
setelah menemui dina naya dan tika kembali lagi ke kantor.sebenarnya naya ingin menemui mira tapi bagaimana ia harus mengatakannya pada sean.karena pasti sean tidak akan mengizinkannya.
" kamu kenapa nay..??? tanya tika.
" aku ingin menemui tante mira,tapi aku bingung harus gimana.tuan sean pasti tidak akan mengizinkannya." ucap naya.
" kamu kan belum mencobanya" ucap tika.
naya diam...
saat naya dan tika sedang duduk diruang ob.
sekertaris leo datang.
" sekertaris leo...ada apa kamu kesini,kamu pasti mencari ku ya,kamu pasti merindukanku ya..baru juga sebentar aku pergi.???? tanya tika dengan pedenya.
bukannya menjawab leo diam dan cuek saat tika menghujani dengan pertanyaan konyolnya.
" nona...tuan menyuruh anda ke ruangannya.." ucap leo kepada naya.dan langsung pergi begitu saja.
" sekertaris leo...tunggu." teriak tika karena leo pergi begitu saja tanpa memperdulikan dirinya.
" aku ke ruangan tuan sean dulu ya..." ucap naya kepada tika.
" hmmm...." jawab tika singkat.
" tok...tok..." naya mengetuk pintu dan membukanya.
naya masuk dan mendekati sean.
" ada apa tuan..." tanya naya langsung duduk di hadapan sean.
" kenapa kamu menemuinya...???? ucap sean menatap naya sekilas lalu kembali fokus pada map map yang ada di hadapannya.
" degh...."
" apa tuan sean tahu kalau aku menemui dina.." batin naya.
" bukan kah aku sudah bilang jangan pernah berurusan lagi dengan mereka." ucap sean tanpa melihat naya.
" tapi tuan...sekarang mereka sudah berubah" ucap naya.
" apa kamu percaya itu..." ucap sean.
naya diam mendengar apa yang di katakan sean.
" tapi....sepertinya mereka sunggug sungguh sudah berubah." ucap naya lagi.
" kamu jangan lupa dina adalah penyebab mamah meninggal.dan jika bukan karena kamu yang meminta aku pasti sudah membiarkannya membusuk di dalam penjara." ucap sean.
" tapi tuan...!!!!! ucap naya.
" jangan membantah ku ...KANAYA." ucap sean sambil berteriak keras.
naya terkejut dan hatinya merasa sedih karena sean membentaknya dengan sangat keras.naya menunduk untuk menyembunyikan air matanya yang berhasil lolos begitu saja.
"maaf...." ucap naya lirih dengan suara yang bergetar.
naya pun keluar dari ruangan sean dengan perasaan yang terluka.
" aku hanya ingin melindungi mu sayang.." batin sean memandang punggung naya yang menjauh dan keluar dari ruangannya.
naya berjalan ke ruangan ob dengan wajahnya yang sedih.
" kamu kenapa nay...." tanya tika.
" tuan sean marah tik...." ucap naya lesu.
" tentu saja tuan sean marah,dina yang telah menyebabkan mamahnya meninggal kan." ucap tika.
naya diam mungkin benar apa yang di katakan tika.
" tapi aku ingin menemui tante mira." batin naya.
" ya sudah kamu jangan sedih terus dong.ayo kita lanjutin kerjaan kita." ucap tika.
naya dan tika kembali meneruskan pekerjaan mereka.tika mengepel lantai sedangkan naya membersihkan jendela di lantai bawah.
saat naya sedang membersihkan jendela tampak sean lewat diikuti sekertaris leo dan beberapa staf kantor.entah mereka akan kemana mungkin ada meeting di luar.
tapi sean diam saja dan terus berjalan keluar kantor seolah tidak melihat naya padahal naya sedang membersihkan kaca jendela di samping pintu keluar dan jelas jelas sean melihatnya.
" apa sekarang aku sedang di diamkan." batin naya sedih
jam pulang kantor tiba.tika pergi ke ruangan leo.
