Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.36 makan seafood


__ADS_3

akhirnya mereka berempat berangkat ke kantor bersama sama.


tika duduk didepan bersama leo.


tika merasa malu sendiri ketika melihat kedekatan sean dan naya.sepanjang perjalanan sean selalu memegang tangan naya dan sesekali ia menciumnya.


" apa aku bisa seperti mereka.." batin tika sambil melirik ke arah leo.


" bisa gila aku jika terus melihat adegan romantis mereka.." batin tika frustasi.


bagi leo hal seperti itu sudah menjadi hal yang biasa baginya.


setelah sampai di kantor mereka menuju ruangan masing masing.


" tuan saya ke sana dulu ya..." ucap naya kepada sean.


sean mengangguk sambil membelai rambut naya seperti biasa.


tika yang memperhatikan hal itupun merasa iri.


" sekertaris leo....saya juga mau ke sana ya.." ucap tika sambil senyum senyum sendiri mempraktekan yang naya lakukan tadi.ia ingin mendapat perhatian dari leo.


bukannya mendapat sebuah belaian lembut leo malah mengacuhkannya dengan wajah dinginnya dan pergi mengikuti sean tanpa memperdulikan tika.


tika mendengus kesal...naya yang melihat kelakuan sahabatnya itu pun di buat heran.


" tika....kamu kok jadi aneh gitu..." ucap naya.


" ah...sudahlah.." ucap tika kesal.


naya dan tika berjalan menuju ruang ob.


" tika sekarang ceritakan....kenapa kamu bisa bersama sekertaris leo.." tanya naya penuh selidik.


tika diam harus bercerita apa.ia tidak ingin naya tahu kesulitan yang sedang di alaminya.


" hei....ditanya malah bengong..." ucap naya mengagetkan tika yang sedang melamun.


akhirnya tika terpaksa menceritakan semua yang terjadi padanya dan kejadian di mana ia bisa bersama leo.


" kenapa kamu merahasiakan hal itu dariku..." ucap naya.


" aku tidak ingin merepotkan mu.." ucap tika.


" tika...kita bersahabat sudah lama.susah senang dulu kita lalui semuanya bersama.apa kamu lupa itu." ucap naya.


tika diam menunduk mendengar apa yang dikatakan naya.


" maaf...." ucap tika lirih.


" kamu tinggal bersama aku aja ya..." ucap naya.


" tidaak....." ucap tika dengan lantang membuat naya terkejut.


" maksudku.....aku tidak enak sama tuan sean" ucap tika gugup.


" terus kamu mau tinggal di mana..." ucap naya merasa khawatir.


" dengan sekertaris leo...." ucap tika dengan pedenya.


" apaaa...." naya terkejut.


" gak perlu teriak juga kali..." ucap tika menutup telinganya karena naya berteriak.


" kamu gak salah ngomong..." ucap naya


" nggak...." ucap tika santai sambil senyum senyum.


" apa sekertaris leo mengizinkan..." tanya naya.


" nggak...." ucap tika lagi dengan santai.


" lalu.....bagaimana kamu bisa tinggal sama sekertaris leo..kalau sekertaris leo saja tidak mengizinkan." tanya naya lagi.


"kamu tenang aja.....hal seperti itu mah gampang" ucap tika.


" tika.....jangan bilang kalau kamu suka sama sekertaris leo..????ucap naya.


tika hanya senyum senyum....


" ya ampun tika,kamu tahu kan bagaimana sikap sekertaris leo itu..dia itu seperti beruang kutub yang sangat dingin dan sepertinya juga dia tidak mempunyai hati.kamu bisa lihat kan tersenyum saja sepertinya itu adalah hal yang paling sulit baginya.bagaimana ceritanya kamu bisa suka sama dia." ucap naya heran.


" sebenarnya......aku sudah lama sangat mengagumi dia.." ucap tika.

