
*** mungkin memang sudah takdir ku harus seperti ini.takdir yang membawa luka takdir air mata yang selalu menghampiriku,takdir kesepian yang selalu menemaniku.rindu akan pelukanmu.bahkan pelukan yang tak pernah bisa aku raih.ku coba sekali lagi untuk bertahan dan disaat hati ini sudah tak sanggup lagi menopang duka mungkin saat itulah takdir ku kan menghilang bersama cintaku.*****
kanaya
sudah satu minggu berlalu sean dan kanaya tidak bertatap muka.bagaimana tidak naya pagi sekali sudah berangkat kerja sebelum sean bangun dan ketika pulang naya langsung mengurung diri di kamarnya.
semua keperluan sean pun sudah di ambil alih kembali oleh pak mus.
naya ingin menghindari sean,ia tidak sanggup jika harus bertemu dengan sean.
cinta...cinta...yang kuat harus segera di hilangkan tapi jika melihat sean justru cinta ini sangat perih terasa di hati.
" pak mus...apa naya sudah berangkat kerja "
tanya sean.
" iya tuan...saya juga bingung sudah satu minggu ini nona berangkat pagi sekali...." ucap pak mus.
" apa kamu sedang menghindari ku kanaya" batin sean.
" tapi kenapa aku merindukannya...." batin sean lagi.
sean rindu ketika pagi hari naya membangunkannya ,menyiapkan baju untuk ke kantor dan menyiapkan sarapannya.kini sean merasa ada yang hilang.sesuatu yang sean sendiri tidak mengerti.mungkinkah itu cinta, tapi sean selalu mengelaknya karena sekarang ada angela di sampingnya.
di perusahaan sean baru sampai berjalan menuju lift di dampingi oleh sang sekretaris
nya leo.
naya melihat sean dari balik tembok sehingga sean tidak melihatnya.
" tuan....apa tuan tahu aku sangat merindukan tuan.tapi aku harus bisa melupakan tuan..." batin naya.
sepanjang perjalanannya menuju ruangannya sean melihat kanan dan kiri berharap bisa melihat kanaya.tapi nihil karena naya sedang bersembunyi.
di ruang kerja sean...
" leo...apa jadwal kita hari ini...??? tanya sean.
" hari ini kita akan mengunjungi langsung proyek baru yang ada di kota B tuan,tepatnya nanti jam 10..
" masih ada waktu 2 jam,kepalaku pusing.aku mau istirahat dulu...leo ambilkan obat pereda sakit kepala..." ucap sean.
" baik tuan...." ucap leo
" aku tahu anda sedang memikirkan nona kanaya,,,,,anda mencintai nona tuan tapi anda malu mengakuinya." batin leo.
leo keluar dari ruangan sean berjalan menuju ruangannya untuk mengambil obat, tanpa sengaja leo melihat naya yang sedang membersihkan jendela.
berpikir sejenak leo sepertinya mendapat sebuah ide yang cemerlang...
" nona.....aku sedang buru buru tolong berikan obat ini untuk tuan dan sekalian bawa air minumnya.." ucap leo.
" apa tuan sean sakit..." ucap naya khawatir.
" tuan sedang sakit kepala padahal 2 jam lagi kita akan pergi mengunjungi proyek yang baru,jadi tolong ya berikan ini pada tuan,aku pergi dulu..." ucap leo langsung memberikan obat dan pergi begitu saja meninggalkan naya.
" ta..pi...." ucap naya bingung apakah ia harus memberikan obat ini atau tidak.
tapi jujur naya khawatir mendengar sean sakit.
__ADS_1
naya berjalan menuju ruangan sean dengan perasaan tak menentu.berusaha menghindar tapi ia juga mengkhawatirkan sean.
dengan ragu naya mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban akhirnya naya masuk perlahan melangkahkan kaki nya.naya melihat sean sedang tidur di sofa dengan tangan dilipat di dada.
naya berjalan mendekati sean menaruh air dan obat di atas meja.naya berjongkok menatap sean dengan mata yang berkaca kaca.
" tuan aku sangat merindukan mu...." ucap naya terisak sambil memegang dadanya merasakan kerinduan yang sangat besar kepada sean.naya mendekatkan tangannya ingin menyentuh wajah sean tapi tiba tiba sean menggeliat sehingga naya segera menarik kembali tangannya.
naya segera berdiri dan menghapus air mata nya karena sean terbangun.sean duduk dan menatap naya.
" kamu...." ucap sean heran kenapa ada naya diruangannya.
" ma..maaf tuan saya kesini untuk mengantarkan obat dan air untuk tuan." ucap naya gemetar.
" obat..????? ini pasti ulah leo..." batin sean.
" kalau begitu saya permisi dulu tuan...." ucap naya segera keluar.
saat akan melangkah pergi sean memegang tangan naya dan naya pun menoleh memandang sean.mata mereka bertemu tatap seakan ada sesuatu yang ingin di ungkapakan.
tapi secara tiba tiba angela datang tanpa mengetuk pintu sehingga membuat sean dan naya terkejut.sean langsung melepas genggamanya dari tangan naya .naya pun bingung karena takut angela salah paham.
