Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.71 janji masa lalu


__ADS_3

" sampai kapan kamu di sini..??? tanya leo kepada tika.


kini tika dan leo ada di taman bunga yang ada di samping panti.mereka duduk di sebuah bangku yang sudah usang.di sana mereka sedang mengenang masa lalu di mana taman itulah tempat mereka mengucap sebuah janji.


" aku belum tahu,kalau kakak kapan akan pulang??? " tanya tika.


" lusa....ada proyek besar yang harus kami tangani." ucap leo


" sebelum pulang aku ingin menepati janji kita di masa lalu." ucap leo.


tika bingung apa yang di maksud kan leo.


" maksud kakak janji yang mana." ?????ucap tika bingung.


" kamu lupa..???? tanya leo menatap tika.


tika masih bingung dan belum ingat janji apa yang di maksud leo.


" bukankah kamu sendiri dulu yang memintanya." ucap leo.


" di tempat ini lah kamu meminta sesuatu kepada ku." ucap leo.


tika berusaha keras untuk mengingat apa yang terjadi di masa lalu di taman ini.


mereka diam dengan pikirannya sendiri sendiri.


"kak kalau kita dewasa nanti mau tidak kak adam jadi suami cantika..???"


" aku ingat..." ucap tika seketika menutup mulutnya dengan kedua tangannya ketika sudah mengingat janji itu.


" benarkah kamu sudah mengingatnya.??? ucap leo menatap tika.


tika mengangguk...


" ayo kita wujudkan janji itu." ucap leo dengan raut wajah yang sangat serius.


" tapi kak itu kan cuma janji anak kecil." ucap tika.


" jadi....kamu tidak mau menikah dengan ku.??? tanya leo.


" tentu saja mau..." ucap tika reflek.


"ish...ini mulut." batin tika sambil memukul mulutnya sendiri.


leo hanya tersenyum melihat tingkah tika.


" setelah kita pulang ke kota A.aku tidak ingin kamu tinggal di kost an yang sangat kecil." ucap leo.


" dari mana kakak tahu kost an aku."??? tanya tika heran.


leo terdiam....


" kakak diam diam membuntuti ku ya." ???? tanya tika.


"nggak..." ucap leo salah tingkah.


" atau jangan jangan kakak sudah menyukai ku waktu itu.???? ucap tika dengan gaya bercanda.


" nggak..." ucap leo.


" kamu jangan kepedean ya...!!! ucap leo.


" apa kakak tahu...dari dulu aku sangat menyukai kakak bahkan sampai sekarang pun aku masih sangat menyukai kakak." ucap tika menggengam tangan leo.


leo menatap mata tika tampak ada kejujuran yang tulus di sana.


tika pun menatap mata leo.


kini mereka berdua saling menatap.


" kenapa jantung ku deg deg an gini ya...??? batin tika.


leo terus menatap mata tika dan perlahan leo mendekatkan wajahnya.


" kenapa kak leo semakin mendekat.apa ia mau mencium ku.???" batin tika yang tiba tiba mengingat adegan ciuman naya dan tuan sean tadi pagi sehingga kini pipi nya memerah seperti kepiting rebus.


leo semakin mendekat bahkan kini mereka bisa merasakan hembusan nafas masing masing.


tanpa sadar tika menutup ke dua matanya dan memanyunkan bibirnya seakan benar leo akan menciumnya.


" hei...kamu kenapa..???? tanya leo membuat tika langsung membuka mata nya dan merasa malu.


" apa yang sedang kamu pikirkan..??? tanya leo.


" hah....tidak ada." ucap tika salah tingkah.


" lihatlah pipi mu memerah..." ucap leo menggoda.


" benarkah...." ucap tika langsung memegang kedua pipinya.

__ADS_1


" mungkin karena cuacanya panas." ucap tika mencari alasan.


" bodoh...kenapa aku bisa kepikiran kalau kak leo akan menciumku." batin tika memukul keningnya sendiri.


leo tersenyum melihat tingkah tika.


" sudah ah...aku mau masuk ke dalam." ucap tika cemberut dan langsung berbalik hendak pergi.


tapi tiba tiba leo menarik tangan tika sehingga tika langsung berbalik badan.


" cup...." dengan spontan leo mencium bibir tika.sehingga membuat tika diam seperti patung dan matanya melotot.


setelah mencium tika leo langsung pergi meninggalkan tika dengan tersenyum manis.


sedangkan tika masih diam mematung.ia memegang bibirnya yang masih terasa adanya sentuhan bibir leo.


" jantung ku....." batin tika memegangi dadanya.


" dan kenapa kaki ku jadi lemas begini. " batin tika.


leo yang sudah menjauh tiba tiba menghentikan langkahnya dan menengok ke belakang.di lihatnya tika yang masih diam mematung.


" hei..." teriak leo.


" apa kamu akan diam di situ terus.???? teriak leo lagi.


lamunan tika buyar saat mendengar teriakan leo.


" ya...." ucap tika masih syok.


tika pun langsung berlari menyusul leo.


" lusa kita harus pulang sayang..." ucap sean.


" baiklah...." ucap naya dengan lesu karena sebenarnya naya masih betah di panti.


"sayang...kok lesu gitu sih." ucap sean.


" aku ada proyek penting yang tidak bisa aku tinggalkan." ucap sean.