__ADS_1


"cuma aku tidak percaya diri,dia begitu sempurna sedangkan aku hanya gadis miskin yang tidak punya apa apa.tapi ketika melihat kamu dan tuan sean aku baru sadar kalau cinta itu bisa mengalahkan segalanya karena itu aku akan mengejar cinta sekertaris leo." ucap tika penuh semangat.


naya tidak menyangka kalau sekarang sahabatnya itu ternyata sudah menjadi wanita yang dewasa.


" apa kamu sudah siap seandainya suatu hari nanti sekertaris leo tidak bisa mencintai kamu..." ucap naya.


" aku yakin aku mampu....jika cinta kita tulus hati sekeras batu pun lama lama pasti akan melunak asal kita selalu yakin.." ucap tika.


tika tampak diam mendengar ucapan naya.


seolah ia sedang berfikir memang benar apa yang di katakan naya.jadi ia harus siap dengan apapun yang terjadi nantinya.


" tika....apa kamu baik baik saja..???? tanya naya.


tika mengangguk....


" kamu doain aku saja....ya!!! ucap tika.


" siap.." ucap naya mengacungkan kan jempolnya.


di ruangan sean....


tampak sean sudah mulai di sibukan oleh pekerjaannya.


" tuan.....hari ini kita akan ada kunjungan keluar kota untuk meresmikan cabang perusahaan wiguna." ucap leo.


" baiklah .." ucap sean masih fokus pada pekerjaannya.


tika sedang membersihkan lantai dan ia melihat leo lewat di depannya ia ingin menyapany tapi saat leo ada di depannya leo terus berjalan melewatinya tanpa melihat ke arah tika seolah olah leo tidak mengenalnya.


tika bengong tanpa kata.dan terus menatap punggung leo yang terus berjalan menuju ruangannya.


" semangat tika...." batin tika mencoba menyemangati dirinya sendiri.


jam makan siang sebentar lagi tiba.naya pergi keruangan sean untuk menanyakan apa yang sean inginkan untuk makan siangnya.


tanpa mengetuk pintu naya langsung masuk keruangan sean.karena sekarang naya sudah mulai terbiasa menjalani kehidupannya sebagai nyonya wiguna.jadi di kantor ia sudah merasa di rumahnya sendiri ia bebas melakukan apapun yang ia inginkan.memang itu yang sean harapkan walau naya tetap bekerja tapi ia bebas mau melakukan apapun.


" tuan....." panggil naya menghampiri sean dan langsung duduk di kursi yang ada di depan sean.


" tuan makan siang hari ini tuan mau makan apa.."??? tanya naya.


sean melihat jam tangannya memang benar jam makan siang tinggal 5 menit lagi.


naya tersenyum ternyata sean tahu kalau itu hanya modusnya saja,berpura pura menanyakan padahal sebenarnya dirinyalah yang ingin makan yang enak enak.


" tuan tahu saja..." ucap naya merasa malu.


"kamu mau makan apa..." tanya sean.


tampak naya sedang berfikir...


" saya mau makan seafood ...." ucap naya.


" tapi yang komplit...ada kepiting,udang,cumi,kerang,ikan,cah kangkungnya sambalnya....boleh.." ucap naya dengan polosnya.


" apa kamu yakin bisa menghabiskan semuanya.." tanya sean heran.


" kan ada tuan..." ucap naya lagi.


sean tersenyum dan langsung mengambil hpnya untuk memesan makanan yang di inginkan naya.


" wah...ternyata enak ya punya suami kaya mau makan apa pun tinggal ketik langsung beres." ucap naya.


sean tersenyum mendengar ocehan istrinya...


" hari ini kamu pulanglah lebih awal akan ada sopir yang mengantar mu nanti." ucap sean.


" kenapa tidak dengan tuan..." ucap naya.


" aku ada urusan keluar kota jadi kamu jangan menungguku." ucap sean.


naya hanya mengangguk dengan wajah yang di tekuk seolah tidak suka kalau harus berjauhan dengan sean walau itu hanya sebentar.


sean melihat wajah naya yang cemberut,ia tahu benar kalau naya tidak ingin di tinggal walau hanya sebentar.


sean bangun dari tempat duduknya mendekati naya dan mencium pucuk kepalanya.


