Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.44 mencari alamat


__ADS_3

pagi hari tika dan naya sudah bersiap untuk berangkat mencari alamat yang sedang tika cari.


sean menyiapkan 10 pengawal untuk menemani naya dan tika.


" nay....nggak salah banyak sekali pengawalnya" ucap tika terkejut.


" aku tidak bisa menolaknya tik...." ucap naya.


" ini mah seperti ibu presiden kamu nay ." ucap tika bercanda.


" yah begitulah..." ucap naya.


naya dan tika memulai perjalanan di dalam mobil ada sopir dan 1pengawal sedangkan sisa pengawal yang lain mengikuti dari belakang dengan mobil yang berbeda.


agar tidak terlalu mencolok mereka memberi jarak antara mobil pengawal dan mobil yang di naiki naya.


" tik....sebenarnya siapa sih yang orang sedang kamu cari." tanya naya penasaran.


" dia orang yang sangat penting di masa lalu ku nay." ucap tika.


"kami tinggal bersama di panti asuhan." ucap tika.


" kami sudah terpisah selama 15 tahun.dan kami sudah berjanji akan menikah jika kami sudah dewasa nanti" ucap tika.


" menikah...???? tapi kan waktu itu kalian masih kecil mana mungkin kalian bisa berjanji untuk menikah." ucap naya.


" mungkin ini kedengaran konyol tapi aku yakin kalau dia adalah jodohku" ucap tika yakin.


**** 15 tahun yang lalu ****


di sebuah bangunan yang sudah tua tertulis pada papan di depan gerbang.


*** PANTI ASUHAN KASIH BUNDA***


seoarng gadis kecil berusia 8 tahun sedang bermain dengan boneka beruangnya.


rambut hitam panjang dan wajah putih yang sangat imut.


dari kejauhan ada seorang anak laki laki yang sedang memperhatikanya.


" hai...." sapa seorang anak laki laki yang usianya sekitar 13 tahunan.


gadis kecil itu menoleh dan menatap pada anak laki laki itu yang baru di temuinya.


" kakak ini siapa..." tanya si gadis kecil itu.


" nama kakak adam...." ucap adam.


" kakak penghuni baru di panti ini..." ucap adam.


" kalau nama kamu siapa..." tanya adam.


" aku cantika kak..." ucap cantika.


itulah awal pertemuan adam dan cantika.


seiring berjalannya waktu hubungan adam dan cantika kecil semakin dekat mereka selalu bersama dan tak terpisahkan.


bermain dan melakukan apapun selalu bersama sama.


** 1 bulan **


** 2 bulan**


** 3 bulan**


sampai 5 bulan sudah adam berada di panti asuhan,hal itu membuat hari hari cantika menjadi berwarna.


cantika yang tadinya selalu menjadi gadis kecil yang pendiam dan murung tapi semenjak kehadiran adam kini cantika menjadi gadis yang ceria dan hari harinya selalu di warnai senyum indahnya.


di pagi yang cerah adam dan cantika berada di sebuah taman yang di tumbuhi banyak bunga bunga cantik.


mereka berlari lari dan bermain dengan riang.


karena cape mereka beristirahat di bawah pohon yang rindang.

__ADS_1


" kamu capek...." tanya adam.


" iya kak..." jawab cantika.


" lihat kak bunga itu cantik sekali.." ucap cantika menunjuk pada bunga mawar kuning yang sangat indah.


" kamu suka.." tanya adam.


cantika mengangguk...


"' kak adam petikin ya..." ucap adam langsung memetik bunga mawar kuning itu.


cantika sangat menyukai bunga mawar kuning.ia sangat senang karena adam mau mengambilkan bunga itu untuknya .


"terima kasih kak..."ucap cantika saat adam memberikan bunga itu.


" kak nanti kalau kita sudah dewasa mau ngga kak adam jadi suami cantika." ucap polos cantika.


adam diam mendengar apa yang dikatakan oleh cantika.


" cantika sangat menyukai kak adam..." ucap cantika.


" benarkah.. " ucap adam


" baiklah..." ucap adam lagi.


mereka berdua mengikat janji dengan mengaitkan kedua jari kelingking mereka.bahwa kelak mereka akan menjadi sepasang suami istri.


tapi sayang takdir mengatakan lain.adam harus pergi ada sepasang suami istri yang akan mengadopsinya.


" kak adam jangan pergi,cantika gak mau jauh dari kak adam." ucap cantika di sela tangis pilunya.


" cantika....kak adam janji,kalau kak adam sudah sukses kak adam akan datang menjemput cantika." ucap adam.


cantika terus menangis dan terus memegang tangan adam.


"sayang....sudah ya kak adamnya harus pergi" ucap ibu panti berusaha membujuk cantika.


" nggak mau....cantika gak mau pisah sama kak adam" teriak cantika.


adam pun tak kuasa menahan tangisnya.ia terpaksa harus meninggalkan cantika,ia ingin menggapai cita citanya bisa sekolah dan mengumpulkan banyak uang.


cantika kecil terus berlari mengejar mobil itu sampai mobil pun hilang dari pandangan cantika.


" cantika akan menunggu kak adam di sini.." batin cantika.


