
" kenapa ibu merahasiakan semuanya dari ku." ucap tika yang tiba tiba datang menemui ibu panti.
" apa maksud kamu tika.???? tanya ibu panti yang terkejut dengan pertanyaan tika.
" katakan yang sebenarnya bu..apa benar panti akan di gusur.??? tanya tika.
" siapa yang bilang begitu.." tanya ibu panti.
" ibu tidak perlu tahu siapa yang memberitahuku." ucap tika.
" itu memang benar.." ucap ibu panti.
" kenapa ibu tidak memberitahuku." ucap tika.
" ibu hanya tidak ingin kamu khawatir." ucap ibu panti.
tika mendekati ibu panti dan menggenggam tangannya.
" bu....ibu sudah seperti ibu kandungku sendiri jadi jangan pernah sungkan walau apa pun yang terjadi." ucap tika.
" maaf kan ibu tika." ucap ibu panti.
" bu....bukankah pak broto sudah mewakafkan tanah dan panti ini untuk anak yatim.lalu kenapa tiba tiba panti akan di gusur " ucap tika.
" pak broto sudah meninggal 1 bulan yang lalu." ucap ibu panti.
" apaa...." ucap tika terkejut.
" dan sekarang anaknya lah yang memegang penuh hak atas semua harta warisan pak broto termasuk panti ini." ucap ibu panti.
" tapi..semuanya kan sudah jelas kalau tanah ini sudah menjadi hak kita." ucap tika.
" ibu juga tidak mengerti." ucap ibu panti.
" ini tidak bisa di biarkan begitu saja kita bisa menuntutnya kan bu." ucap tika.
" tika....apa yang bisa kita lakukan.kita hanya orang kecil yang tidak tahu apa apa mengenai hukum." ucap ibu panti.
sejenak tika terdiam...
" memang benar yang di katakan ibu panti apa yang bisa kami lakukan." batin tika menatap ibu panti.
" mereka orang orang yang punya kekuasaan." batin tika lagi.
" apa yang akan ibu lakukan." tanya tika.
ibu panti hanya menggelengkan kepalanya sebagai tanda kalau beliu tidak tahu apa yang harus di lakukannya.
" bu.....ibu....ibu..." tampak dari kejauhan seorang anak kecil berlarian sambil memanggil manggil ibu.terlihat dari wajah kecilnya ada kepanikan yang sedang ia alami.
" putri.....ada apa kenapa kamu berlarian seperti itu." ucap ibu panti kepada putri.
" i..itu bu." ucap putri dengan nafas yang terengah engah karena berlarian tadi.
" pelan pelan...sekarang katakan pada ibu,apa yang terjadi." ucap ibu panti.
" itu bu....orang yang kemarin datang lagi." ucap putri.
tika dan ibu panti saling pandang.
" tuan roman...." ucap ibu panti lirih tapi masih bisa di dengar oleh tika.
" siapa bu..??? tanya tika.
__ADS_1
" putra tuan broto." ucap ibu panti.
mendengar ucapan ibu panti tika langsung pergi.
" tika mau ke mana kamu.??? tanya ibu panti mencekal tangan tika.
" menemui orang itu." ucap tika.
" apa yang akan kamu lakukan.??? ucap ibu panti.
tika tidak menjawab apa yang di tanyakan oleh ibu panti.ia segera pergi untuk menemui tuan ramon.
tika berjalan cepat dengan wajah penuh amarah.ia ingin mempertahankan panti apa pun yang terjadi.ia tidak ingin seluruh anak anak panti harus terusir dari sini.karena hanya panti ini tempat tinggal mereka.
di sebuah ruangan tampak seorang pria berjas dengan beberapa pengawal dan seorang pengacara.
pria itu adalah tuan ramon.anak tunggal dari tuan broto.orang yang ingin mengambil kembali panti yang telah di wakafkan oleh ayahnya.ia ingin membangun hotel bintang lima di atas tanah yang ada bangunan panti yang sudah tua.
tapi bagi anak anak panti walau tempat itu sudah tua dan usang.tapi di sanalah banyak senyuman dan mimpi anak anak tidak berdosa yang kurang beruntung.menata mimpi untuk menemukan jati diri yang tidak pernah mereka dapatkan dari keluarganya.
di panti itu jugalah tika mengalami semuanya.jadi bagaimana pun caranya tika akan mempertahankan panti itu.
" braaakkkkk." tika membuka pintu dengan begitu keras sehingga membuat orang yang ada di ruangan itu terkejut.
" hei siap kamu..." tanya tuan ramon kepada tika.
