
" di mana wanita itu...."???? teriak sean kepada pak satpam lewat telpon.
" wanita yang mana tuan..???" tanya pak satpam.
" wanita yang tadi siang mencari ku." ucap sean.
" wanita itu sudah pergi tuan.." ucap pak satpam.
" cepat cari wanita itu sampai dapat." ucap sean langsung menutup telpon nya.
" tadi di suruh pergi sekarang di suruh cari gimana sih tuan sean ini." gerutu pak satpam.
" aku harus cari kemana...??? ucap pak satpam bingung.
di rumah sakit sean masih diam karena terkejut setelah mengetahui semua kebenaran nya.
sean benar benar menyesal tidak percaya kepada naya.
"ikut aku...." ucap sean kepada leo.
leo pun segera mengikuti sean.
" kita mau kemana tuan..." ucap leo dengan langkah yang terburu buru karena mengikuti sean.
sean tidak menjawab apa yang di tanyakan oleh leo.
" kita ke tempat susan..cepat." perintah sean.
" baik tuan..." ucap leo segera tancap gas menuju ke rumah susan.
*** di rumah susan***
" brengsek... bagaimana ini bisa terjadi." marah susan kepada anak buah nya.
" maaf kan kami bos..." ucap anak buah susan.
"bodoh kalian semua..." ucap susan.
" sekarang kerah kan semua anak buah untuk berjaga jaga aku yakin sean pasti akan datang ke sini." ucap susan.
" baik bos...." ucap anak buah susan.
" baiklah sean kita akan memulai perang ini..." ucap susan sambil menyiapkan senjata nya.
di sepanjang perjalanan tampak wajah sean yang sedang menahan amarah.
" apa kamu tidak bisa menyetir lebih cepat." teriak sean kepada leo.
" ini sudah kecepatan penuh tuan..." ucap leo.
" tuan apa yang akan tuan lakukan kepada susan." ??? tanya leo.
" tentu saja melenyapkan nya." ucap sean marah.
" tapi tuan apa kita akan kesana hanya berdua saja" ucap leo.
" susan pasti sudah tahu kita akan kesana dan dia pasti sudah mempersiapkan segalanya untuk menyerang kita." ucap leo.
" apa kamu takut." ucap sean.
" tentu saja tidak tuan..." ucap leo.
" ya sudah cepat bawa mobil nya." teriak sean.
" baik tuan..." ucap leo.
sean mengambil hp nya di buka nya galeri yang menyimpan banyak foto foto naya.
di tatap nya foto naya dengan tatapan menyesal dan rasa bersalah.
__ADS_1
" maaf kan aku sayang...." batin sean.
" tunggu sampai aku melenyapkan susan aku akan mencari mu." batin sean lagi.
" kenapa aku begitu bodoh tidak mempercayai mu..." batin sean sambil menatap ke luar jendela.
" tuan....apa tuan tidak akan mencari nona." ??? tanya leo.
" perintah kan semua anak buah ku untuk mencari istri ku." ucap sean.
" baik tuan..." ucap leo.
" akhir nya tuan sadar juga..." batin leo sambil tersenyum.
" tuan kita sudah sampai..." ucap leo saat sampai di depan gerbang rumah susan.
" benar kata saya tuan..... susan memperketat penjagaan." ucap leo melihat ada beberapa anak buah susan yang sedang berjaga di depan pintu gerbang.
" tabrak gerbang itu..." perintah sean.
" baik tuan.." ucap leo.
leo langsung menjalankan mobil nya dengan kencang dan langsung menabrak gerbang itu sampai roboh.anak buah susan yang sedang berjaga di depan gerbang pun mencoba menghindar dari tabrakan itu. mendengar suara gaduh anak buah susan mulai berdatangan dan sebenar nya mereka sudah tahu kalau sean akan datang sehingga mereka sudah mempersiapkan segala nya.
" hajar mereka...." ucap salah satu anak buah susan kepada teman teman nya.
sean dan leo menghajar musuh nya dengan sangat bengis.kemampuan bela diri sean dan leo memang tidak bisa di anggap remeh.satu persatu musuh bisa di lumpuhkan oleh mereka berdua.
tapi tidak sampai di situ saja anak buah susan yang lain juga mulai berdatangan dan ikut bergabung dengan yang lain nya untuk menghajar sean dan leo.
dari kejauhan susan menyaksikan satu persatu anak buah nya tumbang.hal itu membuat susan panik karena kali ini dia tidak akan bisa lolos dari tangan sean.
