Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.96 sean bertemu bu aminah.


__ADS_3

pagi pagi naya sudah bangun dan langsung pergi ke dapur untuk memasak.


" beras habis...." batin naya melihat tempat beras yang kosong.


" ada apa nay...."????? tanya bu aminah yang sedang berdiri di pintu.


" beras nya habis bu..." ucap naya.


bu aminah diam karena sebenarnya bu aminah juga tidak punya uang untuk membeli beras.


melihat bu aminah diam naya tahu kalau bu aminah tidak punya uang


" apa aku harus ngutang dulu ke warung bu ani." batin naya.


" kalau begitu nay ke warung dulu ya bu...." ucap naya.


" emang kamu punya uang.???" tanya bu aminah.


" nay masih ada sedikit uang kok bu..." ucap naya berbohong karena sebenar nya naya juga tidak punya uang.


ternyata di warung bu ani juga ada bu salma dan bu rita.mereka adalah ibu ibu yang tidak suka kepada naya dan sering menghina naya.naya menjadi ragu untuk ngutang di warung bu ani karena bu salma pasti akan menghina nya lagi.tapi jika tidak ngutang kasihan bu aminah dan sifa.


akhirnya naya memaksakan diri ke warung bu ani walau pada akhirnya harus mendapat hinaan dari bu salma.


" siapa nih yang datang..." ucap bu salma saat melihat naya.


" pasti mau ngutang lagi..." ucap bu rita.


naya hanya diam walau hati nya sangat sakit dengan hinaan yang bu salma lontarkan kepada nya.


" maaf bu....nay boleh ngutang dulu." ucap naya kepada bu ani.


" tuh kan bener ngutang lagi." ucap bu salma dengan suara lantang nya.


" suami nya mana sampai ngutang terus di warung orang." ucap bu rita menyindir.


" emang nya dia punya suami dia kan wanita gak bener." ucap bu salma.


" anak nya saja anak haram." ucap bu salma.


" cukup bu....bu salma boleh menghina saya tapi jangan pernah menghina anak dalam kandungan saya." ucap naya.


" anak saya bukan anak haram anak saya masih punya ayah." ucap naya.


" kalau memang anak dalam kandungan mu itu punya ayah lalu mana ayah nya." ucap bu rita.


naya diam......


" tuh kan.....diam berarti benar apa yang saya katakan." ucap bh salma.


"sudah...sudah...kenapa sih kalian selalu menghina naya." ucap bu ani mencoba melerai keributan di warung nya.


" saya tidak menghina saya cuma mengatakan apa ada nya." ucap bu salma.


" udah yu bu kita pulang saja...malas kalau deket deket sama orang miskin." ucap bu salma kepada bu rita.


" kamu yang sabar ya nay..." ucap bu ani.


" iya bu...." ucap naya.


" nih beras nya." ucap bu ani.


" sama telur nya ya bu 2 saja." ucap naya.


" terima kasih bu...maaf nay selalu ngerepotin bu ani terus nay janji akan segera melunasi semua utang nay." ucap naya.


" nggak apa apa ibu ikhlas bantuin kamu." ucap bu ani.


" terima kasih banyak ya bu..." ucap naya.


" kalau begitu nay pulang dulu." ucap naya.


" iya nay...hati hati." ucap bu ani.


naya pulang dengan hati yang terluka tidak henti henti nya naya selalu mendapat hinaan karena tidak ada sosok suami di samping nya bahkan anak dalam kandungan nya pun harus ikut menanggung hinaan orang orang yang tidak menyukai nya.


" aku harus kuat..." batin naya.


" aku tidak boleh cengeng.." batin naya lagi.

__ADS_1


sesampai nya di depan rumah naya segera menghapus air mata nya dan segera menampilkan senyum indah nya.


" kok lama nay...." ucap bu aminah.


" kamu kenapa kok kelihatan nya sedih" ??? tanya bu aminah.


" nay...tidak apa apa kok bu.." ucap naya.


" kamu gak bisa bohong sama ibu nay...pasti tadi di warung kamu ketemu bu salma ya." ucap bu aminah.


naya menatap bu aminah heran dari mana bu aminah tahu kalau diri nya tadi bertem dengan bu salma.


naya diam...


" bu salma itu memang mulut nya gak bisa di jaga mentang mentang orang paling kaya di kampung ini selalu berbuat seeanak nya sendiri." ucap bu aminah kesal.


" nggak apa apa bu...nay ikhlas kok." ucap naya.


" kamu yang sabar ya..." ucap bu aminah memegang bahu naya.


"ini beras nya bu..." ucap naya.


" biar ibu yang masak ya..." ucap bu aminah.


" ibu gak berangkat memulung..." tanya naya.


" iya nanti siangan...." ucap bu aminah.


" sebaik nya kamu jalan jalan saja di luar biar kaki kamu tidak semakin membesar bengkak nya." ucap bu aminah.


" jalan jalan nya jangan pakai sandal." ucap bu aminah.


" iya bu...lagi pula sandal nay tadi putus." ucap nay menunjukan sandal nya kepada bu aminah.


