Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.45 insiden kecil


__ADS_3

" bagaimana dengan sekertaris leo...bukankah kamu menyukainya" tanya naya.


tika diam....


" pertama aku melihat sekertaris leo..aku merasa kalau aku sudah lama mengenalnya dan aku pernah berfikir kalau sekertaris leo adalah kak adam.tapi lama lama aku sadar dia bukanlah kak adam sifat mereka sangat berbanding terbalik." ucap tika.


" lalu sampai kapan kamu akan tinggal di apartemen sekertaris leo.." tanya naya.


" setelah gajian aku akan cari kostan" ucap tika.


" kamu kan bisa pakai uang aku dulu.. " ucap naya.


" gak nay....aku sudah banyak ngerepotin kamu" ucap tika.


" tika....kita kan sahabat aku gak pernah ngerasa di repotin kok." ucap naya tersenyum.


" ya udah begini aja.....aku pengen belanja bahan makanan,di apartemen leo tidak ada makanan apapun.tapi kamu yang bayarin ya..." ucap tika dengan senyum manjanya.


" iya....iya.." ucap naya.


" terima kasih ...." ucap tika memeluk naya.


" pak...kita ke minimarket dulu ya..." ucap naya kepada pak sopir.


" iya non...." ucap pak sopir.


" drrttt...." hp naya bergetar.


di lihatnya nama tuan sean di layar hp.


" siapa nay...." tanya tika.


" tuan sean...." ucap naya.


" cepat angkat..." titah tika.


naya pun mengangkat telpon dari sean.


" halo....." ucap naya.


" di mana kamu sekarang..???? tanya sean.


" saya masih di jalan tuan...sekarang mau ke minimarket dulu.memang ada apa tuan..??? tanya naya.


" jangan pulang terlalu malam..." ucap sean.


" iya...." ucap naya pasrah.


" ada apa nay..." tanya tika.


" kita jangan pulang terlalu malam..." ucap naya.


" sepertinya tuan sean sangat mencintai kamu nay..." ucap tika.


" iya...aku juga sangat mencintainya.." ucap naya.


" kamu sangat beruntung nay.." ucap tika.


naya hanya tersenyum...


naya dan tika sampai di minimarket mereka turun dari mobil.


" kalian tunggu saja di sini" ucap naya kepada sopir dan pengawal.


naya dan tika masuk ke dalam minimarket.mereka memulai belanja berbagai bahan makanan.


setelah selesai naya membayar ke kasir dan mereka pun keluar dari minimarket dengan membawa 2 kantong plastik besar.


" terima kasih ya nay..." ucap tika.


naya tersenyum...


saat baru keluar dari minimarket tiba tiba ada yang memegang tangan naya.


" mau ke mana kamu gadis cantik...." ucap tuan roni.


" akhirnya aku menemukanmu..." ucap tuan roni lagi.


" hei...lepaskan tanganmu..." ucap tika.


" apa melepaskan nya.dia calon istriku." ucap tuan roni.


" jangan ngomong sembarangan kamu" ucap tika mulai marah.


" tuan aku mohon lepaskan aku..aku tidak punya urusan dengan anda" ucap naya meringis kesakitan karena tangannya di pegang sangat kuat.


" enak aja...ibu tiri kamu sudah menjual kamu kepadaku untuk melunasi hutangnya.dan kamu bilang tidak ada urusan denganku." ucap tuan roni.


" itu kan urusan anda dengan si mira nenek lampir itu." ucap tika marah.


" ayo ikut aku..." ucap tuan roni menarik tangan naya.


" tuan aku mohon lepaskan aku" mohon naya.


tuan roni tidak mendengar permintaan naya dan ia terus menarik tangan naya.tika berusaha menolong naya tapi anak buah tuan roni mencegahnya.


saat tuan roni menarik paksa naya tiba tiba para pengawal naya sudah berdiri tegap di hadapan tuan roni.


tuan roni terkejut...

__ADS_1


" siapa kalian...kenapa menghalangi jalanku." ucap tuan roni.


" lepaskan nona kami.." ucap salah satu pengawal itu.


" apa....nona " ucap tuan roni bingung.


" maksud kalian dia..." ucap tuan roni menunjuk ke arah naya.


" memangnya apa hubungan kalian dengannya.." tanya tuan roni.


" nona naya istri dari tuan kami" ucap pengawal itu.


" apa istri..." ucap tuan roni terkejut karena naya sudah menikah.


" tidak....aku tidak akan melepaskan nya .dia calon istriku." ucap tuan roni.


para pengawal maju melangkah mendekati tuan roni.


tuan roni pun perlahan mumdur.


"lepaskan nona kami jika kalian tidak ingin berurusan dengan tuan kami" ucap pengawal itu.


" aku tidak takut dengan tuan kalian" ucap tuan roni.


karena tuan roni terus menarik tangan naya akhirnya para pengawal pun maju dan terjadilah perkelahian antara anak buah tuan roni dan para pengawal naya.


anak buah tuan roni memilih mundur karena kalah jumlah dengan pengawal naya.


dan tuan roni pun mendapat bogem mentah dari salah satu pengawal naya karena tidak mau melepaskan tangan naya.


" sebenarnya siapa tuan kalian...??? tanya tuan roni.


" tuan sean arya wiguna..." ucap tika yang tiba tiba muncul di antara mereka.


" kamu pasti tahu kan siapa tuan sean itu.dia tidak akan melepaskan mu karena kamu telah mencoba menyakiti istrinya." ucap tika.


" aa....apaaa tuan sean" ucap tuan roni terkejut.


