
" apa tuan yakin akan menginap di sini." ???? tanya naya kepada sean yang diam saat melihat keadaan kamar yang di tempati naya.
kamar yang sangat sempit hanya ada kasur kecil yang sangat tipis.juga ada satu lemari yang terbuat dari kayu yang sudah usang itu pun tidak ada pintu nya.
" sayang......apa kamu tidur di sini." tanya sean sambil menatap naya.
"' iya tuan..." ucap naya.
" ya tuhan....apa yang sudah aku lakukan begitu miris hari hari yang di lalui istri ku." batin sean.
" maaf kan aku sayang..." ucap sean memegang pipi naya.
" ada apa tuan....kenapa tuan meminta maaf." ucap naya heran.
" tidak apa apa..." ucap sean.
" tuan pasti tidak nyaman ya dengan kamar saya." ucap naya.
" tidak sayang....bukan begitu." ucap sean.
" tidak apa apa tuan saya mengerti." ucap naya sambil membereskan tempat tidur.
" kak nay....." panggil sifa.
" kak ayo makan..." ucap sifa.
" iya..." ucap naya.
" tuan sebaiknya kita makan dulu..." ucap naya.
" kamu saja...aku tidak lapar." ucap sean.
" dari tadi siang tuan tidak makan..." ucap naya memegang tangan sean.
sean tidak dapat menolak ajakan naya untuk makan.
kini mereka berempat makan nasi goreng bersama.sean tidak terlalu fokus pada makanan nya melainkan fokus pada naya yang begitu lahap menyantap nasi goreng yang di beli bu aminah.
" tuan makan lah..." ucap naya.
" iya..." ucap sean.
setelah selesai makan naya memilih untuk duduk sejenak di luar untuk melihat keindahan langit malam.
naya merasakan kaki nya linu sehingga ia mengoleskan minyak gosok pada kakinya yang masih bengkak.
karena perutnya yang besar naya kesulitan untuk mengolesi kaki nya dengan minyak gosok tersebut.
sean yang melihat hal itu langsung menghampiri naya.
" tuan jangan..." ucap naya kepada sean yang tiba tiba mengambil minyak gosok itu dari tangan naya dan mengoleskan nya pada kaki naya.
" kaki saya kotor tuan..." ucap naya.
sean tidak mendengarkan apa yang di katakan naya.sean terus mengolesi minyak gosok pada kaki naya dan memijatnya dengan sangat lembut.
" kenapa kaki mu bisa bengkak seperti ini..???? " tanya sean.
" saya juga tidak tahu..." ucap naya.
" besok aku akan membawa mu ke dokter kandungan." ucap sean.
" sebenar nya saya sudah 2 bulan belum memeriksakan kandungan saya tuan...." ucap naya.
" kenapa....???" tanya sean.
" saya tidak punya uang...." ucap naya sedih.
" sekarang sudah ada aku kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal itu." ucap sean.
" terima kasih tuan..." ucap naya.
" sayang....jangan pernah bilang terima kasih pada ku itu semua sudah menjadi tanggung jawab ku sebagai seorang suami." ucap sean.
naya mengangguk.....
__ADS_1
" tuan....sebelum kita pulang boleh kah saya meminta sesuatu.???" tanya naya.
"apa...." ucap sean.
" saya minta uang 200 juta." ucap naya.
" apaaa....." ucap sean terkejut dengan apa yang di katakan naya.
sean bukan terkejut akan jumlah uang nya tapi untuk apa naya meminta uang sebanyak itu.
" tapi untuk apa uang itu sayang....." ucap sean.
" saya ingin membalas kebaikan bu aminah dengan membangun rumah ini sehingga layak untuk di tempati." ucap naya.
" saya juga punya banyak hutang di warung...." ucap naya.
" berapa pun yang kamu minta aku tidak keberatan." ucap sean.
" terima kasih tuan...." ucap naya sangat bahagia.
sean mengangguk..
" sebaik nya kita masuk angin malam tidak baik untuk kesehatan mu dan anak kita ini." ucap sean sambil mengusap perut naya.
" baik..." ucap naya.
sean membantu naya untuk berjalan....
waktu sudah menunjukan jam 9 malam nampak bu aminah dan sifa pun sudah tidur.
" tuan tidurlah...." ucap naya.
" kamu mau kemana...??? tanya sean kepada naya yang membawa bantal hendak keluar kamar.
" sebaik nya saya tidur sama bu aminah dan sifa tuan..." ucap naya.
" kenapa kamu tidak tidur di sini dengan ku." ucap sean.
" saya takut tuan tidak nyaman kalau harus tidur dengan saya " ucap naya.
" lagi pula tempat tidur nya terlalu kecil untuk kita berdua " ucap naya.
" kemarilah....." ucap sean menarik tangan naya untuk mendekat pada nya.
"tidurlah di sini...." ucap sean.
" tempat tidur ini cukup untuk kita berdua." ucap sean.
naya tidak bisa menolak permintaan sean...
dengan pelan naya merebahkan tubuh nya dan menggunakan lengan sean sebagai bantal nya.dada naya berdebar sangat kencang saat tidur bersama sean.
sudah beberapa bulan ia tidak merasakan kehangatan pelukan sean.
sean memeluk naya dengan erat..
