
leo terus memepet mobil musuh dan di belakang mobil leo sudah ada anak buah sean yang ikut membantu leo....mobil musuh sudah tidak bisa lolos karena terhimpit 2 mobil di sisi kiri dan kanannya...
leo membanting setir ke arah mobil musuh seketika mobil musuh terbalik...leo langsung membuka pintu mobil menarik keluar sang pengemudinya.
" cepat...keluar kamu..."ucap leo menarik orang itu lalu membuka masker yang di pakainya.siapa kamu
" lepas...." pinta sang musuh
akhirnya terjadi perkelahian di antara mereka.leo yang jago bela diri tidak mudah di kalahkan..dengan sekejap musuh dapat di lumpuhkan.
" cepat bawa dia ke markas..." perintah leo kepada anak buah sean.
" halo tuan sekarang saya sudah ada di markas..." telpon leo kepada sean.
dengan segera sean datang ke markas yang letaknya jauh dari perkotaan tepat posisinya di sebuah gudang di tengah hutan.
musuh sudah terikat dengan wajah yang penuh dengan luka lebam akibat pukulan leo.
sean datang dengan wajah yang sudah tersulut amarah.
" bugh....bugh...2 pukulan langsung mendarat di wajah lebam sang musuh "
" cepat katakan...siapa yang menyuruhmu..." paksa sean dengan menarik rambut musuh.
" sampai mati pun aku tidak akan memberi tahukanmu." ucap musuh.
" kurang ajar kamu....bugh...bugh...." sean terus nemukuli orang itu.
tidak kehabisan akal sean mengeluarkan pistol dari sakunya,mungkin mengancam menggunakan pistol bisa membuat orang itu buka mulut.
" apa kamu tahu apa ini.." tanya sean sambil memain mainkan pistolnya.
" kalau pun kau membunuhku aku tidak akan bicara apapun." ucap orang itu
" besar juga nyali mu ya....,oke ayo kita lihat sampai di mana keberanian mu itu." ucap sean dengan senyum yang mematikan.
" dorrr......!!!!!
satu tembakan langsung mengenai kaki kiri orang itu..
" ahhhh......" orang itu menjerit kesakitan.
" masih belum mau bicara kamu....." tanya sean geram.
" leo....bawa dia keruang bawah tanah dan jangan beri ia makan dan minum biarkan dia mati membusuk disana." perintah sean
" baik tuan...." ucap leo.
sean tiba di mansion sudah tengah malam sudah pasti para penghuninya pun sudah tidur.
pak mus segera membuka pintu kala ia mendengar suara mobil tuannya.
" selamat malam tuan..." salam pak mus sambil membungkukan badannya.
" hemmm....." jawab sean singkat.
saat hendak berjalan masuk ke dalam sean menghentikan langkahnya .
" jam berapa gadis itu pulang...???tanya sean
" hah...gadis..." batin pak mus bingung siapa yang di maksud gadis itu.
" maksud tuan siapa ....." tanya pak mus bingung.
__ADS_1
" siapa lagi kalau bukan kanaya....." geram sean.
" oh..... nona tadi pulang jam 7 tuan,mungkin sekarang nona sudah tidur." jawab pak mus
" kenapa aku menanyakan gadia bodoh itu...ah bodo amat siapa yang peduli..." batin sean segera menuju ke kamarnya.
sean belum bisa tidur dan akhirnya ia memilih untuk pergi ke ruang kerjanya.berusaha menyibukan diri dengan bekerja.
naya terbangun dari tidurnya karena merasa haus dan mengambil air minum ke dapur.saat akan kembali ke kamarnya tanpa sengaja naya melihat pintu ruang kerja sean terbuka dan lampu pun masih menyala.karena penasaran naya perlahan mendekati ruangan itu tampaklah sean yang sedang bekerja.
" tok....tok...tok...bolehkah saya masuk tuan. " tanya naya langsung masuk tanpa izin dari sang tuannya.
" ini kan sudah malam tuan,apa tuan tidak capek setelah seharian bekerja di kantor sekarang di rumah pun tuan bekerja..." ucap naya.
" diam ...kamu jangan ikut campur urusan ku..." marah sean.
" saya cuma takut tuan sakit karena kelelahan bekerja." ucap naya.
" jangan sok perhatian kamu,aku tidak butuh perhatian mu,lebih baik kamu kembali ke kamarmu sebelum aku menghukummu." ancam sean.
dengan kecewa naya langsung pergi kembali ke kamarnya.kembali mencoba untuk tidur tapi mata tidak bisa terpejam.mengambil sebuah foto di dalam laci naya peluk foto itu lalu ia tatap foto itu penuh cinta dan ternyata itu adalah foto sean.naya mengambil foto itu saat sedang membersihkan kamar sean.
" tuan adakah harapan untukku mendapatkan cinta mu,tapi sampai kapan aku harus bertahan,bertahan sendiri itu sangat melelahkan... " batin naya terus menatap foto sean,tanpa terasa air mata pun menetes perlahan menemani malam sepi yang naya rasakan.
" aku merindukan mu tuan,.....hiks...hiks.... ucap naya di sela sela tangisnya.walau aku bisa menatap mu setiap hari tapi aku tidak bisa menyentuhmu..sungguh menjijikankah aku di mata mu tuan." memeluk foto sean tidur meringkuk seakan naya menginginkan pelukan hangat dari sang suami.pelukan yang tidak pernah naya dapatkan selama menjadi istri sean,jangankan pelukan hangat sedikit perhatian pun tidak pernah naya dapatkan.
setelah lelah meratapi kesepiannya akhirnya naya tertidur...
pagi harinya naya sudah terbangun dan segera menyiapkan semua keperluan sean..
