Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.2 bertemu


__ADS_3

Suara ricuh terdengar sampai ke bagian dapur restoran sehingga beberapa pelayan termasuk naya dan tika di buat penasaran apa sebenarnya yang terjadi...


" hei ada apa ini...." tanya tika kepada salah satu temannya yang bernama mia yang sedari tadi tidak melepaskan pandangannya yang fokus menatap sean.


" i...itu.....ada pangeran.." jawab mia tanpa menoleh ke arah tika.


" aaapaa......" tika segera mengikuti kemana arah pandangan mia tertuju


dan benar saja tika pun shock kala melihat seorang pangeran yang tak lain adalah sean,berbeda dengan naya ia hanya biasa saja melihat sean.


" ya....tuhan tampaan sekali orang itu....seandainya dia kekasihku pasti sudah aku peluk dan tak kan ku lepas lagi...


" hei....tika jangan mengkhayal setinggi itu...." ucap naya menepuk pipi sahabat nya itu agar sadar dari halu yang tingkat dewa.


" nay.....apa kamu gak lihat pria itu..." tunjuk tika ke arah sean.


" memang tampan......" batin naya


tapi walaupun hanya berkhayal mana mungkin dia pantas bersanding dengan seorang seperti sean arya wiguna.


" sudah.. sudah.. ayo kerja lagi nanti pak manajer marar melihat kita di sini.


"selamat pagi tuan....." sapa sang manajer sambil membungkukan badannya,karena ia tau siapa yang sedang ada di hadapannya.seperti kejatuhan bulan di pagi hari


seorang sean mau datang kerestorannya


" saya sudah menyiapkan ruangan khusus vip untuk tuan....mariii."


sang manajer mengarahkan sean dan leo ke ruangan khusus untuk orang orang dari kalangan konglomerat.


tak selang lama tuan richard pun datang bersama sekertarisnya ..


" maaf saya terlambat apa tuan sean sudah menunggu lama..." tanya tuan richard


" tidak saya juga baru datang....." jawab sean.


" kalau begitu saya permisi tuan,saya akan menyiapkan hidangan yang istimewa.. *." ucap sang manajer...


tanpa menoleh sean hanya mengibaskan jarinya pertanda ia menyuruh manajer keluar.


sedangkan di dapur para koki di buat sibuk karena harus membuat hidangan istimewa untuk sean dan rombongannya.


" naya....." panggil manajer


" kamu yang akan mengantarkan makanan ini keruangan tuan sean.


"....saya ..." sambil menujuk wajahnya sendiri terkejut.

__ADS_1


" ingat jangan membuat kesalahan apapun,karena jika membuat tuan sean marah bisa bisa restoran kita bisa di buat rata rata hanya dengan jentikan jarinya.


naya hanya bisa menelan salivanya kenapa tugas seberat ini dia yang harus melakukannya.


sepanjang jalan menuju ruangan sean naya terus berdoa..baru kali ini ia mengantarkan makanan tapi seperti akan masuk ke kandang singa,jika salah sedikit saja maka tamat riwayatnya.


" tok....tok...tok...naya mengetuk pintu perlahan membukannya dan langsung masuk


" kenapa tiba tiba tubuhku merinding...." batin naya.


sean yang mendengar seorang pelayan masuk menoleh sesaat dan fokus kembali pada laptopnya.


" ternyata benar kata tika tuan sean ini sangat...sangat tampan..." batin naya melamun.


" maaf nona......." sapa leo menyadarkan naya dari lamunannya.


