Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.40 berbagi..


__ADS_3

pertama kali bagi sean menyantap makanan kalangan bawah tapi sean langsung menyukainya.biasanya sean selalu perhitungan mengenai nilai gizi pada setiap makanan yang akan dimakannya.


" tuan...mau nambah lagi." ucap naya.


" boleh..." ucap sean.


" tuan lapar atau doyan..." tanya naya.


" dua duanya...." ucap sean.


sudah 2 mangkok mie baso sean habiskan.kini ia merasa kekenyangan.


saat sedang asik makan naya di datangi seorang ibu pemulung bersama anaknya.


" minta sedekahnya nona,kami belum makan dari kemarin." ucap pemulung itu.


naya menghentikan makannya dan menatap pemulung itu.


" ibu belum makan..." tanya naya pada pemulung itu.


naya merasa kasihan.naya menoleh dan menatap ke arah sean.sean yang mendapat tatapan dari naya sudah paham apa arti dari tatapan itu.sean pun mengangguk.


naya sangat senang karena sean mengerti apa yang diinginkannya.


" mari bu sini..kita makan bersama.." ucap naya mengajak ibu pemulung itu dan juga anaknya.


" tidak apa apakan tuan mereka duduk bersama kita..' ucap naya kepada sean karena naya takut kalau sean merasa tidak nyaman dengan mereka.


sean mengangguk dan tersenyum.


" bu...punyaku di bungkus saja buat nenek di rumah.." ucap anak kecil itu kepada ibunya.


" emang kenapa dek..." tanya naya.


" di rumah nenek juga belum makan,jadi punyaku buat nenek saja." ucap polos anak itu.


" emang adek gak lapar.." tanya naya.


anak itu diam dan menunduk..


" adek sayang sekali ya sama nenek..." tanya naya lagi.


anak itu mengangguk...


" ya udah...adek makan aja dulu ya..nanti yang buat nenek kakak beliin lagi." ucap naya.


" terima kasih kak..." ucap anak itu kegirangan.


" siapa nama kamu..." tanya naya.


" aku sifa kak..." ucap sifa


" nama adek bagus ya.kalau kakak namanya kanaya dan yang ganteng itu suami kakak namanya kak sean " ucap naya menunjuk kepada sean.


sean tersenyum mendengar kata ganteng dari naya.sean melihat interaksi antara naya dan anak itu.mereka seperti sudah akrab padahal baru bertemu.


" sifa sekolah kelas berapa.." tanya naya.


" kelas 3 kak.." ucap sifa.


" kok sekarang gak sekolah..." tanya naya.


" tadi pagi sekolah kak..pulang sekolah sifa bantu ibu cari rongsokan" ucap polos sifa.


naya diam mengerti dan bisa merasakan bagaimana kehidupan yang sifa dan keluarganya jalani.hidup dalam kemiskinan tidak beruntung seperti orang orang kaya yang bergelimang harta.karena ia pun pernah mengalaminya.


sean menatap raut wajah naya ia tahu apa yang sedang di pikirkan naya.sean menggenggam tangan naya dan tersenyum.naya menoleh dan menatap sean.


" lakukan apa yang ingin kamu lakukan..." ucap sean kepada naya.


spontan naya memeluk dan mencium pipi sean.


" sayang...kamu sedang menggodaku." ucap sean.


" maaf...." ucap naya malu.


" sifa nanti mau gak ikut kakak belanja..." ucap naya.


sifa menatap naya seolah ada rasa curiga takut kalau naya seorang penculik atau penjual anak.


" kenapa sifa menatap kak naya seperti itu.jangan khawatir kakak bukan orang jahat kok..." ucap naya.

__ADS_1


" kakak bukan penjual anak kan..." tanya sifa.


naya terkejut sedangkan sean tertawa keras.


" tuan...kenapa tertawa." ucap naya cemberut.


sean langsung menutup mulutnya dengan tangan karena melihat naya cemberut.


