Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps 57.murka


__ADS_3

" braaakkk...." sean menendang dengan keras pintu kamar di mana naya akan di perkosa.


mata sean terbelalak dengan lebar melihat seorang pria sedang menindih naya.bahkan baju naya pun sudah robek sana sini.dan banyak luka lebam di wajah naya.


amarah yang sangat menggebu gebu terlihat di wajah sean.


murka sudah tentu pasti.sean tidak akan membiarkan siapa pun yang berani menyentuh istrinya untuk hidup.


" tuan tolong.." ucap naya dengan suaranya yang sudah tak berdaya.


"brengseeekk...."ucap sean berlari ke arah pria itu dan langsung menarik tubuh pria itu dari tubuh istrinya.


sean memukul secara membabi buta pria itu tanpa ampun.


bahkan pria itu pun tidak mempunyai kesempatan untuk melawan balik.kemurkaan sean sudah ada di ubun ubun nya.ia tidak akan membiarkan pria itu hidup.


naya menjauh dan duduk meringkuk di pojokan kamar.menunduk menyembunyikan wajahnya di kedua lututnya.naya tidak berani menyaksikan sean yang sedang menghajar pria itu.


di kamar satunya lagi leo pun sedang menghajar pria yang hampir memperkosa tika.


" sekertaris leo..." batin tika.


tika bisa melihat ada kemarahan di wajah leo.


tapi tidak mungkin kalau leo marah ke pada pria yang hampir merenggut kesuciannya.


siapalah dirinya bagi seorang seperti leo.


sehingga ia harus marah.


pria itu sudah terkapar tak berdaya di lantai.leo menatap tika, ada rasa yang aneh di rasakan leo saat melihat tika dengan kondisi wajah lebam dan baju yang sudah robek.


leo menghampiri tika dan mengulurkan tangannya untuk membantu tika bangun.


" aku bisa sendiri...." ucap tika menolak uluran tangan dari leo.


tika berusaha berdiri sendiri.ia tidak mau di kasihi oleh leo.tika berjalan tertatih.


leo menatap tika yang kesusahan berjalan.


dan akhirnya leo mendekati tika dan menggendongnya.


" hei...apa apan kamu" ucap tika terkejut.


" turunkan aku..." ucap tika memberontak .


leo hanya diam dan terus berjalan menuju pintu ke luar.


leo membawa tika ke mobil dan mendudukannya di kursi depan.


"tunggu di sini..." ucap leo dan pergi kembali ke dalam gudang.


tika terus memandang punggung leo yang semakin menjauh dari pandangannya.


sean menghajar pria itu sampai tak berdaya.


sean segera menghampiri naya yang duduk meringkuk di pojokan.


" sayang...." panggil sean.


naya mengangkat kepalanya di tatapnya wajah sang suami.air mata nya mengalir deras dan tangisnya pun pecah.


" jangan mendekat tuan..." ucap naya.


"saya kotor tuan...." ucap naya menjauh dari sean.


" sayang...." ucap sean.


" tinggalkan saya....saya sudah kotor.pria itu sudah menyentuh tubuh saya tuan." ucap naya dengan tangisnya yang pilu.


sean tidak peduli dengan apa yang di katakan naya.sean menarik naya dalam pelukannya.


" tidak apa apa sayang.pria itu tidak melakukan apa pun pada mu.bukankah aku datang tepat waktu." ucap sean mencoba menghibur naya.


naya menatap sean..


" terima kasih tuan...." ucap naya memeluk erat sean.


" ayo...kita harus ke rumah sakit,luka mu harus segera di obati." ucap sean langsung menggendong naya.


" tuan....." ucap leo.


" sekertaris leo mana tika.." tanya naya.

__ADS_1


" dia sedang menunggu di mobil....nona." ucap leo.


" kita ke rumah sakit." perintah sean.


" baik tuan..." ucap leo.


sean membawa naya ke dalam mobil.


" tika kamu baik baik saja.???? tanya naya.


" iya nay....kamu bagaimana.??? tanya tika.


" aku juga baik." ucap naya.


leo segera menjalankan mobilnya meninggalkan gudang itu.di sepanjang perjalanan naya tak lepas dari pelukan sean.sedangkan leo sesekali melirik ke arah tika.tapi tika berusaha menghiraukannya dan pura pura tidak tahu kalau leo dari tadi meliriknya.


sesampainya di rumah sakit naya dan tika langsung di bawa ke ruang vvip untuk mendapat perawatan dokter.


naya dan tika di rawat di ruangan yang berbeda.


" cepat....cari tahu siapa yang berani bermain main dengan ku." ucap sean marah kepada leo.


" baik tuan..." ucap leo langsung pergi.


tapi sebelum pergi leo melihat dulu kondisi tika.ada dokter dan perawat yang sedang mengobati luka luka tika.


sean segera menemui naya ketika dokter selesai mengobati lukanya.


" sayang...." ucap sean.


" tuan.." ucap naya segera bangun.tapi sean mencegahnya.


