
" mana uang yang kamu janjikan itu..." tanya yolanda dengan lantang.
" kamu jangan khawatir aku tidak akan mengingkari janji ku sendiri"' ucap wanita itu.
lalu wanita itu berjalan menuju sebuah lemari yang terbuat dari besi.di ambilnya sebuah koper berukuran sedang.
" ini..." ucap wanita itu sambil meletakan koper tersebut di atas meja.
" apa ini...??? tanya yolanda
" uang yang kamu mau." ucap wanita itu kepada yolanda.
mendengar hal itu yolanda tersenyum lebar dan langsung mengambil dan membuka koper tersebut
saat koper di buka mata yolanda langsung berbinar binar melihat tumpukan uang yang ada di hadapannya kini.
" apa itu cukup..." ucap wanita itu.
" i..in..ini uang semua...???? ucap yolanda terbata bata karena terlalu senang.melihat uang yang begitu banyak adalah hal pertama bagi yolanda.
" tentu saja..." ucap wanita itu.
" berapa semuanya..??? tanya yolanda penasaran dengan jumlah uang itu.
"500 juta." ucap wanita itu.
" apa....500 juta." ucap yolanda kaget.
" bagaimana....apa kamu senang..??? tanya wanita itu.
" tentu saja....saya sangat puas bekerja sama dengan anda." ucap yolanda.
"tapi kamu harus ingat jangan pernah membocorkan semua ini kepada siapa pun." ucap wanita itu dengan wajah yang sangat serius.
" kalau aku membocorkan nya..??? ucap yolanda.
" aku jamin kamu akan lenyap dari dunia ini." ucap wanita itu.
" glek....." yolanda menelan ludah nya sendiri setelah mendengar apa yang di ucap kan wanita itu.
" seperti nya wanita ini bukan wanita sembarangan." batin yolanda.
" dia seperti seorang mafia..." batin yolanda lagi.
" bagaimana apa kamu sudah mengerti." tanya wanita itu.
" i..iya..saya mengerti." ucap yolanda gugup.
" anda tenang saja saya orang yang pandai menyimpan rahasia." ucap yolanda bangga.
setelah mendapatkan uang yang sangat banyak yolanda memutuskan untuk kembali ke kota nya.
" awasi terus wanita itu...aku yakin dia bukan orang yang bisa di percaya." ucap wanita itu kepada anak buah nya.
" baik bos ..." ucap anak buah wanita itu.
**** di perusahaan wiguna****
" nay...apa kamu baik baik saja.." tanya tika.
" wajah kamu pucat sekali.kamu sakit." tanya tika lagi.
" aku tidak apa apa..." ucap naya lesu.
" sebaiknya kamu istirahat dulu ya..." ucap tika.
" tapi ini belum selesai..." ucap naya.
" biar aku saja yang menyelesaikannya.." ucap tika kembali bekerja.
sedangkan naya memilih untuk berbaring sebentar di sofa yang ada di ruangan ob.
di ruangan leo...
" bagaimana..." ucap leo sedang menelpon seseorang.
" maaf tuan saya belum menemukan keberadaan wanita itu." ucap orang yang sedang menelpon leo.
" lakukan yang terbaik..." ucap leo.
" baik tuan..." ucap orang itu.
" aku harus cepat mencari tahu kebenarannya..." ucap leo.
__ADS_1
selesai bekerja tika kembali ke ruangan ob.ia melihat naya yang sedang tidur di sofa dengan kaki meringkuk.
perlahan tika mendekati naya dan
memperhatikan wajah naya.
" kamu wanita yang kuat nay..." batin tika.
" dulu kamu bisa melewati semua nya dan kini kamu juga harus bisa." batin tika lagi.
tika tidak tega membangunkan naya.masih ada waktu 1 jam sampai waktu pulang kantor jadi tika membiarkan naya untuk istirahat sebentar.
di ruangan sean tampak sedang gelisah.ia bingung dengan nasib rumah tangganya bersama naya.apakah harus di teruskan atau tidak.sean tidak pernah bisa memaafkan suatu pengkhianatan sekalipun itu orang yang di cintainya.
jujur di dalam hati nya sean tidak sanggup kehilangan naya tapi bagi nya naya sudah mengkhianati cinta nya dan itu suatu kesalahan yang sangat fatal.
jika mengingat tentang video itu kebencian nya kepada naya semakin besar.
jam pulang kantor tiba para karyawan menghentikan aktivitasnya dan bersiap untuk pulang.
leo juga sudah ke luar dari ruangan nya.saat akan pergi ia melihat sean masih ada di dalam ruangan nya dan leo pun mencoba untuk menyapanya.
" permisi tuan...ini sudah waktu nya pulang." ucap leo.
sean pun melihat jam di tangannya..
" baiklah..." ucap sean dan menghentikan pekerjaan nya.
sean pun ke luar dari ruangan nya di ikuti oleh leo.mereka berjalan bersama menuju lantai paling bawah.
" apa tuan tidak akan menunggu nona naya..." ucap leo menghentika langkahnya sean.
