak..."??? tanya tika.


" aku juga tidak tahu yang mana rumah nya." ucap leo.


" sebaik nya kita tanya sama warga di sini saja kak..." ucap tika.


" iya..." ucap leo.


" lihat kak itu ada warung kita ke sana ya aku juga haus." ucap tika.


tika dan leo pergi ke warung...


" permisi bu mau beli air minum nya." ucap tika mengambil 2 minuman dingin di dalam lemari pendingin yang ada di depan.


leo dan tika duduk di bangku yang di sediakan di depan warung sambil meminum air yang mereka beli.


" maaf seperti nya nona dan tuan ini bukan orang sini ya.???" tanya bu ani


" iya bu...." ucap tika.


" nona dan tuan mau kemana.???" tanya bu ani.


" oh ya....sampai lupa kami sedang mencari alamat bu." ucap tika.


" alamat siapa mungkin saya bisa bantu." ucap bu ani.


"'siapa kak nama nya..."??? tanya tika kepada leo.


" bu aminah...." ucap leo.


" bu aminah...???? ucap bu ani.


" iya...ibu kenal??? tanya tika.


" kalau bu aminah saya tahu rumah nya dekat kok dari sini." ucap bu ani.


" benar kah..." ucap tika senang.


" kalau boleh tahu nona ini siapa nya bu aminah ya." ??? tanya bu ani.


" kami bukan siapa siapa nya bu aminah kami hanya ingin menemui naya." ucap tika.


" naya...." ucap bu ani.


bu ani melihat tika dan leo dan memperhatikan pakaian mereka dan mobil yang mereka bawa.dari situ bu ani dapat menilai kalau mereka adalah orang orang dari kalangan atas.


" bisa tunjukan di mana rumah nya bu aminah bu." ucap tika.


" nona masuk aja ke gang itu hanya lewat 2 rumah saja kok." ucap bu ani.


" oh ya...terima kasih ya bu.ini uang untuk minumannya." ucap tika memberi uang lembaran seratus ribu.


" terima kasih saya ambil dulu kembalian nya ya." ucap bu ani.


" nggak usah bu ambil saja." ucap tika.


" terima kasih nona." ucap bu ani senang.


leo dan tika langsung menuju rumah bu aminah yang di tunjukan oleh bu ani.


" lewat 2 rumah kak..." ucap tika.


leo dan tika bengong saat melihat rumah yang kini ada di hadapan nya.


" kak...bener ini rumah nya." ucap tika masih bengong.


" mungkin.." ucap leo.


saat leo dan tika masih bengong di depan rumah bu aminah tuan sean keluar.


sean bingung saat mendapati leo dan tika diam sambil menatap rumah bu aminah.


" hei....apa yang sedang kalian lakukan di sana???" teriak sean.


" tuan..." ucap leo kaget mendengar teriakan sean.

__ADS_1


leo menarik tangan tika dan memghampiri sena.


" kenapa kalian lama sekali." ucap sean kesal.


leo bingung harus memberi alasan apa karena tidak mungkin leo bilang kalau diri nya dan tika sempat bersenang senang dulu di aparteman nya.


" jalanan macet tuan.." ucap leo berbohong.


" tika...." teriak naya.


tika terkejut saat ada yang memanggil nya..


di tatap nya sang sahabat yang sudah beberapa bulan ini ia cari.


" naya.. ." ucap tika.


tika langsung memeluk naya dan menangis bahagia.


" aku kangen banget sama kamu nay.." ucap tika.


" bagaimana kabar kamu.." ucap tika melihat keadaan naya saat ini.


tika sangat sedih melihat keadaan naya yang sekarang.tapi ia sangat senang bisa bertemu lagi dengan sahabat nya itu.


" kamu sedang hamil..???? tanya tika memegang perut naya.


naya mengangguk....


" sudah berapa bulan."??? tanya tika.


" 6 bulan.." ucap naya.


" sayang...kita sarapan dulu." ucap sean.


" iya..." ucap naya.


naya mengajak tika untuk masuk ke dalam.tika terus melihat lihat seluruh sudut rumah bu aminah.benar benar rumah yang sangat sederhana mungkin bisa di katakan sangat memprihatinkan.tidak ada perabotan apa pun di dalam nya lantai nya pun masih terbuat dari tanah.dinding dinding nya pun hanya terbuat dari bambu itu pun sudah banyak yang rusak.


" tika...mari kita sarapan." ajak naya kepada tika yang masih fokus mengamati rumah bu aminah.


" bu kenalin ini sahabat nay nama nya tika." ucap naya kepada bu aminah.


tika pun tersenyum ramah kepada bu aminah.