" tok...tok..." tika mengetuk pintu dan masuk ke dalam.
" ada apa..????ucap leo sinis.
" ish....galak amat." ucap tika.
__ADS_1
" aku akan pergi melihat kostan baru jadi aku tidak bisa pulang bareng." ucap tika.
" baguslah..." ucap leo.
" apaa...." tanya tika.
"' tidak..sudah sana pergi.." ucap leo mengusir.
" iya...iya..." ucap tika langsung ke luar dari ruangan leo.
sekarang naya dan sean ada di dalam mobil hendak pulang ke mansion.
leo bingung dengan situasi saat ini.tidak seperti biasanya kedua tuannya diam seperti sedang bermusuhan.
" ada apa dengan mereka...??? batin leo yang dari tadi melihat dari kaca spion yang ada di depannya.
" apa mereka sedang bermusuhan..." batin leo.
benar benar situasi yang membingungkan.biasanya mereka selalu menghumbar kemesraan tapi kini mereka saling diam bahkan jarak duduknya saja menjauh seperti sedang jaga jarak.
sampai di mansion sean langsung turun membuka pintu mobil sendiri.
" ada apa dengan tuan...???? tanya leo.
naya hanya menggerakan bahunya sebagai jawaban kalau ia tidak tahu.
naya berjalan masuk ke kamar dan ia mendengar suara gemercik air dari kamar mandi dan sepertinya sean sedang mandi.lalu
naya membereskan sepatu dan jas yang di pakai sean tadi di kantor.
naya menyiapkan baju untuk sean.
sean keluar dari kamar mandi dan langsung memakai baju yang telah di siapkan naya.
" tuan marah..." tanya naya.
" tidak...." ucap sean sambil berjalan keluar dari kamar.
naya merasa sangat sedih karena sejak di kantor tadi sean mendiamkannya.
naya segera membersihkan diri ke kamar mandi.setelah selesai mandi naya keluar kamar menuju dapur.tampak di dapur mia sedang sibuk memasak untuk makan malam.
" nona...." ucap mia.
" aku kan sudah bilang kalau kita sedang berdua panggil naya aja." ucap naya.
" iya..." ucap mia tersenyum.
" kamu sedang masak apa.aku akan membantu mu" ucap naya.
naya celingukan ke sana ke sini seperti sedang mencari seseorang.
" apa kamu sedang mencari tuan sean."??? tanya mia.
" apa kamu melihatnya..???? tanya naya.
" tadi tuan ada di ruang keluarga sepertinya sedang menonton tv" ucap mia.
" aku akan ke sana...kamu siapkan makan malamnya ya" ucap naya.
" baiklah..!!! ucap mia.
naya menuju ruang keluarga menemui sean.tampak sean sedang bersantai sambil menonton tv.
naya duduk di samping sean.
" tuan maafkan saya..." ucap naya memegang tangan sean.
tapi sean diam saja dan tetap fokus menonton tv.
" tuan jangan mendiamkan saya seperti ini." ucap naya dengan suara yang gemetar seperti sedang menahan tangisnya.
" baguslah kalau kamu menyadari kesalahanmu." ucap sean langsung berdiri dan meninggalkan naya.
menangislah naya di sana sendiri.
naya pun langsung berlari ke kamarnya.menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur dan menutup semua tubuhnya dengan selimut.
" tuan makan malam sudah siap." ucap mia.
sean langsung menuju ke meja makan duduk sendiri dan menikmati makan malamnya tanpa di temani naya.
" mia.....panggilkan naya." perintah sean.
" baik tuan..." ucap mia.
selang beberapa menit mia kembali.
" katanya nona tidak lapar tuan..." ucap mia.
" nona mau langsung tidur." ucap mia lagi.
