Air Mata Kanaya

Air Mata Kanaya
eps.105 pulang


__ADS_3

" bu.....nay akan ikut pulang bersama suami nay.terima kasih sudah mau menampung nay di sini.maaf kalau selama ini nay sudah merepotkan ibu dan sifa." ucap naya.


" nay....ibu tidak pernah merasa di repot kan sama kamu.ibu senang ada kamu di sini." ucap bu aminah.


"' pulang lah...bukan kah berada di samping suami mu adalah impian kamu." ucap bu aminah.


" kamu tidak akan kesepian lagi tidak akan menangis setiap malam." ucap bu aminah.


" kak nay....nanti sifa main sama siapa.kalau sifa rindu kak nay gimana..????" ucap sifa sambil menangis.


" sifa jangan khawatir nanti kak nay bakal nengokin sifa sama ibu." ucap naya memeluk tubuh mungil sifa.


" sudah jangan menangis sifa kan udah besat sifa harus bisa jagain ibu ya." ucap naya.


sifa pun mengangguk....


" bu...ini ada uang nay ingin rumah ini di perbaiki agar lebih layak untuk di tempati." ucap naya memberikan sebuah amplop coklat yang sangat tebal.


" nay....tidak perlu." ucap bu aminah.


" terima lah bu nay mohon...." ucap naya.


" baik lah.....terima kasih nay." ucap bu aminah.


" nanti kalau nay melahirkan ibu dan sifa ke tempat nay ya." ucap naya.


" tapi kan ibu tidak tahu rumah kamu." ucap bu aminah.


" ibu tidak perlu khawatir nanti akan ada orang yang menjemput ibu dan sifa ke sini...iya kan tuan." ucap naya menatap sean.


sean mengangguk....


setelah mengucapkan perpisahan naya dan yang lain nya melakukan perjalanan untuk pulang ke rumah.


butuh waktu sekitar 6 jam untuk sampai di rumah.tika duduk di depan bersama leo sedangkan naya dan sean di kursi belakang.


sejak keluar dari rumah bu aminah sean tidak pernah melepasas tangan naya dari genggaman nya.


" sayang...kita akan pulang ke rumah papah." batin naya mengusap perut nya sambil melihat ke arah sean.


" Tuhan...terima kasih kau telah memberikan kesempatan pada ku untuk bersatu kembali dengan suami yang sangat aku cintai." batin naya lagi.


naya ingin menangis tapi menangis karena bahagia tapi hal itu tidak naya lakukan naya malu karena ada tika dan leo.


naya menyandarkan kepala nya di bahu sean dan memejam kan ke dua mata nya.


naya tidak kuat lagi untuk menahan air mata nya yang dari tadi ingin keluar.


naya langsung memeluk sean menyembunyikan wajah nya di dada sean agar tidak ada yang tahu kalau diri nya sedang menangis.


sean tahu kalau naya sedang menangis tapi sean berpura pura tidak tahu.


" tidur lah kamu pasti mengantuk." ucap sean.


naha pun mengangguk...


sean melepas jas nya lalu menutupi tubuh naya agar lebih hangat.


" kalau mengantuk tidur lah..." ucap leo kepada tika.


tika mengangguk....


naya dan tika sudah tertidur mungkin itu efek kelelahan tadi pagi jalan jalan ke pasar.


jam 5 sore naya dan lain nya baru meninggal kan rumah bu aminah jadi akan sampai di rumah malam hari.


kini hanya sean dan leo yang masih terjaga.

__ADS_1


leo merasa ikut bahagia sekembali nya naya ke pelukan tuan nya.


sean terus mengusap usap punggung naya dengan pelan agar naya bisa tidur lebih nyaman dan sesekali sean mencium kepala naya.


"terima kasih sayang kamu sudah mau kembali kepada ku.maaf kan semua kesalahan ku yang sudah membuat kamu begitu menderita.aku berjanji akan selalu membahagiakan dan melindungi mu. " batin sean.


" tuan sebentar lagi kita akan sampai." ucap leo.


" hmmm....." ucap sean singkat.


tiba tiba naya terbangun....


" maaf tuan...saya tidur nya kelamaan ya." ucap naya.


" tidak sayang..." ucap sean.


" bahu tuan pasti pegal ya..." ucap naya.


sean menggelengkn kepalanya....


" apa kita sudah sampai..???" tanya naya.


" sebentar lagi nona..." ucap leo.


" benar kah..." ucap naya.


jantung naya tiba tiba berdetak sangat kencang saat tahu kalau sebentar lagi akan sampai di rumah.naya sudah sangat merindukan rumah yang menjadi saksi perjalanan cinta nya bersama sean.


saksi suka atau pun duka diri nya menjalani kehidupan pertama masuk di kehidupan sean sampai saat ini.