" iya....kenapa kamu terkejutkan.naya adalah istri tuan sean arya wiguna." ucap tika.


siapa yang tidak kenal dengan sean arya wiguna.orang terkaya dan paling berpengaruh di kota ini.


hanya orang orang bodoh sajalah yang mau berurusan dengannya.


tuan roni memilih kabur ketika mendengar nama sean arya wiguna.


" apa nona baik baik saja..." ucap salah satu pengawal itu.


" iya...mari kita pulang.." ucap naya kepada para pengawal.


di dalam mobil naya diam.membuat tika khawatir.


" tidak tik...aku tidak apa apa" ucap naya.


" apa kamu masih kepikiran kejadian tadi." ucap tika.


" kamu tenang saja tuan sean pasti akan selalu melindungimu" ucap tika lagi.


" tidak salah tuan sean mengirim 10 pengawalnya untuk menemani kita" ucap tika.


naya tersenyum mendengar apa yang di katakan tika.


hari sudah gelap naya baru sampai di mansion.


" selamat malam nona" ucap pak mus membukakan pintu.


" malam pak mus..." ucap naya.


" apa tuan sudah pulang????tanya naya.


" tuan sudah pulang dari tadi..." ucap pak mus.


" tidak biasanya tuan sean pulang lebih awal." batin naya.


" apa dia tahu tentang insiden kecil tadi" batin naya lagi.


" sekarang tuan di mana" tanya naya.


" tuan ada di kamarnya." ucap pak mus.


naya langsung berjalan menuju kamarnya.


" ceklekk...." di bukanya pintu kamar dan nampak sean sedang duduk bersantai di tempat tidur sambil memainkan hpnya.


sean menoleh saat mendengar suara pintu terbuka.


" tuan..." ucap naya.


" kenapa baru pulang" tanya sean tanpa menoleh ke arah naya.


" maaf....tuan saya pulang terlambat," ucap naya.


" hmmm....." jawab singkat sean.


" sepertinya tuan marah.." batin naya.


" saya mau membersihkan diri dulu tuan.." ucap naya.


" hmm....." ucap sean singkat lagi.

__ADS_1


naya ke kamar mandi dengan perasaan sedih karena sean seperti cuek kepadanya.


selesai membersihkan diri naya keluar dari kamar mandi dan menatap kepada sean yang masih fokus dengan hpnya.


perlahan naya mendekati sean.


" tuan....marah." tanya naya.


" marah kenapa...???? ucap sean.


" karena saya pulang terlambat.." ucap naya.


" tadi di jalan ada insiden tuan makannya saya pulang terlambat" ucao naya mencoba menjelaskan kenapa dirinya pulang terlambat.


" aku tahu..." ucap sean.


" apa....jadi tuan sean tahu tentang kejadian tadi." batin naya.


" siapa laki laki itu.kenapa ia berani menyentuhmu" ucap sean menatap naya.


" dia...tuan roni tuan." ucap naya.


" apa hubungan mu dengannya" ucap sean.


" kenapa tuan sean bertanya seolah olah aku punya hubungan dengan tuan roni" batin naya.


" dia...adalah rentenir yang waktu itu mau menikah dengan saya tuan" ucap naya.


" sebenarnya tuan kenapa..apa tuan berfikir kalau saya selingkuh????" ucap naya menundukan kepalanya sedih.


" kemarilah..." ucap sean menyuruh naya duduk di dekatnya.


naya mendekati sean dan duduk di depannya.


" aku tidak marah...aku hanya khawatir terjadi apa apa denganmu." ucap sean.


" tapi tuan sepertinya marah " ucap naya.


" tidak...." ucap sean.


" ya sudah iatirahatlah...kamu pasti cape." ucap sean.


" kriukkk....kriukkkk" tiba tiba terdengar suara aneh dari dalam perut naya.


sean diam karena mendengar suara itu.


" apa itu suara perut kamu..???? tanya sean terkejut


naya mengangguk malu...


" kamu belum makan..???? tanya sean.


" belum tuan.." ucap naya.


" kenapa tidak bilang..." ucap sean.


" maaf..." ucap naya.


" kamu mau makan apa.aku akan suruh pak mus menyiapkannya." ucap sean.


" kalau malam malam gini enaknya makan mie baso tuan." ucap naya.


" mie baso...???? emang masih ada yang jualan malam gini." ucap sean.


" ada..." ucap naya senang.


" ayo....." ucap sean.


naya merasa sangat senang.


" tuan kita naik motor saja...ya" ucap naya.


" tapi ini sudah malam udaranya dingin nanti kamu masuk angin" ucap sean.


" tidak apa tuan saya akan pakai jaket tuan juga ya pakai jaket.saya ambil dulu." ucap naya berlari ke kamar untuk mengambil jaket.


sean memakai motor sport kesayangannya.


" naiklah..." ucap sean menyuruh naya naik ke motor.


naya naik dan memeluk pinggang sean dengan erat.


" kamu meluknya jangan terlalu erat sayang aku tidak bisa bernafas" ucap sean


" benarkah..saya kan cuma takut jatuh tuan" ucap naya modus padahal itu hanya alasan naya ingin memeluk sean.


" aku kira kamu hanya ingin memeluk ku" ucap sean mencoba menggoda naya.


" tidak boleh...." ucap naya melepaskan tangannya dari pinggang sean tapi sean mencegahnya.


" jangan di lepas..." ucao sean.


akhirnya naya pun memeluk kembali pinggang sean dan bersandar dengan nyaman pada punggung sean.


mereka pun menerjang dinginnya angin malam berdua.


**bersambung.....


motor sean**...

__ADS_1



__ADS_2