__ADS_1
sean selesai dengan makan malamnya.ia pun segera kembali ke kamarnya.di lihatnya naya menutupi dirinya dengan selimut.
sean duduk sebentar di balkon kamarnya dan masuk kembali untuk tidur.
terlihat gerakan dari dalam selimut.naya tidak bisa tidur jika tidak memeluk sean.dan saat ini sean sedang marah dan mendiamkan dirinya.
setelah beberapa menit tampak sean sudah tidur.naya pun membuka selimutnya.saat ini posisi sean memunggunginya.naya ingin memeluk sean tapi ia ingat kalau sean sedang marah jadi ia tidak berani melakukannya.
" tuan...." batin naya memanggil sean.naya menangis.
" saya ingin memeluk tuan" batin naya dengan air mata yang terus keluar.
naya mendekati sean ia tidur meringkuk di belakang punggung sean.itu sudah cukup untuk bisa membuat dirinya tertidur.
tengah malam sean terbangun saat membalikan badannya tanpa sengaja sikut sean menyentuh kepala naya dan ia pun terkejut.
di pandanginya wajah istrinya.masih tampak ada sisa air mata di wajahnya.
" apa kamu habis menangis..." batin sean.
di usapnya pipi naya dengan lembut.
" maafkan aku sayang." batin sean.
sean langsung memeluk naya di ciumnya kening naya.ia tahu kalau naya harus tidur dalam pelukannya.
saat akan tidur sean mendengar sesuatu...
" kriuk...kriuk..." suara perut naya yang lapar.karena tadi naya melewati makan malamnya.
sean tidak tega jika istrinya tidur dengan perut yang lapar.
" sayang....bangunlah" ucap sean membangunkan naya.
" hmmm...." naya mengeliat.
naya membuka matanya perlahan.
" tuan...." ucap naya terkejut karena saat membuka mata wajah sean sudah ada dekat dengan wajahnya.
" perut mu terus berbunyi.kamu belum makan tadi." ucap sean.
" tuan sudah tidak marah.." ucap naya.
sean menggelengkan kepalanya.
naya tersenyum bahagia dan langsung menghambur ke dalam pelukan sean.
" tuan jangan lakukan itu lagi..." ucap naya menangis karena senang.
" maaf kan aku.aku tidak bermaksud begitu." ucap sean.
" saya janji tidak akan membantah perintah tuan" ucap naya masih memeluk sean.
" aku akan menyuruh pak mu mengantarkan makanan untuk mu" ucap sean.
10 menit kemudian pak mus datang ke kamar membawakan makanan.
" terima kasih pak mus maaf malam malam membangunkanmu" ucap naya.
" tidak apa nona ini sudah tugas saya." ucap pak mus lalu keluar dari kamar sean.
karena sudah sangat lapar naya langsung melahap makanan tersebut.
sean hanya melihatnya dan tersenyum.
"tuan tidak makan." tanya naya.
" tidak..." ucap sean.
" kenapa kamu melewatkan makan malam mu" tanya sean.
" bagaimana aku bisa makan.tuan marah dan mendiamkan saya sejak tadi di kantor." ucap naya.
" tuan jangan seperti itu lagi." ucap naya.
sean tersenyum....
" makanlah yang banyak..." ucap sean.
naya mengangguk dan terus menyantap semua makanan yang ada di hadapannya.
" kamu harus mengumpulkan banyak tenaga untuk nanti." ucap sean.
naya diam mencoba mencerna apa yang barusan di katakan sean.
" mengumpulkan tenaga untuk nanti...maksudnya." batin naya mencoba berfikir.naya menghentikan makannya dan menatap sean.
tampak senyum aneh di wajah sean.hal itu membuat bulu kuduk naya berdiri.dan ia tahu benar apa yang di maksud oleh sean.
akhirnya malam itu juga terjadilah yang memang seharusnya terjadi pada pasangan suami istri.naya benar benar di buat ke walahan dengan ulah sean.
__ADS_1
" terima kasih sayang.." ucap sean mencium kening naya yang sudah tertidur karena ke lelahan.
bersambung.....