" apa anda yang bernama tuan ramon." tanya tika.
tuan ramon bukannya menjawab apa yang di tanyakan tika ia malah menatap tika dari atas sampai bawah dengan tatapan yang sangat membuat tika risih.
" gadis ini cantik sekali....siapa dia." batin tuan ramon.
" maaf kan saya tuan.. " ucap ibu panti yang tiba tiba datang ke ruangan itu.
" ibu..kenapa minta maaf." ucap tika.
dengan sigap tika menghindar..
" apa maksud tuan ingin menggusur panti ini."??? tanya tika dengan tegas.
tuan ramon tersenyum....
" aku rasa kamu sudah tahu apa tujuan ku menggusur panti ini.??? ucap tuan ramon.
" tapi panti ini sudah menjadi hak kami." ucap tika.
" benarkah..." ucap tuan ramon dengan santai.
tuan ramon memberika sebuah berkas ke pada tika.dan tika membuka dan membacanya.
" apa ini....mana mungkin bisa.panti ini jelas jelas sudah di wakafkan untuk anak yatim." ucap tika geram setelah membaca iso dari berkas tadi.
di dalam berkas itu jelas tertulis bahwa tanah dan panti akan menjadi hak anak tuan broto jika suatu saat tuan broto meninggal.dan anak itu adalah tuan ramon.
" aku yakin ini pasti ada kecurangan." ucap tika.
" hei...gadis cantik jaga omongan mu." ucap tuan ramon muali marah.
" aku tidak akan membiarkan anda menggusur panti ini." ucap tika.
" kalau begitu kamu harus membayar 10 milliar." ucap tuan ramon.
" apaaa....." ucap tika terkejut.
__ADS_1
tuan ramon mendekati tika ia menatap tika dari atas sampai bawah.
" gadis ini cantik juga..." batin tuan ramon dengan tatapan yang menjijikan.
tuan ramon terus memperhatikan seluruh lekuk tubuh tika dan membisikan sesuatu ke telinga tika.
" kalau kamu tidak bisa membayar dengan uang,kamu bisa membayar dengan tubuhmu." bisik tuan ramon.
mata tika melotot mendengar ucapan tuan ramon.
" jaga mulut anda tuan.saya bukan wanita murahan seperti yang anda pikirkan." ucap tika marah.
tuan ramon tertawa...
" benarkah...."ucap tua ramon.
" apa kamu ingin melihat anak anak di sini hidup di jalanan." ancam tuan ramon.
tika terdiam.....
" kamu harus memilih salah satunya." ucap tuan ramon.
air mata tika mulai menetes perlahan ia bingung apa yang harus ia lakukan.saat ini ia butuh seseorang untuk berbagi ke bingungannya tapi siapa...?????
tika tidak memiliki satu pun pundak seseorang untuk berbagi kepenatan dalam hidupnya.
alur hidup yang menyulitkannya dan harus memilih berkorban untuk orang lain atau mengorbankan dirinya sendiri.
" bagaimana....apa kamu sudah punya pilihan." tanya tuan ramon.
tika masih terdiam...
" baiklah jika kamu belum bisa memilih.aku akan memberi mu waktu sampai besok pagi." ucap tuan ramon.
tuan ramon pun pergi meninggalkan ruangan tersebut di ikuti para pengawalnya.
ibu panti segera mendekati tika yang masih terdiam tanpa sepatah kata apapun.
" kamu tidak perlu melakukan apa yang di minta tuan ramon.pasti akan ada jalan keluar yang terbaik." ucap ibu panti.
" tapi apa bu....???" ucap tika.
" apa yang bisa kita lakukan." ??? ucap tika lagi.
" aku tidak ingin kita semua hidup dijalanan." ucap tika.
" bagaimana nasib mereka semua." ucap tika menatap ke arah anak anak.
*** di perusahaan wiguna***
tampak sekertaris leo sedang bekerja tapi ada sesuatu yang sedang mengganggu pikirannya sehingga ia tidak fokus dalam pekerjaannya.
2 hari tidak melihat tika seperti ada yang mengusik dalam pikirannya atau mungkin hatinya...????
" ahhh.....ada apa dengan ku..???? ucap sekertaris leo frustasi.
" kenapa aku terus memikirkan bocah itu..??? ucap sekertaris leo.
sekertaris leo keluar dari ruangannya ia ingin mencari tempat untuk menenangkan pikirannya.
" apa yang harus aku lakukan...??? batin tika.
ia benar benar dalam situasi yang sulit.
__ADS_1
**bersambung...
maaf telat up nya ya...authornya lagi sibuk di dunia nyata**.....