" kak adam janji....kak adam akan kembali menjemput kamu cantika" batin adam.


********


" itulah terakhir aku melihat kak adam...." ucap tika berusaha tegar.


" bertahun tahun aku terus menunggu kak adam datang,tapi kak adam tidak juga datang menjemputku.akhirnya aku memutuskan untuk mencari kak adam sendiri.aku mendengar perbincangan ibu panti di mana kak adam sekarang dan aku di izinkan untuk menemuinya.tapi saat aku datang ke alamat itu ternyata kak adam sudah lama pindah.di situlah aku rapuh.uang bekal yang di berikan ibu panti pun habis.aku sempat tidur di emperan toko dan akhirnya aku bertemu dengan mu dan kamu mengajakku kerja di restoran rainbow." ucap tika memandang naya.


" kamu yang sabar ya.aku janji akan bantu kamu menemukan kak adam.." ucap naya.


" terima kasih nay.." ucap tika.


" nona kita sudah sampai..." ucap sopir.


" iya pak...." ucap naya mengajak tika turun dan menghampiri rumah yang di tujunya.


tika merasa gugup karena ia akan segera bertemu dengan adam.


"'apa ini...." ucap naya terkejut saat melihat ada tulisan di jual di depan gerbang rumah tersebut.


tika sudah mulai panik.


" kamu tenang dulu tik...kita tanya pada warga sekitar ya.." ucap naya.


" maaf pak..boleh kah saya bertanya sesuatu" tanya naya pada seorang lelaki paruh baya yang sedang menyapu jalanan.


" iya neng...ada yang bisa bapak bantu." ucap bapak itu.


" ini rumah siapa ya pak " ucap naya sambil menunjuk pada rumah di depannya itu.

__ADS_1


" oh....ini rumahnya pak rama" ucap bapak itu.


" sekarang pak rama dan keluarganya kemana.." ucap tika.


" pak rama dan istrinya sudah meninggal 3 tahun yang lalu dalam sebuah kecelakaan" ucap bapak itu.


" aappaa...." ucap tika dan naya bebarengan.


" lalu apa bapak tahu tentang anak beliau.." tanya tika semakin kalang kabut.


bapak itu diam seperti sedang mengingat sesuatu yang sempat ia lupakan.


" ya..iya..bapak ingat 10 tahun yang lalu pak rama dan istrinya mengadopsi seorang anak lelaki karena beliau tidak bisa punya anak." ucap bapak itu.


" lalu sekarang di mana anak itu.."tanya tika sangat antusias.


" kalau itu bapak kurang tahu...coba neng tanyakan saja pada pak rt di sini,biasanya beliau tahu tentang warganya yang pindah." ucap bapak itu.


" di mana rumah pak rt pak..." tanya tika mulai panik.


" tika....kamu tenang dulu...." ucap naya yang mencoba menenangkan tika.


" tapi nay...ini satu satunya informasi yang aku punya." ucap tika.


" iya...aku tahu" ucap naya lagi.


" rumah pak rt tidak jauh kok dari sini" ucap bapak itu.


tika dan naya di antar oleh bapak itu kerumah pak rt.


" assalamualaikum...." ucap bapak itu.


" walaikumsalam..." ucap pak rt.


" ya...ada yang bisa saya bantu.????tanya pak rt.


" begini pak....neng ini mau menanyakan tentang keluarga pak rama." ucap bapak itu.


" oh....silahkan masuk sebaiknya kita ngobrolnya di dalam saja.." ajak pak rt kepada naya dan tika untuk masuk ke dalam rumah.


" apa yang ingin neng ketahui tentang keluarga pak rama." tanya pak rt.


" begini pak...saya ingin menanyakan tentang anak pak rama" ucap tika.


sejenak pak rt diam mencoba untuk mengingat ingat...


" nak adam maksud neng ini...." ucap pak rt.


" iya pak...." ucap tika dan naya bebarengan.


tampak tika sangat senang sepertinya akan ada titik terang mengenai keberadaan adam.


"semenjak pak rama dan istrinya meninggal nak adam menghilang entah kemana.dia hilang seperti ditelan bumi" ucap pak rt.


tika terkejut dan seperti putus asa.


kemana lagi ia harus mencari adam.satu satunya informasi yang ia punya ternyata tidak bisa membantunya.


akhirnya naya dan tika pun memutuskan untuk pulang.


di dalam mobil tika terus murung.


" sabar tika....kita pasti akan menemukannya." ucap naya.


tika diam menatap naya.


" apa mungkin aku dan kak adam tidak di takdirkan bersama." ucap tika sedih.


" jangan menyerah dong tik....kamu harus tetep semangat" ucap naya memberi semangat kepada tika.


" kamu juga harus selalu yakin pada apa yang hati kamu katakan." ucap naya.


tika tersenyum bahagia karena memiliki sahabat seperti naya.


" terima kasih nay..." ucap tika memeluk naya.

__ADS_1


jangan pernah ragu untuk terus melangkah demi mendapatkan cinta yang selalu kamu yakini bahwa cinta itu pantas menjadi milikmu.


bersambung.....


__ADS_2