
" aaaaaaaa...." suara seorang wanita yang sedang mengamuk di kamarnya.
di lempar nya semua barang yang ada dikamarnya hingga hancur.
" sekarang kamu boleh selamat sean,tapi lain kali aku jamin kamu akan mati di tanganku." ucap seorang wanita yang sangat dendam kepada sean.
" kamu harus membayar semua yang telah kamu lakukan kepada keluargaku.kamu tidak berhak bahagia sean....kamu harus merasakan apa yang keluarga ku rasakan." ucap wanita itu penuh kemarahan.
" bodoh...kenapa kalian bisa gagal." ucap wanita itu marah kepada anak buahnya.
" maaf kan kami nyonya...." ucap sang anak buah dengan suara gemetar karena takut.
" cepat keluar dari sini.." usir wanita itu pada anak buahnya.
" aku harus mencari tahu kelemahan sean,dan saat itu pula aku akan melihatnya hancur." ucap wanita itu dengan senyum mengerikan.
"dendam ku tidak akan hilang jika kamu nasih bernafas sean arya wiguna...!!!"ucap wanita itu.
****************
setelah insiden penembakan itu sean memutuskan untuk kembali ke mansion.ia tidak jadi berangkat ke kantor.
ia tidak ingin naya trauma dengan kejadian tadi pagi dan menyuruh naya untuk beristirahat di mansion.
sean menyerahkan semua pekerjaannya kepada leo.
" tuan....kenapa kita malah pulang bukannya ke kantor bersama sekertaris leo." ucap naya.
" tidak...aku takut kamu masih kepikiran kejadian tadi pagi,jadi kamu istirahat saja di rumah." ucap sean.
" tapi saya tidak apa apa kok...." ucap naya.
sean menatap naya...
perlahan sean melangkah maju mendekat naya dengan tatapan yang membuat naya merasa terancam.
" sudah berani membantah ya kamu" ucap sean.
" bu...bukan begitu tuan....." ucap naya melangkah mundur karena sean terus maju mendekatinya.
merasa terancam dan bakal terjadi hal yang tak terduga.naya memilih langsung berlari ke tempat tidur menutup tubuhnya dengan selimut dan lebih memilih tidur.
sean tertawa terbahak bahak melihat tingkah konyol naya.
" tidurlah aku akan ke ruang kerja dulu.." ucap sean keluar dari kamar.
mendengar suara pintu tertutup naya membuka selimut dan mengintip apakah benar sean sudah keluar.
" selamat....." ucap naya.
" ah....sesaknya ini selimut tebal sekali sih.." ucap naya menyingkirkan selimut itu dari tubuhnya.
" apa yang harus aku lakukan di kamar." ucap naya.
karena merasa bosan akhirnya naya memilih menonton tv yang ada di kamarnya.
*** di ruang kerja sean***
tampak sean sedang menelpon seseorang.
" cepat cari tahu siapa orang yang sedang bermain main dengan ku." ucap sean kepada orang yang sedang di telponnya.
" siapa pun yang berani mengusik hidup ku,aku tidak akan membiarkanya hidup akan ku pastikan dia mati di tanganku." ucap sean denga wajah seperti malaikat maut.
leo dan tika sedang dalam perjalanan menuju kantor.di sepanjang perjalanan suasana hening tanpa ada obrolan apapun.
tika menatap leo ia masih teringat kejadian yang baru saja di alaminya.mengingat bagaimana leo menembak mati musuhnya dengan begitu lihai seolah olah ia adalah pembunuh profesional.
tika tidak tahu apa apa tentang leo.yang ia tahu leo hanyalah seorang sekertaris biasa yang hanya bisa bekerja bukannya seseorang yang pandai memegang pistol dan membunuh orang.
" apa yang kamu lihat..." ucap leo tanpa menoleh ke arah tika.
" tidak ada...." ucap tika gugup.
__ADS_1
" kamu baru tahu bagaimana aku sebenarnya" ucap leo sambil memainkan pistolnya walau ia sedang menyetir mobil.
tika tidak merasa takut pada leo tapi ia hanya merasa terkejut dengan apa yang di alaminya tadi.
" jadi....kamu jangan macam macam denganku." ucap leo mengarahkan pistol ke arah tika.
tika menelan ludahnya.keringat dingin mulai terasa jantungnya pun berdetak dengan kencang kala menatap pistol yang mengarah tepat ke kepalanya
tika berusaha tetap tenang...
" apa kamu akan membunuhku kalau aku berbuat macam macam kepadamu.?????." ucap tika.
" tentu saja..." ucap leo dengan tegas.
tika terdiam dan menatap leo...
" apa kamu akan membunuhku juga kalau aku menyukaimu." ucap tika.
leo menghentikan mobilnya secara mendadak karena terkejut dengan apa yang di katakan tika.
leo menatap tika dengan wajahnya yang tidak bersahabat.
" hentikan omong kosongmu..." ucap leo dan menjalankan lagi mobilnya.
" kenapa....apa aku tidak boleh menyukaimu.." ucap tika.
" apa kamu sudah punya kekasih.." ucap tika.
leo diam tidak menjawab apa yang di tanyakan tika.
tanpa terasa mobil telah memasuki area gedung wiguna.
leo langsung turun dan berlalu pergi masuk ke dalam kantor tanpa peduli kepada tika yang masih diam di dalam mobil.
tika turun dari mobil dan masuk ke dalam kantor dan berjalan menuju ke ruang ob.
tika merasa kesepian karena hari ini naya tidak jadi masuk kerja.
tika memulai pekerjaannya dengan membersihkan lantai dan jendela gedung. sedangkan leo sibuk dengan pekerjaan sean yang harus ia ambil alih karena hari ini sean memilih diam di rumah bersama naya.
akhirnya tika makan siang sendiri.ia juga tidak lupa membelikan leo makanan karena ia yakin kalau leo pasti belum makan.