" dan yang itu leo sekertaris suami nay dia suaminya tika." ucap naya lagi kepada bu aminah.


" aku sifa kak..." ucap sifa.


" ya sudah kita sarapan dulu." ucap naya.


mereka sarapan bersama bersama di atas tikar usang yang bu aminah sediakan.


tika membawa bermacam macam makanan yang enak enak.


setelah selesai sarapan bu aminah segera membereskan semua nya.


" biar nay bantu bu..." ucap naya.


" tidak usah nay...sebaik nya kamu temani suami mu." ucap bu aminah.


naya melihat sean sedang berbincang dengan leo sedangkan tika sedang melihat sifa yang sedang membereskan botol botol bekas yang terkumpul di depan rumah.


" ini botol botol untuk apa..???" tanya tika.


"untuk di jual kak..." ucap sifa.


" siapa yang mengumpulkan botol ini....????" tanya tika.


" aku ibu sama kak naya." ucap sifa.


" naya...???? ucap tika.


" maksud nya...." ucap tika bingung.


" iya setiap hari aku sama kak naya berkeliling mencari botol botol bekas ini untuk di jual kak." ucap sifa.


" maksud nya naya jadi pemulung.???" tanya tika.


sifa mengangguk...


tika merasa sangat tidak percaya apa yang terjadi pada sahabat nya itu.


tika menatap naya yang baru keluar dari dalam rumah.

__ADS_1


" pantas saja sekarang naya menjadi sangat tidak terawat ternyata selama di sini naya menjadi seorang pemulung." batin tika.


naya menghampiri sean....


melihat nona nya datang leo segera pergi menghampiri tika yang sedang asik mengobrol bersama sifa.


" hei...kamu kenapa.???" tanya leo yang melihat tika melamun sambil melihat ke arah naya.


" kak....ternyata selama di sini naya menjadi seorang pemulung." ucap tika.


" tuan sean sudah menceritakan nya pada ku tadi." ucap leo.


" benarkah.." ucap tika.


" kasihan sekali naya..." ucap tika.


" karena itu tuan sean sangat merasa bersalah pada nona." ucap leo.


" oh ya sifa...bagaimana kondisi di sini sehari hari nya."??? tanya tika.


"kondisi apa kak...???? tanya sifa tidak mengerti.


" maksud nya bagaimana kalian memenuhi kebutuhan sehari sehari gitu." ucap tika.


" ya kita setiap hari pergi memulung kak..lalu hasil nya kita jual untuk beli beras." ucap sifa polos.


" memang nya dari hasil menjual botol botol ini berapa???." tanya tika kepo sedangkan leo nampak begitu serius mendengar sifa bercerita.


" ya nggak banyak sih tapi kita tetap bersyukur masih bisa beli beras." ucap sifa.


" kalau nggak dapat uang gimana." ???? tanya tika.


" ya kita nggak bisa beli beras." ucap sifa.


" lalu makan nya gimana." ???? tanya tika.


" kak naya biasanya ambil singkong di belakan rumah lalu mengukus nya." ucap sifa.


" kalian cuma makan singkong." ???? tanya tika.


sifa mengangguk....


tika langsung menatap ke arah leo...


ternyata masih banyak orang orang yang hidup susah hanya untuk makan saja mereka harus berjuang mati matian.


" sifa sekolah..." ???? tanya tika.


" iya kak..." ucap sifa.


" kelas berapa.???" tanya tika.


" kelas tiga kak...." ucap sifa.


" sifa itu sepatu siapa."??? tanya tika menunjuk ke arah sepatu butut yang sedang di jemur.


" itu sepatu sifa kak...." ucap sifa.


" sifa sekolah pake sepatu itu???" tanya tika.


" iya..." ucap sifa.


" tapi sepatu itu sudah robek kan." ucap tika.


" nggak apa apa kak....masih bisa di pakai kok." ucap sifa polos.


" emang sifa nggak malu ke sekolah pake sepatu yang robek." tanya tika.


" nggak..." ucap sifa.


" gimana kalau kita pergi jalan jalan kak tika beliin sepatu baru sifa mau..."ucap tika sambil menatap ke arah leo seakan meminta persetujuan suami nya itu.


leo mengangguk tersenyum...


" sifa mau kak...." ucap sifa senang.


" ya sudah sekarang sifa mandi dulu kita akan berangkat jalan jalan." ucap tika.


" hore...sifa mau jalan jalan." sorak sifa bahagia.


" boleh kan kak...." ??? tanya tika kepada leo.


leo mengangguk....

__ADS_1


" terima kasih..." ucap tika.


bersambung......


__ADS_2