
" hiks......hiks... " terdengar tangisan lirih naya di setiap malam.naya tidak bisa tidur dengan nyenyak karena dulu saat masih bersama sean naya harus tidur sambil memeluk sean.tapi kini hanya sepi dan rindu yang menemani di setiap malam malam nya.
dingin sudah pasti karena naya tidur hanya berselimut kain tipis yang tidak bisa memberi nya kehangatan.
alas tidur nya pun berupa kasur usang yang sudah hampir hilang busa nya.
kerinduan yang begitu dalam kepada sean membuat naya rapuh dan tak berdaya.karena hal itulah batin nya tertekan dan sangat mempengaruhi kesehatan bayi nya.
" tuan......" batin naya memanggil sean.
" aku sangat merindukan mu..apa kita akan bertemu lagi.aku tidak sanggup menjalani ini semua tanpa mu..." batin naya di sela tangisan pilunya.
bu aminah merasa sangat kasihan kepada naya.tanpa naya sadari bu aminah selalu mendengar kan tangisan dirinya di setiap malam.
" apa yang harus ibu lakukan untuk menolong mu nay...."ucap bu aminah lirih.
" ibu tidak tega melihat mu setiap malam selalu menangis." ucap bu aminah lagi.
****** 4 bulan kemudian******
kini kehamilan naya memasuki bulan ke 5.perut nya pun kini sudah terlihat membuncit.
dari hari ke hari badan naya semakin kurus kulit nya pun semakin hitam karena setiap hari naya harus berjalan di bawah terik matahari hanya untuk memungut botol botol bekas yang berserakan di pinggir jalan.
dengan perut nya yang mulai membesar hal itu tidak membuat naya harus bermalas malasan.
naya harus giat mencari uang agar ia bisa memeriksakan kehamilan nya ke bidan yuni setiap satu bulan sekali.
kadang bidan yuni tidak keberatan jika naya memeriksakan kehamilan nya tanpa harus membayar karena bidan yuni mengerti akan kondisi ekonomi naya dan bu aminah tapi naya tidak ingin menyusahkan orang lain.
hari ini naya berangkat mencari rongsokan seorang diri karena sifa harus berangkat ke sekolah.biasa nya naya berangkat mencari rongsokan siang hari setelah sifa pulang sekolah tapi kini naya harus mencari rongsokan pagi hari agar hasil nya lebih banyak.
berbekal air minum dan sebungkus nasi putih tanpa lauk pauk naya berangkat.
" bu...naya berangkat dulu ya." pamit naya kepada bu aminah.
" hati hati nay...kalau sudah merasa capek cepat pulang.kamu harus jaga kandungan mu." ucap bu aminah.
" iya bu...." ucap naya.
naya berjalan pelan sambil mendorong gerobak kecil karena perut nya yang sudah mulai membesar membuat ruang gerak nya terbatas.
di lihat nya ke kanan ke kiri agar tidak ada satu pun botol botol bekas terlewatkan oleh nya.
sesekali naya mengusap usap perut nya dan mengajak berbicara bayi yang ada di dalam perut nya.
" anak ibu yang sehat ya.. " ucap naya kepada bayi yang ada di dalam perut nya.
bayi nya pun merespon kata kata naya dengan memberikan suatu gerakan lembut yang membuat naya tersenyum bahagia.
sudah 2 jam naya berjalan kini ia merasakan lelah...
" kita istirahat dulu ya sayang...." ucap naya mengusap perut nya.
naya istirahat di bawah pohon yang rindang.ia duduk di sebuah bangku kecil yang ia bawa dari rumah.di ambil nya botol minum dan sebungkus nasi putih yang hanya berteman dengan sejumput garam dan kerupuk.
di masa kehamilan nya seharus nya naya mengkonsumsi makanan yang memiliki nilai gizi yang tinggi tapi dengan keadaan nya sekarang bisa makan dengan garam saja naya sudah sangat bersyukur.
setelah merasa cukup beristirahat naya melanjutkan lagi pekerjaan nya.
tapi baru 10 menit berjalan naya merasakan kepala nya pusing dan akhirnya ia memutuskan untuk pulang.
" kenapa kepala ku pusing sekali..." ucap naya lirih sambil memegangi kepalanya.
naya segera pulang agar ia bisa beristirahat di rumah.
" naya...." sapa bidan yuni yang kebetulan lewat.
__ADS_1
" bu bidan...." ucap naya.
" apa kamu baik baik saja...wajah mu pucat sekali" ucap bidan yuni.
" saya tidak apa apa..." ucap naya.
" benarkah...." ucap bidan yuni merasa khawatir.
naya mengangguk...
" ya sudaah saya pergi dulu ya..." ucap bidan yuni.
saat hendak pergi bidan yuni melihat naya meringis sambil memegangi kepalanya...
" nay....kamu kenapa.????" tanya bidan yuni.
tapi naya tidak menjawab pertanyaan bidan yuni.
