Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps 24 mulai curiga...


__ADS_3

" nona...ku mohon sadarlah..." leo terus menekan dada naya agar naya kembali bernafas.terus dan terus leo berusaha.tapi naya tetap tidak sadarkan diri.


sean langsung berjongkok meraup tubuh naya di pangkuannya,menepuk nepuk pipi naya.


" naya..sadarlah...naya..." ucap sean panik.


karena naya tidak juga sadar.akhirnya sean mengangkat naya dan membawanya ke rumah sakit.tampak sean begitu khawatir dengan keadaan naya.


angela hanya bengong melihat sikap sean.seanpun meninggalkan angela sendiri yang masih mematung di sana.


" kenapa sean begitu khawatir pada naya...sebenarnya apa hubungan mereka tidak mungkin kalau hanya sekedar bos dan karyawan saja." batin angela.


" leo...cepatlah...." ucap sean.


leo segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


" naya...ku mohon sadarlah..." batin sean memeluk tubuh naya yang semakin terasa dingin.


" leo sebenarnya apa yang terjadi..." tanya sean.kenapa naya bisa tercebur ke laut.


leo bingung harus bicara apa...


" tadi nona....????." ucap leo tidak meneruskan perkataannya.


" apa....bicara yang jelas..." sean marah.


" tadi nona..melihat tuan bersama angela..." ucap leo gugup.


" apa mungkin naya melihat kami berciuman..." batin sean.


"tuan .....sepertinya nona naya mencintai tuan...saya bisa melihat dari tatapan matanya saat nona melihat anda bersama nona angela.


sean terkejut dengan apa yang di ucapkan leo.


sean menatap wajah naya.di usapnya pipi naya.


" apa tuan belum bisa mencintai nona naya..." ceplos leo .


sean terdiam saat leo mempertanyakan hal itu.


" nona naya gadis yang baik...saya selalu memperhatikan bagaimana sikap nona saat melihat anda dan nona angela.saya bisa melihat kalau nona cemburu tapi nona selalu berusaha menyembunyikan semua itu di balik senyumnya." ucap leo.


" aku tidak tahu...." ucap sean.


" tuan harus segera mengambil keputusan jangan sampai semuanya terlambat.


jika tuan memilih nona angela,sebaiknya tuan melepaskan nona naya.nona naya juga berhak bahagia." ucap leo lagi.


" hei...sejak kapan kamu jadi seorang pujangga seperti ini.pacar aja kamu tidak punya" ucap sean mengejek leo.


" tuan saya serius...." ucap leo sedikit marah.


" aku hanya menunggu waktu yang tepat saja....." ucap sean.


" kalau boleh saya tahu siapa di antara nona naya dan nona angela yang anda cintai..." tanya leo.


" aku tidak tahu...." ucap sean.


" tanya pada hati tuan.....tuan pasti bisa mencari jawabannya.jangan sampai tuan salah langkah dan akan menyesal nantinya " ucap leo.


setelah sampai di rumah sakit sean segera berlari untuk memanggil dokter.dokterpun dengan cepat menangani naya.sedangkan leo memarkirkan mobil dahulu.


sean tidak di izinkan menemani naya masuk kedalam ruang pemeriksaan sehingga harus


menunggu diluar.


ketika di tinggal sean tadi ternyata angela langsung mengikuti sean dari belakang,karena angela pun merasa khawatir kepada naya.angela berlari mencari keberadaan sean ketika di depan pintu masuk angela bertemu dengan leo.


" leo di mana sean..." tanya angela.


" saya juga belum tahu nona tadi saya memarkirkan mobil dulu." ucap leo.

__ADS_1


karena belum tahu di mana sean akhirnya leo dan angela bersama mencari sean.


tidak perlu waktu lama leo melihat sean didepan ruang UGD .


" nona itu tuan...." ucap leo menunjuk ke arah sean.


angela segera menghampiri sean.


" sayang...bagaimana keadaan naya." tanya angela.


"angela.....????? sean terkejut tiba tiba ada angela.dan sean baru sadar kalau tadi ia meninggalkan angela begitu saja.


" maaf....tadi aku pergi begitu saja.." ucap sean.


"tidak apa apa....aku mengerti kok.."ucap angela.


"aku lihat kamu begitu sangat mengkhawatirkan naya..." ucap angela.


sean bingung harus bicara apa pada angela,apa mungkin angela sudah mulai curiga.


" naya adalah karyawan ku jadi aku yang harus bertanggung jawab atas keselamatannya.." ucap sean berbohong.


" maafkan aku karena belum bisa jujur padamu..." batin sean.


"keluarga pasien...." panggil sang dokter yang menangani naya.


angela dan sean langsung menghampiri sang dokter.


" bagaimana keadaan teman saya dok...." tanya angela.


" pasien terlalu banyak menelan air...tapi kami sudah menguras air yang ada di perutnya.sekarang pasien sudah bisa di jenguk.." ucap sang dokter.


"terima kasih dok...." ucap angela.


" ayo sayang...." ucap angela mengajak menjenguk naya...


sean dan angela masuk keruangan di mana naya di rawat.


angela menatap wajah naya..


" kamu kenapa sih...kok bisa bisanya kecebur ke laut.." tanya angela.


" itu karena saya kurang hati hati ..nona." ucap naya menjelaskan.


" nona.....saya ingin pulang sekarang.." ucap naya.


