
sudah 2 hari semenjak pulang dari rumah sakit naya tidak di perbolehkan bekerja kembali.ia hanya boleh diam di rumah.
sudah berulang kali naya mencoba merayu sean agar di izinkan bekerja.tapi sean tetap menolaknya.
tapi bagi naya tidak kehilangan akal untuk terus mencoba nya.dan benar saja hanya dengan ancaman mautnya yaitu tidak memberinya jatah juniornya sean tidak bisa berkutik.
akhirnya naya di perbolehkan bekerja tapi setelah 1 minggu ia beristirahat.
kini di kamar sean naya senyum senyum melihat sean yang sedang ngambek karena ulahnya.
" kenapa sih kamu selalu mengancam ku seperti itu." tanya sean.
" kalau saya tidak mengancam seperti tuan pasti tidak akan mengizinkan saya untuk bekerja lagi." ucap naya.
" kamu kan tidak perlu bekerja.uang ku cukup bahkan sangat lebih untuk menghidupimu." ucap sean.
"ini bukan masalah uang tuan.tapi dari kecil saya sudah terbiasa bekerja,jadi saya bisa menghargai waktu dan hidup ini." ucap naya.
" lalu uang ku untuk apa." ucap sean.
" simpan saja suatu saat pasti uang tuan akan sangat berguna."ucap naya.
" sudah tuan jangan ngambek terus." ucap naya manja.
" cup..." naya mencium pipi sean dan itu membuat sean terkejut.
" kamu yang mulai ya..." ucap sean langsung meraup bibir naya.
sean mencium bahkan ******* bibir naya dengan lembut dan dengan durasi yang panjang sehingga membuat naya kehabisan nafas.
naya memukul mukul dada sean agar melepaskan ciumannya.
" tuan saya tidak bisa bernafas.." ucap naya dengan nafas yang ngos ngosan.
" maaf sayang...aku terlalu semangat." ucap sean.
" sudah ah saya mau tidur.." ucap naya langsung berbaring dan menutupi dirinya dengan selimut.
" hei....sayang kamu harus bertanggung jawab." ucap sean ikut masuk ke dalam selimut dan terjadilah malam yang panjang untuk sean dan naya.
*** di kost an tika merasa kesepian.leo sudah menawari dirinya untuk tinggal di apartemennya tapi tika menolaknya.
tika tidak ingin berharap lebih dengan kebaikan yang leo berikan.lagi pula tika sadar ia bukan siapa siapanya leo.
" kenapa tiba tiba aku kangen panti ya..." ucap tika.
" bagaimana keadaan panti sekarang.mudah mudahan mereka baik baik saja." ucap tika lagi.
saat tika sedang melamun tiba tiba hp nya berdering.
" ibu panti...???? batin tika bingung kenapa kebetulan sekali saat ia merindukan panti tiba tiba ibu panti menelpon.
tika : " halo...."
ibu panti : " halo nak....bagaimana kabar
kamu di sana.???
tika : " tika baik bu...bagaimana kabar ibu
dan panti????"
sejenak tidak ada balasan dari ibu panti.
tika : " halo bu....kenapa diam.semua baik
baik saja kan.???"
ibu panti : " iya nak semua baik.adik adik mu
nanyain kamu terus kalau ada
waktu datanglah berkunjung."
tika : " iya bu nanti tika usahain."
ibu panti : " kalau begitu ibu tutup dulu ya
telponnya"
tika : " iya bu...."
"sebaiknya besok aku minta cuti sama tuan sean.aku memang sudah lama tidak pulang ke panti" ucap tika.
di pagi hari naya sudah bangun lebih dulu di bandingkan sean.
"' tuan......bangunlah ini sudah siang." ucap naya.
" nanti sayang aku masih ngantuk." ucap sean dengan suara malasnya.
karena sean tidak bangun juga naya memilih pergi ke dapur.lagi pula ini adalah hari minggu waktu semua orang libur bekerja.
" pagi mia...." ucap naya.
" pagi nona...." ucap mia.
__ADS_1
" aku kan sudah bilang kalau kita sedang berdua panggil nama saja." ucap naya.
" maaf .....lupa." ucap mia sambil tersenyum.
" kamu masak apa...boleh aku bantu.???? ucap naya.
mia mengangguk dan mereka berdua pun memasak bersama sambil bercanda ria.
"' akhirnya beres juga..." ucap naya.
" terima kasih ya udah bantuin.." ucap mia.
" santai saja..." ucap naya.
" ya udah kalau begitu aku bangunin tuan sean dulu ya." ucap naya.
" iya...." ucap mia.
saat naya akan menaiki tangga tiba tiba pak mus memanggilnya.
" nona....." ucap pak mus.
" iya pak ada apa...??? ucap naya.
" di depan ada tamu ingin bertemu dengan nona." ucap pak mus.
" siapa pak..." tanya naya.
" katanya namanya tika.." ucap pak mus.
" ada apa tika datang ke sini pagi pagi sekali." batin naya heran.
" itu sahabat saya pak....biar saya yang temui dia." ucap naya langsung menemui tika di depan.
" tika...." panggil naya.
" nay....maaf ya aku ganggu kamu pagi pagi begini." ucap tika.
"' tidak apa apa.ayo masuk.." ucap naya.
" duduklah...ada apa pagi pagi kamu sudah ke sini.?????" tanya naya.
" aku ke sini mau minta izin sama tuan sean." ucap tika.
" izin apa....???? tanya naya lagi.
" aku mau izin 2 hari libur kerja.aku mau mengunjungi panti." ucap tika.
"' kenapa mendadak begini kamu mau ke panti."???? ucap naya.
" aku juga tidak tahu kenapa tiba tiba aku rindu panti." ucap tika.