" tok...tok...tok.." tika mengetuk pintu ruangan leo.
" masuk...." ucap leo.
mendengar leo sudah mengizinkan masum tika pun segera membuka pintu dan masuk.
" ada apa..." tanya leo sinis.
" ish....galak sekali sih.." ucap tika.
" kalau tidak ada urusan cepat pergi aku sedang sibuk." ucao leo mengusir tika.
" aku kesini membawakan kamu makan siang.kamu pasti belum makan siangkan." ucap tika meletakan makanan itu di atas meja.
"' jangan sok perhatian kamu" ucap leo.
" kamu itu ya bukannya terima kasih...terserah mau di makan atau tidak" ucap tika kesal keluar dari ruangan leo dan meninggalkan makanan itu di sana.
leo menatap bungkusan plastik yang tadi tika bawa.sebenarnya ia memang sudah sangat lapar.dari pada kelaparan akhirnya leo memakan makanan pemberian tika.
jam pulang kantor tiba tika sudah bersiap untuk pulang kini ia sedang menunggu leo untuk pulang bersama.
tampak leo sedang berjalan menuju pintu keluar.tika pun segera menghampirinya.
dan mengikuti leo dari belakang.tiba tiba leo menghentikan langkahnya sehingga tika yang di belakangnya menabrak punggung leo.
" aduh....kenapa berhenti mendadak sih.." ucap tika memegangi keningnya yang sakit karena menabrak punggung leo.
" kenapa kamu mengikutiku..." tanya leo tanpa menoleh ke arah tika.
" aku kan juga mau pulang..." ucap tika.
__ADS_1
" pulanglah duluan,aku mau menemui tuan sean ada dokumen yang harus di tanda tangani." ucap leo.
" aku ikut...aku mau bertemu naya,aku sangat merindukannya " ucap tika.
" terserah...." ucap leo langsung masuk ke dalam mobil dan di ikuti oleh tika.
*** di mansion sean***
tampak naya berguling ke sana kesini di atas tempat tidur.ia merasa bosan berdiam di kamar sendirian.karena dari tadi sean belum juga keluar dari ruang kerjanya.
" sebaiknya aku menemui tuan sean saja.." ucap naya.
tiba tiba naya menghentikan langkahnya dan senyum senyum sendiri.
" sebenarnya aku merindukannya.." batin naya senyum senyum sendiri.
" tok..tok...tok..." naya mengetuk pintu dan langsung membukanya.
naya memasukan kepalanya saja untuk melihat sean.
" sepertinya tuan sedang sibuk...sebaiknya aku tidak mengganggunya." ucap naya tidak jadi masuk dan akan menutup pintunya lagi.
" kenapa tidak jadi masuk" ucap sean yang tahu kalau ada naya di sana.
" tuan sedang sibuk ya.." ucap naya.
" tidak...kemarilah." ucap sean.
naya masuk dan menghampiri sean...
" ada apa.????tanya sean.
" saya bosan tuan dari tadi sendirian dikamar.tuan sih sibuk terus.tidak di kantor tidak di rumah pekerjaan saja yang di urusin sedangkan saya di biarin sendirian.." ucap naya cemberut.
" sepertinya ada yang cemburu nih.." ucap sean menghentikan aktifitasnya.
" kemarilah.." ucap sean menyuruh naya mendekat dan menepuk pahanya agar naya duduk di pangkuannya.
naya pun mendekat dan langsung duduk di pangkuan sean.
" apa kamu merindukanku...???ucap sean.
" tidak..." ucap naya mengelak padahal memang ia merindukan sean.
sean mulai tidak mengondisikan tangannya.ia mulai memainkan rambut naya dan menatap bibir mungil naya,sean tidak mendengarkan apa yang sedang di ocehkan oleh naya matanya hanya fokus pada bibir naya.
" tuan.....dengar tidak sih saya sedang bicara.." ucap naya merasa risih dengan apa yang di lakukan.
"dengar...." ucap sean santai.
" dengar apanya...tuan dari tadi hanya memainkan rambut saya dan melihat bibir saya.." ucap naya.
" aku ingin makan ..sayang." ucap sean tetap matanya tidak beralih dari bibir naya.
" makan..????? ucap naya.tiba tiba perasaan nya menjadi tidak enak.
"tuan mau makan apa biar saya ambilkan.." ucap naya.
" makan ini...": ucap sean menunjuk pada bibir naya.
naya sudah bisa menduga apa yang sedang dipikirkan suaminya itu.ia lebih baik segera keluar dari situasi itu dari pada harus kelelahan menghadapi tingkah sean yang mesum.
" ah...saya baru ingat.ada sesuatu yang harus saya kerjakan.." ucap naya segera bangun dari pangkuan sean.
tapi sayang sean sudah dulu mengunci tubuhnya agar tidak bisa lari ke mana mana.
" mau mencoba lari ya...." ucap sean tersenyum aneh.
" tidak..." ucap naya memalingkan wajahnya ke sembarang arah karena sean sudah mulai mendekatkan wajahnya ke wajah naya.dan benar saja hanya dalam hitungan detik sean sudah mencium bibir naya.
naya tidak bisa berbuat apa apa.kalau sudah begini naya hanya bisa pasrah.
ia pun menikmati ciuman dari sean.naya mengalungkan tangannya ke leher sean.
__ADS_1
naya pun mulai bisa mengimbangi ciuman sean.
bersambung....