" tapi...ini kan sudah malam...dan kamu juga belum baikan." ucap angela.


naya menunduk sedih.sean yang melihat naya bersedih merasakan sesak di dadanya...


" kita akan pulang sekarang,bersiaplah..." ucap sean sambil berjalan keluar....


naya terkejut dengan apa yang di ucapkan sean.naya menatap punggung sean yang berjalan menuju pintu.merasa kalau sean peduli padanya.haruskah naya senang atau sedih.senang karena sean peduli padanya atau sedih karena naya tidak ingin menyalah artikan kebaikan sean kalau pada akhirnya naya harus kehilangan sean.


" semudah itukah......" batin angela menatap naya.


malam itu juga sean dan yang lain langsung pulang menggunakan pesawat pribadi milik sean.


setelah beberapa jam melakukan perjalanan akhirnya pesawat mendarat di bandara indonesia.


" angela...kamu pulang lah bersama leo ..aku akan mengantar naya ke rumahnya..."ucap sean.


" tapi....." ucap angela menggantung.


" jangan berpikiran macam macam...rumah kamu dan apartemen leo satu arah dan aku satu arah dengan rumah naya." ucap sean beralasan.


" baiklah ...." ucap angela kecewa.


mobil leo sudah berangkat untuk mengantarkan angela pulang.


naya ragu untuk pulang bersama sean,ia masih diam mematung di depan pintu mobil.

__ADS_1


" masuklah....." suruh sean.tapi tidak di dengar oleh naya.


" kanayaaa.....cepat masuk atau ku tinggal kamu di sini" ucap sean sedikit membentak.


naya yang takut ditinggal terpaksa ikut pulang bersama sean.


di dalam mobil tidak ada perbincangan apapun.keduanya diam dengan pikiran masing masing.suasana canggung sangat terasa.naya terus menatap ke jendela sedangkan sean sesekali melirik ke arah naya.


" tuan..saya mohon segera ceraikan saya.." ucap naya.


" chiiiittttt....sean mendadak menghentikan mobilnya membuat naya terhuyung ke depan.sejenak sean menatap ke arah naya.


" apa kamu benar benar ingin bercerai..kanaya." tanya sean.memulai pembicaraan.


naya menoleh ke arah sean menatap lekat wajah sean.dan mengangguk sebagai jawaban kalau ia ingin bercerai.


" kenapa...." tanya sean lagi.


naya tersenyum getir dengan pertanyaan sean.


" tuan...apa anda tidak salah menanyakan kenapa.???" ucap naya menahan tangisnya.


" sekarang saya tanya....selama ini apa artinya saya bagi tuan..pernahkah tuan menganggap saya sebagai seorang istri ,pernahkan tuan menghargai saya sebagai seorang istri,pernahkah tuan mengerti perasaan saya sebagai seorang istri dan sekarang tuan menanyakan kenapa....." ucap naya dengan tangis pilunya.


" walau saya menjadi istri seorang sean arya wiguna dengan harta berlimpah apa tuan pernah tahu kalau saya hanya punya 2 setel baju saja,selama ini saya memakai baju milik mia.pernahkan tuan tahu bagaimana hati saya menjerit ketakutan saat ada petir di tengah malam.hanya bisa bersembunyi di balik selimut tipis yang bahkan tidak bisa memberikan saya kehangatan.." ucap naya.


"saya selalu ingin bertahan di samping tuan,tapi .. apa yang harus saya pertahankan.sekarang nona angela telah kembali lalu....." naya tidak sanggup melanjutkan kata katanya ia menangis tersedu sedu untuk meluapkan semuanya.


sean benar benar merasa tertampar dengan semua yang dikatakan naya.


" apa yang telah aku lakukan selama ini...." batin sean memandang naya yang menutup wajah dengan tangannya.


sean segera melajukan mobilnya menuju mansion.


sesampainya di mansion naya langsung turun dari mobil tanpa sean menyuruhnya.naya berjalan cepat untuk masuk ke mansion dan sean pun segera mengikutinya.


naya berjalan menuju kamarnya yang berada di dapur.


" tunggu...." ucap sean,menghentikan langkah naya.


" tidurlah di ruang tamu..." ucap sean lagi.


naya berbalik dan tersenyum kecil...


" terima kasih tuan...saya masih tahu jelas batasan saya di sini, jadi tuan tidak perlu merubah apa yang dari awal sudah tuan lakukan.." ucap naya.


naya langsung masuk ke kamarnya,menutup pintu menyandarkan tubuhnya di balik pintu dan menangis.badannya luruh kelantai naya menangis sambil memeluk lututnya.


" untuk apa tuan baik pada saya,semuanya sudah terlambat...." batin naya.


naya merasa sudah tidak ada harapan lagi untuk terus mencintai sean.


" naya......" terdengar suara wanita paruh baya memanggil namanya


naya tercengang mengangkat kepalanya dan menatap siapa yang memanggilnya.


" tante indah....." ucap naya.


naya langsung berdiri berjalan perlahan mendekat pada sosok wanita yang ia sayang.


naya tak kuasa menahan tangisnya.ia pun langsung memeluk tante indah.


naya memeluk erat tante indah seolah ia ingin meminta kekuatan untuk hatinya yang rapuh.


" aku menyerah tante...cintaku telah kalah..." ucap naya di sela tangisnya yang terdengar pilu.


tante indah melepas pelukannya,memandang wajah naya yang sembab,menghapus air mata yang membasahi pipi mulusnya.


tante indah pun tersenyum....


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2