" auww...." naya meringis kesakitan saat tangan yang di balut perban menabrak meja..
segera naya menutup lengannya dengan jaketnya agar sean tidak melihat nya.
" selamat pagi tuan nona..." sapa leo yang baru datang..
sean bersiap untuk berangkat naya pun segera mengikuti langkah sean.
" brukk...."!!!
tanpa sengaja naya menabrak punggung sean karena sean tiba tiba berhenti.
" kenapa kamu mengikutiku...." tanya sean sinis kepada naya.
" saya kan juga mau berangkat bekerja....tuan." ucap naya.
" berangkat sendiri...." tegas sean.
" tapi tuan....saya kan tidak punya uang untuk naik angkot.." batin naya sedih
di dalam mobil tampak sean sedang berpikir apa ia terlalu kejam kepada naya..
" tuan....memangnya nona naya punya uang untuk naik angkot." ucap leo
sean hanya diam mendengarkan apa yang di katakan leo.
" masa aku harus jalan kaki ke tempat kerja.tuan sean benar benar kejam..." oceh naya sepanjang jalan.
dengan tangan yang masih terasa sakit naya terus berjalan,bahkan tanpa di sadari naya luka yang di balut perban berdarah sehingga perban yang tadinya berwarna putih kini ada noda merah nya.
memang terasa berat kaki ini untuk melangkah tapi naya selalu yakin tuhan tidak akan menutup mata nya jika kita selalu ikhlas dan bersabar.
setelah 2 jam perjalanan akhirnya naya sampai di perusahaan wiguna.dengan nafas yang tersengal sengal naya langsung mendudukan tubuhnya untuk istirahat sejenak.
__ADS_1
" nay.....kamu kemana aja jam segini kok baru sampai..." tanya tika khawatir.
naya bingung harus ngomong apa pada tika
" anu...itu.." naya sedang berfikir
" anu..itu...apa nay,kalau ngomong yang jelas dong." ucap tika
" itu...oh ya tadi angkotnya mogok jadi aku harus nunggu dulu sampai angkotnya diperbaiki.(mudah mudahan tika percaya.maaf tika aku harus berbohong sama kamu).
tika tidak lagi bertanya tanya dan lebih memilih untuk kembali bekerja.
merasa cukup istirahatnya naya pun segera memulai pekerjaannya.naya membawa peralatan mengepel.
sean bersama leo baru keluar dari lift hendak memasuki ruangan .tiba tiba langkah sean terhenti saat melihat naya yang sedang mengepel lantai.mata sean tertuju pada perban yang membalut lengan naya dan lebih terkejut saat sean melihat bercak merah di perban tersebut.
" leo...suruh naya ke ruangan ku sekarang..." perintah sean.
" hah...." leo terkejut
" ba...baik...tuan" ucap leo
sean langsung masuk ke ruangan nya sedangkan leo menghampiri naya.
" nona...tuan menyuruhmu untuk keruangannya.." ucap leo
" apa....tapi untuk apa..." tanya naya
" saya juga tidak tahu sebaiknya nona segera menemuinya.." ucap leo.
dengan perasaan yang was was naya segera menuju keruangan sean.
" tok...tok...." naya mengetuk pintu lalu masuk ke dalam ruangan sean.
" duduk...." perintah sean
naya pun segera duduk dan terus memperhatikan sean yang membawa kotak obat.
" kemarikan tangan mu...." ucap sean
" hah...." naya yang bengong reflek langsung mengulurkan tangannya.
perlahan sean membuka perban dan tampak luka yang masih basah bahkan seperti terinfeksi.
" apa ini luka akibat kemarin menolongku..." batin sean.
" apa kamu tidak bisa merawat luka mu ini kenapa sampai seperti ini..." tanya sean
" tuan...mau mengobati bagaimana uang untuk membeli obat saja aku tidak punya.apa tuan tahu tadi saya berangkat kerja harus berjalan kaki karena saya tidak punya uang sepeserpun.karena itu setiap hari saya ikut menumpang mobil tuan." ucap naya sedih.
"apaaa......jalan kaki.." batin sean terkejut.karena jarak mansion ke perusahaan cukup jauh.apa ia terlalu kejam.
"apa tuan mengkhawatirkan saya....." tanya naya.
" kamu jangan geer dulu..aku hanya tidak mau berhutang budi pada siapa pun." ucap sean membuat naya bersedih karena ia pikir sean khawatir pada dirinya
" tuan....jika nyawa saya yang terancam apa tuan akan melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan." tanya naya,membuat sean terdiam..
" hentikan omong kosong mu.....jangan kamu pikir karena kamu sudah menolong ku.aku akan menerima mu sebagai istriku.asal kamu tahu aku mencintai orang lain,dan saat dia kembali saat itu pula kamu harus pergi dari kehidupan ku." ucap sean.
" degh....."
sakit....sungguh sakit hati naya mendengar bahwa suami yang sangat ia cintai mengatakan kalau ia mencintai orang lain.
__ADS_1
hancur...sudah pasti hancur yang di rasakan naya.apa ini lah saat nya untuk naya menyerah....??????
bersambung.....