" naya...." panggil bidan yuni.
pandangan naya mulai kabur dan
tiba tiba tubuh naya ambruk dan tidak sadarkan diri.beruntung bidan yuni langsung memegangi naya sehingga tubuh naya tidak langsung jatuh ke tanah.
bidan yuni panik ......
" tolong....." teriak bidan yuni meminta tolong.
" nay....bangun." ucap bidan yuni menepuk nepuk pipi naya.
" badan nya panas sekali." ucap bidan yuni memegang kening naya.
" ada apa ini bu..." tanya pak usman yang datang karena mendengar teriakan minta tolong
" pak....tolong angkat naya dan bawa ke rumah saya." ucap bidan yuni.
" baik bu...." ucap pak usman.
sesampai nya di rumah bidan yuni naya di baringkan di atas tempat tidur.
" pelan pelan pak..." ucap bidan yuni.
" iya bu....." ucap pak usman.
" oh...ya pak bisa tolong kasih tahu bu aminah kalau naya ada di sini." ucap bidan yuni.
" iya bu..." ucap pak usman.
" terima kasih ya pak....maaf sudah merepotkan." ucap bidan yuni.
" nggak apa apa bu....kalau begitu saya permisi dulu." ucap pak usman.
bidan yuni mengangguk....
bidan yuni segera memeriksa keadaan naya....
dengan telaten bidan yuni memeriksa kondisi naya saat ini.
dan dari hasil pemeriksaan bidan yuni keadaan naya tidak baik....
" sebenarnya apa yang membuat mu tertekan seperti ini naya...??? batin bidan yuni.
dari diagnosa bidan yuni naya mengalami stress atau tekanan batin yang sangat hebat sehingga tekanan darah nya turun drastis dan itu sangat membahayakan bayi dalam kandungan nya.
" tok...tok...." suara pintu di ketuk.
" pak usman....." ucap bu aminah.
__ADS_1
" maaf bu....tadi bidan yuni menyuruh bu aminah untuk ke rumah nya." ucap pak usman.
"memang nya ada apa ya pak...."????? tanya bu aminah.
" mba naya tadi pingsan di jalan dan sekarang mba naya nya ada di rumah bidan yuni." ucap pak usman.
" apaaa....." ucap bu aminah terkejut.
" naya kenapa pak...." ucap bu aminah panik.
" saya kurang tahu bu...makannya bu aminah di suruh ke sana " ucap pak usman.
" iya....iya " ucap bu aminah.
" ya sudah saya pulang dulu ya bu...." ucap pak usman.
" iya pak....terima kasih." ucap bu aminah.
bu aminah segera pergi ke rumaj bidan yuni.
" ibu mau kemana...??? tanya sifa yang baru pulang sekolah.
" ibu mau ke rumah bidan yuni...kak naya tadi pingsan." ucap bu aminah.
" sifa ikut bu...." ucap sifa.
bu aminah dan sifa segera pergi ke rumah bidan yuni.jarak rumah mereka tidak terlalu jauh.
" bu aminah mau ke mana..kok jalan nya buru buru gitu." tanya bu ani yang sedang ada di warung nya.
" eh...bu ani." ucap bu aminah.
" saya mau ke rumah nya bidan yuni bu..." ucap bu aminah.
" emang ada apa bu...naya mau melahirkan ya." ucap bu ani.
" tidak bu....tadi naya pingsan di jalan." ucap bu aminah.
" itu mah pasti kena azab." ceplos bu salma yang juga sedang ada di warung bu ani.
" maksud bu salma apa ya..." ucap bu aminah sedikit marah.
"masa begitu aja tidak tahu..." ucap bu salma.
" naya itu kan wanita gak bener." ucap bu salma.
" tolong jaga ucapan bu salma ya..." ucap bu aminah.
" emang iya kan....buktinya dia hamil tapi nggak ada bapak nya." ucap bu salma.
" iya..ya..." ucap bu tina yang juga sedang ada di warung bu ani.
" wanita gak bener kaya gitu mah harus nya di usir saja dari kampung ini.jangan sampai aib nya nanti bikin kampung kita sial." ucap bu salma.
"cukup bu....naya bukan wanita seperti yang ibu ibu kira.naya punya suami dan suami nya sekarang sedang bekerja di kota." ucap bu aminah marah.
" benar kah...tapi kenapa suami nya tidak pernah datang menjenguknya." ucap bu salma.
" sudah....sudah..kenapa malah pada ribut di sini sih." ucap bu ani.
" sebaik nya bu aminah segera pergi ke rumah bidan yuni saja ya,jangan di dengar kan ucapan ibu ibu di sini." ucap bu ani.
" iya bu...." ucap bu aminah segera pergi dari warung nya bu ani.
" ibu ibu...kita kan belum tahu kebenaran nya jadi jangan menuduh naya yang tidak tidak." ucap bu ani kepada ibu ibu yang ada di warung nya.
" tapi kan memang begitu kenyataan nya.." ucap bu salma.
__ADS_1
" terserah bu salma saja lah..." ucap bu ani.
bersambung.....