
dari pada diam di kamar dengan pikiran yang semakin membuat diri nya gelisah akhir nya naya memutus kan untuk pergi ke kantor sean.ia ingin memastikan sendiri bahwa tidak ada clbk antara sean dan angela.
dengan tergesa gesa naya menuruni anak tangga tanpa menghurau kan kalau diri nya sedang hamil.
" nona....hati hati." ucap pak mus yang melihat nona nya turun dari tangga dengan tergesa gesa.
" nona mau ke mana..???" tanya pak mus.
" saya mau ke kantor tuan sean pak." ucap naya.
" apa nona sudah izin pada tuan sean.???" tanya pak mus.
naya diam.....
" tapi pak saya harus ke sana." ucap naya.
" tapi nona tetap harus izin dulu pada tuan sean." ucap pak mus.
" pak saya mohon saya harus segera ke sana." ucap naya.
" tapi nona..." ucap pak mus tidak menerus kan kata kata nya karena naya ke buru pergi.
" pak...antar saya ke kantor tuan sean." titah naya kepada salah satu sopir keluarga wiguna yang sedang membersih kan salah satu mobil sean.
" baik nona." ucap sopir itu.
pak mus segera menelpon sean dan menceritakan tentang naya yang memaksa untuk pergi ke kantor nya.
" baik lah..." ucap sean setelah menerima telpon dari pak mus.
nampak senyum kecil di sudut bibir sean.
naya sudah sampai di kantor sean dan ia segera pergi menuju ruangan sean.
tetap saja bayangan angela dan sean terus saja muncul di pikiran nya.ia tidak akan sanggup untuk menerima jika sean dan angela kembali bersama.bagaimana nasib diri nya dan anak yang sedang di kandung nya.
" nofi apa tuan sean ada." ???? tanya naya kepada nofi sekertaris sean
" iya nona tuan sean ada di ruangan nya." ucap nofi.
naya langsung pergi untuk menemui sean di ruangan nya.
saat akan mengetuk pintu ruangan sean naya diam karena mendengar sean sedang berbicara dengan seseorang di dalam.
" iya sayang....aku juga masih sangat mencintai mu." itu lah kata kata yang naya dengar dari balik pintu.
hati naya hancur mendengar suaminya mengatakan cinta pada wanita lain.air mata nya tak bisa lagi di bendung.
" tidak....ini tidak mungkin terjadi." ucap naya lirih dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipi nya.
tanpa mengetuk pintu naya langsung masuk ke dalam ruangan sean.
sean berpura pura terkejut dengan ke datangan naya karena sebenar nya ia sudah tahu kalau naya akan datang.
" sayang....kamu ngapain ke sini.???" tanya sean.
naya tidak menjawab pertanyaan sean.naya sibuk melihat ke sana ke sini mencari angela yang ia kira ada di dalam ruangan sean.
" sayang....kamu cari siapa.??? tanya sean.
naya menatap sean.....
"tuan....tadi tuan bicara dengan siapa.???" ucap naya menangis.
" aku tidak bicara dengan siapa siapa." ucap sean.
" tuan jangan bohong...saya mendengar nya tadi." ucap naya sesegukan.
" saya dengar kalau tuan bilang masih mencintai nya" ucap naya.
" katakan tuan...apa tuan memang benar masih mencintai angela." ??? tanya naya.
__ADS_1
sean diam....
naya tidak sanggup mendengar apa yang akan di katakan oleh sean tapi bagaimana pun naya harus tahu tentang perasaan sean pada angela.
dengan berusaha kuat naya siap mendengar apa pun yang di katakan sean walau itu akan sangat menyakit kan.
" katakan tuan....kenapa tuan diam." ucap naya.
" maaf kan aku...sebenar nya aku masih sangat mencintai angela dan aku berniat akan menikahi nya." ucap sean.
deghhh......
bagai di sambar petir di siang bolong naya terkejut dan syok mendengar apa yang baru saja di katakan sean.
" tapi...kamu tenang saja aku tidak akan mencerai kan mu aku akan menjadi kan angela istri ke dua ku." ucap sean sambil memegang pipi naya.
" tidak...." ucap naya menepis tangan sean.
" tuan tidak bisa melakukan ini pada saya.saya tidak mau berbagi cinta dengan wanita lain." ucap naya di sela tangis nya yang semakin terdengar memilukan.
" sayang..." ucap sean hendak memegang tangan naya.
" lepas....jangan sentuh saya." ucap naya.
" tuan jahat..." ucap naya perlahan mundur.
" tuan jahaaaat..." teriak naya.
naya segera pergi dari ruangan sean tapi langkah nya terhenti saat mendengar sean tertawa dengan sangat keras.
naya membalikan badan nya dan heran kenapa tiba tiba sean tertawa...
sean tidak sanggup lagi melihat reaksi istri nya itu.