" tetaplah berbaring.kamu harus banyak istirahat." ucap sean sambil membelai rambut naya.


" siapa mereka tuan...kenapa mereka melakukan ini.???? tanya naya.


" apa kamu melihat seseorang di sana." tanya sean.


" iya....para penjaga itu memanggilnya bos.dia seorang wanita." ucap naya mencoba mengingat.


" apaaa.....wanita." ucap sean terkejut.


" iya...." ucap naya.


" tidak...dia memakai masker dan kaca mata hitam.dia bilang kalau tuan punya salah padanya jadi dia memakai saya untuk membalas dendam pada tuan." ucap naya menjelaskan.


sejenak sean berfikir dan mencoba mengingat ingat apa dirinya punya musuh seorang wanita.


" sudah lah sekarang kamu tidak perlu khawatir.kamu aman di sini." ucap naya.


" tapi bagaimana kalau mereka datang ke sini." tanya naya khawatir.


" kamu jangan takut akan ada penjaga di sini." ucap sean.


" di mana tika..???? tanya naya.


" dia ada di ruangan sebelah dokter sedang mengobati lukanya." ucap sean.


" saya ingin menemuinya." ucap naya.


" nanti saja..sekarang kamu istirahatlah." ucap sean.


" tuan mau ke mana..??? tanya naya.


" aku ada urusan sebentar.nanti ke sini lagi." ucap sean mencium kening naya dan keluar dari ruangan itu.


sean segera menelpon leo untuk bertemu...ia menempatkan 5 anak buah untuk berjaga di rumah sakit.


" bagaimana....apa ada petunjuk.???? tanya sean kepada leo.


" belum tuan...." ucap leo.


" istriku bilang orang yang telah menculiknya adalah seorang wanita." ucap sean.


" wanita..." gumam leo.


" aku merasa tidak punya musuh seorang wanita.jadi siapa dia." ucap sean.


" ini tugasmu leo..." ucap sean.


" baik tuan..." ucap leo.


setelah bertemu dengan leo sean kembali ke ruangan naya.

__ADS_1


tampak naya sedang tidur.sean duduk di samping tempat tidur di genggamnya tangan naya dengan erat.


" aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu." batin sean.


" kamu adalah hidupku kanaya" batin sean terus menatap wajah naya yang sedang terlelap.


karena merasa lelah sean merebahkan tubuhnya di sofa.ia memejamkam matanya untuk rehat sejenak.


leo menemui tika di ruangannya.


" bagaimana keadaan mu.???? tanya leo tiba tiba membuat tika kaget.


" aku baik baik saja." ucap tika tanpa melihat leo.


" terima kasih sudah menolongku." ucap tika sinis.


" aku ada di luar jika butuh sesuatu panggil aku." ucap leo pergi.


" tidak perlu aku bisa menjaga diriku sendiri." ucap tika membuat langkah leo terhenti.


tanpa menengok ke arah tika leo langsung


keluar dari ruangan itu.


hari sudah malam dan waktu makan malam tiba.naya terbangun dari tidurnya.ia melihat sean yang masih tertidur disofa.


" ini sudah malam tuan pasti belum makan." ucap naya.


" tuan....." panggil naya masih di tempat tidur.


tapi sean tidak juga bangun.


" tuan pasti sangat lelah." ucap naya lagi.


akhirnya naya turun dari tempat tidur dan mendekati sean untuk membangunkannya.


" tuan...." ucap naya menggoyangkan bahu sean.


sean membuka matanya...


" sayang...ada apa,kamu butuh sesuatu.??? tanya sean langsung bangun dari tidurnya.


" tidak...." ucap naya.


" ini sudah malam tuan pasti belum makan.??? ucap naya lagi.


" benarkah...???? ucap sean melihat jam di tangannya.


" apa kamu mau makan sesuatu." ??? tanya sean.


" saya pengen makan bubur ayam tapi jangan dari rumah sakit." ucap naya.


" bubur di sini nggak enak." ucap naya sedikit berbisik.


sean hanya tersenyum.


" baiklah aku akan menyuruh leo untuk membelinya." ucap sean langsung menelpon leo.


" ada apa tuan.." tanya leo yang langsung datang saat sean menelponnya.


" kamu sudah makan..??? tanya sean kepada leo.


" belum tuan.." ucap leo.


" cepat kamu cari makan untuk kita dan belikan bubur ayam untuk istriku" ucap sean.


" bubur nya 2 ya...." ucap naya.


" untuk saya dan tika." ucap naya refleks saat melihat sean menatapnya.


" malam ini kita makan bersama ya..." ucap naya lagi sambil tersenyum.


" kamu dengar..." ucap sean menatap leo.


" baik tuan...." ucap leo langsung pergi.


"sayang berbaringlah kamu kan belum sembuh" ucap sean menuntun naya ke tempat tidur.


" saya tidak apa apa tuan.." ucap naya.


" jangan membatahku kanaya...." ucap sean tidak mau di bantah.


naya hanya bisa pasrah dengan sifat posesif dari sang suami.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2