" tuan jangan memeluk saya seperti ini kasihan anak kita." ucap naya yang merasa sesak karena sean memeluk nya sangat erat.
" maaf sayang...aku hanya sangat merindukan mu." ucap sean.
" sejak kapan tuan merindukan saya...???? tanya naya.
" sejak pertama tuan mengusir saya atau sejak tuan tahu akan kebenaran video itu." ucap naya.
tampak sean diam....
" tuan....." panggil naya karena tidak ada jawaban dari sean.
" kenapa tuan diam...apa saya salah bicara." ucap naya.
" seandai nya tuan tidak tahu kebenaran itu apakah tuan akan mencari saya."??? tanya naya.
" apakah tuan tahu bagaimana tersiksa nya saya tanpa tuan." ucap naya.
" maaf kan aku sayang...aku benar benar bodoh percaya begitu saja dengan video itu." ucap sean menyesal.
__ADS_1
" apa kamu mau memaafkan aku." ucap sean.
" dari dulu saya sudah memaafkan aku." ucap naya.
" aku janji hal ini tidak akan pernah terjadi lagi." ucap sean.
" janji...." ucap naya mengacungkan jari kelingking nya dan sean pun mengaitkan kelingking nya pada kelingking naya.
" tidurlah sayang ini sudah malam." ucap sean.
setelah beberapa menit tampak sean sudah tertidur tapi tidak dengan naya.
naya belum bisa tidur ia berusaha untuk tidak tidur karena naya takut jika ia tidur dan saat bangun besok ternyata semua ini hanya mimpi.
" lihatlah sayang sekarang papah sudah bersama kita.kita tidak akan kekurangan makanan lagi.papah banyak uang nya mamah akan minta papah membelikan banyak makanan untuk kita." ucap naya kepada anak dalam kandungan nya.
" aku berharap saat esok tiba ini bukanlah mimpi tuan..." batin naya.
naya menatap wajah sean di belai nya dengan lembut pipi sean.
" kamu adalah hidup saya tuan...." ucap naya.
" saya sangat mencintai mu tuan..." ucap naya lalu mencium pipi kening dan bibir sean sekilas.lalu naya menyandarkan kepala nya di dada bidang sean dan mulai memejamkan mata nya karena sudah sangat lelah.
tampak senyum kecil di sudut bibir sean.ternyata tanpa naya sadari sean belum tertidur pulas sehingga sean bisa tahu dan mendengar apa yang di ucap kan naya dan apa yang di lakukan naya.
" aku juga sangat memcintai mu sayang.." batin sean mempererat pelukan nya.
pagi hari nya naya terkejut saat bangun tidur sean sudah tidak ada di samping nya lagi saat itu pula tangis naya pecah....
" tuan...." panggil naya lirih di sela tangis nya.
" apa semua ini mimpi..."??? ucap naya melihat ke sekeliling kamar nya memang benar sean tidak ada.
tangis naya semakin keras dan terdengar memilukan.bu aminah yang sedang di dapur segera menghampiri naya karena mendengar naya menangis.
" naya....kamu kenapa.????" tanya bu aminah.
naya menangis sesegukan sehingga untuk menjawab pertanyaaan bu aminah saja naya kesulitan.
" kamu mimpi buruk...."??? tanya bu aminah lagi.
" su..su..ami nay tidak ada bu...." ucap naya terbata bata sambil menunjuk ke tempat tidur yang kosong.
" apa nay bermimpi...." ucap naya.
bu aminah tersenyum mengerti apa yang sedanh naya pikirkan.
" nay....kamu tidak bermimpi." ucap bu aminah.
naya terkejut dengan ucapan bu aminah.
" suami mu ada di sini...sekarang dia sedang ada di luar." ucap bu aminah.
mendengar hal itu naya langsung turun dari tempat tidur dan berlari keluar.
" nay...pelan pelan." teriak bu aminah
naya segera membuka pintu dan benar saja nampak sean sedang berdiri memunggungi naya dan seperti nya sean sedang menelpon seseorang.
naya langsung memeluk sean dari belakang sambil menangis.sean yang mendapat pelukan mendadak terkejut apalagi tahu kalau naya sedang menangis.
" sayang....kamu kenapa.???" tanya sean berbalik dan menatap naya.
" hei ...kenapa kamu menangis.???" tanya sean dengan lembut menghapus air mata naya.
" saat saya bangun tidur tuan tidak ada saya pikir ini semua mimpi." ucap naya masih menangis.
" aku keluar karena ingin menelpon leo untuk menjemput kita di sini.aku takut mengganggu tidur mu kalau menelpon di kamar." ucap sean.
" sudah...jangan menangis lagi.sekarang kamu bersiap karena hari ini kita akan pulang." ucap sean.
naya mengangguk.....
" uanh nya mana...tuan.???" tanya naya dengan polos nya.
__ADS_1
" leo akan membawa nya " ucap sean.
bersambung.....