" maaf kan aku sayang....aku hanya bercanda." ucap sean.
naya masih diam karena bingung apa maksud sean.
" aku hanya bercanda...sayang." ucap sean menangkup ke dua pipi naya.
tangis naya malah semakin keras mendengar kata kata sean.
" sayang...kenapa kamu malah semakin keras menangis nya.???" ucap sean panik dengan tangisan naya.
" tuan keterlaluan...ini tidak lucu.apa tuan tahu bagaimana perasaan saya.jantung saya hampir saja berhenti berdetak saat tuan bilang masih mencintai angela." ucap naya sesegukan.
" maaf...." ucap sean memeluk naya.
" jangan lakukan itu lagi tuan saya takut bagaimana jika itu akan terjadi." ucap naya masih memeluk sean.
" hei....itu tidak akan pernah terjadi." ucap sean melepas pelukan nya dan menangkup pipi naya.
" dengar kan aku...aku hanya mencintai mu ." ucap sean langsung menciumi pipi kening hidung dan bibir naya.
" oke..." ucap sean.
naya mengangguk dan langsung memeluk sean.
" duduk lah..." ucap sean menuntun naya untuk duduk di sofa.
" ini minum lah dulu..." ucap sean memberikan segelas air putih.
" sebentar lagi aku ada meeting kamu beristirahat dulu di sini nanti kita makan siang bareng." ucap sean.
" iya..." ucap naya.
setelah sean ke luar dari ruangan nya.naya melihat lihat seluruh isi ruangan kerja suami nya.
di tatap nya sebuah pigura kecil yang terpajang di atas meja kerja sean.
naya tersenyum saat melihat nya ternyata itu adalah foto diri nya.
__ADS_1
sudah satu jam tapi sean belum juga kembali.karena lelah menunggu akhir nya naya tertidur di sofa.
" sayang..." batin sean saat melihat istri nya tidur meringkuk di sofa.
sean mendekati naya dan di tatap nya wajah sang istri yang begitu damai dalam tidur nya.
" terima kasih kamu sudah begitu sangat mencintai ku." ucap sean lirih.
sean lalu mengangkat tubuh naya dan memindah kan nya ke kamar yang ada di ruang kerja nya.
dengan pelan pelan sean meletakan tubuh naya di atas tempat tidur.
lalu sean kembali ke meja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaan nya.
setelah 30 menit naya terbangun dan keluar dari kamar.
" tuan...." panggil naya kepada sean.
" sayang....kamu sudah bangun." ucap sean.
" kemarilah..." ucap sean menepuk paha nya agar naya duduk di pangkuan nya.
" saya berat tuan...saya duduk di sini saja." ucap naya menunjuk ke kursi yang ada di hadapan sean.
" tidak....kemarilah." ucap sean memaksa agar naya duduk di pangkuan nya.
naya pun tidak bisa menolak ke inginan suami nya itu.
dengan pelan pelan naya duduk di pangkuan sean dan mengalungkan lengan nya ke leher sean.
" apa tidur mu nyanyak..." ? tanya sean menatap wajah naya.
naya mengangguk...
" sayang...anak papah gimana kabar kamu???" ucap sean menciumi perut naya yang semakin besar karena kini kandungan naya sudah memasuki bulan ke 9.
" lihat lah mata kamu bengkak karena menangis tadi." ucap sean
" itu kan karena tuan." ucap naya cemberut.
" iya maaf..." ucap sean.
" beri aku satu ciuman." ucap sean.
" tidak mau..." ucap naya memalingkan wajah nya.
" ya sudah kalau tidak mau.. " ucap sean cemberut.
melihat wajah suami nya yang cemberut naya tidak tega.akhir nya naya sendiri yang memulai untuk mencium sean tapi saat akan melepas ciuman nya tangan sean menahan tengkuk nya agar naya tidak melepas ciuman nya itu.
dengan sangat lembut sean mencium bibir naya.ia merasa bibir istri nya sudah menjadi candu bagi nya.
di tengah ciuman itu sean mendengar suara perut yang keronconganan.sean pun melepas ciuman nya.
" sayang...apa itu perut mu yang berbunyi."??? tanya sean.
naya hanya tersenyum....
" saya lapar tuan....tadi pagi saya lupa sarapan." ucap naya.
" sayang...kenapa kamu tidak bilang dari tadi kasihan kan anak kita kelaparan."ucap sean.
" itu kan karena saya tadi buru buru ke sini nya jadi lupa untuk sarapan." ucap naya.
" ya sudah ayo kita makan." ucap sean.
" makan nya di sini saja tuan saya malas keluar." ucap naya.
" baiklah aku akan pesan kan makanan." ucap sean.
bersambung.....
__ADS_1