" aku harus pergi dari sini.." ucap susan lirih.
susan masuk ke dalam kamar nya dan mengambil satu persatu barang berharga yang tidak bisa ia tinggalkan.lalu susan pergi ke garasi mobil ia mengendarai salah satu mobil nya dan langsung tancap gas.
" tuan susan kabur..." teriak leo.
leo langsung masuk ke dalam mobil nya dan menjalankan nya dengan sangat kencang.
" pengecut kamu susan..." ucap sean.
" cepat leo..." ucap sean.
"' iya tuan ini juga sudah sangat cepat." ucap leo.
" brengsek mereka mengejarku.." ucap susan.
" aku harus bisa menghindar dari mereka kalau tidak sean pasti akan membunuh ku." ucap susan.
**** di rumah bu aminah****
" nay...kamu mau kemana" tanya bu aminah yang melihat naya akan mendorong gerobak nya.
" nay mau pergi memulung bu." ucap naya.
" nay..kamu baru sembuh dan kamu harus banyak istirahat." ucap bu aminah merasa khawatir kepada naya.
" nay sudah baikan bu.." ucap naya.
" tapi nay..." ucap bu aminah.
" nay nggak apa apa bu sifa akan menemani nay." ucap naya.
" iya bu sifa akan ikut kak naya..." ucap sifa.
" ya sudah tapi jangan jauh jauh ya di sekitar kampung sini saja." ucap bu aminah.
" iya bu..." ucap naya.
__ADS_1
naya dan sifa mulai mendorong gerobak mereka bu aminah yang melihat nya merasa sangat tidak tega .
" maafin ibu nay...ibu sudah berusaha bicara kepada tuan sean tapi...????? ucap bu aminah lirih.
" kak...sudah cape belum..??? tanya sifa.
" sifa...kita kan baru saja jalan masa kak naya sudah capek." ucap naya.
" kak naya kan sambil bawa dede bayi di perut jadi pasti cepat capek." ucap sifa.
naya hanya tersenyum sambil mengelus elus perut nya yang sudah besar.
" dede bayi nya kuat kok." ucap naya.
" kak....kalau dede bayi nya perempuan pasti cantik dan baik seperti kakak." ucap sifa.
" kalau dede nya laki laki pasti mirip ayah nya." ucap sifa.
mendengar kata ayah naya teringat pada sean.
" apa tuan sean mau mengakui anak ini.apakah aku akan bertemu lagi dengan tuan." batin naya sedih.
" kak...kok bengong ." ucap sifa yang melihat naya tiba tiba diam.
" tidak apa apa...ayo." ucap naya melanjutkan perjalanan nya.
" itu kak..." ucap sifa menunjuk sebuah tempat sampah yang banyak kardus nya.
" banyak sekali apa ini sudah tidak di pakai." ucap naya.
" kan sudah di tempat sampah berarti sudah di buang oleh yang punya." ucap sifa.
" tapi kita harus izin dulu." ucap naya.
" permisi bu..." ucap naya kepada seorang wanita yang yang mungkin pemilik kardus itu.
" apa boleh saya ambil kardus kardus ini." ucap naya sopan.
ibu itu tidak menjawab malah menatap naya.
" oh...boleh bawa saja." ucap ibu itu.
"terima kasih bu.." ucap naya senang.
sifa dan naya segera memasukan kardus kardus itu ke dalam gerobak nya.
" berapa usia kandungan mu neng..." tanya ibj itu.
" 5 bulan bu..." ucap naya.
" kok bekerja seperti ini.suami nya kemana." tanya ibu itu.
naya diam bingung harus menjawab apa.
" suami kak naya sedang bekerja jauh." ceplos sifa.
" oh....bagitu." ucap ibu itu.
" ya sudah bu...kami mau melanjutkan pekerjaan kami terima kasih untuk kardus kardus ini." ucap naya.
" ya sama sama." ucap ibu itu.
sifa dan naya melanjutkan lagi pekerjaan mereka.
kini sean dan leo terus mengejar mobil yang di kendarai susan.kejar kejaran terus berlangsung.kini jarak mobil mereka sudah dekat.
" cepat leo jangan biarkan dia lolos." ucap sean.
" baik tuan." ucap leo.
__ADS_1
bersambung .....