" iya nanti pulang memulung ibu belikan ya..." ucap bu aminah.


" sifa mana bu..."??? tanya naya.


" sifa lagi mandi.." ucap bu aminah.


naya pergi ke samping rumah untuk melihat sifa.


" sifa belum selesai mandi nya..???" tanya naya.


" air nya kurang tidak biar kak nay timbain.." ucap naya.


" sudah cukup kak..." ucap sifa.


di samping rumah bu aminah banyak batu batu kecil sehingga naya bisa melakukan jalan jalan kecil untuk kaki nya yang bengkak.


" nay...ayo sarapan." panggil bu aminah.


" iya bu..." ucap naya.


" ayo kak..." ucap sifa selesai mandi.


" sifa pakai dulu ya seragam nya.." ucap naya.


" iya kak..." ucap sifa.


pagi ini naya bu aminah dan sifa sarapan dengan nasi di temani telur dadar.


selesai sarapan bu aminah berangkat memulung sedangkan sifa berangkat ke sekolah.


di mansion sean.....


sean sudah siap untuk mencari naya lagi...


saat ini sean sedang sarapan pagi sendirian...


tiba tiba sean melihat naya ada di hadapan nya.sean terkejut dan mengucek ke dua mata nya dan benar saja ternyata itu hanya halusinasi sean semata.mungkin hal itu di karenakan sean sangat merindukan naya.


" selamat pagi tuan..." ucap leo yang sudah ada di hadapan sean.


" hmmm..." ucap sean sambil memasukan makanan nya kedalam mulut nya.


" maaf tuan seperti nya hari ini saya tidak bisa menemani tuan untuk mencari nona." ucap leo.


" aku sudah tahu..." ucap sean.

__ADS_1


" kamu pergilah ke perusahaan dan pimpin meeting hari ini." ucap sean.


" biar aku sendiri yang akan mencari istri ku."' ucap sean.


" baik tuan...kalau begitu saya permisi dulu." ucap leo.


leo segera pergi ke perusahaan sedangkan sean sudah bersiap pergi untuk mencari naya.


" maaf tuan kalau di izinkan saya bersedia menemani tuan untuk mencari nona." ucap pak mus yang tiba tiba ada di belakang sean.


" biar saya yang membawa mobil nya." ucap pak mus.


sejenak sean berfikir....


" baiklah...." ucap sean masuk ke dalam mobil setelah pak mus membukakan pintu untuk nya.


pak mus segera masuk ke dalam mobil dan langsung menjalan kan mobil nya.


" kita mau mencari nona ke mana tuan..???? tanya pak mus.


" seluruh kota sudah aku telesuri bersama leo.." batin sean.


" kemana lagi aku harus mencari mu sayang...." batin sean lagi.


" tuan...." panggil pak mus yang melihat sean melamun.


" iya...." ucap sean kaget dan sadar dari lamunan nya.


"kita akan kemana tuan..??? tanya pak mus.


" pak mus tahu tempat yang biasa nya banyak para pemulung." ucap sean.


" pemulung....????? batin pak mus heran kenapa tuan nya malah menanyakan tentang pemulung.


sejenak pak mus berfikir...


" saya tahu tuan di pinggiran kota ada sebuah kampung terpencil yang kebanyakan penduduk nya menjadi pemulung." ucap pak mus.


" kita kesana..." ucap sean.


" tapi....tuan mau apa ke sana..???? tanya pak mus bingung.


" mencari istri ku..." ucap sean.


" apa....???? ucap pak mus semakin bingung.


pak mus bengong..


" sudah....cepat jalan." ucap sean berteriak.


" iya tuan...." ucap pak mus.


pak mus langsung menjalan kan mobil nya menuju tempat yang di maksud.


sepanjang jalan sean terus melihat keluar jendela berharap ia bisa menemukan naya.


sudah ada beberapa pemulung yang di lihat nya di sepanjang jalan.


pemulung itu membawa karung di pundak nya mencari barang barang bekas di tempat sampah atau di pinggiran jalan.baju yang sangat kotor ada yang memakai sandal ada juga yang tidak memakai.


sean benar benar tidak mau membayangkan jika naya seperti mereka.apalagi saat ini naya sedang hamil.


" sayang...di mana kamu." batin sean.


" ku mohon kembalilah.." batin sean.


tiba tiba pandangan sean tertuju pada sosok wanita paruh baya yang sedang mendorong gerobak rongsokan nya.


"berhenti...." teriak sean membuat pak mus terkejut dan sontak menghentikan mobil nya secara mendadak.


"ada apa tuan..." ???? tanya pak mus.


tapi sean tidak menjawab pertanyaan pak mus justru sean langsung keluar dari mobil sehingga membuat pak mus bingung dan langsung mengikuti sean.


sean berjalan dengan cepat dan menghampiri wanita itu yang tak lain wanita itu adalah bu aminah.


" di mana istriku..????? ucap sean langsung bertanya.


bu aminah langsung menoleh dan alangkah terkejutnya saat melihat siapa yang ada di hadapan nya.

__ADS_1


"tuan sean.....!!!!!!! ucap bu aminah terkejut.


bersambung......


__ADS_2