Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.106 meninggal


__ADS_3

tidak ada siapa pun yang tahu bagaimana alur dalam hidup yang akan kita jalani.cukup diam dan ikuti saja bagaimana takdir yang telah di tuliskan.biarlah yang lalu menjadi suatu pembelajaran untuk kita menjadi lebih dewasa dan bijaksana dalam melewati semua itu.


kini......sang mentari hadir membawa senyuman hangat nya untuk menemani kita dalam memulai kembali apa yang pernah terlewatkan.


pagi hari naya bangun lebih dulu.saat membuka mata yang pertama ia lihat adalah wajah sang suami yang masih lelap dalam tidur nyenyak nya.


naya tidak langsung bangun ia malah memandangi wajah sean.ia begitu mengagumi ketampanan sean.ia merasa sangat beruntung bisa menjadi istri nya.


di belai nya wajah sean...


"kenapa tuan begitu sempurna..." ucap naya lirih.


"sampai saya begitu menggilai tuan." ucap naya lagi.


" bibir ini.....apa tuan tahu bibir tuan selalu menggoda ku setiap saat." ucap naya saat tangan nya memegang bibir sean.


saat naya terus menatap bibir sean tanpa naya sadari sean membuka mata nya.naya kaget saat tangan nya ada yang menggenggam nya dan ternyata itu tangan sean.


" tuan..." ucap naya malu dan menarik tangan nya tapi tangan sean mencegah nya.


" apa tuan sean mendengar apa yang aku oceh kan tadi." ucap naya malu.


" tuan...sudah bangun." ucap naya dengan pipi yang merah.


sean hanya tersenyum dengan mengedip kan kedua mata nya.saat naya akan bangun sean memegang tangan nya.


" mau kemana...????" tanya sean.


" saya mau bangun ini sudah siang tuan." ucap naya.


" kemarilah...ini masih sangat pagi." ucap sean menepuk dada nya agar naya berbaring lagi di dada nya.


" tapi tuan..." ucap naya.


dengan pelan sean menarik tangan naya.


dengan hati hati naya kembali rebahan.naya kesusahan untuk memeluk sean karena perut buncit nya.


saat sedang meresapi kehangatan sean di buat terkejut saat ada yang bergerak di perut nya.


" sayang....apa itu tadi." ???? tanya sean.


naya tersenyum...


"' anak kita menendang tuan..." ucap naya.


" benar kah..." sean langsung bangun dan mengusap perut naya.


" selamat pagi sayang....ini papah." ucap sean menempelkan wajah nya di perut naya.


" tuan...nanti siang saya ingin memeriksakan kehamilan saya.sudah 2 bulan saya belum memeriksakan kehamilan saya." ucap naya.


" iya...." ucap sean dengan sangat lembut.


" hari ini aku ada meeting penting.nanti jam makan siang aku akan menjemput mu." ucap sean.


" tidak apa apa kan." ucap sean lagi.


naya mengangguk...


" drrrtttt....." hp sean bergetar ada 1 pesan masuk.


" tuan yolanda meninggal..." itu pesan dari leo.


sean terkejut dan langsung bangun dari tidur nya.di tatap nya wajah sang istri.


" ada apa tuan...????" tanya naya.


" bagaimana ini....bagaimana aku harus menjelaskan nya." batin sean terus menatap naya.

__ADS_1


" tuan...ada apa.???" tanya naya bingung melihat sean yang tiba tiba diam dan terus menatap nya.


" tapi bagaimana pun naya harus tahu tentang yolanda." batin naya.


" sayang..aku ingin membicarakan sesuatu." ucap sean.


" tuan sebenar nya ada apa,kenapa tuan jadi serius begini." ucap naya.


" ini mengenai saudara kembar mu." ucap sean.


" dari mana tuan tahu tentang saudara kembar saya." ucap naya.


" saudara kembar saya sudah meninggal saat kami baru di lahir kan." ucap naya.


" tidak..." ucap sean.


naya mengerut kan kening nya bingung apa maksud dari perkataan sean.


" apa kamu ingat...wanita yang ada di dalam video itu." ???? tanya sean.


" video mana tuan." ???? tanya naya.


" video panas yang membuat kita berpisah." ucap sean.


" iya...saya ingat." ucap sean.


" dia adalah saudara kembar mu yolanda." ucap sean.


" tuan pasti sedang bercanda kan mana mungkin dia saudara kembar saya.saudara kembar saya sudah meninggal." ucap naya sambil tertawa.


" sayang...dengar kan aku." ucap sean memegang kedua pipi naya.