" tidak sayang...." ucap sean membelai rambut naya.


" tapi tadi tuan mentertawakan saya kan." ucap naya masih cemberut.


" tidak..." ucap sean lagi.


" sifa...emang muka kak naya mirip seorang penculik apa" ucap naya memanyunkan bibirnya.


sifa menggeleng...


"sifa jangan takut kak naya cuma pengen beliin sifa baju mau gak..." ucap naya karena melihat baju yang di pakai sifa dan ibunya sudah usang dan ada bagian yang sudah robek.


" mau kak..." ucap sifa senang.


" tapi...kak boleh ga beli baju nya di ganti sepatu aja " ucap sifa.


" emang kenapa..." tanya naya.


" sifa belum pernah punya sepatu kak " ucap sifa sedih


" lalu.. kalau sekolah sifa pakai apa." tanya naya.


" ini..." tunjuk sifa pada sandal jepit yang sedang di pakainya.bahkan sandal itu di ikat dengan tali rafia.


naya dan sean saling pandang benar benar prihatin pada sifa.


" kami tidak mampu beli sepatu untuk sifa nak.buat makan sehari sehari saja kami masih sangat kekurangan." ucap ibunya sifa.


" ya sudah nanti kita beli baju,sepatu,tas untuk sifa sekolah dan banyak lagi." ucap naya sambil tersenyum.


" banyak sekali kak,nanti uang kak naya bisa habis." ucap sifa polos.


" kak naya memang gak punya uang,tapi tenang aja suami kakak uang nya banyaaaak sekali,jadi sifa mau beli apa aja gak bakalan habis.


naya melirik ke arah sean dan menunjukan senyum termanisnya.


sean mengangguk....


" ya sudah...ayo" ucap naya menggandeng tangan sifa.


sean merasa bangga memiliki istri berhati mulia seperti naya.tidak pernah membeda bedakan derajat orang lain.walau sekarang statusnya istri orang terkaya tapi naya tidak sombong dan angkuh.


" ini mobil kak naya..." tanya sifa.


naya mengangguk..


" bagus banget kak mobilnya.." ucap sifa.


" ayo naik.." ucap naya.


" tidak apa apa nak kalau ibu sama sifa naik mobil ini,nanti bisa kotor mobilnya.." ucap ibunya sifa.


" tidak apa apa bu..." ucap naya membukakan pintu mobil untuk sifa dan ibunya.


di sepanjang perjalanan naya dan sifa terus berbincang bincang.sean tetap fokus menyetir mobil dan sesekali melirik ke arah naya.


hati sean merasa bahagia melihat naya yang selalu tersenyum.ia pun merasakan kelegaan dalam hatinya kala ia mau berbagi sedikit hartanya untuk orang orang yang kurang beruntung,dan itu semua berkat naya.


selama ini sean menutup mata dengan kehidupan di luar sana,sehingga ia tidak tahu bagaimana kehidupan orang lain.


ia hanya fokus bekerja dan terus bekerja.tapi karena naya kini ia merasa hidupnya lebih berarti.


sampai di mall naya langsung membawa sifa dan ibunya masuk sedangkan sean memarkirkan mobilnya dahulu.tapi saat akan masuk penjaga mencegahnya karena melihat sifa dan ibunya yang hanya seorang pemulung dengan penampilan yabg sangat lusuh dan kotor.


" maaf...kalian tidak boleh masuk ke dalam mall ini." ucap penjaga itu yang sepertinya tidak tahu kalau naya adalah nyonya pemilik mall ini.


" mereka datang bersamaku..." ucap sean menghampiri naya.


penjaga itu terkejut ketika melihat siapa yang bicara.


"maafkan saya tuan..." ucap penjaga itu gemetar.


" apa kamu tidak tahu kalau dia itu istriku." ucap sean memeluk bahu naya.

__ADS_1


" maaf kan saya tuan saya tidak tahu.." ucap penjaga itu lagi.


sean menggandeng naya dan masuk ke dalam mall.