" eh....maaf maaf tuan....." jawab naya terkejut.


dengan hati hati naya menaruh satu demi satu makanan yang di bawanya..dan tiba tiba


" bruukk......


tanpa sengaja kaki naya tersandung kaki meja dan makanan yang di bawanya pun tumpah tepat di atas laptop sean.naya panik


" hei....pelayan bodoh apa yang kamu lakukan...." sean marah mata yang merah menatap tajam ke arah naya dan tangannya mencengkram kuat lengan naya.


naya meringis kesakitan kala tangan kekar sean mencengkaram lengan nya sangat kuat


"apa kamu bilang maaf..


gampang sekali kamu bilang maaf....gaji mu 10 tahun pun tidak akan cukup untuk mengganti laptopku...dan data penting semua ada di dalam laptop ini.


naya terunduk ketakutan


" plakkk......sean menampar naya sangat keras.seketika tangis naya pun pecah sambil memegangi pipinya yang merah karena tamparan sean.


" tuan....apa yang anda lakukan....." tanya tuan richard yang tidak tega melihat naya di perlakukan seperti itu.


spontan sean menatap tajam ke arah tuan richard sebagai pertanda bahwa dirinya tidak ingin siapapun ikut campur dalam urusannya.


karena takut tuan richard memilih untuk pergi dari sana dari pada ia mendapat masalah dengan tuan sean.


naya menangis sesegukan....tanpa belas kasihan sean mencengkram rahang naya sehingga naya merintih kesakitan.


" ampun tuan maafkan saya....." rintih naya di sela tangisnya.


" ada apa ini tuan......" tanya sang manajer yang melihat iba kepada naya yang terduduk di lantai sambil menangis.

__ADS_1


" pecat dia atau aku akan meratakan restoranmu ini....." ancam sean


" **..tapi tuan...


naya yang mendengar perintah itu langsung berlutut memegangi kaki sean


" aku mohon tuan jangan lakukan itu....saya butuh pekerjaan ini tuan...." mohon naya kepada sean.


" singkirkan tangan mu dari kakiku...." bentak sean menghempaskan tubuh naya agar tidak menyentuh kaki nya.


sean pergi berlalu tanpa menghiraukan naya.


ya... itulah sean tidak pandang pria ataupun wanita kalau sudah membuat dirinya marah siapapun tidak akan lolos dari siksaannya.


naya berjalan lunglai kembali ke dapur menghampiri sahabatnya tika dan langsung memeluk nya menumpahkan tangisnya sebagai tanda ia butuh sandaran..


tika terkejut...


" nay....kenapa kamu menangis....ada apa ini..." tanya tika melerai pelukannya.


" aku di pecat tik........" jawab nay


" aapaaa.... " tika berteriak terkejut.


" tapi kenapa nay.... " selidik tika.


" aku tidak sengaja merusak laptop milik tuan sean,dia sangat marah..... dan meminta manajer untuk memecatku,dia bahkan menampar pipiku ....hiks..hiks tangis naya.


" sabar nay.. kamu pasti kuat.."


" tapi .....bagaimana aku menghadapi tante mira ia pasti marah kalau tahu aku di pecat..


" mak lampir itu....." kesal tika


naya sudah pasrah apapun yang akan terjadi nanti ketika sampai di rumahnya ia harus kuat..


" hei....kenapa kamu jam segini udah pulang..." tanya mira heran karena masih siang naya sudah pulang biasanya naya akan pulang kerja sesudah jam jam 6 dan sekarang baru jam 1 siang.


naya tertunduk bingung apa yang harus ia katakan.


" hei.. di tanya itu jawab bukannya diam saja.."


" nay......dipecat tante.. ." lirih naya tapi masih bisa di dengar oleh mira.


" aa...apaaa......kamu di pecat..." teriak mira terkejut..kalau kamu tidak bekerja siapa yang akan membiayai kehidupan kita ,ayah kamu pergi itu tidak meninggalkan harta apapun." jelas mira


malam hari di dalam kamar naya masih merenungi nasibnya,mangapa di usia nya yang masih muda ia harus bekerja banting tulang untuk membiayai hidup dirinya mira dan juga dina.selain itu naya selalu di perlakukan semena mena oleh mira dan dina.

__ADS_1


kadang naya selalu berfikir untuk menyerah tapi ia selalu yakin pasti suatu saat akan ada kebahagiaan untuknya.


bersambung.....


__ADS_2