" kenapa...." ucap sean.


naya melihat ke arah sean menatapnya dalam...


" saya pasti akan sangat merindukan tuan.." ucap naya sedih.

__ADS_1


padahal cuma di tinggal sebentar....


dikantin tampak leo sedang menikmati makan siangnya sendiri.tika yang melihatnya segera menghampirinya.


" aku temenin ya..." ucap tika langsung duduk tanpa menunggu persetujuan dari leo.


leo tetap fokus pada makananya...tanpa menoleh sedikitpun pada tika.


tika pun makan tapi sesekali melirik ke pada leo.


" sekertaris leo....nanti malam aku masakin ya.kamu sukanya makan apa.." ucap tika tapi leo diam saja tidak menanggapi apa yang di katakan tika.


" oh ya....di dapur kamu kan tidak ada bahan masakan apapun nanti pulang kerja kita belanja dulu ya tapi kamu yang bayarin aku kan belum gajian jadi tidak punya uang. "ucap tika.


" hentikan omong kosong mu..." ucap leo.


" ini bukan omong kosong,aku serius." ucap tika.


leo sudah menyelesaikan makan siangnya.ia pun pergi meninggalkan tika seorang diri.


"hei...kamu mau kemana,aku belum selesai..." ucap tika.


tapi leo tidak menghiraukan panggilan tika.


" dasar beruang kutub.." ucap tika kesal.


waktu jam pulang kerja tiba naya sudah pulang di antar oleh sopir suruhan sean.


tika sedang menunggu leo diluar kantor,ia ingin pulang bersama dengan leo.


" sekertaris leo...ayo kita pulang.." ucap tika saat melihat leo.


leo mengernyitkan keningnya bingung apa yang di maksud ayo kita pulang.


" kok malah diam..." ucap tika lagi.


" diamlah kau bocah...aku akan keluar kota dengan tuan sean sekarang..." ucap leo.


" lalu aku bagaimana...." ucap tika bingung.


"itu bukan urusanku..." ucap leo.


leo dan sean sudah berangkat kini tinggalah tika sendiri.


" ya ampun....kenapa aku lupa tidak minta kunci apartemen sekertaris leo ya...." ucap tika panik.


" terus aku harus ke mana..." tika bingung.


tika tidak tahu harus ke mana.mau menghubungi naya tapi ia tidak mau merepotkannya.


" sebaiknya aku pulang ke apartemen leo saja dan menunggunya di sana." ucap tika.


hari semakin malam.naya merasa kesepian di kamar seorang diri.naya ingin menelpon sean tapi takut mengganggu.naya mencoba untuk tidur tapi tetap saja matanya tidak bisa di ajak kompromi.


sedangkan di apartemen leo,tika masih setia menunggu leo di depan pintu apartemennya.sampai lelah akhirnya tika ketiduran dilantai dengan kaki di tekuk.


" ini sudah jam 12 tapi kok tuan sean belum pulang.." ucap naya gelisah.


naya mondar mandir di kamar dengan gelisah menunggu sean.


sean dan leo sedang dalam perjalanan pulang.


" besok liburlah sehari...." ucap sean.


" benarkah tuan ..." ucap leo senang.


"hmm...." ucao sean.


" akhirnya...aku bisa libur juga.aku akan bersantai di rumah sepanjang hari .." batin leo sangat senang karena leo jarang sekali libur.


sean terus menatap jam tangannya ia ingin segera sampai di rumah untuk menemui istri kecilnya.


" kenapa lambat sekali kamu menyetirnya..." ucap sean.


" tuan ini sudah cepat...." ucap leo.


" tapi kenapa dari tadi belum sampai juga..." omel sean.


" bilang saja tuan ingin segera bertemu dengan nona..." batin leo.


" begini kalau orang lagi bucin..." batin leo.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2