" sayang....." panggil angela pada sean.
bergelayut manja pada sean mencium pipi sean dan naya yang melihat itu pun merasa tidak suka tapi naya tidak bisa berbuat apa apa karena siapalah ia.sean tidak bisa menghindari ciuman angela karena sean terus fokus menatap naya.
naya hendak keluar tapi angela memanggilnya.
" nay...kamu mau kemana...." ucap angela.
" maaf nona saya mau keluar karena masih banyak pekerjaan..." ucap naya langsung keluar dari ruangan sean.
di luar di balik pintu naya hanya bisa memegang dadanya berusah menguatkan hatinya.
" hp aku silent jadi aku tidak dengar kalau kamu telpon.."" ucap sean beralasan
" kamu kesini mau ngapain..." tanya sean.
" ya ketemu kamu lah,aku kan kangen..." ucap angela sambil bersandar di bahu sean.
" tapi hari ini aku ada urusan penting...sebaiknya kamu pulang ya .aku janji nanti malam aku akan ajak kamu dinner." ucap sean.
" bener....ya...janji...." ucap angela senang.
angela akhirnya pulang...
sean dan leo pun segera berangkat ke tempat yang akan di kunjunginya sebuah proyek besar yang sedang bekerja sama dengan perusahaan wiguna....
malam harinya....
sean sudah kembali ke mansion.sean ingat kalau malam ini ada janji dinner bersama angela.jadi sean langsung bersiap untuk menjemput angela.
sean sudah rapi dengan penampilan nya yang sangat sempurna,siapapun wanita yang melihatnya pasti akan di buat nya jatuh cinta.
naya yang sedang berada di dapurpun melihat sean tanpa berkedip..hatinya pun ikut merasa senang walau hanya bisa memandangnya saja.
naya langsung menoleh ke segala arah karena sean tahu kalau dirinya sedang memperhatikannya.
sean yang sadar kalau naya sedang melihatnya hanya tersenyum kecil dan merasa senang.
" tuan....mau kemana" tanya pak mus yang tiba tiba saja nongol di depan sean.
" aku mau dinner dengan angela....mungkin akan pulang malam." ucap sean pada pak mus.
__ADS_1
naya yang mendengar kalau sean akan dinner dengan angela merasa sedih.
ada rasa cemburu di hati naya,tapi naya selalu berusaha untuk kuat walau sesengguhnya hatinya sangat rapuh.
membayangkan sean dan angela makan malam berdua mungkin makan malam romantis membuat hati naya ingin menjerit.
sedih tentu pasti sedih ,dirinya di mansion sendiri hanya di temani dinginnya angin malam dan di selimuti oleh kesepian.
naya hanya bisa pasrah dengan nasib cintanya,cinta yang entah sampai kapan akan bertahan entah apa pula yang harus di harapkan dari semua ini.
lelah pasti lelah,naya harus berpura pura kuat padahal di dalam hatinya yang paling dalam ada sejuta duka yang selalu naya simpan rapat rapat.
rindu pasti rindu,merindukan orang yang jelas jelas ada di depan mata tapi apa daya naya hanya bisa memandangnya tanpa bisa merengkuhnya.
sean sampai di apartemen angela...
" sayang kamu sudah sampai..." ucap angela.
angela berpenampilan anggun malam ini.ia ingin tampil cantik di hadapan sean.
sean dan angela segera menaiki mobil mewah sean,mereka segera menuju restoran yang sudah di pesan angela.
restoran yang sangat mewah di hiasi lampu lampu berwarna bunga bunga pun tersusun rapih di sepanjang pintu masuk..
sean menggandeng angela benar benar pasangan yang romantis.
meja sudah tertata rapi dengan lilin di tengahnya.sean dan angela duduk dan mulai menikmati hidangan yang di siapkan oleh chef profesional.
" kenapa aku malah memikirkan naya" batin sean.
" sayang kamu kenapa,kok dari tadi diam terus.." ucap angela.
" tidak...aku tidak apa apa..." ucap sean.
" sayang gimana kalau lusa kita jalan jalan,,,,????" ucap angela.
" aku banyak kerjaan.....sepertinya tidak bisa.." tolak sean.
" please...sayang .leo juga ikut lho...dan aku juga berencana untuk mengajak naya...'" ucap angela.
" uhuuk...uhuk...." sean terbatuk karena terkejut.
" sayang...kamu ga apa apa.." ucap angela langsung mengambilkan air untuk sean.
" kenapa kamu mengajak kanaya..." tanya sean penasaran.
" iya kan di sana aku tidurnya ga ada temen jadi aku akan mengajak naya" ucap angela lagi.
" apa naya mau.." tanya sean.
" entah...tapi aku akan memaksanya." ucap angela tersenyum.
sean diam seperti sedang memikirkan sesuatu.senyum kecil pun tampak di bibir sean.
" memangnya kamu mau jalan jalan ke mana..." tanya sean.
" korea...." ucap angela penuh semangat.
" kamu atur saja semuanya .." ucap sean.
" benarkah...." ucap angela.
" aneh kenapa tiba tiba sean setuju padahal tadi bilangnya tidak bisa.." batin angela heran.
__ADS_1
bersambung......