" tidak...." ucap sean tanpa menoleh ke arah leo dan terus berjalan ke luar menuju mobil nya.
setelah sean pergi leo segera menyusul tika di ruangan ob.
" tika..." panggil leo.
saat masuk leo terkejut melihat naya sedang tidur di sofa.
" kak..." ucap tika yang baru masuk ke ruangan nya itu.
" ayo pulang .." ajak leo.
" kita akan mengantar nya dulu." ucap leo.
" apa tuan sean sudah pulang..." ucap tika.
leo mengangguk...
" kenapa tuan sean tidak menunggu naya.." ucap tika heran.
" kasihan naya...." batin tika menatap naya yang masih tertidur.
tika menarik leo untuk keluar dari ruangan itu...
" ada apa...??? tanya leo.
" kak...bagaimana apa detektif yang kakak suruh itu sudah ada kabar." tanya tika.
" belum..." ucap leo.
" kasihan naya kak....ia sangat menderita dengan sikap dingin nya tuan sean." ucap tika.
" aku mengerti....tapi kita juga harus bersabar." ucap leo.
" sebaiknya kita pulang seperti nya akan hujan." ucap leo.
" baik aku akan membangunkan naya dulu." ucap tika.
" aku tunggu di mobil..." ucap leo.
tika pun mengangguk...
sebenarnya tika tidak tega untuk membangunkan naya.
" nay....bangun kita harus pulang." ucap tika dengan pelan membangunkan naya.
" hmmm...." ucap naya masih setengah sadar.
" ini jam berapa..."??? tanya naya.
" ini waktu nya pulang.. ayo." ucap tika.
__ADS_1
" kenapa aku bisa ketiduran pasti tuan sean sudah menunggu ku." ucap naya.
tika menatap sendu wajah sahabat nya itu....
" tuan sean sudah pulang nay..." ucap tika.
" benarkah..." ucap naya sedih.
" mungkin karena aku kelamaan ya tidurnya." ucap naya berusaha tersenyum padahal di hatinya terasa teriris.
tika merasa sangat kasihan kepada naya...
" ayo...kak leo sudah menunggu di mobil." ucap tika.
sepanjang perjalanan tika terus memperhatikan naya dari kaca spion yang ada di depan.tampak naya melamun menatap ke arah jendela dengan tatapan yang kosong.
leo sangat tahu istrinya sangat menyayangi naya.ia tahu betul bagaimana perasaan tika saat ini.begitu besar rasa khawatir tika kepada naya.
leo menatap ke arah tika dan menggengam tangan tika.
" bersabarlah..." ucap leo lirih kepada tika.
tika mengangguk....
sesampainya di mansion sean naya langsung masuk ke dalam kamar nya.ia tidak mendapati sean di kamar.
" kemana tuan sean...." batin naya.
karena badannya merasa lengket naya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
setelah selesai mandi naya ingin mencari tuan sean.tapi saat akan keluar pintu terbuka dan ternyata itu adalah sean.
" tuan...." panggil naya lirih.
tapi sean tidak menatap naya.ia seolah seolah tidak melihat naya.
naya semakin bingung dengan sikap sean.
" tuan..." ucap naya memegang tangan sean.
sean langsung menatap tajam ke arah naya.naya ketakutan dengan tatapan sean dan langsung melepas tangannya dari tangan sean.
" tuan...saya mohon jangan mengabaikan saya." ucap naya dengan air mata yang sudah menetes.
" saya tidak sanggup kalau tuan bersikap seperti ini terus." ucap naya.
sean langsung mencengkram dagu naya...
" kamu yang membuat ku seperti ini..." ucap naya.
"' jadi terimalah...." ucap sean menghempaskan dagu naya dengan kasar.
sean akan keluar dari kamar tapi naya berlari dan memeluknya dari belakang.
naya menangis tersedu sedu di punggung sean ia sangat merindukan pelukan suaminya yang sudah beberapa hari tidak ia dapatkan.
" lepas....." ucap sean datar.
tapi naya tidak mau melepaskan pelukannya.
" aku bilang lepas...." ucap sean melepas tangan naya tapi naya menahannya.
" lepas kan kanaya..." teriak sean.
akhirnya naya pun melepas pelukannya.
" kamu sudah mengkhianati aku dan aku sangat membenci seorang pengkhianat." ucap sean.
" saya tidak pernah mengkhianati tuan.. saya hanya mencintai tuan." ucap naya.
" diam kamu..." ucap sean mencengkram tangan naya dengan sangat keras.
" sakit...tuan" ucap naya meringis kesakitan.
" kamu pantas mendapatkan nya..." ucap sean.
" tidak tuan..." ucap naya.
sean mendorong tubuh naya sampai naya terjatuh ke lantai dan meninggalkan naya sendiri di kamar dengan tangisnya.
" saya mohon tuan jangan lakukan ini.saya tidak pernah mengkhianati tuan saya sangat mencintai tuan." batin naya dengan tangis pilunya.
bersambung....
__ADS_1