
memang benar kata pepatah cinta tidak harus memiliki.tapi boleh kan kita selalu berharap pada cinta yang telah kita yakini dari dalam hati bahwa cinta yang sedang kita jalani ini mendapat balasan yang sama dengan besarnya cinta yang kita miliki.
perjalanan cinta yang tak pernah mengenal kata lelah selalu berharap ada tempat untuk beristirahat sejenak walau hanya untuk melepas penat yang selalu menjadi penghias setiap langkah yang kita tempuh.
tampak tika duduk di halte sendiri meratapi betapa menyedihkannya cinta yang ingin ia rengkuh dalam hatinya dan kini harus pupus terbawa angin malam yang dingin.
di temani rintik hujan dan angin malam yang dingin dan mencoba tersenyum seolah berpura pura bahwa semuanya baik baik saja.
" aku bukan gadis yang cengeng.mungkin ini memang yang terbaik." batin tika menyemangati dirinya sendiri.
beruntung malam belum begitu larut sehingga masih ada kendaraan umum yang masih beraktifitas.
tika akan langsung pergi ke kostan nya yang baru.
sedangkan diapartemen tampak leo sedang duduk termenung sendiri seolah sedang berusaha bertanya pada hatinya apa yang sebenarnya terjadi.
ada perasaan aneh dalam hati ketika melihat tika melangkahkan kakinya pergi menjauh dari pandangan nya.
tapi leo mencoba menepis apa yang sedang di rasakannya.
" syukurlah bocah itu sudah pergi" ucap leo sambil merebahkan tubuhnya ditempat tidur. tapi sejenak ia diam mengapa aneh rasanya mengucapkan kata kata itu.
karena sudah mengantuk leo pun tertidur.
sampainya di kostan yang baru tika mulai membereskan barang barangnya.menatap sekeliling ruangan kecil di mana hanya ada satu tempat tidur dan satu lemari baju.
merebahkan tubuh yang sudah lelah dipandanginya langit langit kamar.hanya sepi yang saat ini tika rasakan.2 minggu tinggal bersama sekertaris leo adalah hal yang terindah untuk tika.dan kini semua harus kembali seperti semula di mana memang seharusnya tika tinggal sendiri.
" sendiri lagi....." gerutu tika dan bersiap untuk menjemput mimpi yang indah.
*** pagi hari sang mentari sudah memperlihatkan senyum indah merekah untuk semua orang.***
di mansion terlihat naya masih tertidur dalam pelukan sean.terlihat wajah gelisah dengan mata yang masih terpejam naya tiba tiba merasakn sakit pada bagian perutnya.naya meringkuk dan ******* ***** perutnya.berguling ke kanan ke kiri membuat sean terbangun.
" sayang kamu kenapa " tanya sean panik saat melihat naya meringkuk dan memegang perutnya.
" perut saya sakit tuan..." ucap naya meringis kesakitan.
sean menyentuh perut naya.
" mana yang sakit." tanya sean panik.
naya mencengkram tangan sean sangat kuat sehingga sean merasakan sakit pada tangannya.cengkraman tangan naya sangat kuat itu berarti sakit pada perutnya sangat menyakitinya.
sean tidak tega melihat naya meringis kesakitan.
" aku akan panggilkan dokter." ucap sean langsung mengambil hp nya dan menelpon seseorang.
" tidak perlu tuan.ini sudah biasa." ucap naya dengan suara bergetar menahan sakit.
" apa maksudmu.."' tanya sean bingung.
" sepertinya saya mau datang bulan."ucap naya.
sean tidak mendengarkan apa yang dikatakan naya ia langsung menelpon dokter untuk memeriksa istrinya.
diamlah disini aku akan ambilkan air hangat untukmu.
sean berlari ke dapur untuk mengambil air hangat di sana tampak mia sedang disibukan dengan aktifitas memasaknya.
" tuan perlu sesuatu...??? tanya mia yang heran pagi pagi sean sudah ada didapur.
" aku perlu air hangat.istriku tiba tiba sakit perut." ucap sean.
" mungkin nona sedang datang bulan."ucap mia.
" tadi dia juga bilang begitu." ucap sean.
" kalau begitu saya akan buatkan jamu tradisional untuk meredakan nyerinya." ucap mia.
" baik...nanti antarkan ke kamar." ucap sean.
" baik tuan." ucap mia.
mia langsung mengambil bahan bahan yang di perlukan untuk membuat jamu tersebut di dalam kulkas.
__ADS_1
mia paham betul jika naya datang bulan pasti perutnya akan terasa sakit.karena waktu naya masih tidur di kamar pembantu mia lah yang selalu membuatkan jamu itu.
setelah selesai membuat jamu mia langsung mengantarkannya ke kamar naya.
" tok...tok...tok.." mia mengetuk pintu.
" masuk..." ucap sean dari dalam kamar.
" tuan ini jamunya." ucap mia memberikan jamu itu kepada sean.
" ini sayang minumlah.." ucap sean membantu naya bangun.
" terima kasih mia..." ucap naya menatap pada mia.
" sama sama nona....kalau begitu saya permisi dulu." ucap mia.
sean menatap pada naya yang sedang meminum jamu itu.
" tuan mau...." ucap naya.
