Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps 81. hamil


__ADS_3

"Tuhan......bolehkah aku bertanya kenapa engkau menghadirkan cinta di hatiku jika akhirnya cinta ini pula yang mengakhiri segalanya.


siapa yang harus aku salahkan jika aku menjadi gila karena sangat mencintai nya.


kehilangan nya membuat arah dalam hidupku menjadi tak tertuju.


aku hanya manusia biasa yang tak memiliki kekuatan seperti mu,aku rapuh jika tanpa nya."


 


kanaya


 


di sebuah tempat yang sangat asing naya berjalan sendiri menikmati pemandangan indah yang tidak pernah ia lihat.


suara gemercik air dan nyanyian burung membuat suasana menjadi begitu alami.


" di mana aku..." ucap naya.


naya kembali melanjutkan langkah nya....


" naya sayang...." panggil seorang wanita.


naya terkejut dengan suara yang memanggil namanya.naya pun mencoba mencari dari mana suara itu berasal.


naya melihat ada cahaya putih di hadapannya


naya tidak bisa melihat begitu jelas siapa yang memanggilnya karena cahaya itu sangat menyilaukan mata.


naya tidak mau menyerah ia penasaran siapa yang memanggilnya jadi naya terus berjalan menerjang cahaya putih di hadapannya itu.


" tante indah...." ucap naya lirih.


tante indah tersenyum...


naya langsung berlari memeluk tante indah.


" hei....kenapa kamu menangis." ucap tante indah.


" naya kangen tante..." ucap naya manja.


" tante juga kangen sama naya." ucap tante indah.


" tante....ini di mana..???? tanya naya melihat sekeliling nya.


" ini rumah tante sayang." ucap tante indah.


" apaaa......rumah tante." ucap naya terkejut.


" berarti naya ada di surga sekarang." ucap naya.


tante indah hanya tersenyum mendengar kata kata polos naya.


" kenapa kamu ada di sini.??? tanya tante indah.


naya bukannya menjawab ia malah menunduk sambil menangis.


" apa sean berbuat nakal..." ucap tante indah.


naya semakin tersedu menangis...


" hei.....jangan menangis." ucap tante indah mengangkat dagu naya dan menghapus air mata naya.


" kemarilah...." ucap tante indah mengajak naya untuk duduk di sebuah bangku yang menghadap ke arah air terjun yang sangat indah.


" dengar sayang..perjalanan dalam hidup itu tidak ada yang mudah seperti membalikan telapak tangan.seperti hal nya cinta..setiap perjalanan dalam cinta pasti akan ada badai yang suatu saat menyapa.di saat itulah kekuatan cinta kita akan di uji." ucap tante indah.


" apa kekuatan cinta mu hanya sebatas itu..." ucap tante indah menatap naya.


naya pun ikut menatap tante indah.


" tapi tante....tuan sean meragukan cinta naya." ucap naya.


" sayang..." ucap tante indah menggenggam tangan naya.


" jika sean meragukan cinta mu tidak seharus nya kamu pergi." ucap tante indah.


" tapi tuan sean sendiri yang menyuruh naya pergi.bahkan tuan sean berbuat kasar sama nay...." ucap naya.


" apa kamu masih mencintai sean..??? tanya tante indah.


" sampai kapanpun nay selalu mencintai tuan sean tante..." ucap naya.


" karena itu..kembalilah belum saat nya kamu ada di sini." ucap tante indah.


" tapi tante...!!!! ucap naya.


" percayalah jika cinta mu tulus tuhan pun tidak akan tinggal diam..." ucap tante indah.


**********************


" kak naya......

__ADS_1


" kak naya....


terdengar samar suara anak perempuan di telinga naya.


" bu.....kak naya mulai sadar bu." ucap seorang anak perempuan yang terlihat sangat heboh kepada ibunya.


kini naya sedang terbaring lemah di tempat tidur yang hanya terbuat dari anyaman bambu tanpa di lapisi kasur empuk yang nyaman.


" ehh....." suara eluhan naya yang baru sadar dari tidur panjang nya.


" syukurlah....nona sudah sadar." ucap seorang wanita paruh baya.


naya masih terlihat linglung dan memandangi semua yang ada di sekitarnya.



sebuah ruangan yang terlihat sangat usang dan semua dindingnya hanya terbuat dari anyaman bambu yang sudah usang.


" aku di mana...???? ucap naya.


" nona di rumah ibu sekarang..." ucap ibu itu.


naya menatap begitu intens kepada ibu itu.


" nona lupa...ibu adalah pemulung yang waktu itu nona tolong.nama ibu aminah." ucap bu aminah.


" kakak lupa sama aku...???? ucap seorang anak perempuan yang tiba tiba datang dan duduk di sebelah naya.


naya menatap anak itu dan mencoba mengingat nya...


" si..sifa..." ucap naya.


" kakak sudah ingat..." ucap sifa bahagia.


" ibu menemukan nona di pinggir sungai sebenarnya apa yang terjadi."????? tanya bu aminah.


naya diam menunduk...


terdengar isak tangis lirih dan air mata pun tidak bisa lagi ia bendung...


" kalau nona tidak mau cerita tidak apa apa.." ucap bu aminah.


" di mana rumah nona..." tanya bu aminah.


naya menggeleng...