" itu lah yang ingin aku cari tahu.perasaan ku tidak enak tentang panti." ucap tika.
" ya sudah tidak apa apa kalau kamu mau ke panti." ucap naya.
" dan satu lagi nay...." ucap tika ragu.
" ada apa tik....katakanlah." ucap naya.
"2 hari lagi aku baru gajian dan aku mau minta gaji ku sekarang.apa kamu bisa bantu aku nay..??? ucap tika merasa sungkan kepada naya.
" tenang saja...aku akan mengurusnya." ucap naya sambil memegang tangan tika.
" terima kasih ya nay..." ucap tika.
" kamu tunggu di sini dulu ya..." ucap naya.
tika mengangguk...
naya segera ke kamarnya untuk menemui suaminya yang masih tidur.
" tuan...." ucap naya mencoba membangunkan sean.
tapi tidak ada pergerakan apa pun dari sean.
" tuan...bangunlah sebentar saya ada perlu." ucap naya.
sean mengeliat tapi matanya masih terpejam.
" ada apa sayang aku masih ngantuk..." ucap sean.
" di bawah ada tika.." ucap naya.
" tika.....ada apa dia ke sini." ???? tanya sean masih bersembunyi di dalam selimutnya.
" dia mau izin 2 hari untuk libur kerja ia mau mengunjungi keluarganya." ucap naya.
"iya....." ucap sean.
" iya apa...???" tanya naya.
" iya aku izinin..." ucap sean membuka selimutnya.
" tapi tika juga ingin uang gajinya di ambil sekarang untuk bekal ke sana." ucap naya.
__ADS_1
" iya..." ucap sean.
" iya apanya..."??? tanya naya lagi bingung.
" iya ambil saja..." ucap sean.
" ambil dimana ...tuan jangan membuat saya bingung." ucap naya.
" tuan...ayo bangunlah sebentar." ucap naya menarik selimut yang di pakai sean.
" sayang....aku masih ingin tidur.aku sangat lelah." ucap sean manja.
" bagaimana tuan tidak lelah semalam tuan bermain hampir 5 kali." ucap naya kesal.
" karena itulah aku ingin tidur seharian bukankah ini hari libur." ucap sean.
" iya tapi sekarang bangunlah sebentar ada tika di bawah.ia ingin meminta gajinya." ucap naya.
" kamu ambil saja sendiri uangnya." ucap sean.
" ambil di mana..??? tanya naya.
" tu....." ucap sean menunjuk pada lukisan yang ada dinding.
naya mengikuti arah yang di tunjuk sean..
" itu kan lukisan.." ucap naya heran.
" di belakang nya..." ucap sean.
naya semakin bingung ia mencoba mendekati lukisan itu dan memegangnya.
" di belakang..." batin naya kemudian menarik lukisan itu dan benar saja di belakang lukisan ada sebuah brankas besi.
" tuan ini sebuah brankas.." tanya naya.
" bukalah..." ucap sean.
naya semakin bingung karena ia tidak tahu apa apa tentang brankas.
" tekan tombol angka nya..." ucap sean.
" berapa nomor yang harus saya tekan." tanya naya.
" tanggal lahir mu..." ucap sean.
" apa....." ucap naya terkejut.
naya langsung menekan angka sesuai dengan tanggal lahirnya.
dan benar saja brankas itu terbuka.alangkah terkejutnya naya ternyata brankas itu berisi tumpukan uang yang sangat banyak.
" u..uang..." ucap naya bergetar melihat uang yang sangat banyak.
" ini semua uang...tuan" ucap naya polos.
" bukan....ya iyalah itu uang masa daun" ucap sean bangun dari tidurnya dan duduk di tempat tidur menatap naya yang masih terkejut melihat uang yang sangat banyak.
" tapi ini banyak sekali tuan." ucap naya.
" itu belum seberapa..sayang." ucap sean sombong.
" apa....jadi ini hanya sebagian saja dari uang tuan." tanya naya.
" sebagian kecil saja.." ucap sean.
" apa saya boleh memakai uang ini.." ucap naya memegang megang uang yang ada di hadapannya.karena seumur hidup naya baru kali ini ia melihat uang sebanyak itu.
" pakailah sepuasmu.." ucap sean.
" saya ingin bersedekah untuk anak yatim boleh..." ucap naya menatap sean.
sean mengangguk dan memberikan senyum manisnya.
" baiklah...saya ambil segini ya.." ucap naya menunjukan 2 gepok uang seratus ribuan.
" kenapa hanya segitu.." ucap sean.
" apa...." ucap naya heran karena baginya uang yang ia ambil sudah termasuk sangat banyak.
" segini juga sudah cukup tuan." ucap naya menutup kembali brankas itu.
"ya sudah.....aku mau tidur lagi." ucap sean merebahkan lagi tubuhnya ke tempat tidur.
" kalau begitu saya akan turun menemui tika." ucap naya.
" hmmm....." ucap sean singkat.
sebelum keluar dari kamar naya menghentikan langkahnya.ia berbalik menatap ke arah sean.perlahan ia mendekati sean yang sudah menutup matanya.
tampak senyum jahil dari wajah naya.ia ingin mengerjai suaminya.pelan pelan naya mendekati tempat tidur dan menatap wajah sean.dalam hitungan detik naya langsung mencium bibir sean dengan sangat kencang sehingga membuat sean bangun dan terkejut.naya pun langsung berlari keluar dari kamar.
" hei....sayang apa yang kamu lakukan???" teriak sean.
" kenapa kamu membangunkannya lagi.." ucap sean.
__ADS_1
" kenapa aku selalu terangsang dan bergairah seperti ini setiap naya menciumku." ucap sean frustasi.
bersambung......