" aku tidak sedang bercanda dia memang saudara kembar mu sudah 5 bulan dia koma dan......?????" sean tidak bisa menerus kan kata kata nya.


"dan apa tuan...???" tanya naya.


" leo baru saja memberi tahu ku kalau yolanda sudah meninggal." ucap sean.


" tuan...bawa saya untuk melihat nya." ucap naya.


" tapi janji kamu akan baik baik saja kan aku tidak ingin karena hal ini kamu dan kandungan mu terganggu." ucap sean.


" iya...." ucap naya.


sean membantu naya untuk bersiap siap.....


si sebuah kamar di rumah sakit terdengar tangisan bu kasih yang terus memanggil nama yolanda.


tubuh yolanda yang terbujur kaku dan di tutupi kain putih membuat bu kasih belum bisa menerima kepergian nya.


kini sean dan naya sudah sampai di rumah sakit.tampak leo sudah menunggu sean di depan pintu utama.


leo langsung membawa sean dan naya menuju kamar jenazah.


dengan gontai naya melangkah kan kedua kaki nya.ia benar benar tidak menyangka kalau saudara kembar yang ia tahu sudah meninggal ternyata masih hidup dan saat ia tahu kebenaran nya ia harus di pisah kan lagi oleh kematian.


tiba di kamar jenazah tangis naya pecah saat kain putih yang menutupi wajah yolanda di buka.


naya menutup mulut nya dengan kedua tangan nya ia ingin berteriak tapi itu tidak mungkin karena ia tahu di mana ia sekarang.


" tuan...." ucap naya menatap sean.


" kamu harus kuat sayang." ucap sean terus memegang bahu naya.


naya maju mendekati jasad yolanda.


" yolanda....ini aku naya." ucap naya menangis.


"kenapa kita harus bertemu seperti ini.kenapa takdir mempermain kan kita apa salah kita."???? ucap naya.

__ADS_1


" bangun yolanda...kita belum sempat berkenalan." ucap naya.


" tuan...kenapa dia diam saja apa dia marah pada saya apa dia tidak ingin bertemu saya." ucap naya kepada sean.


tiba tiba tubuh naya ambruk dan tidak sadar kan diri.


" sayang...." teriak sean panik.


" sayang ..bangun lah." ucap sean sambil menepuk pipi naya.


" cepat panggil kan dokter." teriak sean kepada leo.


leo segera berlari memanggil dokter....


sean mengangkat tubuh naya dan membawa nya keluar dari kamar jenazah.


"tuan...sebaik nya tuan menunggu di luar saja." ucap sang perawat.


" tidak...aku akan menemani istri ku." ucap sean.


" tapi tuan...." ucap perawat tidak menerus kan kata kata nya karena mendapat anggukan dari sang dokter.


" baik tuan." ucap sang perawat.


dengan perasaan khawatir sean terus menggenggam tangan naya sedang kan dokter sedang memeriksa kondisi naya.


" bagaimana keadaan istri saya dok...????" tanya sean.


" tuan tidak perlu khawatir istri tuan baik baik saja." ucap dokter.


" kalau baik baik saja kenapa istri saya bisa pingsan begini." ucap sean.


" istri tuan hanya mengalami syok yang sangat membuat nya terkejut." ucap dokter.


" setelah saya memberi nya obat penenang istri tuan sebentar lagi juga akan sadar." ucap dokter.


" kalau begitu saya permisi dulu tuan." ucqp dokter.


" hmmm...." ucap sean.


" tuan...." panggil leo kepada sean.


" jenazah yolanda sudah siap untuk di makam kan." ucap leo.


" tunggu istri ku sadar dulu."ucap sean.


" baik tuan..." ucap lek lalu keluar dari ruangan itu.


setelah 30 menit naya mulai membuka mata nya.


" ehh...." terdengar lenguhan kecil dari mulut naya.


" sayang....kamu sudah sadar." ucap sean.


" tuan....saya kenapa.???" tanya naya.


" kamu tadi pingsan." ucap sean.


" yolanda....di mana yolanda." ucap naya bangun dari tempat tidur.


" sayang....kamu mau kemana."??? tanya sean.


" saya mau menemui yolanda tuan..." ucap naya.


" sayang...kita harus segera memakamkan yolanda." ucap sean.


"tapi tuan...." ucap naya menangis.


" sayang...kamu harus kuat yolanda sudah pergi." ucap sean memeluk naya.

__ADS_1


"leo sudah menunggu....kita harus segera berangkat " ucap sean.


bersambung......


__ADS_2