" ibu akan mengantar kan nona pulang..." ucap bu aminah lagi.


bu aminah semakin bingung dengan naya karena naya hanya menggeleng setiap di tanya oleh bu aminah.


" nay....tidak bisa pulang bu..." ucap naya menatap ke arah bu aminah.


bu aminah bingung apa maksud dari perkataan naya.


" tapi kenapa...??? tanya bu aminah.


sejenak naya terdiam...


bu aminah menggenggam tangan naya...


" ibu memang tidak tahu masalah apa yang sedang nona hadapi tapi nona harus tegar dan kuat demi anak nona...." ucap bu aminah.


" degh...!!!!!!


" anak...????????? naya terkejut.


" iya...anak dalam kandungan nona." ucap bu aminah.


" nay....ha..mil ." ucap naya dengan suara yang bergetar.


" iya..." ucap bu aminah.


" nona tidak tahu kalau nona sedang hamil.???" tanya bu aminah.


naya menggeleng...


tangis naya pun semakin pecah..


" tuan....saya hamil." batin naya memegang perutnya yang masih rata.


" apa yang harus saya lakukan tanpa tuan sekarang." batin naya.


" nona harus banyak istirahat karena kata bidan yang memeriksa nona kemarin kandungan nona sangat lemah." ucap bu aminah.


" lemah...." ucap naya menatap bu aminah.


" iya..." ucap bu aminah.


" ya sudah sekarang nona istirahat dulu ya..." ucap bu aminah hendak pergi.


" bu..." ucap naya memegang tangan bu aminah.


" nay...tidak punya tempat tujuan bolehkah nay tinggal di sini bersama ibu dan sifa." ucap naya sedih.

__ADS_1


bu aminah kembali duduk dan menatap naya..


" tapi nona...lihatlah rumah ibu sangat jelek.nona tidak pantas tinggal di tempat seperti ini." ucap bu aminah.


" nona orang kaya yang terbiasa hidup mewah nona tidak akan bisa menjalani kehidupan orang orang miskin seperti kami." ucap bu aminah.


" nay...sama seperti ibu dan sifa.yang kaya suami nay..." ucap naya.


" baiklah jika itu mau nona..." ucap bu aminah.


" bu...tolong jangan panggil nay dengan panggilan nona" ucap naya.


" panggil saja nay..." ucap naya lagi.


" tapi...." ucap bu aminah terpotong karena naya menatap nya.


" baiklah....nay." ucap bu aminah.


naya pun tersenyum....


" ya sudah sekaranh nay istirahat ya...ibu mau memasak." ucap bu aminah.


" baik bu...." ucap naya kembali berbaring.


di tatap nya langit langit rumah yang sudah sangat usang dan juga di penuhi sarang laba laba di setiap sudut nya.


" tuan...saya merindukan tuan" batin naya.


" apa saya sanggup menjalani hidup tanpa mu." batin naya lagi.


" aku harus kuat...demi anaku." batin naya terus mengelus elus perutnya.


" ibu pasti kuat sayang...demi kamu." batin naya kepada anak yang ada dalam kandungannya.


" kak naya....." panggil sifa kepada naya.


" sifa...." ucap naya bangun dari rebahannya.


"kak naya sudah sehat...????ucap sifa.


naya mengangguk dan tersenyum....


" sifa khawatir sama kak naya karena kak naya lama sekali tidurnya." ucap polos sifa.


naya terlihat heran...


" emang berapa lama kak naya tidur." tanya naya.


" berapa ya....." ucap sifa bingung.


" satu minggu..." ucap bu aminah yang tiba tiba datang.


" apaaa.....satu minggu." ucap naya terkejut.


" iya...ibu sangat khawatir dengan ke adaan mu.ibu ingin membawa mu ke dokter tapi ibu tidak punya uang.jadi ibu menyuruh bidan terdekat untuk memeriksa ke adaan mu setiap hari." ucap bu aminah.


" maafkan nay....ya bu sudah merepotkan ibu dan sifa." ucap naya.


" tidak apa apa..." ucap bu aminah.


" ya sudah sekarang kita makan ya....ibu sudah masak tapi ibu bisa nya masak masakan kampung." ucap bu aminah.


" tidak apa apa bu....nay suka semua makanan apapun" ucap naya tersenyum.


kini naya bu aminah dan sifa duduk di sebuah tikar usang....


" maaf ya ibu hanya bisa nyiapin makanan seperti ini." ucap bu aminah.



" hore....hari ini sifa bisa makan sama tempe dan ikan." ucap sifa bahagia.


" biasa nya sifa kalau makan cuma pake garam kak kalau nggak pake kerupuk." ucap polos sifa.


naya terkejut dan menatap ke arah bu aminah.


" beginilah ke adaan kami untuk makan sehari hari saja kami sangat susah." ucap bu aminah.


naya tersenyum....


" ayo....kita makan ini enak lho...." ucap naya kepada sifa.


" ayo...kak." ucap sifa.


bu aminah tersenyum melihat ke akraban naya dan sifa.


" kamu wanita yang baik naya...semoga kebahagiaan selalu bersama mu." batin bu aminah memandang wajah naya.


" bu....ayo makan." ucap naya yang melihat bu aminah melamun.


" i..iya...." ucap bu aminah


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2