" ayo sifa..." ucap naya menarik tangan sifa memasuki toko pakaian.


naya sibuk memilih baju untuk sifa dan ibunya.sedangkan sean hanya melihat dan mengikuti kemana naya pergi.


sudah 1 jam lebih naya sibuk memborong semua kebutuhan sifa dan ibunya seperti baju sepatu dan alat alat sekolah lainnya.


" sayang....aku harus segera ke kantor ada sedikit masalah di sana" ucap sean.


" tapi bagaimana dengan mereka..." ucap naya menunjuk ke sifa dan ibunya.


" aku akan suruh taksi mengantar mereka.kamu mau ikut ke kantor atau pulang ke mansion." tanya sean.


" saya ikut tuan saja..." ucap naya.


setelah mengantar sifa dan ibunya untuk naik taksi.sean dan naya langsung berangkat menuju kantor.


sampai di kantor sean langsung menuju ke ruangannya dan ternyata di sana sudah ada leo.


"sayang kamu beristirahatlah di sana..." tunjuk sean ke arah lemari.


naya bingung kenapa sean menyuruhnya istirahat di lemari.


" maaf...sayang" ucap sean mengambil remot dan memencet salah satu tombol dan terbukalah lemari itu menjadi 2 dan ternyata itu adalah sebuah kamar yang sangat mewah.naya di buat melongo karena baru sekarang ia tahu kalau ada kamar mewah di ruang kerja sean.


" istirahatlah...." ucap sean mengecup kening naya.


naya mengangguk dan langsung masuk ke dalam kamar dan berebahkan tubuhnya karena memang ia sudah merasa lelah setelah tadi belanja ke mall.


" ada apa...??? tanya sean kepada leo.


leo membuka laptopnya dan menunjukan sesuatu pada sean.


" ada seseorang yang mencoba membocorkan rahasia perusahaan kita ke pada pesaing kita tuan" ucap leo.


"'apa kamu sudah mencari tahu siapa pelakunya." ucap sean.


" belum tuan,tapi saya sedang berusaha untuk mencari tahu." ucap leo.


" cari samapi dapat bawa ke hadapanku.." ucap sean dengan wajah seperti malaikat pencabut nyawa.


" baik tuan..." ucap leo.


leo kembali ke apartemen...


sedangkan sean menghampiri naya yang sedang tidur di kamar.


" kamu pasti cape..ya ." ucap sean membelai wajah dan menyentuh bibir naya.


naya terbangun karena merasa ada yang mengusik tidurnya.


" tuan....apa sudah selesai urusannya" tanya naya bangun dari tidurnya.


sean tidak menjawab apa yang ditanyakan naya tapi sean malah menatap naya dengan tatapan yang mesum menurut naya.


" tuan kenapa menatap saya seperti itu " tanya naya mulai mundur kebelakang dan sean terus mendekatinya.


" aku menginginkanmu sayang.." ucap sean.


" tapi..kita kan sedang di kantor" ucap naya.


bukannya menjawab sean malah langsung mencium naya dan terjadilah pergulatan panas di antara mereka.


1 jam sudah mereka melakukannya.tampak wajah lelah diantara mereka.


" terima kasih sayang.." ucap sean mencium kening naya.


naya tersenyum dan menyembunyikan wajahnya ke dada sean karena masih merasa malu.


"kamu mau menginap di sini atau pulang ke mansion." tanya sean.


" pulang..." ucap naya langsung bangun dan tanpa di sadarinya ia dalam keadaan telanjang dan memperlihatkan bagian dadanya di hadapan sean.


" kamu sedang menggodaku sayang.apa kita ulangi lagi yang tadi." ucap sean dengan senyum mesumnya.


" tidak mau..." ucap naya panik dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


naya lari kocar kacir masuk ke kamar mandi.sean tertawa melihat tingkah istrinya itu.setelah selesai membersihkan diri sean dan naya pun pulang menuju mansion.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2