
setelah puas belanja kini naya dan sean sedang berjalan jalan di pinggiran pantai.berjalan sambil bergandengan tangan memandang laut luas dengan deburan ombak yang indah.
" tuan.....terima kasih ya." ucap naya manja sambil bergelayut di lengan sean.
" apa pun akan aku lakukan asal kamu bahagia." ucap sean.
" tuan membuat saya terharu..." ucap naya.
"terima kasih tuhan engkau telah mempertemukan ku dengan tuan sean" batin naya menatap sean.
" ada apa...kenapa kamu menatap ku seperti itu." tanya sean .
" tuan sangat tampan..." ucap naya tersenyum.
" semua orang juga tahu itu.." ucap sean sombong.
" kita duduk di situ aja ya...saya capek." ucap naya langsung duduk di pasir putih yang lembut.
sean pun mengikuti naya duduk di pasir pantai.
" apa kamu haus...??? tanya sean.
naya pun mengangguk...
" diamlah di sini aku akan membeli minuman dulu." ucap sean.
" cemilan nya juga ya..." ucap naya tersenyum.
sean mengangguk dan pergi untuk membeli minuman dan cemilan.
naya mencari sebuah kayu dan ia membuat tulisan di atas pasir.
naya menulis namanya sendiri dan sean ia berharap nama mereka berdua selalu terikat seperti laut dan pasir putih ini yang selalu bersama dan tak terpisahkan.
" apa yang sedang kamu lakukan sayang.."???? tanya sean yang datang membawa satu kantong plastik berisi minuman dan cemilan.
" saya sedang menulis nama kita di pasir ini." ucap naya.
" untuk apa..." tanya sean.
" katanya kalau kita menulis nama kita dan orang yang kita cintai di pasir pantai maka cinta mereka akan selalu terikat selamanya." ucap naya.
" kamu percaya itu...." tanya sean.
" entah..." ucap naya.
" sudah jangan mikirin hal begituan itu hanya mitos " ucap sean mengeluarkan semua isi di kantong plastik yang ia bawa.
"tuan lihat sunset......." ucap naya sambil menunjuk ke arah langit sore.
" dari dulu saya ingin sekali melihat sunset dengan orang yang saya cintai dan sekarang saya dapat mewujudkannya." ucap naya.
naya tersenyum dengan wajah polosnya menatap sean yang juga menatapnya.
sean mencium kening naya membuat naya sangat bahagia.
mereka berdua pun duduk sambil memandang indahnya langit sore.
*** di panti***
tika sedang berjalan jalan di sekitar panti.ia sangat rindu dengan panti apalagi masa masa kecilnya bersama adam.
semuanya masih sama hanya bangunan nya saja yang semakin usang di makan waktu.
" putri..." batin tika ketika melihat putri yang sedang duduk sendiri di bangku.
tika pun segera menghampirinya.
" putri....!!!! panggil tika.
" kak tika..." ucap putri.
" putri lagi ngapain di sini sendirian.???? tanya tika ikut duduk di bangku itu.
__ADS_1
"putri lagi sedih kak..." ucap putri.
" sedih kenapa... boleh kak tika tahu." ucap tika.
" panti akan di gusur kak.." ucap putri.
" apaa...." ucap tika terkejut.
" putri tahu dari mana.???? ucap tika.
" putri dengar sendiri kak saat ibu panti berbicara dengan seseorang." ucap putri.
" kenapa ibu panti tidak bicara apa apa kepada ku." batin tika.
" mungkin putri salah dengar.tidak mungkin panti akan di gusur." ucap tika.
" putri gak bohong kak.." ucap putri.
" ya sudah putri gak usah mikirin masalah itu ya. putri sekarang tidur ini udah malam." ucap tika.
" iya kak..." ucap putri segera pergi ke kamarnya.
tika diam memikirkan sesuatu.
" jika apa yang di katakan putri itu benar,kenapa ibu panti merahasiakannya dari ku." batin tika.
" sebaiknya aku tanyakan saja besok." batin tika.
naya dan sean sedang dalam perjalanan pulang mansion.sean menyetir mobilnya sendiri.ia hanya ingin jalan jalan berdua saja dengan naya tanpa ada leo yang selalu menjadi orang ke tiga.
karena kelelahan naya tertidur.
" kamu pasti lelah ya..." batin sean membelai kepala naya.
sean merasa sangat bahagia ada naya di sampingnya.ia akan melakukan apapun untuk kebahagiaan naya.
setelah sampai di mansion sean menggendong naya.ia tidak tega jika harus membangunkannya.
di letakan nya pelan pelan tubuh naya ke tempat tidur.di lepasnya pula sepatu dan jaket yang naya pakai.
" selamat istirahat sayang..." bisik sean lalu mencium kening naya.
*** pagi hari di kantor wiguna naya sudah bisa kembali bekerja setelah satu minggu terkurung di mansion.tapi saat ini ia merasa kesepian karena tika masih cuti bekerja.walau banyak pegawai lain tapi bagi naya hanya tika lah sahabat yang bisa membuatnya jauh dari kesepian.
saat naya sedang bekerja ia tidak sengaja melihat sekertaris leo yang sedang mengamati sesuatu.
"' apa yang di lakukan sekertaris leo..???? batin naya yang melihat sekertaris leo sepertinya sedang mencari seseorang.