" kita sudah samapi tuan nona..." ucap leo saat mobil sudah berada di depan gerbang keluarga wiguna.


dari jendela mata naya tidak berkedip saat melihat rumah yang sudah 6 bulan lebih ia tinggal kan.


" aku kembali lagi ke rumah ini." batin naya.


" sayang...." panggil sean.


"iya...." ucap naya.


" kamu pulang lah kasihan istri mu pasti kelelahan." ucap sean.


" baik tuan." ucap leo.


" sekertaris leo...terima kasih." ucap naya.


" sama sama nona." ucap leo.


leo langsung tancap gas untuk pulang ke apartemen nya karena sebenar nya diri nya juga sudah merasa sangat lelah.


di lihat nya wajah sang istri di sebelah nya yang masih terlelap dalam tidur nya.


" kamu pasti cape sayang...." batin leo memegang pipi tika.


perlahan naya melangkah kan ke dua kaki nya dan terus mengusap perut buncit nya.


tatapan yang intens berpusat pada bangunan megah yang kini ada di hadapan nya.


" semoga ini bukam mimpi...aku kembali." batin naya.


sean menuntun naya untuk masuk ke dalam mansion.


tampak pak mus membuka kan pintu....


pak mus terkejut saat melihat naya.


" selamat datang kembali nona....." ucap pak mus membungkukam badan nya.

__ADS_1


naya hanya tersenyum kecil....


" siap kan minuman hangat..." ucap sean kepada pak mus.


naya seperti orang linglung ia masih sangat tidak percaya kalau diri nya kini sudah kembali ke mansion keluarga wiguna.


naya berjalan lurus tanpa memperdulikan sean.ia berjalan menaiki tangga ia masih hapal betul di mana letak kamar nya.


sean yang nelihat naya berjalan ke tangga panik dan langsung menghampiri nya.sean langsung memegang lengan naya dan membantu nya berjalan menaiki tangga.


sean menatap wajah naya tapi naya tetap diam dan terus berjalan.kini naya berada di depan kamar nya.


perasaan nya tidak karuan perlahan naya membuka pintu dan melangkahkan kedua kaki nya.


saat sudah ada di dalam kamar nangis naya pecah ia menatap seluruh sudut kamar dan kondisi nya masih sama saat diri nya di usir dari rumah.


" sayang...ada apa kenapa kamu menangis seperti ini.???" ucap sean panik saat tangis naya pecah di hadapan nya.


naya menatap wajah sean...


" tu...tuan benar kah saya sudah pulang..????" ucap naya terbata bata di sela tangis nya.


" iya sayang...sekarang kamu sudah ada di kamar kita." ucap sean.


tangis naya semakin keras...


"tu...tuan jangan pernah mengusir saya lagi saya mohon izin kan saya untuk terus ada di sini bersama tuan.saya tidak mau berpisah lagi sama tuan...saya tidak mau." ucap naya semakin pilu dan menggenggam ke dua tangan sean.


sean langsung memeluk naya ia dapat merasakan badan naya yang bergetar hebat akibat tangis nya.


sean melepas pelukan nya..


" aku tidak akan mengulangi kesalahan untuk yang ke dua kali nya." ucap sean menangkup ke dua pipi naya.


" kita akan selalu bersama sampai maut memisah kan kita...ok." ucap sean.


naya mengangguk...


sean menuntun naya untuk duduk di atas tempat tidur.


" aku akan mengambil kan minuman hangat dulu." ucap sean.


" ini tuan minuman nya..." ucap pak mus yang tiba tiba sudah ada di depan pintu.


sean mengambil minuman itu dan memberikan nya kepada naya.


" minum lah..." ucap sean menyodor kan segelas minuman hangat.


naya meminum minuman itu ...


" saya ingin tidur tuan..." ucap naya.


" baik lah." ucap sean membantu naya merebahkan tubuh nya.


" tidur lah..." ucap sean mencium kening naya.


" tuan mau ke mana..???? ucap naya memegang tangan sean saat sean akan melangkah.


" temani saya di sini tuan..." ucap naya.


" baik lah." ucap sean.


sean ikut berbaring di samping naya.


naya menyandar kan kepalanya di dada sean.karena lelah naya pun langsung tertidur.


dengan penuh kasih sayang sean menepuk nepuk bahu naya seperti seorang ibu yang sedang menidur kan anak nya.

__ADS_1


"selamat malam sayang aku mencintai mu." ucap sean lirih dan akhir nya sean ikut tidur bersama naya.


bersambung ...


__ADS_2