" tidak.." ucap sean.
" bagaimana...apa sudah mendingan." tanya sean.
" hmm....." ucap naya mengangguk.
" tapi kamu harus tetap di periksa oleh dokter." ucap sean.
" saya tidak apa apa tuan..hal seperti ini sudah biasa bagi saya.setelah 2 hari pasti akan sembuh." ucap naya.
" kamu biasanya minum obat apa." tanya sean.
naya menggelengkan kepala...
"jadi selama 2 hari itu kamu harus menahan sakit" tanya sean.
naya mengangguk..
" kenapa kamu tidak minum obat atau periksa ke dokter." ucap sean.
dengan diamnya naya sean tahu bagaimana kehidupan istrinya dulu.
" tidak apa apa aku tahu...." ucap sean membelai kepala naya penuh kasih sayang.
" tuan...dokter sudah datang." ucap pak mus .
masuklah seorang dokter wanita yang masih muda dan sangat cantik.dokter itu bernama yuna.
"selamat pagi..." ucap yuna ramah.
" kenapa lama sekali sih datangnya.." tanya sean sedikit kesal.
" hei....ini kan masih sangat pagi.saat kamu telpon tadi aku kan masih tidur." ucap yuna.
" siapa yang sakit.." tanya yuna.
" istriku...." ucap sean.
" istri....????? ucap yuna terkejut.
" istri siapa..???." tanya yuna lagi bingung karena ia memang tidak tahu kalau sean sudah menikah.
" ya...istri ku masa istri orang." ucap sean kesal.
" kapan kamu menikah.." tanya yuna.
" hei...kenapa nanya terus,cepat periksa istriku.!!!!! ucap sean kesal.
" iya....iya..." ucap yuna.
yuna mendekati naya yang sedang rebahan di tempat tidur.
" istri mu cantik dan masih muda." ucap yuna berbisik kepada sean saat melihat naya.
" selamat pagi..." sapa yuna ramah kepada naya.
__ADS_1
" pagi dok...." ucap naya.
" hei...keluarlah aku akan memeriksa istri mu" ucap yuna ketus kepada sean.
" tidak...aku akan tetap di sini." ucap sean.
" kamu akan mengganggu konsentrasi ku." ucap yuna.
" iya..." ucap sean dengan wajah cemberut nya terpaksa harus keluar dari kamarnya.
naya tersenyum melihat yuna dan sean.sepertinya mereka sudah sangat dekat.
" apa yang kamu rasakan..???? tanya yuna.
" saya selalu sakit perut jika datang bulan dok." ucap naya.
" baik kita mulai pemeriksaannya." ucap yuna.
yuna memulai memeriksa naya di bagian perutnya.
" sepertinya dokter sangat akrab dengan suami saya.??? tanya naya di sela yuna memeriksanya.
" aku dan sean masih sepupuan" ucap yuna.
" benarkah....tapi tuan sean tidak pernah cerita apa apa tentang keluarganya.
" kenapa kamu memanggil suamimu dengan sebutan tuan." tanya yuna heran.
" ceritanya panjang dok...." ucap naya.
"aku memang jarang ada di negara ini.sebenarnya aku sekarang sedang liburan di sini." ucap yuna.
" emang dokter tinggal di mana."??? tanya naya.
" aku tinggal di swiss." ucap yuna.
" saat tante indah meninggal pun aku tidak bisa pulang karena ada urusan yang sangat penting." ucap yuna.
" baiklah...pemeriksaan selesai.aku akan tuliskan resep untukmu." ucap yuna.
" tapi saya tidak kenapa napa kan dok..??? tanya naya khawatir.
" tidak...kamu baik baik saja kok.memang hal seperti ini banyak terjadi pada wanita saat datang bulan.
" dan jika kamu rutin meminum obat yang nanti saya tuliskan kamu tidak akan merasakan sakit lagi jika saat datang bulan." ucap yuna.
" benarkah dok..." ucap naya.
yuna hanya mengangguk.
" ya sudah aku akan menemui suamimu.istirahatlah!!!!" ucap yuna dan langsung keluar dari kamar.
yuna menemui sean yang ada di ruang kerjanya.
" bagaimana dengan istriku.????" tanya sean.
" dia baik baik saja." ucap yuna.
" baik apanya...dia dari tadi sangat kesakitan dan kamu bilang dia baik baik saja." ucap sean kesal.
" hei....itu hal wajar pada wanita yang datang bulan." ucap yuna.
" ini obat yang harus kamu beli.pastikan istrimu meminumnya dengan rutin.dan dia juga harus mengkonsumsi makanan yang bergizi.karena makanan pun bisa menjadi penyebab sakit yang istri kamu rasakan.
" iya..." ucap sean.
" ya sudah aku akan pulang dulu.jaga istrimu baik baik." ucap yuna.
sean langsung menemui pak mus agar membeli obat yang sudah di resepkan oleh yuna.
" pak mus tebus obat ini di apotek.dan mulai sekarang pastikan koki memasak makanan dengan nilai gizi yang sangat baik untuk istriku." ucap sean.
" baik tuan..." ucap pak mus.
sean pergi ke kamarnya untuk menemui naya.
__ADS_1
bersambung.....