" tapi dia sedang melihat ke arah ruangan ob.apa jangan jangan sekertaris leo sedang mencari tika .??? batin naya lagi.
karena penasaran naya mendekati sekertaris leo.
" apa ada yang sedang kamu cari sekertaris leo.." ucap naya.
" nona.....anda mengagetkan saya saja." ucap leo terkejut.
" dari tadi aku lihat kamu sedang memperhatikan ruangan ob." ucap naya.
" apa kamu sedang mencari tika." ucap naya.
" tidak. " ucap sekertaris leo gugup.
" tapi sepertinya iya.." ucap naya curiga.
" maaf nona saya permisi dulu.." ucap sekertaris leo segera pergi.
" tika sedang cuti 2 hari." ucap naya sedikit berteriak karena leo mulai pergi menjauh.
" cuti...???? batin leo sambil menoleh ke arah naya.
" tapi saya tidak sedang mencari tika nona." ucap leo.
" kamu jangan bohong kalau kamu suka sama tika katakanlah sebelum terlambat."' ucap naya.
" maaf nona saya permisi." ucap sekertaris leo pergi mengabaikan apa yang di katakan naya.
__ADS_1
" sepertinya sekertaris leo memang menyukai tika." batin naya.
naya kembali ke ruangan ob lagi.
"tidak ada tika aku kok jadi nggak semangat gini sih." ucap naya merasa jenuh.
naya bermalas malasan di ruangan ob sendirian karena ob yang lainnya sedang sibuk bekerja.memang sangat terasa bagi naya jika tidak ada tika bersamanya.
" apa aku sebaiknya ke ruangan tuan sean saja ya." ucap naya.
"di sini bete,mau kerja nggak semangat." ucap naya.
akhirnya naya pergi ke ruangan sean.paling tidak di sana ia bisa melihat suaminya yang sedang bekerja.
" tok...tok..." naya mengetuk pintu.
naya langsung masuk ke dalam ruangan sean.tampak sean sedang sibuk dengan pekerjaannya.
tanpa bicara apa apa naya langsung duduk di sofa dengan wajah masam nya.sean yang melihat nya pun merasa heran.
" kamu kenapa...????" tanya sean menghentikan sejenak pekerjaannya.
" saya bete tuan....tidak ada tika saya jadi tidak semangat bekerja." ucap naya dengan wajah cemberut.
" syukurlah...." ucap sean lirih tapi masih bisa terdengar oleh naya
" maksud tuan apa kok syukurlah..???? tanya naya bingung.
" ya syukur kalau kamu jadi tidak semangat bekerja.dari dulu kan aku sudah melarang mu bekerja." ucap sean.
" kenapa sih kamu sulit sekali untuk tidak bekerja."' tanya sean.
" saya hanya tidak mau di anggap wanita yang hanya memanfaatkan harta suami.makannya saya lebih senang bekerja." ucap naya.
" hei.....justru aku yang tidak mau di anggap suami yang tidak mampu menafkahi istrinya.masa istri seorang sean arya wiguna orang terkaya di kota ini bekerja sebagai ob di perusahaannya sendiri " ucap sean.
" tuan malu punya istri seperti saya..." ucap naya sedih.
" bukan....bukan begitu sayang." ucap sean panik takut naya salah paham dengan ucapannya.
sean langsung menghampiri naya.
" sayang....bukan begitu maksud ku." ucap sean menggenggam erat tangan naya.
" aku tidak pernah malu punya istri seperti kamu.justru aku sangat beruntung memiliki mu." ucap sean.
" jangan pernah berpikiran macam macam ok. aku sangat bahagia kamu hadir di kehidupanku." ucap sean menangkup ke dua pipi naya.
naya mengangguk....
" saya mengantuk tuan...saya mau tidur saja." ucap naya manja.
" tidurlah di dalam,aku akan menyelesaikan pekerjaan ku." ucap sean langaung menekan tombol untuk membuka kamar rahasia nya.
naya pun langsung masuk ke dalam kamar rahasia itu dan merebahkan tubuhnya untuk memulai perjalanannya ke alam mimpi.
sean melanjutkan kembali pekerjaannya.tapi belum juga ada 2 menit tiba tiba pikirannya tertuju kepada naya.
tampak sekali senyum aneh dari sudut bibirnya.
sean menutup map yang ada di depannya dan memilih untuk pergi menyusul naya di kamar rahasianya.
tampak naya sudah tidur.perlahan sean mendekati naya.ia melepas jas dan dasinya dan melemparnya ke sembarang arah.sean dengan hati hati mendekati naya dan di tatapnya wajah sang istri yang cantik tanpa polesan make up apa pun.kini posisi sean sudah ada di atas tubuh naya.dengan pelan sean membelai wajah, menciumi telinga dan menciumi leher naya.
naya yang merasa terusik akhirnya bangun dan membuka matanya.
" tuan...." ucap naya terkejut karena kini sean ada di atas tubuhnya.
" tuan sedang apa...." tanya naya bingung.
sean tidak menjawab apa yang di tanyakan oleh naya.hanya ada senyuman aneh yang terlihat di wajah sean dan sudah pasti naya bisa menebak arti dari senyuman itu dan naya pun tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
" aku menginginkanmu sayang...." ucap sean.
" tapi..????? belum juga selesai bicara sean sudah langsung meraup bibir naya dan ********** dengan sangat lembut.
__ADS_1
kalau sudah begitu naya tidak akan bisa berbuat apa apa lagi.
bersambung.....