"baiklah..." ucap naya.


" ini..." ucap sean memberikan sebuah amplop kepada naya.


" apa ini tuan...???" tanya naya.


" buka lah...." ucap sean


naya di buat melongo jumlah yang tertulis di cek itu.


" bukankah kamu ingin agar panti ini di renofasi." ucap sean.


" sa...sa..tu...mi..lliar.." ucap naya terbata bata.


" apa itu masih kurang,aku akan menambahkan nya lagi." ucap sean hendak mengambil cek itu.


" tidak...tidak..." ucap naya mencegah sean mengambil cek itu lagi.


" ini sudah lebih dari cukup." ucap naya.


" terima kasih tuan...." ucap naya tersenyum.


sean tersenyum melihat naya begitu bahagia.


makan malam tiba semua penghuni panti berkumpul untuk makan malam bersama.


menu kali ini adalah ayam goreng.


tadi pagi naya membeli ayam sangat banyak.ia ingin anak anak bahagia bisa makan ayam sepuasnya seperti yang mereka inginkan.


" wah....ayam goreng nya banyak banget." ucap salah satu anak panti.


" horee..." ucap anak anak serempak.


"' sudah...sudah...ayo makan." ucap ibu panti.


setelah selesai makan malam.anak anak sedang bermain dengan mainan yang di belikan oleh naya.sedangkan orang dewasa kini berkumpul di ruang tamu karena naya yang menyuruhnya.


" bu....ini ada sedikit rezeki untuk merenofasi panti." ucap naya memberikan sebuah amplop itu.


" tidak usah repot repot nak..." ucap ibu panti.


" tidak bu....nay dan tuan sean ikhlas kok." ucap naya.


" baiklah ibu terima ya..." ucap ibu panti menerima amplop itu dan membukanya.


" 1 milliar....." ucap ibu panti terkejut.


sama hal nya juga yang lainnya terkejut dengan jumlah uang itu.

__ADS_1


" nak naya ini banyak sekali." ucap ibu panti terharu.


" tidak apa apa bu...terimalah." ucap naya.


" terima kasih...biarlah tuhan yang membalasnya ya." ucap ibu panti.


semua hening dan tiba tiba leo berdiri ingin menyampaikan sesuatu.


"maaf bu...." ucap leo kepada ibu panti.


ibu panti pun langsung menoleh ke leo dan yang lainnya pun sama melihat ke arah leo.


" bu.....saya mau minta izin untuk menikahi tika." ucap leo dengan lantang.


" apaaa....." ucap semua orang bersamaan dan sekaligus terkejut.


sedangkan tika yang duduk di kursi hanya menunduk karena malu.


" apa naya mau nak...." tanya ibu panti.


dan kini tatapan semua orang tertuju kepada tika.sontak hal itu membuat tika menjadi grogi.


" kenapa kalian semua melihat ku." ucap tika gugup mendapat tatapan dari semua orang


" apa kamu bersedia tika..???? tanya ibu panti.


semua orang menatap tika untuk menunggu jawaban.


" aku..?????? ucap tika gugup.


" aku....????? ucap tika masih gugup.


tika mengangguk......


" iya aku mau..." ucap tika menunduk malu dengan pipi yang memerah.


" kapan kalian akan menikah...??? ucap ibu panti.


" besok.." ucap leo dengan sangat keras.


" apaaa...." ucap semua orang kaget.


begitu pun dengan tika ia tidak menyangka kalau leo akan menikahi nya besok.


" kenapa mendadak sekali nak..." tanya ibu panti.


" lusa kami harus kembali ke kota A.jadi saya ingin tika bisa tinggal bersama saya." ucap leo.


"tapi...bagaimana kita bisa menyiapkan acara nya hanya dalam satu hari." ucap naya.


" tidak perlu ada pesta.cukup ada penghulu dan saksi saja." ucap leo.


" bagaimana dengan kamu tika..??? tanya ibu panti.


" aku terserah kak leo saja bu..." ucap tika.


" baiklah besok kita akan menyiapkan semuanya." ucap ibu panti.


naya mendekati tika...


" selamat ya...." ucap naya berbisik ke telinga tika.


" terima kasih.." ucap tika.mereka berdua pun saling berpelukan.


" akhirnya...." ucap sean ambigu.


" akhirnya apa tuan..???? ucap leo penasaran dengan kata kata tuannya.


" akhirnya kamu tidak akan jadi perjaka tua lagi." ucap sean meledek.


" saya masih muda tuan bukan nya tuan yang sudah tua." ucap leo tidak ingin kalah meledek tuannya.


" apa kamu bilang..." ucap sean berteriak.


" hei...kalian kenapa malah ribut sendiri." ucap naya melerai perdebatan leo dan sean.


malam yang indah di penuhi begitu banyak tawa dan senyuman.


kebahagiaan yang pantas di rasakan untuk semua para penghuni panti.


" tidak di sangka ya...leo dan tika akan menikah." ucap naya yang kini sedang berbaring di tempat tidur bersama sean.


" hmmm...." ucap sean dengan mata tertutup.


" tuan sudah tidur..." ucap naya.


tidak ada jawaban dari sean sepertinya sean sudah tidur.


" selamat malam tuan....." ucap naya.

__ADS_1


naya pun akhirnya ikut tidur dengan memeluk sean.


bersambung....


__ADS_2